Nyolok Mata Sampai Lempar Pizza! 9 Momen Gelut di Pinggir Lapangan Paling Ikonik

spot_img

Sepak bola adalah permainan yang penuh drama. Jadi tidak mengherankan apabila banyak terjadi perkelahian di dalam lapangan. Tapi terkadang, perkelahian juga sering terjadi di pinggir lapangan.

Baik itu antar pelatih, pelatih dengan pemain, ataupun pemain dengan pemain lain setelah pertandingan. Beberapa momen itu malah jadi momen yang ikonik. Inilah 9 momen gelut di pinggir lapangan yang paling ikonik.

Tuchel vs Conte (2022)

Kita mulai daftar ini dari kejadian yang belum lama terjadi. Pertandingan Chelsea melawan Tottenham pada bulan Agustus 2022 menampilkan banyak drama. Pertandingan Liga Inggris itu berakhir imbang dengan skor 2-2.

Kalidou Koulibaly mencetak gol pembuka sebelum disamakan oleh Hojbjerg. Chelsea sempat kembali unggul lewat gol dari Reece James, tapi Harry Kane mampu menghindarkan timnya dari kekalahan lewat golnya di masa injury time.

Itu memang laga yang seru. Tapi pertunjukan yang lebih seru dipertontonkan oleh manajer dari masing-masing tim. Tuchel dan Conte mendatangi satu sama lain untuk bersalaman, tapi ini berubah jadi sesuatu yang lain. Baik Conte dan Tuchel tidak berniat untuk melepaskan genggaman tangan mereka. Sambil bersalaman, mereka saling melotot dan saling teriak.

Sebelum kejadian itu berubah jadi sebuah perkelahian, wasit Anthony Taylor segera memisahkan mereka. Ia langsung memberikan kartu merah kepada Tuchel dan Conte. Ini bakal jadi salah satu momen gila paling diingat di Liga Inggris.

Marco Ianni vs Mourinho (2018)

Membahas aksi ikonik di pinggir lapangan, tentunya kita tidak bisa meninggalkan sosok Jose Mourinho. Di masa mudanya, Mourinho dikenal sebagai salah satu manajer yang paling ekspresif di pinggir lapangan.

Di tahun 2018 ketika dirinya masih menjadi pelatih setan merah, ia pernah gelut di pinggir lapangan. Namun, bukan Mourinho yang memulai perkelahian. Melainkan, ia diprovokasi oleh asisten Maurizio Sarri, Marco Ianni.

Ini terjadi pada laga MU vs Chelsea di Liga Inggris di bulan Oktober 2018. Pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 2-2. Chelsea mampu menyamakan kedudukan lewat gol telat Ross Barkley di menit ke-96.

Marco Ianni terlalu bersemangat merayakan gol tersebut. Mourinho tidak terima Ianni merayakan gol itu dengan berlari tepat di depan matanya. Mereka berdua pun sempat bentrok.

Keesokan harinya, FA mengumumkan Ianni akan didenda sebesar 6000 pounds atas tingkahnya. Mourinho juga mengaku sudah menerima permohonan maaf dari Sarri dan Ianni tak lama setelahnya.

Bonucci vs Allegri (2017)

Beralih ke Italia, kali ini momen gelut yang terjadi malah antara pelatih dan pemainnya sendiri. Ini terjadi pada bulan Februari 2017, ketika Juventus menang melawan Palermo dengan skor meyakinkan 4-1.

Meskipun berhasil menang, tidak semua merasa senang. Bonucci terlibat perdebatan dengan pelatihnya, Allegri di pinggir lapangan. Allegri dan Bonucci dilaporkan saling bertukar umpatan saat itu.

Sepertinya masalah mereka berdua tidak bisa langsung diselesaikan. Di pertandingan selanjutnya, Bonucci dicadangkan oleh Allegri. Beberapa bulan setelahnya, atau tepatnya di musim panas, ia pun hengkang dari turin dan beralih ke AC Milan.

Insiden Guus Hiddink (2016)

Insiden Conte vs Tuchel bukan kali pertama pertandingan Chelsea melawan Spurs menimbulkan pertengkaran di samping lapangan. Bertahun-tahun sebelumnya, atau tepatnya di tahun 2016 terjadi bentrokan yang tidak kalah ikoniknya.

Pertandingan Liga Inggris itu memang sudah panas sejak awal. Beberapa kali para pemain saling terlibat konflik di dalam lapangan. Wasit sampai harus mengeluarkan sembilan kartu kuning di laga tersebut. Pertandingan pun berakhir imbang dengan skor 2-2. Skor itu memupuskan harapan Tottenham di liga, sekaligus memastikan Leicester menjadi juara Premier League.

Di akhir pertandingan, masing-masing tim tampak sudah berbaikan dan berjalan ke ruang ganti bersamaan. Tapi Danny Rose malah mendorong manajer Chelsea saat itu, Guus Hiddink yang akan turun ke lorong sampai terjerembab. Sempat terjadi bentrokan kecil setelahnya. Namun, tidak butuh waktu lama untuk Danny Rose memberikan permintaan maaf secara terbuka.

Kevin Mirallas vs Jack Wilshere (2013)

Masih di London, kali ini kejadian terjadi di Emirates Stadium ketika Arsenal menjamu Everton. Dalam laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, para pemain Arsenal ditambah frustasi dengan gaya bermain Everton yang kasar.

Ketika para pemain menuju ke ruang ganti ketika babak pertama berakhir, terjadi sebuah pertengkaran kecil. Mirallas tampak menyemprotkan air ke muka Jack Wilshere untuk memancing emosi gelandang Arsenal itu. Taktik Mirallas berhasil, mereka pun terlibat perkelahian kecil di lorong.

Namun bagi sang wasit, Neil Swarbrick menganggap kalau itu adalah pertengkaran yang lumrah dan tidak perlu diperpanjang. FA Inggris pun menyatakan tidak akan ada hukuman yang diberikan kepada keduanya.

Mourinho vs Tito Vilanova (2011)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Mourinho adalah salah satu manajer yang paling ekspresif di pinggir lapangan. Dan salah satu momen yang paling ikoniknya adalah di El Clasico pada tahun 2011.

Di laga Piala Super Spanyol, masing-masing pemain dari kedua tim terlibat bentrokan yang cukup heboh. Di tengah keributan itu, Mourinho dengan santai berjalan mendekati Tito Vilanova. Dan tebak apa yang terjadi? Mourinho mencolok mata kanan Tito Vilanova dan hanya tersenyum melihat Vilanova yang kebingungan.

Tentu saja, Mou menolak untuk minta maaf. Itu membuatnya kemudian dihukum dilarang menghadiri dua pertandingan dan denda sekitar 700 Euro. Tito Vilanova yang justru berbicara kepada media dan mengatakan bahwa dirinya sudah memaafkan Mourinho.

Ia mengatakan bahwa hukuman yang paling pantas untuk Mourinho adalah publikasi dan citra yang ia rusak sendiri. Mourinho memang salah dan pantas mendapatkan hukuman. Tapi tidak bisa dipungkiri juga, Mourinho adalah salah satu faktor yang menambah keseruan laga El Clasico.

Gattuso vs Joe Jordan (2011)

Momen gelut di pinggir lapangan paling ikonik selanjutnya datang dari pemain yang paling suka gelut, Gennaro Gattuso. Ini terjadi di pertandingan LIga Champions tahun 2011 antara AC Milan melawan Tottenham. Entah bagaimana, Spurs saat itu bisa mengalahkan AC Milan dengan skor 1-0.

Gattuso yang berapi-api seperti biasanya, terlibat perkelahian dengan pelatih Spurs, Joe Jordan. Beberapa sumber mengatakan bahwa Joe Jordan melakukan provokasi terlebih dahulu. Ia meneriaki Gattuso untuk memancingnya.

Amarah Gattuso pun akhirnya pecah. Ia mencekik leher Joe, semua pemain pun terlibat untuk mencegahnya. Tapi konflik tidak berhenti sampai disitu saja. Joe adalah orang Skotlandia yang tak kalah kolotnya. Gattuso pun kemudian menyundul kepala joe. Butuh banyak orang untuk akhirnya bisa menenangkan Gattuso.

Roy Keane vs Patrick Vieira (2005)

Satu lagi pemain yang hobi gelut, Roy Keane. Pemain asal Irlandia Utara itu terkenal sebagai premannya Premier League. Dan Roy Keane punya satu musuh bebuyutan selama ia aktif bermain. Orang itu adalah Patrick Vieira, gelandang yang tak kalah tangguhnya dari Arsenal.

Roy Keane dan Patrick Vieira sudah lama menjadi musuh. Sejak era 1990-an sampai ke 2000-an awal, kedua pemain itu sering bertemu satu sama lain dan saling bertarung di dalam lapangan. Namun, salah satu pertengkaran mereka yang paling ikonik terjadi di dalam lorong di tahun 2005.

Kedua tim baru akan masuk ke lapangan untuk memulai pertandingan, Roy Keane tampaknya sudah tidak terima dengan kata-kata yang diucapkan Viera. Hampir terjadi pertengkaran heboh di lorong Highbury yang sempit kalau saja Keane tidak ditahan wasit.

Keane hanya berkata “Lihat saja nanti di lapangan!” berulang kali sambil menunjuk ke arah Vieira. Tensi yang tercipta saat itu sangat panas sampai tidak ada pemain Arsenal maupun MU lainnya yang berani ikut campur. Tentu saja, Keane dan Vieira kemudian terlihat tidak mau saling bersalaman.

Pizzagate (2004)

Momen ricuh atau gelut paling ikonik daripada momen ikonik lainnya. Kejadian ini sampai punya julukannya sendiri, “Battle of the Buffet” atau juga biasa dikenal sebagai “Insiden Pizzagate.” Ini terjadi pada tanggal 24 Oktober 2004, dimana persaingan Arsenal dan Manchester United sedang berada di puncaknya.

Ini seharusnya bisa jadi momen yang paling spesial untuk Arsene Wenger. Arsenal baru saja memenangkan Liga Inggris tanpa terkalahkan, dan melanjutkan win-streak itu sampai di pertandingan ke-49. Ketika bertandang ke Old Trafford, seharusnya Arsenal bisa merayakan 50 pertandingan tak terkalahkan mereka.

Tapi itu tidak terjadi. Pertandingan berjalan sangat sengit malam itu. Sir Alex tentu saja tidak mau musuh bebuyutannya, Arsene Wenger merayakan 50 pertandingan tak terkalahkan di Old Trafford. Untungnya Sir Alex mampu menghindari penghinaan itu. Setan Merah mampu menang dengan skor 2-0 lewat gol dari Ruud van Nistelrooy dan Wayne Rooney.

Tapi keseruan benar-benar terjadi ketika pertandingan usai dan para pemain memasuki lorong. Beberapa pemain Arsenal dan Manchester United saling dorong dan terlibat perkelahian di lorong itu. Sampai akhirnya dilaporkan terdapat sepotong Pizza yang melayang di tengah keributan itu dan mendarat di wajah Fergie.

Bertahun-tahun lamanya siapa pelempar Pizza itu masih jadi sebuah misteri. Tapi Cesc Fabregas pun akhirnya mengaku bahwa dirinya lah yang melempar Pizza. Fabregas mengaku tidak bermaksud melemparkannya ke Fergie. Ia awalnya melihat ribut-ribut yang terjadi, tapi tidak berani untuk ikut campur. Maklum, umurnya masih 17 tahun saat itu. Jadi secara spontan, ia melemparkan Pizza yang ada di tangannya.

 

Sumber referensi: Sporting, Guardian, Guardian 2, Goal, Goal 2, 90min, B/R, Daily, Giveme

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru