Ahlan Wa Sahlan Ronaldo. Wajah CR7 kini terpampang di seantero kota Arab Saudi ketika akhirnya menginjakkan kakinya di tanah suci umat Islam tersebut. Banyak cerita dari mulai gaji, kontrak, karier dan tak lupa kontroversi yang dibawa Ronaldo hingga nyasar ke Al Nassr.
Namun tak hanya soal itu, ternyata ada fakta tersembunyi yang kini terungkap oleh beberapa media. Bahkan, ini bukan hanya soal uang besar. Ini soal kebanggaan sebuah negara. Di mana rivalnya, Messi, ternyata sudah lebih dulu terlibat di dalamnya. Memang sepenting apa sih Ronaldo dan Messi bagi Arab Saudi?
Cristiano Ronaldo has landed in Saudi Arabia ✈️ pic.twitter.com/6GI5IHF3E1
— B/R Football (@brfootball) January 2, 2023
Daftar Isi
Visi 2030 Arab Saudi
Muara dari semua ini berawal dari Visi 2030 Arab Saudi. Apa itu Visi 2030 Arab Saudi? Itu adalah visi sebuah negara yang berkaitan dengan sebuah kemajuan, serta diversifikasi ekonomi.
Vision 2030, first unveiled in 2016 by Saudi Arabia’s 🇸🇦 #MBS, has already made groundbreaking reforms, investments and transformations. The Kingdom is opening up to the world – and everyone will be warmly welcomed. Full interview below with Fahad Nazer @fanazer @KSAEmbassySpox. https://t.co/6wACpVvM2t pic.twitter.com/IK6JrMcmu3
— Avi Kaner ابراهيم אבי (@AviKaner) March 27, 2022
Singkatnya, Arab Saudi kini mencoba membangun beberapa sumber ekonomi baru selain minyak. Diantaranya dari olahraga, hiburan, pariwisata, maupun investasi ekonomi yang lain. Hal itu bertujuan juga agar masyarakat seluruh dunia berbondong-bondong pergi ke Arab Saudi dan otomatis berimbas pada peningkatan pendapatan negara.
Salah satu tujuan Visi 2030 Arab Saudi juga untuk menghilangkan stigma soal Arab Saudi sebagai negara Islam yang tertutup. Nah kini, mereka mulai mencoba untuk membuka diri seluas-luasnya kepada dunia modern bahkan dunia barat.
Sekarang di kota-kota Arab, baik secara infrastruktur maupun budaya sudah modern. Orang-orang Barat juga sudah mulai betah berkunjung ke sana. Budaya barat pun juga perlahan masuk. Acara-acara olahraga seperti F1, bahkan olahraga sekeras tinju maupun gulat WWE juga sudah berlangsung di sana.
.@reymysterio & @DomMysterio35 were in awe of the crowd at the Jeddah Super Dome in Saudi Arabia. #WWEChamber pic.twitter.com/CXbPJA16Fm
— WWE (@WWE) February 19, 2022
Visi 2030 itu sendiri bermula pada 2016 silam. Ketika putra mahkota Mohammed bin Salman meresmikan Visi 2030, sekaligus membentuk sebuah dewan menteri yang bertugas menyusun program dan langkah pentingnya. Motto yang dipakai Visi 2030 Arab Saudi yakni “Arab Saudi Jantung Dunia Arab dan Islam”
Salah Satunya Menyelenggarakan Piala Dunia 2030
Pemerintah Arab Saudi tentu tak sembarangan untuk merealisasikan Visi 2030 ini. Kini mereka mulai melirik event akbar sepakbola empat tahunan Piala Dunia. Di mana kita tahu Piala Dunia 2030 kini masih dalam tahap lelang. Kabarnya FIFA akan mengumumkan pemenang tuan rumah ini pada kongres FIFA ke-74 pada tahun 2024 mendatang.
Arab Saudi nampaknya sudah mulai bersiap menjadikan Piala Dunia sebagai salah satu masterpiece dari Visi 2030. Di mana Piala Dunia 2030 tersebut akan dijadikan momen puncak dari beberapa Visi 2030 Arab Saudi.
Saudi Arabia wants to host the World Cup says its Sports Minister, a joint bid could see the FIFA tournament back in the Middle East as soon as 2030https://t.co/HImlhdYWUD
— ArabianBusiness.com (@ArabianBusiness) November 24, 2022
Arab Saudi dengan kekayaannya yang melimpah sepertinya bisa melakukan langkah apa saja demi benar-benar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Tak jauh beda dengan Qatar.
Dengan perubahan aturan FIFA di Piala Dunia mulai 2026 nanti menjadi 48 tim peserta, kini tak bisa lagi hanya ada satu tuan rumah saja. Melainkan harus gabungan dari beberapa negara.
Sampai sekarang, sudah banyak muncul calon-calon kuat yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju menjadi tuan rumah. Diantaranya adalah gabungan negara Semenanjung Iberia yakni Spanyol dan Portugal plus Ukraina.
Ukraine has officially joined Spain and Portugal’s joint bid to host the 2030 World Cup 🤝 pic.twitter.com/cuFAS8OK9E
— Transfermarkt.co.uk (@TMuk_news) October 5, 2022
Kemudian ada gabungan negara Amerika Latin yakni Argentina, Uruguay, Chile, dan Paraguay. Dan tentu gabungan Arab Saudi, Mesir, dan Yunani.
Egypt, Greece and Saudi Arabia are preparing a joint bid for the 2030 FIFA World Cup. This via Cairo24. 🇪🇬🇬🇷🇸🇦
This would be days after the official announcement of Argentina, Uruguay, Paraguay and Chile announcing their bids. 🇦🇷🇺🇾🇵🇾🇨🇱 pic.twitter.com/RKAxyYFkoe
— Roy Nemer (@RoyNemer) August 5, 2022
Messi Jadi Duta Pariwisata Arab Saudi
Melihat betapa seriusnya Arab Saudi, Mesir, dan Yunani menjadi paket negara tuan rumah Piala Dunia, Arab Saudi yang bertindak sebagai pemimpin gabungan negara tersebut diam-diam sudah mulai mencuri start.
Salah satu yang paling fenomenal adalah ketika mereka memakai Messi sebagai duta pariwisata untuk mempromosikan kawasan Wisata Arab Saudi pada Mei 2022 silam. Menteri Pariwisata Arab Saudi, Ahmed Al-Khateeb pun sangat terhormat dan bangga setelah Messi bersedia datang dan mempromosikan keindahan wisata Arab Saudi.
I am pleased to welcome Lionel Messi to Saudi Arabia We are excited for you to explore the treasures of the Red Sea, the Jeddah Season and our ancient history.
This is not his first visit to the Kingdom and it will not be the last! @VisitSaudiNow pic.twitter.com/RDfxFIRjrt— Ahmed Al Khateeb أحمد الخطيب (@AhmedAlKhateeb) May 9, 2022
Beberapa iklan pun sudah banyak menghiasi, baik melalui video maupun papan-papan reklame jalan dengan tajuk Visit Saudi Arabia. Kabarnya, nilai kesepakatan La Pulga itu menurut The Athletic, bernilai sekitar kurang lebih Rp468,7 miliar per tahun.
Já deu tempo do Messi se arrepender de gravar essa propaganda “Visite a Arábia Saudita” ou tá esperando mais um gol da Arábia?
#VisitSaudi #ARGKSA pic.twitter.com/A1GK70liCw— sassaricando (@sabsdenada) November 22, 2022
Tak hanya urusan pariwisata, Messi juga dipromosikan sebagai alat kampanye Arab Saudi untuk mendukung pencalonan Piala Dunia 2030. Di mana kontraknya sampai sekarang masih terikat.
We’ve missed that amazing advertisement of Leonel Messi from Riyadh Season 21 #SaudiArabia. 😃 pic.twitter.com/JCClLn3frK
— Sohairarif سُهير عارف (@sohairarif97) March 16, 2022
Kini Giliran Ronaldo
Tak cukup hanya Messi, kini GOAT satunya lagi Cristiano Ronaldo sudah sah menjadi alat kedua Arab Saudi guna memuluskan pencalonanya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030. Di awal tahun 2023 media dihebohkan dengan Ronaldo yang setuju menerima pinangan klub Arab Saudi Al Nassr.
