Kekalahan Korea Selatan dari Brasil di babak 16 besar jadi penanda habisnya wakil Asia di Piala Dunia 2022. Sebelumnya, perjuangan heroik Jepang dihentikan Kroasia lewat babak adu penalti. Kedua negara tetangga tersebut menyusul langkah Australia yang lebih dulu dijegal Argentina.
Sementara itu, 3 wakil Asia lainnya, yakni Arab Saudi, Iran, dan tuan rumah Qatar sudah terhenti di fase grup. Meski tak bisa melaju lebih jauh, tetapi penampilan wakil AFC di Piala Dunia Qatar 2022 cukup mengesankan.
Kejutan dan Rekor Para Wakil Asia
Diawali dengan kejutan besar yang dibuat Arab Saudi di pertandingan pertama Grup C. The Green Falcons mencatat sejarah besar dengan mengalahkan favorit juara Argentina dengan skor tipis 2-1.
Arab Saudi adalah tim Asia pertama yang sanggup meraih kemenangan atas Argentina. Hebatnya, kemenangan tersebut mereka raih setelah melakukan comeback luar biasa di babak kedua. Kemenangan tersebut juga sukses menghentikan laju 36 laga unbeaten Argentina.
Sebuah kemenangan yang membuat Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ikut larut dalam suka cita dan menetapkan hari Rabu, 23 November 2022 sebagai hari libur nasional untuk merayakan kemenangan bersejarah Arab Saudi atas Argentina di Piala Dunia 2022.
Saudi Arabia have declared tomorrow a national holiday after their 2-1 win against Argentina 🥳 pic.twitter.com/sTShJZF0HV
— B/R Football (@brfootball) November 22, 2022
Kejutan yang lebih besar dibuat Jepang yang membungkam juara dunia 4 kali, Jerman, di pertandingan pembuka Grup E. Itu adalah kemenangan pertama Jepang atas Jerman dan untuk pertama kalinya Jepang melakukan comeback dan memenangi pertandingan Piala Dunia setelah kebobolan lebih dulu.
Sempat kalah dari Kosta Rika, Jepang yang tergabung di Grup Neraka malah keluar sebagai juara grup usai meraih kemenangan 2-1 atas juara dunia 2010, Spanyol, di pertandingan ketiga. Kemenangan tersebut mengantar Jepang lolos ke fase gugur untuk kedua kalinya secara beruntun dan jadi kali kedua mereka keluar sebagai pemuncak grup sejak menjadi tuan rumah 20 tahun lalu.
What a moment for Japan! They top Group E having beaten Spain and Germany. And all their goals in both victories came from players who ply their trade in Germany. Extraordinary.🇯🇵 pic.twitter.com/QjVvkRHfgY
— Ben Jacobs (@JacobsBen) December 1, 2022
Menariknya, dua kemenangan Jepang di Grup E didapat setelah mereka lebih dulu tertinggal. Dua kemenangan Samurai Blue tersebut juga didapat dengan penguasaan bola yang sangat minim.
Jepang hanya menguasai bola sebesar 26,1% saat menang atas Jerman. Sementara saat menang atas Spanyol, mereka hanya menang penguasaan bola sebesar 17,7%. Angka tersebut tercatat sebagai penguasaan bola terendah dalam sejarah Piala Dunia.
Australia juga tak kalah mengejutkan. Socceroos jadi runner-up Grup D usai meraih kemenangan atas Tunisia dan Denmark. Dua kemenangan tersebut mengantar Australia lolos ke babak 16 besar untuk kedua kalinya dalam sejarah sekaligus melampaui pencapaian generasi emas Socceroos di Piala Dunia 2006.
Sementara itu, Korea Selatan secara dramatis lolos dari fase grup usai menang 2-1 atas Portugal di pertandingan terakhir babak grup. Gol dramatis yang dicipatakan Son Heung-Min dan Hwang Hee-Chan berhasil mengantar Taegeuk Warriors lolos lagi ke babak 16 besar setelah terakhir kali mencapainya di edisi 2010.
🏆⚽ South Korea 🇰🇷 2 – 1 Portugal 🇵🇹
South Korean players celebrate after defeating Portugal, 2-1, in the last Group H game at the World Cup in Qatar, Dec. 2, 2022. pic.twitter.com/VAxM0wQdWz
— Voice of America (@VOANews) December 2, 2022
Sementara itu, meskipun tak lolos, tetapi Iran sempat meraih kemenangan bersejarah atas Wales. Hanya Qatar saja, wakil Asia, yang tidak meraih kemenangan bahkan sama sekali tak memperoleh poin.
Pelajaran Berharga dari Wakil Asia Di Qatar 2022
Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari keberhasilan wakil Asia di Piala Dunia 2022. Tak bisa dipungkiri kalau Piala Dunia 2022 jadi penampilan terbaik wakil Asia di Piala Dunia.
Lolosnya Australia, Jepang, dan Korea Selatan ke babak 16 besar juga jadi rekor tersendiri bagi AFC. Untuk kali pertama dalam sejarah, tiga tim dari AFC lolos ke babak 16 besar Piala Dunia.
For the first time, three teams from the Asian Football Confederation have qualified for the last 16 of the World Cup 👏 pic.twitter.com/h8CiDnE2BP
— GOAL (@goal) December 3, 2022
Akan tetapi, banyak yang nyinyir dan mengatakan kalau kemenangan Arab Saudi, Jepang, Korea, Australia, bahkan Iran adalah karena keberuntungan semata. Hal ini dikarenakan tengah menurunnya performa tim-tim Eropa dan regenerasi yang tengah terjadi. Belum lagi soal persiapan yang mepet dan jadwal Piala Dunia yang melelahkan bagi negara Eropa.
Namun, menurut kami, alasan itu hanyalah upaya untuk mendiskreditkan Asia. Memang, Piala Dunia tahun ini cukup kontroversial dari beberapa sisi. Tetapi, daripada nyinyir, mari kita lihat sisi positifnya saja. Bagaimanpun, kemenangan-kemenangan yang diraih para wakil Asia di Qatar 2022 bakal terus tercatat sebagai sebuah kemenangan bersejarah.
Dengan mental underdog tak kenal takut, para wakil Asia yang berlaga di Qatar 2022 telah menunjukkan kalau Asia bisa bersaing dengan negara-negara kuat. Ya, mentalitas itulah yang membedakan Arab Saudi, Australia, Iran, Jepang, dan Korea Selatan dengan negara Asia lainnya.
Mereka yang berlaga di Piala Dunia 2022 seluruhnya memiliki mentalitas tingkat dunia. Para pemain Arab Saudi, Australia, Iran, Jepang, Korea Selatan, bahkan Qatar tidak takut melangkah sebelum bertanding.
Mereka juga tidak panik jika tertinggal lebih dulu. Kemenangan Jepang atas Jerman dan Spanyol, serta kemenangan Korea Selatan atas Portugal dan Arab Saudi atas Argentina jadi buktinya. Tertinggal lebih dulu, mereka berhasil membalikkan keadaan dan keluar sebagai pemenang.
Tidak menyerah dan terus memberi perlawanan hingga detik terakhir. Itu pula yang terlihat dari perjuangan Australia di babak 16 besar. Tertinggal 2 gol, Australia melawan balik hingga mampu memperkecil ketinggalan. Socceroos bahkan sempat nyaris memaksa pertandingan berlanjut ke extra time andai sepakan Garang Kuol tak diselamatkan Emiliano Martinez.
Garang Kuol, who just turned 18 & almost scored a last minute equalizer vs Argentina, is the youngest player to play in the World Cup knockout stages since Pelé in 1958.
Kuol was born in Egypt & came to Australia as a refugee, after his parents fled South Sudan. What a story! pic.twitter.com/pEIAgy8YHf
— Dr. Lucky Tran (@luckytran) December 4, 2022
Dari Australia dan Arab Saudi, kita belajar pentingnya menunjuk pelatih yang tepat. Herve Renard sukses membuat Arab Saudi tampil gigih dan mencatat sejarah sebagai tim Asia pertama yang mengalahkan Argentina.
Di pihak Australia, Graham Arnold berhasil mematahkan segala prediksi. Dengan skuad apa adanya, ia berhasil mengantar Australia mendapat hasil terbaiknya di Piala Dunia.
Sementara dari Jepang dan Korea Selatan, kita belajar betapa pentingnya memiliki pemain kelas dunia yang mentas di liga terbaik dunia. Tak bisa dipungkiri kalau para pemain Jepang dan Korea yang merantau ke luar negeri memberi andil besar terhadap suksesnya negara mereka.
Yang Bisa Dicontoh dan Diperbaiki dari Wakil Asia di Piala Dunia 2022
Mentalitas, kepercayaan diri, dan pengalaman. Itulah 3 hal yang membedakan wakil Asia di Piala Dunia 2022 dengan negara Asia lainnya. Tiga hal itu pula yang menjadi sebab mengapa hanya negara-negara tadi yang terus jadi langganan lolos ke Piala Dunia.
Jika ada kekurangan yang harus diperbaiki agar bisa melangkah lebih jauh, maka para wakil Asia wajib hukumnya untuk memiliki striker tajam kelas dunia. Tak hanya sekadar tajam, tetapi juga harus efektif di depan gawang.
Asia sebetulnya punya penyerang bagus yang berlaga di Eropa. Korea Selatan punya Son Heung-min, Hwang Hee-chan, dan Hwang Ui-jo. Namun, dari 3 penyerang tadi hanya Hwang Hee-chan yang sanggup menyumbang gol.
Begitu pula dengan Iran. Mereka membawa 3 penyerang terbaik mereka, yakni Mehdi Taremi, Sardar Azmoun, dan Karim Ansarifard. Namun, di antara ketiga penyerang tersebut hanya Mehdi Taremi yang mencatat gol di Piala Dunia.
Dari kegagalan para penyerang tadi, kita bisa memetik pelajaran kalau punya penyerang bagus yang berlaga di Eropa bukanlah sebuah jaminan. Namun sebaliknya, jika sama sekali tak punya penyerang berkelas, bagaimana bisa berlaga di Piala Dunia?
Terlepas dari hasil akhir yang kurang memuaskan, kemenangan yang diraih Jepang, Iran, Arab Saudi, Australia, dan Korea Selatan telah sukses membuat negara mereka bangga. Penampilan heroik mereka juga sanggup menyatukan negaranya dan berujung dengan sebuah penyambutan bak pahlawan.
Semoga keberhasilan Jepang, Korea Selatan, Australia, ataupun Iran dan Arab Saudi bisa menjadi inspirasi bagi negara Asia lainnya, khususnya bagi mereka yang mengaku-ngaku sebagai negara sepak bola tapi minim prestasi.
Ingat, apa yang dicapai para wakil Asia di Piala Dunia 2022 adalah hasil kerja keras berbagai pihak selama bertahun-tahun. Takada yang instan dalam prosesnya.
Inilah sebuah pelajaran paling berharga yang bisa kita petik dari penampilan para wakil Asia di Piala Dunia 2022. Sekali lagi, terlepas dari hasil akhirnya, Piala Dunia 2022 telah menunjukkan kalau wakil Asia bisa bersaing di panggung besar.
***
Referensi: The Analyst, BBC, Al Jazeera, Forbes.


