Terbukti! Si Jenius Arteta Selalu Kalah Lawan Pep

spot_img

Setelah kedinginan di puncak klasemen sejak bulan November lalu, Arsenal akhirnya tersalip oleh Manchester City di Premier League. Kini perolehan poin Arsenal dan Manchester City jadi setara, yaitu 51 poin. Meskipun begitu, pasukan Mikel Arteta masih ada harapan mengingat mereka masih punya sisa satu pertandingan.

Tapi tren Arsenal di tiga pertandingan terakhir ini memunculkan kekhawatiran pendukung meriam London. Sebelumnya, the gunners sudah kalah melawan Everton dengan skor 1-0, kemudian ditahan imbang oleh Brentford 1-1. Dan sekarang kalah melawan Manchester City di kandang sendiri dengan skor 3-1. Kekalahan ini juga membuktikan betapa sulitnya Arteta untuk bisa menang melawan Pep Guardiola.

Kudeta Citizen

Arsenal sudah diterpa kabar buruk sebelum pertandingan. Thomas Partey dikabarkan mengalami cedera otot, memberikan kesempatan kepada Jorginho untuk melakukan debutnya bersama meriam London. Sementara itu Pep memainkan Haaland yang ternyata fit meskipun di pertandingan sebelumnya, Haaland dikabarkan mengalami cedera ringan.

Meskipun tidak diperkuat Partey, Arsenal mampu memulai pertandingan dengan meyakinkan. Tim tuan rumah bahkan bisa memberikan ancaman lewat percobaan dari Nketiah. Tap gol pembuka jadi milik tim tamu. Kevin de Bruyne memanfaatkan kesalahan dari Tomiyasu di menit ke-24. Membuat City unggul sementara.

Arsenal baru bisa membalas menjelang babak pertama berakhir, tepatnya di menit ke-42. Ederson melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Nketiah. Bukayo Saka dengan tenang memasukan bola ke gawang. Kedudukan satu sama bertahan sampai peluit pendek dibunyikan.

Masuk ke babak kedua, tensi panas mulai terjadi. De Bruyne awalnya ingin mengambil bola yang keluar lapangan, berharap untuk bisa melakukan serangan balik cepat. Tapi Arteta yang berdiri di dekat bola itu cari gara-gara. De Bruyne yang emosi pun mendorong mantan asisten pelatihnya itu. Ia juga mengatakan sesuatu dengan ekspresi marah ke Arteta. Sedangkan Arteta mungkin hanya frustasi dengan jalannya pertandingan.

Anak asuh Guardiola memang menekan the gunners sepanjang babak kedua. Hasilnya di menit ke-72, Jack Grealish mencetak gol kedua City di pertandingan itu. Dari sini Arsenal sudah terlihat tidak berdaya. Tapi kemenangan akhirnya disegel oleh Haaland lewat golnya di menit ke-82. Itu merupakan gol Premier League ke-26 nya di musim ini. Menancapkan kakinya lebih kokoh di daftar top scorer liga.

Arteta Masih Tak Bisa Kalahkan Guardiola

Dengan kemenangan ini, misi kudeta citizen pun akhirnya sukses. Setidaknya untuk sementara waktu. Ini jadi kekalahan kandang pertama Arsenal di musim ini. Sekaligus jadi momen besar dalam perburuan gelar juara. Arteta hanya mampu mengemas satu poin dari tiga pertandingan terakhir mereka.

Dikutip dari Sky Sport, Arteta mengaku sangat kecewa dengan kekalahan ini. Terlebih lagi ia menganggap kalau tiga gol yang diciptakan City merupakan hasil dari kesalahan para pemainnya. Arteta menilai mereka telah memberikan tiga gol secara percuma untuk City.

“Kami punya banyak kesempatan untuk menang, dan kami punya momen besar itu. Tetapi jika anda memberikan tiga gol seperti yang kami lakukan, dan memberikan permainan ke mereka, maka seharusnya tidak ada ruang untuk kesalahan. Sangat disayangkan karena kami sebetulnya bisa mengalahkan mereka”

Arteta vs Guardiola

Itu pendapat Arteta. Kenyataanya, Arteta justru selalu kesusahan ketika berhadapan dengan Pep Guardiola. Mungkin anggapan yang benar bahwa seorang murid tidak akan bisa lebih hebat daripada sang guru. Mengingat Arteta adalah mantan “murid” Guardiola.

Semua yang Arteta ketahui soal dunia kepelatihan ia pelajari dari Pep Guardiola. Arteta dan Guardiola telah bekerja sama selama hampir tiga setengah tahun. Bahkan langkah pertama Pep ketika melatih City adalah merekrut Arteta menjadi asisten manajernya.

Mantan gelandang Arsenal dan Everton itu bekerja sebagai asisten manajer dan menyerap semua informasi dari Pep di City. Ditambah lagi, hubungannya dengan Pep juga bisa ditarik lebih jauh ke belakang. Pep pernah melatih Arteta ketika mereka berdua masih di tim muda Barcelona.

Ketika bekerja sama di Manchester City, Pep dan Arteta sukses merengkuh beberapa trofi. Diantaranya dua trofi Premier League dan satu Piala FA. Itu adalah hubungan yang sukses. Namun ketika Unai Emery dipecat dari Arsenal di tahun 2019, Arteta langsung menyebrang ke Emirates Stadium untuk memulai perjalanannya sendiri sebagai manajer.

Meski tidak langsung mulus, karir Arteta sebagai pelatih mulai menampakkan titik terang di musim 2022/23 ini. Arteta mampu kembali membawa Arsenal menjadi tim yang memperebutkan gelar juara Premier League, tidak hanya tempat empat besar untuk zona Liga Champions.

Meskipun begitu tetap saja, Arteta masih tidak bisa mengalahkan Guardiola. Manchester City tetap menjadi satu-satunya tim yang tidak bisa Arteta kalahkan di Premier League. Di enam kesempatan Arteta bertemu dengan City di liga, pelatih berusia 40 tahun itu selalu kalah. Arteta juga selalu kalah di lima pertemuan mereka di semua kompetisi.

Dengan kekalahan di pertandingan ini juga, memperpanjang rekor buruk Arsenal ketika melawan Manchester biru. Arsenal telah kalah di 11 pertandingan terakhir di liga Inggris melawan City. Itu adalah rekor kekalahan beruntun terpanjang Arsenal melawan suatu klub sepanjang sejarah mereka di liga.

Fakta-fakta Pertandingan

Fakta lain yang tersaji di pertandingan itu adalah berakhirnya catatan membanggakan Arteta bersama Arsenal. Sebelumnya, Arsenal telah menjalani 13 laga tak terkalahkan di Emirates Stadium. Hanya dua diantaranya yang berakhir imbang. 11 lainnya sukses dimenangkan Arteta.

Fakta lainnya adalah Haaland telah mencetak 26 gol di musim ini. Catatan itu membuat Haaland menyamai rekor yang Sergio Aguero buat di musim 2014/15, sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim. Dalam waktu dekat reor itu akan dipecahkan mengingat musim ini belum berakhir untuk Haaland.

Rekan setimnya juga mencatatkan rekor menarik. Kevin De Bruyne telah mencetak enam gol ke gawang Arsenal di liga. Itu jumlah yang lebih banyak daripada gol De Bruyne ke gawang tim lain di liga Inggris.

Selain itu, Guardiola sudah memenangkan delapan dari total sembilan pertemuannya dengan Arteta di semua kompetisi. Pelatih berkepala plontos itu hanya sekali kalah ketika melawan kompatriotnya itu. Keduanya akan bertemu lagi di tanggal 27 di bulan April nanti.

Sumber referensi: Sky, Mirror, Athletic, ESPN, Premier League, Sun

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru