Musim ini termasuk musim yang berat buat Liverpool. The Reds benar-benar amblas penampilannya. Bahkan kalau boleh jujur, penampilan Liverpool musim ini lumayan saja tidak. Akan tetapi, pasukan Jurgen Klopp tampaknya ingin keluar dari situasi semacam itu.
Kemenangan di Derby Merseyside bisa jadi pijakan awal The Reds untuk mentas dari keterpurukan. Sayangnya, jadwal kompetisi tidak bisa membiarkan Liverpool sejenak melakukan stretching. Setelah menghadapi Everton, Liverpool akan menghadapi Newcastle.
Ujian berat berikutnya menanti. Liverpool yang lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa harus menghadapi sang raja Eropa, Real Madrid. Mampukah Liverpool setidaknya merias kembali mukanya di kompetisi Eropa?
Daftar Isi
Head to Head
Yang jadi masalah, Real Madrid bukan lawan yang mudah. Terakhir kali bertemu di kompetisi Liga Champions saja Liverpool keok. Nggak banyak sih, cuma 1-0. Dan itu pun terjadi di final Liga Champions musim lalu. Jadi kekalahan itu adalah kekalahan yang pantas-pantas saja.
Minimal Liverpool tidak digiling banyak gol. Walaupun di satu sisi, kekalahan di Prancis menggagalkan Liverpool melengkapi trofinya. Masalah berikutnya Liverpool kalah dari Real Madrid bukan saat itu saja. Dalam lima pertemuan terakhir, Liverpool bahkan tak pernah sekali pun memetik kemenangan atas El Real.
Dia 50 | Vini Jr
— todo dia um gol da champions league (@golchampions_) August 15, 2022
Liverpool 0 x 1 Real Madrid
Champions League 2022 pic.twitter.com/WlOozk91Pp
Liverpool kalah 4 kali atas Real Madrid. Sisanya The Reds hanya bermain imbang. Selama lima pertemuan terakhir itu pula, The Kop kesulitan membobol gawang El Real. Liverpool cuma bisa membobol gawang Real Madrid dua gol. Catat itu, dua gol saja!
Di sisi lain, Real Madrid sangat produktif membobol gawang Liverpool. Dalam lima laga terakhir saja, Los Galacticos sudah mencetak 8 gol ke gawang The Kop. Ini akan menjadi kunjungan keempat kalinya Real Madrid ke Anfield.
Anfield yang terkenal angker itu, ternyata hanya seperti taman kanak-kanak bagi El Real. Sang raja tak pernah kalah di Anfield di Liga Champions. Terakhir Los Blancos menelan kekalahan di Anfield pada 2009. Sisanya, jangankan kalah, kebobolan saja tidak.
Kelemahan Liverpool
Fakta-fakta tadi wajar jika akhirnya membuat fans Liverpool bergidik ngeri. Dengan kata lain, walau bermain di markasnya sendiri, pertandingan kontra Real Madrid akan menjadi pertandingan yang sangat berat. Terlebih The Kop tengah diselimuti hasil minor, terutama di kancah domestik.
Dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris, sebelum menghadapi Newcastle, Liverpool gagal meraih tiga kemenangan. Bahkan The Kop kalah dari Wolverhampton 3-0 dan keok di tangan Brighton 3-0. Ini tentu saja menambah sinyal bahaya di kubu Liverpool.
Itu diperparah oleh Liverpool yang masih tercecer di papan tengah. Terlepas dari kemenangan di Derby Merseyside, tampak betul ada yang tidak beres di tubuh Liverpool.
Mantan pemainnya, Jamie Carragher juga menyebut Liverpool sekarang berubah. The Kop, oleh Carragher kini disebut sebagai tim teknis saja. Ada kekurangan fisik di tubuh Liverpool. Barangkali ini karena susunan pemain Liverpool sudah usang.
Pendapat yang selaras juga diutarakan seorang wartawan sepak bola Inggris, Mark Douglas. Melalui tulisannya di INews, Douglas menyebut kapal merah Klopp sudah rusak dan tidak butuh seorang yang jenius untuk melihat rusaknya Liverpool.
Menurutnya, Liverpool rentan dalam transisi. Pasukan The Kop juga mudah kebobolan. Douglas juga tampaknya menyoroti soal fisik. Yang mana benar kata Carragher, sudah terlalu tua.
Keunggulan Liverpool
Walau dipenuhi kelemahan, untuk menghadapi Real Madrid, Liverpool mesti fokus pada kekuatan mereka. Mantan pemain Liverpool, Michael Owen mengatakan, Liverpool punya kekuatan dalam segi teknis. Mereka punya identitas sepak bola yang jelas.
Meski demikian, menurut Owen, Liverpool akan memainkan banyak pola. Liverpool akan coba menerapkan skema pragmatis dengan memukul lawan melalui serangan balik. Untuk itu, Liverpool mungkin akan mengandalkan Trent Alexander-Arnold.
Lini tengah sebelumnya memang jadi kelemahan Liverpool. Kini hal itu juga akan jadi salah satu masalah. Apalagi Thiago tengah dilanda cedera. Tapi Klopp sudah punya siasat dengan mengandalkan pemain mudanya, Stefan Bajcetic yang tampil apik di laga kontra Everton.
Peran yang dipegang Bajcetic di laga itu terbilang krusial. Ia bisa menguasai bola dalam tekanan dan mengirim umpan akurat. Tidak hanya itu, Bajcetic juga jago duel udara. Ia bisa jadi senjata rahasia untuk meredam Real Madrid.
Cody Gakpo juga mulai mewujudkan kepercayaan Liverpool. Ia yang akhirnya pecah telur saat Derby Merseyside bisa jadi alternatif tumpulnya lini depan. Jangan lupakan juga Darwin Nunez. Sebapuk-bapuknya Nunez, di UCL musim ini ia sudah mencetak 3 gol dari 6 laga.
From back to front in a flash ⚡
— Liverpool FC (@LFC) February 14, 2023
A memorable first Reds goal for Cody Gakpo ❤️ pic.twitter.com/Qr81i8soE8
Kekuatan Real Madrid
Di sisi seberang, Real Madrid tampaknya akan memperoleh hasil positif. Mentalitas sang raja Eropa akan menjadi modal ketika bertamu di Anfield. Identitas Real Madrid di atas lapangan memang tidak terlalu kentara. Karena itulah, Klopp sepertinya bakal kesulitan menebak taktik yang akan dipakai Carlo Ancelotti.
Carletto adalah sosok yang penuh perhitungan. Tapi perhitungannya selalu presisi dan tak jarang tepat. Lihatlah di final Liga Champions musim lalu. Gaya permainan Ancelotti berfokus pada tujuan. Carletto tak butuh penguasaan bola karena orang hanya akan melihat hasil akhir.
Real Madrid Juara #UCL 2022. SEMPURNA ✅
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) May 28, 2022
• 16 besar Kalahkan PSG (Juara Ligue1)
• Quarterfinal Kalahkan Chelsea (Juara Bertahan)
• Semifinal Kalahkan Man City (Juara Premier League)
• FINAL Kalahkan Liverpool (Juara Dua) pic.twitter.com/mu4g4XbsYm
Final Liga Champions musim lalu saja, anak asuh Don Carlo hanya mencatatkan 46% penguasaan bola. Bahkan hanya melepas 4 tembakan dan 2 yang mengarah ke gawang. Tapi Real Madrid bisa memaksimalkan yang mengarah ke gawang itu salah satunya menjadi gol.
Real Madrid asuhan Ancelotti punya daya tahan yang luar biasa. Mereka bisa bertahan hingga menit-menit akhir. Bahkan bisa mencetak gol di situasi sulit sekalipun. Carletto juga punya pemain yang bisa diandalkan. Selain Benzema, ada Valverde, Vinicius Junior, sampai Rodrygo.
Kelemahan Real Madrid
Kendati demikian, Real Madrid bukan tanpa cela. Pasukan Carletto juga punya kelemahan yang tentu bisa dieksploitasi Liverpool. Lebih-lebih setelah Piala Dunia 2022, penampilan El Real mengendur. Menurunnya performa itu membuat mereka terpaut cukup jauh dari Barcelona di puncak klasemen La Liga.
Betul bahwa musim ini El Real sudah memastikan Piala Dunia Antarklub. Namun, masih terdapat banyak sisi yang sekarang tidak lagi efektif. Salah satunya di lini tengah. Posisi tengah Los Galacticos memang dipenuhi pemain yang terampil.
🎙 Aurelien Tchouaméni se joindra à Carlo Ancelotti lors de la conférence de presse d’aujourd’hui à 12h00 CET. pic.twitter.com/iQZwVQG82y
— Real Madrid Belgique (@belgique_real) February 10, 2023
Aurelien Tchouameni dan Camavinga perlahan tumbuh sebagai mesin tim. Akan tetapi dua senior di lini tengah, Toni Kroos dan Luka Modric mulai kehabisan tenaga. Carletto pun berkutat pada dua pilihan lainnya: Valverde dan Ceballos. Keduanya adalah perpaduan neraka di lini tengah.
Valverde yang sudah lama digeser ke posisi sayap gagap saat jadi gelandang. Ceballos juga keteteran di tengah, seperti ketika Madrid dikalahkan Mallorca. Los Merengues juga akan kelimpungan ketika lawan meladeni permainan agresifnya.
Mallorca membuktikan teori itu. Para pemain Real Madrid dibuat frustrasi dan mereka jadi kehilangan kesabaran. Belum lagi Ancelotti hobi mencoba-coba taktik. Padahal taktiknya belum tentu berhasil.
Misalnya ketika memasang Asensio di sayap kanan yang justru tidak efektif. Jika Klopp cerdik dan membaca sisi lemah itu, Liverpool bisa saja memutus rantai kekalahan di Anfield atas El Real.
Sumber: TheAthletic, Goal, Voi, TheRealChamps, TFA, LiverpoolEcho, ImpactNottingham, Tribuna, ThisIsAnfield


