Liverpool vs Chelsea: Duel Sengit Rebutan Peringkat 9 Liga Inggris

spot_img

Malang betul nasib Liverpool. Baru saja kalah di Liga Inggris dengan skor telak 3-0 oleh Brighton, pasukan Jurgen Klopp harus menghadapi Chelsea di pekan berikutnya. Tentu saja, Chelsea bukan lawan yang mudah. Jika menghadapi Brighton saja keok, bagaimana ketika bertemu Chelsea?

Head to Head

Kurang afdol rasanya kalau kita lebih dulu tidak membahas head to head kedua tim. Liverpool dan Chelsea, keduanya sudah bertemu sebanyak 31 kali di semua kompetisi. Dan benar, Liverpool yang paling sering kalah dari Chelsea dengan 10 kali kekalahan. Sementara The Blues hanya kalah dari Liverpool sebanyak 8 kali.

Sisanya, 13 laga berakhir sama kuat. Namun, perlu dicatat, itu adalah statistik keseluruhan. Oleh sebab kedua tim nantinya akan bertemu di Liga Inggris, lebih elok kalau kita menilik head to head keduanya khusus di Liga Inggris.

Well, kenyataannya Liverpool justru lebih sering menang dari The Blues. Kedua tim sudah bertemu total 21 laga di Liga Inggris. Pasukan The Kop memenangkan 7 laga diantaranya, sedangkan Chelsea hanya menang 5 kali. Sisanya tentu saja berakhir seri.

Dengan kata lain, Liverpool diunggulkan di laga 21 Januari 2023 nanti. Namun, perlu dicatat, ketika Chelsea kalah dari Liverpool di Liga Inggris, itu belum dilatih oleh pelatih kaliber Graham Potter.

Eks pelatih Brighton tersebut pasti tahu bagaimana menghentikan Liverpool. Jika Brighton saja bisa mengalahkan Liverpool, sudah bukan hal yang mustahil apabila nanti, mantan pelatih Brighton juga bisa mengalahkan Liverpool.

Kelemahan Liverpool

Lagi pula belakangan ini pasukan Jurgen Klopp seperti baru saja minum obat antimabuk, tapi malah mabuk dan sempoyongan. Banyak sekali, bahkan mungkin terlalu banyak kelemahan Liverpool yang bisa dieksploitasi oleh pasukan Graham Potter.

Kekalahan atas Brighton di pertandingan sebelumnya, menunjukkan bahwa kelemahan itu belum kunjung ditutup dengan baik oleh Jurgen Klopp. Salah satunya adalah cedera. Namun, soal cedera memang bukan kehendak Klopp, dan ia tentu saja tidak bisa menyembuhkan para pemainnya dari cedera.

Selain itu hanya kehendak Tuhan, biarlah tim medis yang melakukan pekerjaannya. Namun, bagaimana Klopp mengatasi lini yang ditinggal pemain cedera, itu yang jadi masalah. Di lini belakang, Virgil Van Dijk tidak bisa bermain lantaran cedera hamstring.

Kala takluk dari Brentford, Liverpool kehilangan Van Dijk untuk waktu yang lama. Duet Joel Matip dan Ibrahima Konate di sektor bek tengah benar-benar mengkhawatirkan. Dua laga saat menghadapi Wolves di Piala FA dan Brighton di Liga Inggris, Liverpool kebobolan 5 gol dengan duet itu di bek tengah.

Sementara, di lini tengah, sektor di mana banyak pemain cedera sudah mulai pulih. Pemain gelandang Liverpool seperti Thiago sudah membaik. Tapi, lha ini, para pemain tengah juga masih kacau. Thiago yang sejatinya sudah kembali dari cedera sejak lama, belum kunjung menemukan kembali penampilan terbaiknya.

Masih Kelemahan Liverpool

Jika Thiago masih sulit, semestinya gelandang lain bisa mendukung. Tapi ini tidak. Ambil contoh ketika laga kontra Brighton. Klopp memasang empat gelandang sekaligus dalam formasi 4-4-2 diamond. Chamberlain, Fabinho, Jordan Henderson, dan Thiago dipasang. Keempatnya tidak becus ketika transisi bertahan.

Lini belakang buruk, lini tengah kacau, bagaimana dengan lini depan The Reds? Tak jauh berbeda. Sejauh ini, lini serang Liverpool juga masih tumpul. Pemain andalan mereka, Mohamed Salah masih sulit menemukan gol.

Salah bahkan menjadi orang kedua di Premier League yang paling sering membuang peluang. Siapa yang pertama? Tentu saja Darwin Nunez. Liverpool hari ini memang banyak titik lemah yang bisa diobrak-abrik.

Selain taktis, para pemain juga kurang kepercayaan diri. Intensitas tekanan Liverpool yang biasanya bermain dengan gaya heavy metal, kini mulai menurun seiring bertambahnya usia para pemain.

Keunggulan Liverpool

Meski demikian, ada beberapa senjata yang bisa dipakai Liverpool saat menghadapi Chelsea nantinya. Misal Mohamed Salah. Mantan pemain Chelsea itu justru menjadi pemain yang paling sering membobol gawang The Blues. Sejauh ini sudah 4 gol.

Selain itu, Cody Gakpo bisa menjadi solusi. Meski baru bermain sekali di Liga Inggris, permainan Gakpo lumayan. Di laga kontra Brighton, Gakpo rajin melakukan duel. Meski ia juga sering hilang bola. Tapi Gakpo juga punya kualitas umpan yang baik, dan itu bisa diandalkan oleh Liverpool.

Di lini belakang, Liverpool juga masih punya Ibrahima Konate. Kendati sang partner bermain buruk, Konate rajin menjadi penyuplai bola dan kerap memenangkan duel.

Kekuatan Chelsea

Di satu sisi, Chelsea berangkat menghadapi Liverpool dengan tim yang mewah dan modal kemenangan melawan Crystal Palace. Pemain baru seperti Badiashile, Chukwuemeka, Marc Cucurella, sampai David Datro Fofana siap merepotkan Liverpool. Belum lagi seorang Kai Havertz, Mount, dan Hakim Ziyech. Itu belum termasuk Mykhaylo Mudryk.

Graham Potter memiliki daya magis dalam melatih Chelsea. Ia tipikal pelatih yang fleksibel soal taktik. Hal itulah yang bikin taktik Potter sulit diprediksi, termasuk barangkali oleh pemainnya sendiri. Potter menyukai bermain progresif dari belakang. Maka dari itu, bek tengah dengan penguasaan bola yang baik dan agresif dibutuhkan.

Chelsea punya Kalidou Koulibaly yang bisa melakukan tugas itu. Kehadiran Badiashile juga bisa menjadi opsi tambahan. Badiashile bisa menjadi partner yang cocok untuk Thiago Silva. Havertz yang bisa menjadi false nine juga sering jadi alternatif ketika sulit mencetak gol.

Kelemahan Chelsea

Chelsea juga punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan Liverpool. Apalagi sebetulnya, sama seperti The Reds, Chelsea sedang tidak baik-baik saja. Pasukan Graham Potter sekalipun sudah belanja tak sedikit pemain, masih kesulitan dalam meraih kemenangan.

Dari lima laga di Liga Inggris, Chelsea hanya bisa meraih dua kali kemenangan. Tidak hanya itu, gawang The Blues juga mudah kebobolan. Total, Chelsea sudah kebobolan 21 gol dari 19 laga di Premier League. Jumlah kebobolan hanya terpaut satu saja dari jumlah gol yang dihasilkan, yakni 22 gol.

Pasukan Graham Potter juga tengah dilanda cedera. Potter membutuhkan sosok N’Golo Kante, tapi sang pemain masih belum tersedia. Tak sampai di situ, transisi besar-besaran dari Abramovich ke Todd Boehly juga problematik. Kebijakan transfer gede-gedean belum membuahkan hasil signifikan.

Nggak percaya? Lihat saja permainan Marc Cucurella. Pemain Chelsea yang lawas juga seolah kehilangan bentuk permainan terbaiknya. Kai Havertz masih belum kelihatan di musim ini. Hakim Ziyech dan Pulisic tak konsisten, Mateo Kovacic yang biasanya menonjol di lini tengah kini loyo. Mason Mount juga sama.

Kelemahan itulah yang bikin Potter kesulitan menerapkan strateginya. Selain butuh bek tengah yang agresif, Potter butuh bek sayap yang dinamis. Kemampuan itu ada pada diri Reece James. Sayangnya sang pemain belum tersedia. Opsi lain, ia bisa memakai Marc Cucurella, kendati cukup beresiko.

Kekuatan taktik Potter juga ada pada energi di lini tengah. Tapi lini tengah Chelsea compang-camping. Conor Gallagher sering meninggalkan posnya. Jorginho terlalu statis. Potter pun akan sedikit kesulitan menghadapi itu.

Berebut Peringkat 9

Meski kedua tim sedang gontai, namun duelnya nanti akan menjadi cukup sengit. Setidaknya kalau tidak memperebutkan zona Liga Champions, kedua tim akan berebut peringkat 9 Premier League. Liverpool diunggulkan karena mereka berada di peringkat 9.

Sementara Chelsea persis berada di bawahnya. Jika Liverpool menang melawan Chelsea atau minimal imbang, bisa naik. Asalkan Brentford dan Brighton kalah. Tapi itu sepertinya sulit. Brighton ‘hanya’ akan menghadapi Leicester, sedangkan Brentford akan berjumpa Leeds United.

Nah, jika menang, Chelsea bisa mengkudeta Liverpool di peringkat 9 atau bahkan naik ke peringkat 7. Dengan catatan Brighton dan Brentford kalah. Chelsea juga bisa naik ke peringkat 6 jika Fulham kalah dari Tottenham.

Tapi itu bisa terjadi jika, sekali lagi, Brighton dan Brentford kalah. Sebab, bagaimanapun nasib Liverpool dan Chelsea bergantung pada dua klub yang sulit mereka kalahkan itu. Jadi pemirsa, siapakah yang akan berada di peringkat 9 nantinya?

https://youtu.be/bXnqXV6Yc60

Sumber: ThisIsAnfield, Aiscore, FoxSports, LiverpoolEcho, TheMasterMindSite, TheNationalNews, TheSun, TheAthletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru