Dari sengitnya Grup Piala C Piala Dunia, seorang pahlawan telah terlahir. Bukan Messi ataupun Lewandowski. Dia adalah kiper Polandia yang sulit dieja namanya, Wojciech Szczęsny.
Kiper nyentrik yang satu ini bak superhero setelah performanya menggila di fase grup. Namun siapa sangka dalam perjalanan karirnya ia sering bermasalah. Ia bahkan pernah disia-siakan sampai dibuang.
Wojciech Szczesny smoking that Messi missed penalty pack pic.twitter.com/NFIuJyzEzF
— GoatSZN (@Goat7ii) November 30, 2022
Daftar Isi
Dibuang Arsenal Gara Gara Merokok
Siapa yang kaget melihat kiper 32 tahun itu dulunya ternyata pernah bermasalah ketika di Arsenal. Berawal ketika ia yang notabene adalah seorang perokok berat. Bahkan sampai-sampai ia tak tahu kapan waktu yang tepat untuk merokok. Sebagai atlet profesional, harusnya ia mampu mengkondisikan hal itu.
Namun, apa yang terjadi ketika di Arsenal membuahkan masalah besar bagi karir dirinya. Arsenal yang masih diasuh Wenger ketika itu, memiliki peraturan yang sangat ketat. Dan terjadilah insiden di mana ia merokok di waktu yang tak tepat dan ketahuan.
Dalam laman resmi Arsenal, kejadian itu terjadi setelah kekalahan 2-0 Arsenal atas Southampton pada tahun 2015. Hal itu kemudian mendapat banyak perhatian media dan segera diklarifikasi oleh pihak Arsenal.
Remember when Wojciech Szczesny was fined after being caught smoking in the showers after an Arsenal defeat? 🚬
He’s now revealed what REALLY happened 👀 pic.twitter.com/rBKzMS264I
— GOAL (@goal) April 27, 2020
Bahkan Szczęsny sendiri pun akhirnya ikut angkat bicara. Ia mengaku salah. Ia sadar diri adalah perokok berat dan sang bos tak suka akan hal itu. Ia berharap Wenger tak tahu kelakuannya tersebut.
Namun, yang terjadi justru ia ketahuan berkat laporan seseorang yang melihat dirinya merokok karena frustasi di kamar ganti. Alhasil ia pun didenda oleh Wenger 20 ribu pounds dan dicoret untuk pertandingan berikutnya di Piala FA melawan Hull City.
📅 January 1, 2015
Wojciech Szczesny was caught smoking in the showers after an Arsenal defeat. He picked up a £20k fine for his troubles! 🚬 pic.twitter.com/WVF6aHUk6G
— GOAL (@goal) January 1, 2019
Nah berkat kejadian tersebutlah, Szczęsny mulai disingkirkan perlahan oleh Wenger. Terlebih kiper cadangannya ketika itu, David Ospina sedang gacor dan Arsenal berencana akan menandatangani kiper baru, yakni Petr Cech dari Chelsea. Berkat akumulasi masalah tersebut akhirnya ia benar-benar dilepas.
Merasa Tidak Berkembang Di Arsenal
Ia kemudian dipinjamkan ke Italia bersama AS Roma. Periode yang sukses ketika bersama Roma pun akhirnya mengantarkannya dibeli oleh Juventus. Namun, ada hal menarik yang perlu disorot dari sang kiper ketika hijrah ke negeri Pizza.
Ia seolah masih menyimpan dendam kepada Arsenal. Ketika bermain di Italia dan merasa sukses, ia malah berkata bahwa Arsenal kurang bisa mengembangkan dirinya sebagai kiper hebat. Dan sebaliknya, justru sepakbola Italia-lah yang menurut dirinya bisa membuatnya berkembang dan lebih betah. Dengan perkataannya itu, mungkin sedikit menunjukan bahwa rasa sakit ketika ia dilepeh Arsenal itu masih ada.
Former Arsenal goalkeeper Wojciech Szczesny slams the Gunners for failing to develop him: ‘t… https://t.co/GoqySSj9Hv via @arsenalnewspro pic.twitter.com/qWyH2VZ6aZ
— Arsenal Fans (@ArsenalFansPost) October 17, 2017
Kiper Terbaik Dunia
Ketika dipinjamkan ke Roma, Szczesny langsung menjadi starter utama. Bahkan kiper sekaliber Alisson saja masih berada di bawah bayang-bayangnya. Szczęsny bertahan dua musim bersama serigala ibu kota.
Berkat performa apiknya, Szczesny pun diincar klub besar Italia lainnya, Juventus pada musim 2017/18. Setelah berada di Turin, ia rela berada di bawah mentornya Gianluigi Buffon. Namun setelah Buffon pergi ke PSG pada musim berikutnya, Szczęsny akhirnya didapuk sebagai kiper utama Bianconeri, bahkan sampai sekarang.
Kita tahu bahkan ketika Buffon kembali comeback ke Juve, ia masih menjadi nomor satu di bawah mistar. Hal ini menjadi banyak perbincangan di beberapa media, ketika seorang yang nyentrik seperti Szczęsny bisa membuat kiper sekelas Alisson dan Buffon hanya jadi cadangannya. Hal itu semakin membuat ia tinggi hati, dan sempat mengklaim bahwa ia adalah kiper terbaik di dunia.
Wojciech Szczęsny on playing with Alisson and Buffon: “At Roma, I benched the best goalkeeper in the world. At Juventus, I benched the best keeper ever. Turns out I’m the best goalkeeper in history!” 😅 pic.twitter.com/iYpUjYY9fw
— Oh My Goal (@OhMyGoalUS) September 14, 2019
Diremehkan di Juventus Karena Sering Blunder Dan Tak Konsisten
Namun perkataan yang terucap dari mulutnya itu banyak yang meragukan. Terlebih ketika ia dianggap tak selalu konsisten dan sering melakukan blunder yang tak penting di Juventus.
Beberapa blunder lawak sering ia tunjukan bersama Juve. Salah satu yang teringat adalah ketika di musim 2021/22 pada pertandingan pembuka melawan Udinese. Dua kali gol Udinese terjadi berkat kesalahannya.
Udinese 2-2 Juventus:
Juventus were left frustrated in their 2021/22 Serie A opener as two Wojciech Szczesny errors let Udinese come back from 2-0 down but goals from Roberto Pereyra and Gerard Deulofeu helped the host to snatch a draw against Max Allegri’s side pic.twitter.com/PRCCmzn4M0
— Lilian Chan (@bestgug) August 22, 2021
Namun, beberapa akumulasi kesalahannya itu terkadang diselamatkan dengan hasil positif Juventus. Terlebih kekuatan Juventus di lini belakang, untuk kelas Serie A tergolong cukup kokoh. Alhasil peran Szczęsny pun banyak tertolong.
Selain itu memang tak dapat dipungkiri juga beberapa penyelamatan penting yang pernah ia lakukan. Namun dengan kondisi Juve yang masih belum konsisten seperti sekarang ini, tentu masih menjadi pertanyaan besar. Apakah masih pantas seorang Szczęsny harus terus menjadi penjaga mistar gawang nomor satu Juventus?
Sebenarnya selama berjalannya waktu, banyak fans dan publik Turin yang memprotes posisi kiper utama Juve. Sebagai salah satu klub besar dan ingin berambisi menjadi juara di Eropa, hanya mempunyai kiper sekelas kiper buangan Arsenal adalah sebuah pertanyaan besar.
Jadi Pahlawan Polandia Sekaligus Pecahkan Rekor
Tapi tunggu dulu, di ajang Piala Dunia 2022 kali ini, nampaknya persepsi akan kiper nyentrik yang satu ini seketika bakalan berubah. Bagaimana tidak? Nama Szczęsny tiba-tiba muncul sebagai pahlawan bagi negaranya di babak fase grup.
Ketatnya Grup C membuat dua kontestan yakni Polandia dan Meksiko finis dengan mempunyai angka yang sama. Nah, dengan berbagai perhitungan yang sudah disepakati di Piala Dunia, akhirnya Polandia-lah yang berhak lolos ke 16 besar sebagai runner up Grup C, berkat perhitungan gol.
Poland, the lowest-ranked European nation at the World Cup (26), qualify from the group stages for the first time since 1986 thanks to a superior goal difference of +1 to that of group rivals Mexico. pic.twitter.com/HKj0qNcZug
— The Football Index 🎙 ⚽ (@TheFootballInd) November 30, 2022
Ingin tahu kenapa Polandia menang perhitungan gol? Ya, ini semua adalah berkat kiper perokok, Szczęsny. Berbagai penyelamatan penting di tiga laga fase grup membuat Polandia sulit untuk dibobol dengan banyak gol.
FIRST HALF SAVES: 8
WORLD CUP SAVES: 17
PENALTY SAVES: 2Wojciech Szczesny is singlehandedly keeping Poland’s World Cup dream alive 🔥 pic.twitter.com/cYb7dJNKa2
— ESPN FC (@ESPNFC) November 30, 2022
Dan yang paling utama adalah, dua penyelamatan penalti yang dilakukan ketika melawan Arab Saudi dan Argentina. Andai saja dua penalti tersebut gagal dibendungnya, otomatis Polandia akan kalah dari segi jumlah kebobolan dengan Meksiko.
Dan tak main-main, satu dari dua tendangan penalti yang ia mentahkan adalah dari seorang Lionel Messi. Nah, kebayang kan seberapa besar jasa kiper perokok yang nyeleneh ini.
Kelolosan Polandia ke-16 besar Piala Dunia ini pun bahkan mencatatkan sejarah tersendiri. Kita tahu Polandia sebelum ini hanya pernah lolos sekali ke babak 16 besar Piala Dunia. Yakni pada Piala Dunia tahun 1986 di Meksiko. Artinya, sebuah penantian panjang 36 tahun lamanya kini terbayar.
The last time Poland qualified for the round of 16 at the World Cup was in 1986. 👀
They’ve done it again, just about. 😉#POLARG #POL🇵🇱 pic.twitter.com/IcYDWcAgri
— Sporting Index (@sportingindex) November 30, 2022
Tak hanya itu, momen spesial lolosnya Polandia ini juga menciptakan rekor bagi pahlawan mereka, Szczęsny. Ia menciptakan rekor pribadi menyamai pencapaian kiper Amerika Serikat pada Piala Dunia 2002, Brad Friedel. Yakni rekor sebagai kiper yang bisa menyelamatkan dua penalti sekaligus di ajang Piala Dunia.
Wojciech Szczesny igualó el récord de más penales atajados en un Mundial…
2 – 🇵🇱Jan Tomaszewski 1974
2 – 🇺🇸Brad Friedel, 2002
2 – 🇵🇱Wojciech Szczesny, 2022#POL #Qatar2022 pic.twitter.com/XnqLhPcj6d— 90min en Español (@90minEspanol) December 1, 2022
Sekarang dunia tahu, bahwa kiper yang dulu pernah dibuang, disepelekan, dan disangsikan performanya, kini mampu mencatatkan tinta emas sejarah bagi tanah kelahirannya.
Sumber Referensi : arsenal.com, 90min, dailymail, fourfourtwo, bleacherreport


