Meraba Kekuatan Tersembunyi Portugal di Piala Dunia 2022

spot_img

Portugal adalah salah satu negara kuat yang kini namanya jarang dibicarakan jelang Qatar 2022. Maklum performa mereka sedang inkonsisten akhir-akhir ini. Terutama sang mega bintang Cristiano Ronaldo.

Kini, 26 nama sudah siap untuk berkemas dan berangkat bersama Fernando Santos ke Qatar. Bagaimana sebenarnya melihat kekuatan “Brazilnya Eropa” ini? Apakah ada senjata rahasia selain Ronaldo?

Selalu Gagal Kuasai Dunia

Seleccao Das Quinas ini memang tak pernah kehabisan talenta sepak bolanya, layaknya Brazil. Banyak bakat individu yang skillfull lahir di tiap masanya. Namun sayang, dalam ajang tertinggi di dunia ini, nama Portugal sudah lama paceklik prestasi.

Negara yang belum pernah juara dunia ini, mentok tertinggi prestasinya yakni sebagai juara ketiga. Itupun sudah terlampau lama yakni pada Piala Dunia 1966. Terakhir kali timnas Portugal tampil mengesankan adalah di Piala Dunia 2006 Jerman.

Portugal bersama komando Luis Figo dan juga debut dari Cristiano Ronaldo, berhasil melaju hingga babak semifinal. Namun sayang, langkahnya ketika itu terhenti oleh Prancis. Mereka juga kalah saat memperebutkan tempat ketiga oleh tuan rumah Jerman.

Setelah itu, Portugal melempem. Mentok mereka hanya bisa sampai babak 16 besar. Bahkan di Piala Dunia 2014 Brazil, mereka tak mampu lolos dari fase grup.

Perjalanan Sulit Menuju Qatar

Nah, di tahun ini bersama pelatih yang pernah membawa mereka pertama kali merasakan juara Eropa, Fernando Santos, Portugal menatap harapan baru di Qatar nanti.
Menghadapi Ghana, Uruguay dan Korea Selatan di Grup H, tak dipungkiri mereka masih dijagokan sebagai unggulan.

Meskipun penampilan mereka akhir akhir ini cenderung inkonsisten. Lihat saja di partai terakhir Nations League. Mereka kalah atas Spanyol dan gagal ke semifinal. Belum lagi kalau dilihat dari segi kelolosannya ke Qatar.

Portugal ini termasuk tim yang kesusahan untuk lolos dari kualifikasi Piala Dunia. Mereka hanya menempati runner up grup di bawah Serbia. Sehingga mereka harus melalui babak playoff terlebih dahulu. Untungnya, mereka bisa menang atas Turki dan Makedonia Utara di babak playoff.

Kekuatan Tim

Namun semua itu sudah dilewati. Kini Fernando Santos berjanji dengan 26 skuad yang dibawanya akan memberikan perlawanan yang berbeda. Skuad mereka didominasi oleh muka lama yang berpengalaman, serta dipadupadankan dengan para pemain muda debutan.

Pakem taktik andalan mereka adalah pakem khas ala Portugal 4-2-3-1. Dari kiper ada rising star Diogo Costa, Jose Sa dan Rui Patricio. Nampaknya Rui Patricio yang lebih berpengalaman akan menjadi starter pilihan Santos di bawah mistar.

Di sektor 4 bek belakang. Di kanan ada Joao Cancelo yang akan dilapisi oleh Diogo Dalot. Di bek tengah, ada pemain 39 tahun Pepe yang akan berduet dengan Ruben Dias. Mereka akan dilapisi oleh Antonio Silva maupun Danilo Pereira. Di sektor bek kiri, ada dua talenta yang akan saling bersaing yakni Nuno Mendes serta Raphael Guerreiro.

Kekuatan di sektor belakang ini termasuk solid. Kekuatan dua full back terutama Cancelo yang bisa menjadi Inverted Full Back akan menjadi salah satu kekuatan. Kesenioran Pepe yang mungkin sudah mulai melambat kecepatannya, akan aman di backup dengan solid oleh Ruben Dias.

Kemudian di sektor tengah. Banyak nama baru muncul seperti Matheus Nunes, João Palhinha, maupun Vitinha. Nama lain langganan macam Ruben Neves, William Carvalho, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, João Mário juga masih menjadi andalan.

Double pivot mereka akan ditempati oleh Ruben Neves yang akan ditemani salah satu dari Palhinha, Carvalho ataupun Vitinha. Sedangkan Bruno, akan tetap pada posisi playmaker free role di belakang striker. Lini serang akan dipimpin oleh Cristiano Ronaldo yang didapuk sebagai kapten.

Portugal juga masih memiliki Andre Silva, Joao Felix, Rafael Leao, dan Goncalo Ramos. Empat pemain itu bisa menjadi alternatif bagi Fernando Santos untuk menciptakan kreasi di lini serang. Joao Felix dan Leao bisa bergantian di sisi sayap kiri.

Sementara Andre Silva dan Goncalo Ramos bisa jadi opsi ketika CR7 mengalami deadlock. Khusus Ramos, ia juga bisa bermain di sisi sayap. Tidak hanya itu, masih ada Bernardo Silva yang akan diplot sebagai sayap kanan. Horta maupun Otavio bisa menjadi pelapisnya.

Pragmatis Ala Fernando Santos

Dalam sistem bermain Fernando Santos sejak kedatangannya pada 2014 silam, ia selalu menggunakan sistem permainan yang pragmatis. Cara bermain bertahan pun seringkali dilakukan Santos demi menuju keseimbangan tim di tengah permainan. Seperti yang pernah ia lakukan di Euro 2016. Ketika itu Portugal dengan caranya itu, ia bawa menjadi juara Eropa.

Namun sistem itu tampaknya tak selalu langgeng dan tentu ada masanya. Di Piala Dunia 2018, dan Piala Eropa 2020 Santos tak bisa lagi mengulangi keberhasilan sistem yang sama. Buktinya dengan sistem permainan yang itu-itu saja, mereka gagal di dua event tersebut.

Berkaca juga pada performa tim yang kerap inkonsisten jelang menuju Qatar, Santos harusnya segera kerja keras untuk memutar otak. Ia harus segera punya solusi alternatif.

Senjata Baru Portugal

Sistem permainan ala Santos harus diubah lebih bervariasi. Kekuatan pemain barunya yang masih fresh macam Leao maupun Otavio bisa dimanfaatkan menjadi senjata rahasia Santos di posisi flank penyerangan.

Kita tahu, central permainan seperti Ronaldo, Bernardo Silva, maupun Bruno Fernandes, pasti akan menjadi incaran penjagaan ketat para musuhnya. Nah, dengan kekuatan kecepatan, serta akselerasi duo winger debutan tersebut bisa jadi pembeda.

Selain itu, Santos juga harus bisa mengeluarkan potensi para pemain debutan lain di lini depan macam Goncalo Ramos maupun Ricardo Horta. Bisa jadi, para pemain tersebut bisa menjadi dewa penolong. Layaknya kita tahu dulu pernah ada seorang striker bernama Eder yang muncul sebagai pencetak gol di final Euro 2016. Banyak opsi senjata sebenarnya bagi Santos.

Di fase Grup nanti, Uruguay akan menjadi lawan terberat mereka. Terakhir mereka bertemu di Piala Dunia 2018. Ketika itu langkah Portugal di 16 Besar dihentikan oleh Uruguay. Artinya, pertemuan ini sekaligus bisa dijadikan ajang pembalasan dendam bagi Portugal.

Kemudian wakil Afrika, Ghana yang pernah mereka kalahkan di babak Grup Piala Dunia 2014, harusnya bisa kembali mereka taklukan. Termasuk wakil Asia, Korea Selatan.

Lolos sebagai juara grup adalah harga mati bagi langkah awal mereka di Qatar nanti. Pasalnya kalau hanya menjadi runner up. Besar kemungkinan langkah mereka akan sulit. Pasalnya mereka nanti akan bertemu lawan berat Brasil, yang diprediksi menjadi juara grup G.

https://youtu.be/1zrxmphirTg

Sumber Referensi : theathletic, dailymail, sportingnews

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru