Barangkali Ilija Spasojevic memang tak lahir untuk menjadi pemain Timnas Indonesia. Ia hanya mencintai Indonesia, tidak lebih. Pria yang akrab disapa Spaso itu seolah tidak punya peluang untuk berseragam Timnas Indonesia. Bahkan sejak pertama kali dipanggil.
Shin Tae-yong, pelatih anyar Timnas Indonesia yang diimpor dari Korea Selatan juga tidak melirik Spaso. Itu awalnya. Tapi kini, Spasojevic sudah masuk skuad Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2022.
Gol backheel-nya ke gawang Brunei Darussalam menjadi bukti, bahwa kualitas seorang Spasojevic lebih dari cukup untuk membela lambang Garuda di dada. Naturalisasi pria Montenegro itu akhirnya bisa membantu Timnas Indonesia.
Daftar Isi
Kedatangan ke Indonesia
Sekitar tahun 2011, Spasojevic datang ke Indonesia, tepatnya di salah satu pulau terindah, Bali. Ketika itu sang bomber sudah berusia 32 tahun. Sebagai seorang pesepakbola, Spaso membawa serta pengalamannya ke Indonesia. Sebelum ke Indonesia, Spaso pernah berkeliling dunia mencicipi atmosfer kompetisi. Mulai dari Georgia, Yunani, Serbia, sampai bekas negaranya sendiri, Montenegro.
Spasojevic bahkan pernah merasakan sensasi Liga Champions Eropa musim 2008/09. Walaupun itu hanya bertanding di babak kualifikasi dua kali. Ketika itu, Spasojevic masih berseragam Dinamo Tbilisi, salah satu klub di Georgia, tempat di mana Khvicha Kvaratskhelia dididik.
Spasojevic juga berpengalaman di tim nasional. Ia pernah membela Timnas Montenegro U-21 di Piala Eropa U-21 tahun 2009 yang berlangsung di Swedia.
Berkarier di Tim LPI
Sayangnya, ketika pria kelahiran Bar, Montenegro itu datang, sedang terjadi dualisme di tubuh PSSI. Ada dua liga yang saat itu sedang bergulir, yaitu Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia. Keduanya, menurut laporan Bola, sama-sama dianggap breakaway league atau liga di luar PSSI.
#KilasBalik Bali Devata 2011
Berdiri : Komang Adnyana, Nengah Sulendra, Tezar Ari, Ngurah Arya, Ketut Mahendra, Ilija Spasojevic
Jongkok : Mulky Hakim,Jun-Hee Bok, Edi Supriono, Pascal Heije, Jeno Wilyantara.
Pelatih : Willy Scheepers pic.twitter.com/zy5GQhMFZs
— Bali Football (@Bali_Football) October 30, 2020
Nah, Spaso bergabung ke salah satu klub Liga Primer Indonesia, Bali Devata. Kala itu, jangan dibayangkan Spaso memiliki tubuh kekar dan berotot seperti hari ini. Tapi Spaso saat itu masih kurus.
Meski demikian, penampilan Spasojevic di Bali Devata sangat luar biasa. Pada setengah musim Liga Primer Indonesia bergulir, Spaso sudah mencetak 8 gol untuk Bali Devata. Ironisnya, ia tidak bisa menambah tabungan golnya ketika itu lantaran kompetisi akhirnya dihentikan.
#KilasBalik 9 tahun lalu Ilija Spasojevic mencetak gol salto ke gawang Bintang Medan saat ia masih memperkuat Bali Devata.
Semeton masih ada yang ingat nama-nama pemain Bali Devata gak? 😆 pic.twitter.com/OGC3CBug4t
— Bali Football (@Bali_Football) July 5, 2020
Bermain di PSM, Mitra Kukar, Persisam, dan Persib
Masih di tahun 2011, Spasojevic akhirnya hengkang ke PSM Makassar. Dari sinilah nama Spasojevic kian melambung. Spaso membela Pasukan Ramang hingga tahun 2013. Saat itulah ia berjumpa dengan wanita bugis bernama Lelhy Arief yang kelak menjadi istrinya.
Selama berseragam Juku Eja, Spasojevic tampil sangat trengginas. Ia membukukan setidaknya 15 gol dari 27 laga. Dua musim dirasa cukup bagi Spasojevic. Jiwa petualangannya pun muncul lagi. Ia melanjutkan kiprahnya ke Mitra Kukar.
Namun, ceritanya di Mitra Kukar tidak banyak. Setelah di Mitra Kukar, pada tahun 2014, Spasojevic pindah ke Persisam Putra Samarinda, klub yang kelak jadi cikal bakal Bali United. Bermain untuk Persisam, Spaso kian garang. Ia menjelma predator yang bisa mencetak setidaknya 10 gol dari 20 laga yang dilakoni.
Wallpaper Ilija Spasojevic 87 @Spaso_87 | Putra Samarinda #putrasamarinda pic.twitter.com/11AEqqW3lV via @SamarindaHools
— Samarinda KotaTepian (@SamarindaTepian) April 27, 2014
Kala itu, Spasojevic menjadi rebutan banyak klub di Liga Indonesia. Namun, ia memilih berseragam Pelita Bandung Raya. Tapi belum bermain di kompetisi tahun 2015, Spasojevic memilih angkat kaki dari Pelita karena kondisi finansial klub yang memburuk.
Persib Bandung lantas meminangnya. Spaso diproyeksikan untuk menjalani kompetisi Liga Indonesia tahun 2015. Sayang sekali, ketika itu FIFA menjatuhi hukuman kepada PSSI dan liga batal berjalan. Nasib Spasojevic di Persib Bandung hanya seumur jagung.
Ia tidak membela Maung Bandung di Liga Indonesia. Tapi Spasojevic hanya bermain di Piala Presiden 2015 dan membawa Pangeran Biru juara. Setelah tak membela Persib Bandung, perahu nasib mengantarkannya ke Malaysia. Ia hijrah ke Negeri Jiran dan membela Melaka United, hanya untuk kembali ke Indonesia.
Hari ini 3 tahun lalu, 18 Oktober 2015, @persib meraih gelar Piala Presiden 2015. setalah sebelumnya memenangkan Piala Liga 2014! #plesbek pic.twitter.com/pzBoVxmyRT
— MamprangTV BobotohID (@mamprangtv) October 18, 2018
Pindah ke Indonesia Jadi WNI
Berlaga di Malaysia memang membuat namanya tenggelam. Tapi pria Montenegro justru memilih kembali ke Indonesia usai tak lagi dipakai Melaka United. Spaso kembali ke Indonesia tahun 2017. Tepat di saat itulah, ia mengatakan sangat mencintai Indonesia dan mengutarakan niatnya untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Agustus 2017, Spasojevic bergabung dengan klub siluman, Bhayangkara FC. Dua bulan setelahnya, Spasojevic resmi menjadi WNI. Meski bersamaan dengan itu, ia sebetulnya ditawari membela Timnas Montenegro.
Bomber Bhayangkara FC, Illija Spasojevic, resmi WNI pic.twitter.com/myqsB4gkys
— Edan Bola RCBFM (@EdanBolaRCBFM) October 25, 2017
Kendati begitu, proses naturalisasi Spasojevic sejatinya tidak begitu terdengar. Ia secara mengejutkan sudah memegang paspor kewarganegaraan Indonesia. Spaso ketika itu menambah daftar pemain naturalisasi yang bermain di sepakbola tanah air, setelah sebelumnya ada Ezra Walian.
Proses naturalisasi Spaso terbilang singkat, tidak seperti Ezra Walian yang memakan waktu cukup panjang melewati berbagai pintu seperti Kemenpora, Kemenkumham, DPR, hingga Presiden. Proses naturalisasi Spaso hanya memakan waktu sekitar tiga minggu. Naturalisasi Spaso ketika itu masuk naturalisasi khusus.
Naturalisasi khusus ini biasanya diberikan kepada sesiapa yang punya jasa pada Indonesia dalam segala bidang. Selain itu, ia bisa mengajukan diri atau atas permintaan pemerintah untuk jadi WNI. Sekjen PSSI kala itu, Ratu Tisha sebagaimana dilansir Tempo mengatakan, Spaso dan PSSI mengajukan sendiri proses naturalisasi.
Mereka pulalah yang mengurus sendiri ke Direktorat Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM. Spaso rela pindah WNI karena ia sangat menyukai Bhinneka Tunggal Ika. Bagi Spaso, semboyan itu memiliki makna yang dalam. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa orang Indonesia ramah.
RESMI — Ilija Spasojevic menjadi pemain anyar Bhayangkara FC. pic.twitter.com/NaHfuRlVmx
— #Liga1NeedForeignRefs (@Indostransfer) August 9, 2017
Jalan Terjal di Timnas Indonesia
Setelah dinaturalisasi, Ilija Spasojevic bergabung ke Timnas Indonesia tahun 2017. Kala itu Tim Garuda masih dilatih Luis Milla. Namun, Spaso hanya bermain di laga persahabatan kontra Guyana. Indonesia ketika itu berhasil menang dengan skor 2-1.
Spasojevic mencetak dua gol di laga itu. Sayang sekali, setelah itu, Spaso jarang memperkuat Timnas Indonesia. Tahun 2019, ketika Indonesia dilatih Simon McMenemy, Spaso masuk dalam skuad menghadapi Myanmar di laga uji coba.
Spaso kembali mencetak gol di laga itu. Laga yang berkesudahan 2-0 untuk keunggulan Indonesia itu adalah laga terakhir resmi Spaso membela Timnas Indonesia, sebelum kini dipanggil Shin Tae-yong untuk Piala AFF 2022.
Kiprahnya di Timnas Indonesia tidak sama dengan di level klub. Dua kali Spasojevic mengantarkan Bali United meraih trofi Liga Indonesia, yaitu musim 2018/19 dan 2021/22.
Disepelekan Shin Tae-yong, Lalu Dipanggil
Saat musim 2021/22, Spasojevic tengah tampil moncer bersama Bali United. Namun, ia tidak mendapat panggilan Timnas Indonesia yang akan melakoni Piala AFF 2020 di tahun 2021 karena pandemi. Torehan 12 gol di Liga Indonesia ketika itu, tak membuatnya dilirik Shin Tae-yong.
Meski Spaso sebetulnya ikut TC Timnas pada tahun 2021. Shin Tae-yong mempertimbangkan bahwa Spaso tidak layak memperkuat Timnas Indonesia. Dilansir Viva, Spasojevic tidak dipanggil karena perkara usia dan tidak cocok dengan permainan Shin Tae-yong.
STY on Ilija Spasojevic: “Spaso berubah, fisiknya jadi lebih baik dan mentalnya pun berubah. Jadi saya menantikan Spaso pasti bisa menunjukkan yang lebih baik dari Spaso yang dulu”.
Nampaknya Spaso akan masuk dalam skuad final AFF 2022! pic.twitter.com/7Xq6UpKXy2
— GARAGARABOLA (@garagarabola_) December 18, 2022
Namun, di Piala AFF 2022 Shin Tae-yong akhirnya memanggil Ilija Spasojevic. Cederanya striker Persikabo 1973, Dimas Drajad bikin Spaso akhirnya dipanggil oleh Coach Shin. Pemanggilan ini ajaib. Karena sebelumnya Coach Shin menganggap Spaso terlalu tua dan mudah lelah. Tapi Shin Tae-yong melihat Spaso sudah berubah. Fisiknya jauh lebih baik.
Bahkan Spaso sampai harus mengunggah semacam sindiran di media sosialnya. Well, apa pun itu, ini waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa dirinya “Lumayan bagus untuk pemain tua yang mudah kecapekan di latihan”.
Sumber: Bolanet, Bolasport, Goal, TempoBola, Bolanet2, Liputan6, Kumparan, Bolacom, Sportstars, TribunSumsel, Viva


