Timnas Jepang kembali ambil bagian di Piala Dunia 2022. The Blue Samurai jadi salah satu dari enam wakil Asia di kompetisi empat tahunan ini. Tanpa merendahkan Korea Selatan dan tim asal Asia lainnya, Jepang masih dianggap jadi wakil Asia paling kuat di turnamen antarnegara terakbar ini.
Jadi yang terkuat membuat Jepang mendapat lawan yang kuat pula. Tim asuhan Hajime Moriyasu langsung masuk Grup E yang mana dicap sebagai grup neraka di Piala Dunia edisi kali ini. Bagaimana tidak? Jepang akan langsung berhadapan dengan dua mantan juara dunia yakni Jerman dan Spanyol. Belum lagi, satu tim lain yang akan mereka hadapi adalah tim kejutan di Piala Dunia 2014, Kosta Rika.
Meski demikian, skuad Timnas Jepang tetap tak bisa dianggap remeh. Mereka terbang ke Qatar bukan tanpa persiapan. Lantas mampukah Negeri Matahari Terbit itu jadi tim kuda hitam yang merepotkan Jerman dan Spanyol di Piala Dunia 2022 Qatar?
Daftar Isi
Jalan Menuju Qatar
Timnas Jepang berhasil menjaga marwah Asia Timur di Piala Dunia 2022 setelah memastikan diri lolos ke putaran final turnamen empat tahunan tersebut. Meski hanya mewakili Benua Asia, kekuatan negeri matahari terbit tak boleh dianggap remeh. Timnas Jepang diperkirakan mampu jadi tim kuda hitam di Qatar nanti.
🔹#SAMURAIBLUE
【2022.11.13 Training Report📸】ドーハでの調整3日目を迎え、
海外組の第一陣が練習に合流しました💪詳しいレポートは⏬https://t.co/ouYmncaoKK#つな超え #新しい景色を2022#jfa #daihyo #サッカー日本代表#ワールドカップ #worldcup #FIFAWorldCup pic.twitter.com/NF54pMAZdS
— サッカー日本代表 🇯🇵 【11.17(木)】vs 🇨🇦【11.23(水)】vs 🇩🇪 (@jfa_samuraiblue) November 14, 2022
Jepang mewakili Asia di Piala Dunia 2022 sebagai salah satu pemegang runner-up di babak kualifikasi Zona Asia. Finish di posisi kedua klasemen dengan mengoleksi 22 poin, Takumi Minamino dkk hanya berselisih satu poin dari Arab Saudi yang menjadi juara grup.
Selama kualifikasi, Jepang mengoleksi tujuh kali kemenangan dengan sekali imbang dan dua kali kekalahan dalam 10 pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Perjalanan Jepang ke Piala Dunia 2022 bukan hal yang mudah untuk dijalani.
Jepang baru bisa memastikan lolos setelah mengalahkan Australia di kualifikasi Grup B zona Asia. Yang mana itu termasuk dua pertandingan terakhir sebelum menelan hasil imbang kala melawan wakil Asia Tenggara, Vietnam.
Bermain di kandang Australia, Anak asuh Hajime Moriyasu tampil memukau. Meski berhadapan dengan pemain Australia yang notabene memiliki postur tubuh layaknya para pemain Eropa, Jepang justru mampu mengatasi perlawanan sengit dari The Socceroos.
Samurai Biru tetap berhasil menaklukan Australia dengan skor 2-0. Meski membutuhkan 89 menit lamanya untuk mencetak gol pertama. Kaoru Mitoma jadi bintang lapangan di laga tersebut. Dua gol sayap lincah milik Brighton itu membantu Timnas Jepang mengamankan satu tiket penerbangan ke Qatar.
Peran Vital Hajime Moriyasu
Tampil mengesankan di babak kualifikasi membuat Jepang jadi wakil Asia yang cukup diunggulkan. Selain diperkuat sejumlah pemain yang berlaga di kompetisi top Eropa, Jepang juga mengusung permainan yang atraktif di bawah tangan dingin Hajime Moriyasu.
Hajime Moriyasu tentu bakal jadi sosok vital bagi Timnas Jepang di putaran final Piala Dunia 2022 kali ini. Meski baru ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Jepang pada tahun 2018 lalu, sebetulnya Moriyasu sudah termasuk dalam staf pelatih untuk timnas Jepang di ajang Piala Dunia 2018.
Kiprah Hajime Moriyasu di timnas senior sudah terlihat sejak Piala Dunia 2018. Saat itu ia menjadi asisten pelatih Akira Nishino dan sukses membawa Jepang sampai ke babak 16 besar turnamen.
🗣️ “Tough matches like #AsianCupFinal help the players develop.”
🇯🇵 @jfa_samuraiblue coach Hajime Moriyasu wants his young players to learn from the experience regardless of the result. pic.twitter.com/3cG2aGtZ3Y
— #AsianCup2023 (@afcasiancup) February 1, 2019
Sebelum memimpin Timnas Jepang di Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, Moriyasu sempat memimpin Timnas Jepang muda di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Namun, ia dikritik keras setelah timnya kalah dari Spanyol di babak semifinal dan hanya mampu finis di urutan keempat. Ia dikritik karena Jepang seharusnya mampu menyabet medali emas di depan publik sendiri.
Namun ketua Asosiasi Sepak Bola Jepang, Kozo Tashima, telah berulang kali menggarisbawahi keyakinannya pada sang manajer. Karena Tashima yakin betul bahwa Moriyasu sudah paham luar dalam timnas Jepang. Hasilnya, Moriyasu tetap memimpin Jepang di Piala Dunia 2022.
Permainan Jepang
Selama menukangi Timnas Jepang, Moriyasu memainkan skema 4-3-3. Namun Moriyasu sempat kembali ke pakem Samurai Biru di Piala Dunia 2018, yakni 4-2-3-1 di jeda internasional akhir September lalu. Dengan transformasi dari 4-3-3 ke 4-2-3-1, Moriyasu menyediakan ruang lebih untuk pemain bertipikal nomor “10”.
Dalam skema tiga striker, Moriyasu biasanya akan menurunkan Ayase Ueda atau Daizen Maeda di pos penyerang tengah dan ditemani Kaoru Mitoma di sisi kiri, serta Takefusa Kubo di sisi kanan. Pemain Real Sociedad itu diperkirakan memiliki skill olah bola yang mumpuni untuk membongkar pertahanan lawan dari sisi kanan.
Sedangkan apabila menggunakan satu striker, Moriyasu akan mengandalkan gelandang serang bertipikal nomor “10” macam Takumi Minamino atau rising star Bundesliga, Daichi Kamada. Mereka bakal silih berganti mengisi pos tersebut dan memainkan peran sebagai motor serangan Samurai Biru di Piala Dunia nanti.
Dalam membangun serangan, Timnas Jepang mengandalkan penguasaan bola. Maka wajar kalau rata-rata penguasaan bola Jepang jadi peringkat ketiga terbanyak dari lima negara Asia yang lolos, yaitu di angka 60%. Dalam penguasaan bola, Jepang memfokuskan serangan melalui sayap yang menerima aliran bola dari Takumi Minamino.
Sedangkan dalam bertahan, skuad Samurai Biru mengandalkan kecepatan dan etos kerja para pemain untuk melancarkan high press. Moriyasu akan menginstruksikan striker sebagai mesin pengejar bola di lini depan. Dan di waktu yang bersamaan, pemain sayap serta gelandang akan menutup opsi umpan dari pemain bertahan lawan.
Jadi mau tak mau lawan akan membuang bola jauh dari area permainannya sendiri. Ketika bola dibuang jauh, di situlah peran Takehiro Tomiyasu untuk melakukan duel udara guna memenangkan bola. Skema ini berjalan sukses kala menumbangkan generasi emas Amerika Serikat dengan skor 2-0 pada akhir September lalu.
Tergabung di Grup Neraka
Rekam jejak Samurai Biru di Piala Dunia juga tak begitu buruk. Setidaknya mereka pernah tiga kali lolos fase grup yakni pada tahun 2002, 2010, 2018. Jepang kembali punya peluang untuk mengulangi kesuksesan pada edisi sebelumnya, Meski harus menghadapi Jerman dan Spanyol. Dua tim Eropa mantan juara dunia.
Melihat kedalaman skuad japan di world cup tahun ini, rasanya bisa saja finish sebagai runner up grup E. Kalau bisa bikin kejutan pas lawan jerman sama spanyol😁
あとで頑張って! 💪 pic.twitter.com/Vn8dX1wtQi— Chiherin (@herrin521) September 27, 2022
Jalan Timnas Jepang ke 16 besar memang terjal. Namun jalan terjal itu apabila bisa dilalui akan sangat indah. Ini akan menjadi cerita luar biasa apabila Jepang mampu memulangkan salah satu dari Jerman maupun Spanyol. Meski tak diperkuat oleh Tsubasa Ozora, kans Jepang untuk mendobrak kekuatan para juara bertahan masih terbuka lebar.
Selain itu, di satu sisi baik Jerman maupun Spanyol masih mencari bentuk permainan terbaiknya. Spanyol memang tampil bagus, tapi mereka beserta Luis Enrique masih belum terbukti kualitasnya. Sementara Jerman asuhan Hansi Flick masih sering inkonsisten. Kalaupun sulit untuk menggusur Spanyol, Jepang bisa menjungkalkan Jerman. Toh pada edisi sebelumnya, Der Panzer bisa takluk atas tim Asia.
https://youtu.be/Dq7ZNIwPsRM
Sumber: The Athletic, SI, The Guardian, FFT, 90min


