Meraba Taktik Terbaik Shin Tae Yong di Piala AFF 2022

spot_img

Gelora semangat para pecinta sepakbola tanah air akan kembali digugah dengan disuguhkan laga timnas kesayangan pada akhir dan awal tahun. Timnas Garuda besutan Coach Shin akan berlaga di ajang Piala AFF 2022.

Sudah terlalu lama, harapan Indonesia juara itu selalu muncul di setiap awal perhelatan AFF. Namun kenyataannya, tak satu pun berbuah hasil. Gelombang optimisme pada setiap insan tanah air harusnya tak boleh padam. Percayakan dulu saja semua ini pada Coach Shin. Termasuk apa yang akan diperbuat dengan racikannya nanti.

Kerangka Skuad Yang Dipertahankan

Kini slot skuad timnas Garuda di Piala AFF 2022 sudah terisi. Sebanyak 23 nama dipanggil oleh Coach Shin. Skuadnya sebagian besar adalah kerangka tim pada Piala AFF yang lalu. Tak banyak kejutan, mungkin hanya tak diikutsertakannya pemain baru macam Sandy Walsh, Elkan Baggot, maupun Dewangga.

Pemanggilan para pemain baru pun turut mewarnai skuad Coach Shin tahun ini. Ada nama Spasojevic, Jordy Amat, Hansamu Yama, Ramadhan Sananta, maupun Yakob Sayuri.

Tentu dalam memanggil para pemain, Coach Shin serta deretan staf maupun direktur teknik tak sembarangan memilihnya. Kerja mereka sudah cukup bagus dalam mempertahankan kerangka tim yang sudah lama dibangun. Mereka hanya menambah beberapa pilar baru untuk penyegaran.

Alasan lainnya tentu kebutuhan tim. Bagaimana nantinya Coach Shin akan menjalankan sistem permainan. Dengan beberapa nama tadi, tentu beberapa opsi skenario taktik sudah ada di tangan Coach Shin.

Fleksibelnya Taktik Shin Tae Yong

Taktik Coach Shin selama ini dikenal sangatlah fleksibel dan adaptif. Dari laga per laga perubahan sering dilakukannya. Bahkan Shin Tae-yong kerap melakukan perubahan di tengah laga. Sebenarnya dengan para pemain yang sudah dipanggil, banyak opsi formasi yang cocok untuk mengeluarkan kapasitas individu terbaik para pemainnya. Di antaranya adalah 3-4-3, 3-5-2, 4-2-3-1 maupun 4-3-3.

Untuk skenario formasi dengan tiga bek, baik 3-4-3 maupun 3-5-2 sebenarnya sudah lama dipakai Coach Shin. Bahkan sistem inilah yang dipakai Coach Shin di sebagian besar kualifikasi Piala Asia.

Hasilnya cukup bagus, buktinya timnas mampu lolos ke Piala Asia 2023. Yang lebih spesialnya lagi, dengan sistem itu timnas mampu menang atas Kuwait 2-1. Sebuah kemenangan yang kembali diraih timnas merah putih atas Kuwait sejak 1980.

Sistem itu pun dipertahankan Coach Shin ketika menang melawan Curacao 3-2 di September 2022. Kelebihan sistem tiga bek Coach Shin adalah keseimbangan menyerang dan bertahan. Tiga bek dapat dijadikan poros memulai serangan dengan ditopang dua pivot pekerja keras di depannya. Peran kecepatan wingback juga bisa menjadi salah satu opsi serangan.

Ketika dibutuhkan untuk bertahan, sistem itu juga bisa berubah menjadi 5 bek dengan 5-4-1. Di mana dengan perubahan sistem itu, akan membuat pertahanan low block dikala genting.

Kemudian skenario berikutnya adalah dengan menggunakan empat bek dengan formasi 4-2-3-1. Formasi inilah yang sering dipakai oleh Coach Shin di kompetisi AFF tahun lalu. Menggunakan dua pivot sekaligus dalam diri Irianto maupun Marc Klok bisa jadi opsi terbaik. Di Piala AFF tahun lalu, terkadang salah satu pivotnya dapat menjadi bek tambahan ketika dibutuhkan.

Kepandaian Memanfaatkan Kapasitas Pemain

Coach Shin paling tahu soal kapasitas pemainnya. Apa pun sistem yang digunakan, seringkali para pemain dimanfaatkan sesuai dengan kapasitas individunya.

Sebagai contoh, Rachmat Irianto maupun Dewangga di Piala AFF yang lalu. Irianto juga sering dimanfaatkan sebagai seorang bek tambahan. Bahkan ia mampu dijadikan bek kanan sebagai backup Asnawi yang sering naik jauh kedepan. Dewangga pun hampir sama. Ia sering dimanfaatkan sebagai bek tambahan.

Kini dengan muka baru seperti Marc Klok, Marcelino, sampai Yacob Sayuri, Coach Shin sebenarnya juga melakukan hal yang sama. Klok bisa dijadikan jenderal lini tengah dengan passing dan umpan progresinya yang akurat.

Kemudian Sayuri dengan kecepatan dan fisiknya dapat dijadikan alternatif serangan tambahan maupun alternatif pressing dalam bertahan di sisi flank. Sedangkan Marcelino, dengan naluri dan daya jelajahnya yang tinggi bisa dijadikan salah satu gelandang serang di belakang Spaso yang sesekali penetrasi masuk ke kotak penalti lawan.

Kapan Harus Menggunakan Sistem Empat Bek atau Tiga Bek

Dengan berbagai pilihan opsi yang diharapkan, tentu Coach Shin harus cermat dalam menggunakannya di saat yang tepat. Coach Shin harus tahu kapan ia menggunakan tiga bek maupun empat bek.

Semuanya tergantung lawan yang dihadapi. Lawan Indonesia di fase Grup Piala AFF kali ini adalah Kamboja, Brunei, Thailand, dan Filipina. Partai melawan Kamboja adalah partai pertama di rumah sendiri yang seharusnya bisa mereka menangkan. Meskipun Kamboja sudah mengejutkan lebih dulu dengan mengalahkan Filipina 3-2.

Walau begitu, dengan kualitas dan pengalaman yang dimiliki timnas, harusnya Coach Shin tetap menggunakan pola empat bek dengan memaksimalkan peran para juru gedornya Sebab dari segi pertahanan, Kamboja juga dinilai kurang solid.

Setelah menghadapi Kamboja, Indonesia semestinya bisa mengalahkan Brunei yang baru dihajar Thailand 5-0. Shin Tae-yong mesti berfokus pada penyerangan dengan skema empat bek. Menciptakan gol sebanyak mungkin ke gawang Brunei bisa jadi alternatif untuk menabung selisih gol sekaligus meningkatkan mental ketika selanjutnya akan bertemu Thailand.

Setelah memastikan poin di laga melawan Kamboja dan Brunei, Coach Shin bisa jadi akan menerapkan sistem tiga bek. Skema itu bisa dipakai untuk menahan permainan agresif Thailand. Sembari mencuri berbagai kesalahan dari Thailand lewat kecepatan serangan balik. Yang terpenting kita harus belajar dan berproses dari partai melawan Thailand ini. Apa pun hasil yang dicapai.

Melawan Filipina yang banyak diisi para pemain muda di partai terakhir juga harus diwaspadai. Selain laga itu akan dihelat di Filipina, Indonesia juga harus memperoleh kemenangan jika kondisi perolehan poin tak memungkinkan.

Banyaknya alternatif format yang dipakai Coach Shin tersebut, tentu muaranya akan kembali kepada individu para pemainnya. Daya juang dan semangat yang tinggi para pemain muda Garuda harusnya menjadi kekuatan tersendiri.

Target realistis untuk lolos jadi juara grup, maupun mendampingi Thailand ke semifinal adalah harga mati. Tinggal nanti siapa yang akan dihadapi di semifinal. Yang jelas, dengan modal racikan Coach Shin yang sudah terbukti, harusnya kita tetap percaya Indonesia bisa jadi juara kali ini.

Sumber Referensi : bolasport, libero, bola.com, pssi, affmitsubishielectriccup

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru