Kebencian pun kini seolah tak terhindarkan terhadap seorang Cristiano Ronaldo. Sikapnya akhir-akhir ini sudah dinilai terlalu Offside. Ia kini bahkan sudah diputus kontrak oleh klubnya. Inilah kondisi yang tak diharapkan Portugal jelang bergulirnya Piala Dunia 2022.
Bicara soal jejak perjalanan Ronaldo di Piala Dunia bersama Timnas Portugal, sangat menarik untuk disorot. Baik sejak debut maupun hingga sekarang. Ia kini sangat berambisi di Piala Dunia kelimanya supaya bisa berakhir “happy ending” dengan meraih juara. Namun, apakah dengan berbagai masalah seperti sekarang ini justru akan jadi anti klimaks bagi dirinya?
⚽ 2006
⚽ 2010
⚽ 2014
⚽ 2018
❓ 2022Will @Cristiano become the first male player to score at five World Cups?#FIFAWorldCup | #Qatar2022 pic.twitter.com/u4g6abMZmL
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 12, 2022
Daftar Isi
Sorotan Sejak Debut Di 2006
Ronaldo sejak debutnya di Piala Dunia 2006, memang sudah menjadi sorotan. Ketika itu laga kontra Inggris menjadi ajang penuh emosi. Ronaldo seakan menjadi musuh sebagian besar publik Inggris, karena peran pentingnya dalam memulangkan Timnas Inggris di babak perempat final lewat adu penalti.
The ice-cool penalty that eliminated England in 2006
Find out what else made the list of @Cristiano‘s top three #WorldCup moments 🇵🇹🏆🙌
👉 https://t.co/VCXIXiSNsJ pic.twitter.com/Did0xSUSS6
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) January 15, 2018
Selain itu, ia juga dipersepsikan sebagai provokator yang berujung pada kartu merah rekan satu timnya di MU, Wayne Rooney. Namun setelahnya, Ronaldo dan Rooney dipersepsikan media seolah tak bermasalah dan baik-baik saja hubungannya. Namun kalau ditarik ke era sekarang, dengan kritikan Rooney kepada Ronaldo akhir-akhir ini, apakah memang luka Rooney di 2006 memang benar-benar ada?
On this day in 2006
Wayne Rooney 🔴
Cristiano Ronaldo 😉
England out on penalties ✅ pic.twitter.com/bA62XEA9Ce— B/R Football (@brfootball) July 1, 2017
Ronaldo ketika itu masih debut di usia 21 tahun. Ia masih menggunakan nomor punggung 19. Ia dipanggil Luis Felipe Scolari sebagai rising star berkat penampilannya yang mulai berkembang di MU. Bersama bimbingan Luis Figo, ia termasuk dalam salah satu bagian dari alternatif penyerangan Portugal waktu itu.
Ia mampu tampil 6 kali selama debutnya. Meskipun ia tak selalu jadi starting eleven. Debutnya di Piala Dunia juga diwarnai dengan 1 kartu kuning, dan 1 gol debutnya di partai melawan Iran. Namun, debutnya itu berakhir dengan terhentinya Portugal di babak semifinal oleh Prancis. Di perebutan tempat ketiga pun mereka menyerah atas tuan rumah Jerman.
Beban Di 2010
Berlanjut pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Ronaldo berangkat ke Piala Dunia keduanya di usia 25 tahun. Lebih spesialnya lagi, ia berangkat ke Afrika Selatan dengan status pemain termahal di dunia setelah dibeli Real Madrid. Ban kapten pun mulai disematkan padanya.
On this day in 2009, Cristiano Ronaldo joined Real Madrid. 🇵🇹🐐 pic.twitter.com/1ADfbVpd09
— Madrid Xtra (@MadridXtra) June 10, 2022
Meskipun sukses di level klub, Ronaldo ketika itu di level timnas mengalami paceklik gol selama babak kualifikasi. Ronaldo ketika itu datang ke Piala Dunia 2010 tanpa didampingi mentornya Luis Figo.
Warisan nomor 7 Figo pun diserahkan padanya. Berkat itu, ia mulai didapuk menjadi salah satu tumpuan serangan Portugal oleh sang pelatih, Carlos Queiroz. Namun justru dengan beban seperti itu, Ronaldo terbukti tak mampu menanggungnya.
Di fase grup, memang Portugal melaju dengan menjadi runner up di bawah Brazil. Namun, Ronaldo hanya mencetak sebiji gol saja. Itupun ketika melawan Korea Utara. Meskipun lolos ke 16 besar, ia dan skuad Portugal pun tak luput dari kritik media Portugal berkat performanya yang kurang meyakinkan.
Klimaksnya terjadi pada babak 16 besar. Bertemu juara Piala Eropa 2008 Spanyol, langkah mereka akhirnya terhenti. Ronaldo sendiri tak mau disalahkan dengan kekalahan itu. Ronaldo menyarankan agar media bertanya kepada pelatih tentang kegagalan itu. Queiroz pun membalasnya dengan tak kalah tajam. “Jika seragam ini bikin pemain tertentu patah semangat, maka mereka tak punya hak untuk memakainya,” kata Queiroz.
A la fin du match contre l’Espagne en 2010, un journaliste demandait à Cristiano Ronaldo comment il expliquait l’élimination. Réponse : “Comment je l’explique ? Parlez avec Carlos Queiroz” pic.twitter.com/C3UF37THOr
— 𝗡𝗶𝗰𝗼𝗹𝗮𝘀 𝗩𝗶𝗹𝗮𝘀 𝘉𝘰𝘢𝘴 (@nicolas_vilas) June 23, 2018
Merana Di 2014
Setelah di dua Piala Dunia-nya yang berujung pada sorotan kontroversial, Ronaldo mencoba menghilangkannya di Piala Dunia ketiganya di 2014 Brazil. Ia ketika itu memasuki usia 29 tahun.
CR7 berangkat ke Brazil dengan kondisi mentereng bersama bimbingan pelatih Paulo Bento. Ronaldo ketika itu adalah petahana Ballon d’Or sekaligus petahana juara Liga Champions bersama Real Madrid.
Cristiano Ronaldo’s 2013 Ballon D’or win is the greatest ever. It is the victory of a lone man against a corrupt system. pic.twitter.com/x4GHSuN8Rh
— CristianoXtra (@CristianoXtra_) October 18, 2022
Beberapa hal tersebut semakin memantapkan bahwa Ronaldo bisa membawa Portugal melangkah lebih jauh. Namun, kenyataannya tak seperti yang diharapkan. Nasib Ronaldo di ajang Piala Dunia ini kembali merana.
Berada di Grup G bersama Jerman, AS dan Ghana. Portugal di partai awal langsung dibungkam Jerman 4-0. Hal yang sangat memalukan bagi Ronaldo. Alhasil, inilah Piala Dunia terburuk Portugal dan Ronaldo. Setelah akhirnya mereka tak mampu lolos dari Fase Grup. Portugal berada di posisi tiga klasemen di bawah Jerman dan AS.
Throwback to the USMNT advancing from this group in the 2014 World Cup and sending Portugal and Ghana back home 😳💪 pic.twitter.com/uBzFKkFre9
— ESPN FC (@ESPNFC) May 26, 2022
2018, Kegagalan Ulangi Kejayaan 2016
Menuju ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Piala Dunia keempat Ronaldo di usia yang sudah menginjak 33 tahun. Saat itu Ronaldo dan Portugal datang ke Rusia dengan kepala tegak setelah menjadi juara Piala Eropa 2016. Tak perlu diragukan lagi, mereka adalah unggulan dan diharapkan mengulangi kesuksesan yang sama seperti di 2016.
Portugal’s recent record at international tournaments:
2012 Euros: SF
2014 World Cup: Groups
2016 Euros: 🏆
2017 Confederations Cup: 🥉 pic.twitter.com/86gH4VuT3d— Squawka (@Squawka) July 2, 2017
Secara prestasi pribadi, Ronaldo pun masih mentereng. Menjadi petahana Ballon d’Or, sekaligus petahana juara Liga Champions untuk ketiga kalinya bersama Real Madrid.
Di edisi kali ini, Ronaldo pun akhirnya menjawab. Torehan empat golnya selama turnamen menjadi bukti penampilannya semakin menanjak di Piala Dunia sejak ia debut. Hattrick-nya ke gawang Spanyol, dan golnya ketika melawan Maroko cukup mengantarkan Ronaldo menciptakan rekor. Rekor melewati Ferenc Puskas, sebagai pencetak gol terbanyak di level timnas yakni sebanyak 85 gol.
Cristiano Ronaldo is now Europe’s all-time top international scorer, breaking Ferenc Puskás’ 62-year-old record of 85 goals.
WHAT. A. MAN. pic.twitter.com/pgrqLRA4tl
— Footy Accumulators (@FootyAccums) June 20, 2018
Namun rekor yang diciptakan itu tak cukup bagi Portugal. Sebab Portugal akhirnya tak bisa melangkah lebih jauh di Rusia. Mereka harus takluk di tangan Uruguay di babak 16 besar. Ronaldo dan Portugal pun akhirnya tak bisa mengulangi kisah manisnya di 2016. Ia sekali lagi harus menunda impiannya meraih gelar juara dunia.
OTD 2018 World Cup
Uruguay 2-1 Portugal pic.twitter.com/bG6rbmNGAW— Lisa Smith (@Go7Suarez) July 1, 2022
2022, Datang Penuh Dengan Masalah
Kini di Piala Dunia 2022, kondisi Ronaldo malah banyak menuai masalah. Ia berangkat ke Qatar setelah kontroversi wawancaranya yang menjadi biang masalah retaknya hubungan dia terhadap klubnya, MU. Tak hanya itu, performanya pun sering dikritik musim ini. Ia benar-benar sudah jauh menurun.
OFFICIAL: Manchester United confirm that Cristiano Ronaldo will leave the club by mutual consent, with immediate effect pic.twitter.com/B3QfLnoqkc
— B/R Football (@brfootball) November 22, 2022
Simpang siur kondusifitas Timnas Portugal arahan Fernando Santos masih menjadi teka teki. Sikap dingin para rekan Ronaldo di timnas seperti Bruno maupun Cancelo menjadi indikasi. Namun, semua isu keretakan itu sudah dibantah.
✨👤✨ @Cristiano #VesteABandeira #WearTheFlag pic.twitter.com/dQPpmmxKEY
— Portugal (@selecaoportugal) November 14, 2022
Kondisi Timnas Portugal tak seburuk yang dibayangkan. Bahkan kata Ronaldo sendiri, tim ini baik-baik saja dan jauh lebih harmonis. Terlepas dari itu, yang jelas Ronaldo hadir di Qatar ini dengan segudang masalah. Bukan tidak mungkin, hal itu akan sangat berpengaruh pada jalannya kompetisi.
Sumber Referensi : theathletic, goal.com, olympics