Ronaldo signs a 7 year deal with Al Nassr which begins with 2 years as a player earning $75 million a year followed by a 5 year ambassadorial role towards Saudi Arabias bid to host the 2030 World Cup
Leo Messi is already a Saudi Ambassador reportedly earning €29million per year pic.twitter.com/sE8ChYenkK
— Nqobile Ndlovu (@CashNSport) December 30, 2022
Dengan nilai gaji yang fantastis, membuat CR7 menjadi pemain termahal secara gaji di dunia sekarang. Di akhir karirnya, tentu uang bukan hanya tujuan utama bagi milyader seperti Ronaldo. Tentu ada maksud lain di balik ia hijrah ke tanah Arab.
Usut punya usut seperti dilansir Marca, ia benar-benar dijanjikan kesepakatan menggiurkan seperti halnya Messi untuk jadi alat promosi Arab Saudi hingga 2030 nanti sebagai Ambassador pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2030. Kesepakatan khusus itu diselipkan dalam klausul kontrak Ronaldo.
Cristiano Ronaldo ‘to team up with long-time rival Messi as he becomes Saudi Arabia ambassador’ https://t.co/6bhhB9lhVm
— The Sun Football ⚽ (@TheSunFootball) December 31, 2022
Dengan begitu, otomatis baik Messi maupun Ronaldo akan saling bahu membahu bekerja sama mempromosikan Arab Saudi ke penjuru dunia. Kerjasama kedua GOAT ini semakin menguatkan kans Saudi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.
Dengan kerjasama yang sudah mulai terkuak itu, muncul anekdot dari salah satu profesor ekonomi Simon Chadwick seperti yang dikutip Diario AS, “Di dunia ini hanya ada dua hal yang bisa menyatukan Ronaldo dan Messi. Yang pertama adalah Brand Louis Vuitton dan yang kedua adalah Arab Saudi.”
What two things can bring Messi and Ronaldo together?
Louis Vuitton… and a massive Saudi Arabian bid for World Cup 2030.https://t.co/bsAaowWvZ4 pic.twitter.com/NEy2MBUHot
— AS USA (@English_AS) December 20, 2022
Messi Dan Ronaldo Pengkhianat Negara?
Alih-alih bekerjasama atas nama uang menggiurkan demi negara lain, nampaknya Messi dan Ronaldo lupa bahwa tanah kelahirannya yang mereka cintai juga sedang mati-matian berjuang supaya bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.
Seperti yang sudah disebutkan, negara CR7 Portugal sudah secara resmi bersama Spanyol dan Ukraina mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030. Alangkah baiknya ia membantu mempromosikan negaranya sendiri supaya menang. Seberapa bencinya ia ketika dipermalukan Timnas Portugal, namun itu adalah tanah leluhurnya.
🚨 Cristiano Ronaldo will stay “only” two seasons in Saudi Arabia.
Portugal are competing with Saudi Arabia to host the 2030 World Cup. 🇵🇹⚔️🇸🇦
So it should avoid any conflict of interest.
(Source: @NizaarKinsella) pic.twitter.com/i1apYOKe09
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) December 30, 2022
Hal serupa juga terjadi pada Messi. Sudah tau ia bersedia mempromosikan negaranya tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia bersama Uruguay, Chili, dan Paraguay, eh ternyata selang beberapa tahun ia menerima pinangan duit segepok dari Arab Saudi untuk kampanye serupa.
Kita tahu tanah leluhur La Pulga itu tengah berupaya sekuat mungkin menyelenggarakan Piala Dunia tepat di peringatan 100 tahun Piala Dunia pertama di Amerika Latin pada tahun 1930.
‘Lionel Messi’s business dealings with Saudi Arabia and possible conflict of interest with the country that wants to host the 2030 World Cup’ https://t.co/E0FIr6M46S
— Anthony Fenton (@anthonyfenton) November 24, 2022
Jadi kalau sudah seperti ini, apakah sudah pantas dua GOAT ini dalam hal kampanye tuan rumah Piala Dunia 2030, dicap sebagai pengkhianat negaranya sendiri?
Sumber Referensi : vision2030saudiarabia, dailymail, sportingnews, en.as, theathletic, marca


