Erling Haaland saat ini menduduki puncak pencetak gol terbanyak Premier League musim ini dengan 25 gol. Empat diantaranya ia cetak melalui tendangan penalti. Jadi wajar kalau Haaland pantas jadi eksekutor penalti utama Manchester City. Namun di laga melawan Aston Villa tadi malam, yang menjadi eksekutor penalti adalah Riyad Mahrez.
Itu adalah gol ketiga Manchester City di laga itu. Sebelum The Villans hanya mampu membalasnya dengan satu gol di babak kedua. Pertandingan ini berakhir dengan skor 3-1. Dengan begitu semakin dekat jarak citizen untuk mengkudeta Arsenal di puncak klasemen.
Daftar Isi
City vs Villa
Sebelum pertandingan berlangsung, para pendukung tim tuan rumah menyoraki lagu Premier League. Ini bentuk protes kepada pihak Premier League, yang memberikan 115 tuntutan kepada Manchester City atas kasus pelanggaran finansial mereka. Fans menganggap kalau klub tidak diberi kesempatan untuk membela diri atas tuduhan itu.
Bermain di depan para pendukungnya sendiri, anak asuh Pep Guardiola sudah tampil menekan sejak menit awal. Laga baru berjalan empat menit, Rodri yang memanfaatkan umpan silang dari Mahrez sudah memberikan keunggulan untuk City.
Citizen tidak mau kendor meski sudah unggul 1-0. Mereka masih terus menekan permainan Aston Villa. Sampai akhirnya di menit ke-39 Ilkay Gundogan menggandakan keunggulan City menjadi 2-0. Menjelang babak pertama berakhir, Jack Grealish mendapatkan pelanggaran di kotak penalti.
Terlihat ada sedikit diskusi di tengah lapangan antar para pemain City. Rodri mengambil bola dari Mahrez dan melakukan diskusi dengan Gundogan tentang siapa yang jadi eksekutornya. Meskipun ada Haaland disitu, Mahrez malah yang maju ke titik putih. Untungnya ia berhasil mengeksekusi tendangan dengan sangat baik.
Masuk ke babak kedua, Aston Villa mulai meningkatkan permainan. Kebobolan tiga gol di babak pertama tentu membuat Unai Emery jadi lebih hati-hati. Di menit ke-61 Ollie Watkins pun berhasil membalas. Kedudukan menjadi 3-1. Tidak ada gol yang tercipta setelahnya.
Fakta-fakta Pertandingan
Selain memangkas jarak dengan Arsenal, ada beberapa catatan menarik dari pertandingan ini. Diantaranya adalah Man City telah memenangkan masing-masing dari 13 pertandingan kandang Premier League melawan Aston Villa.
Manajer Aston Villa saat ini, Unai Emery tercatat tidak pernah memenangkan pertandingan melawan Pep Guardiola dalam 13 pertandingan sebelumnya di semua kompetisi. Catatan menarik lain juga datang dari pemain Man City.
Mahrez tepat berada di bawah Rashford yang mengoleksi sembilan kontribusi gol setelah Piala Dunia. Lewat gol penaltinya itu, Riyad Mahrez sudah terlibat dalam delapan gol Manchester City sejak Piala Dunia. Empat gol dan empat assist.
Eksekutor Penalti
Terkait dengan penalti yang diambil oleh Mahrez, Rodri dan Gundogan memberikan penjelasan terkait apa yang mereka diskusikan sebelum tendangan penalti dilakukan. Dikutip dari Manchester Evening News, Rodri mengklaim hanya mengikuti perintah dari Gundogan yang merupakan kapten tim. Gundogan menghendaki kalau Mahrez lah yang menjadi eksekutor penalti.
“Saya hanya bertanya karena saya sedang merasa sangat percaya diri waktu itu. Saya mengerti kalau kami sudah berbicara sebelum pertandingan tentang apa yang akan terjadi, dan saya harus menerimanya. Sudah jelas bahwa kapten yang memutuskan dan saya harus menerima keputusan itu. Dia mengatakan kalau Riyad adalah penendang biasanya.”
Riyad Mahrez memang merupakan yang biasanya menendang penalti di Manchester City. Tapi Mahrez sering dikritik karena buruk dalam mengeksekusi penalti. Masih ingat bagaimana Mahrez gagal mengeksekusi penalti di laga melawan Borussia Dortmund pada bulan Oktober lalu. Padahal City punya peluang menang di pertandingan itu.
Di era kepelatihan Guardiola, Mahrez sudah gagal 25 kali penalti. Dan kebanyakan kegagalan itu tercipta di ajang Champions League. Mahrez mencatatkan 67% tingkat kesuksesan tendangan penalti. Untuk itu ia masuk kedalam 5 besar pemain dengan tendangan penalti terburuk di Premier League.
Haaland Masih Pilihan Utama Pep
Setelah Erling Haaland datang di musim ini, tugas eksekutor penalti pun dipindahkan kepada bomber Norwegia itu. Ia adalah pencetak gol terbanyak liga musim ini. Wajar untuknya menjadi penendang penalti utama di klub.
Pep Guardiola juga sudah mengkonfirmasi kalau Haaland adalah pilihan utama penendang penalti di tim. Dikutip dari sportskeeda, pelatih berkepala plontos itu mengaku tidak tahu apa yang terjadi di lapangan saat itu. Ia mengatakan kalau Haaland adalah pilihan pertama, sedangkan Mahrez adalah pilihan kedua.
“Saya tidak tahu, saya harus bicara kepada mereka. Normalnya, Haaland adalah pilihan pertama, Riyad adalah pilihan kedua dan Rodri juga terlibat. Saya melihat itu semua dari bangku cadangan. Saya harus mendengar penjelasan lebih lanjut dari mereka.”
Haaland Cedera
Tapi mungkin yang harusnya jadi perhatian utama Pep saat ini adalah cedera yang diderita Haaland. Mantan pemain Borussia Dortmund itu ditarik keluar di babak kedua dan digantikan oleh Julian Alvarez. Dipercaya kalau Haaland menerima cedera setelah mengalami benturan dengan kiper Aston Villa, Emiliano Martinez.
Pep Guardiola juga sudah mengkonfirmasi kondisi Haaland. Ia mengatakan kalau Haaland mengalami cedera sehingga tidak bisa melanjutkan babak kedua. Pep tidak ingin mengambil resiko cedera Haaland jadi tambah parah.
“Dia mengalami cedera parah, dia merasa tidak aman. Kami tidak ingin mengambil resiko. Kami akan melihat hari besok, dan menilai lagi bagaimana kondisinya.”
Komentar Guardiola membuat status Haaland untuk pertandingan melawan Arsenal Kamis dini hari besok, menjadi tidak jelas. Sang juara bertahan kini sudah berjarak tiga poin saja setelah Arsenal tidak mampu mengalahkan Brentford. The Gunners hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1.
Guardiola sangat berpeluang untuk melompati Arteta di pertandingan melawan Arsenal nanti. Tapi the gunners punya keuntungan besar jikalau Erling Haaland masih belum pulih dan tidak bisa bermain di pertandingan itu. Ini juga bisa jadi bagian dari permainan pikiran Pep. Ia ingin merahasiakan kondisi Haaland dari Arteta. Dengan begitu Arteta akan ragu dan menebak-nebak, apakah Haaland akan bermain.
Pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang sangat penting untuk Arsenal dan Man City. Jika Arsenal menang, maka jarak dengan City akan menjadi enam poin. Pep akan semakin kesulitan mengejar dengan sisa pertandingan yang ada. Tapi juga Arsenal kalah, City akan menduduki peringkat pertama dengan keunggulan selisih gol.
Sumber referensi: Goal, Sportskeeda, Daily, ESPN, MEN, Sky, Mirror


