Semua posisi di sepakbola memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Namun, sosok penyerang jadi salah satu posisi paling penting di lapangan. Mengapa demikian? Karena yang memenangkan pertandingan adalah gol bukan bertahan apalagi penguasaan bola macam Timnas Spanyol.
Maka dari itu, banyak yang ingin menjadi striker karena dapat menjadi target umpan dan mencetak gol di hadapan ribuan penonton yang hadir di stadion. Bahkan kebanyakan peraih penghargaan pemain terbaik, sekelas Ballon d’Or adalah seorang penyerang. Dalam sedekade terakhir saja, hanya Luka Modric pemain non striker yang berhasil menyabet gelar tersebut.
Namun, menjadi striker yang baik bukan perkara mudah. Ada beberapa skill dan atribut yang harus dimiliki oleh seorang pemain untuk menjadi striker papan atas. Lantas, apa yang sebenarnya klub cari dari seorang penyerang?
Daftar Isi
Macam-Macam Striker
Tentu sebuah klub akan mencari striker sesuai kebutuhan mereka. Entah menyesuaikan skema permainan atau kesenangan para pelatih itu sendiri. Nah, pada dasarnya posisi penyerang dibagi menjadi empat tipikal striker di era sepakbola modern.
Pertama ada Target Man. Penyerang tipe ini biasanya adalah pemain yang kuat secara fisik. Mereka juga mampu menahan bola saat berada di bawah tekanan dan bisa membagi bola ke rekan satu tim yang berada di posisi yang lebih baik. Biasanya penyerang tipe ini memiliki keunggulan dalam sundulan karena memiliki postur yang tinggi dan kokoh. Kita bisa menyebut contohnya seperti Olivier Giroud, Cristiano Ronaldo, sampai Zlatan Ibrahimovic.
Selanjutnya ada Poacher. Penyerang macam ini mengandalkan keterampilan timing, posisi, dan penyelesaian yang sangat baik. Penyerang dengan tipikal ini biasanya piawai melakukan finishing jarak dekat. Selain itu, mereka juga sangat jeli dalam memanfaatkan ruang kecil di dalam kotak penalti. Pemain yang akrab dengan istilah ini adalah Dimitar Berbatov dan Mauro Icardi.
Yang ketiga ada Second Striker atau penyerang lubang. Biasanya penyerang lubang merupakan pemain yang terampil secara teknis dengan jangkauan umpan yang bagus serta percaya diri dalam penguasaan bola. Mencetak gol bukan tugas utama sang pemain, melainkan juga menciptakan peluang bagi rekan satu tim. Pemain yang memainkan peran ini adalah Antoine Griezmann dan Roberto Firmino.
Keempat ada Mobile Striker. Penyerang tipe ini akan memanfaatkan kecepatan dan daya jelajahnya di lapangan. Ia akan mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan lawan. Pemain ini juga kerap menerima umpan-umpan terobosan yang memaksanya untuk berlari menggapai bola. Penyerang jenis ini bisa kita temukan dalam diri Raheem Sterling, Marcus Rashford, dan Kylian Mbappe.
Body Balance
Lantas, bagaimana menentukan kualitas seorang striker? Yang pertama harus diperhatikan adalah kekuatan. Apalagi kalau ingin bermain di kompetisi macam Liga Inggris, penyerang harus memiliki kaki yang kokoh dan tidak mudah jatuh apabila mengalami benturan dengan pemain bertahan lawan.
Kekuatan sangat penting bagi seorang penyerang kelas wahid, karena di sepakbola modern banyak sekali bek-bek yang memiliki kekuatan fisik yang sangat prima. Bahkan seringkali seorang bek yang akan dihadapi memiliki tubuh yang tinggi dan kekar. Apabila striker tak bisa mengimbangi hal tersebut, tamatlah sudah.
Haaland Vs Kimmich pic.twitter.com/pjDIy5elHS
— Mo7amd #Champion (@4DexU) August 17, 2021
Soal contoh, barangkali kita bisa melihat bagaimana gaya bermain Erling Haaland di Manchester City. Pemain asal Norwegia itu bak pohon yang menancapkan akarnya dengan baik ke tanah. Mungkin football lovers masih ingat momen Joshua Kimmich yang berusaha menghentikan Haaland dengan tekel ketika masih bermain di Bundesliga. Kimmich justru mengalami cedera. Sedangkan Haaland tetap berlari mengejar bola.
Power
Kekuatan dan daya ledak adalah elemen penting lain yang dibutuhkan oleh setiap penyerang top. Memberikan power dalam tembakannya, akselerasinya, lompatannya, dan power dalam segala hal. Atribut ini akan sangat membantu para penyerang untuk membongkar pertahanan lawan.
Khususnya kekuatan dalam menendang bola. Karena tendangan yang lemah lebih mudah dibaca lalu direbut oleh lawan. Oleh karena itu, power atau kekuatan dalam menendang sangat diperlukan. Memiliki tembakan yang kuat bisa lebih dari cukup untuk mengalahkan penjaga gawang lawan.
5⃣0⃣0⃣ club career goals for Zlatan Ibrahimović 😎
5⃣0⃣1⃣ club career goals for Zlatan Ibrahimović 😁🤔 Where has he played his best football? #UCL | @Ibra_official pic.twitter.com/YIzpG7Sw6i
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) February 7, 2021
Selain latihan menendang, latihan memperkuat otot kaki dan paha juga berpengaruh. Latihan seperti lari sprint, squat, lunge, dan latihan beban semuanya akan berkontribusi pada otot yang lebih besar. Sehingga di balik tendangan yang kuat ada perjuangan dan latihan yang berat.
Sebagai penyerang yang memiliki tendangan geledek pasti memiliki kaki yang kuat. Contohnya saja Zlatan Ibrahimovic, kebiasaan melatih kaki dalam olahraga taekwondo sangat membantunya untuk mencapai power tendangan yang maksimal.
Kecerdasan di Lapangan
Seorang penyerang yang baik akan memiliki kemampuan berpikir cepat. Dia bisa mempertimbangkan taktik apa untuk permainan. Penyerang dengan kemampuan berpikir yang cepat bisa membuat tim lebih mudah untuk menerapkan taktik yang diinginkan oleh pelatih.
Maka dari itu, tidak ada penyerang yang bermain sepakbola dengan kepala tertunduk. Itu sebabnya ketika pesepakbola masih muda, pelatih selalu menekankan untuk tetap mengangkat kepala saat menggiring bola.
The way Cavani makes that run, realises the play hasn’t fully developed yet, checks and then makes that run again. Hope our young strikers tattoo these movements down in their heads.pic.twitter.com/GqgHOcUm8Y
— A D 🛑🔰 (@UtdDefence) October 31, 2021
Karena dengan itu, mereka bisa mengamati situasi di lapangan. Dan di situlah mereka harus berpikir dan mengambil keputusan dengan cepat dan efektif. Apabila terlambat sepersekian detik saja, peluang mencetak gol bisa saja hilang.
Tak hanya saat menguasai bola, penyerang harus memiliki inisiatif yang tinggi kala melakukan pergerakan tanpa bola. Jadi mereka harus memegang prinsip, “Thinking outside the box, and finishing inside the box”. Pemain yang sering menunjukan kecerdasan saat melakukan pergerakan tanpa bola adalah Edinson Cavani. Ia merupakan penyerang yang nggak lelet. Bahkan ia tak keberatan untuk berlari lebih banyak untuk memecah jebakan offside.
Penyelesaian dan Kepercayaan Diri
Yang terakhir dan paling penting adalah soal penyelesaian dan naluri mencetak gol di depan gawang. Dalam meningkatkan ketajaman di depan gawang, para penyerang harus memiliki kepercayaan diri yang baik. Itu akan membantu mereka untuk mengambil keputusan dalam menghadapi peluang. Misalnya, kita bisa melihatnya dari permainan Robert Lewandowski.
Robert Lewandowski’s first goal in front of the home fans 🌟
(via @FCBarcelona) pic.twitter.com/nmV9bYyd2I
— B/R Football (@brfootball) August 7, 2022
Saat menyelesaikan permainan, seorang penyerang harus percaya diri dengan kemampuannya dan tahu bahwa dia mampu melakukan hal-hal hebat. Dengan kepercayaan diri dan sedikit rasa egois, penyerang dituntut untuk bisa memaksimalkan setiap peluang yang tercipta. Entah menggunakan kepala, kaki, atau bahkan punggung para penyerang harus membelokan umpan ke arah gawang.
Sedangkan untuk menilai penyelesaian golnya baik atau buruk, itu akan dibuktikan dengan statistik. Berapa gol yang sudah diciptakan oleh penyerang tersebut dalam kurun beberapa pertandingan. Data itu juga bisa ditunjang dengan statistik expected goal. Statistik expected goals (xG) merupakan peluang sebuah tembakan menjadi gol. xG memudahkan pemandu bakat sebuah klub untuk menggambarkan kualitas peluang dari seorang striker.
https://youtu.be/WNkhgyqiLl4
Sumber: FFT, Master Soccer Mind, SI, Panditfootball


