Gelaran Piala Dunia sebentar lagi akan dimulai. Hanya menghitung hari sampai wasit meniup peluit kick off Piala Dunia di Qatar. Namun, mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter malah mengatakan bahwa memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 adalah sebuah kesalahan.
Pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia memang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan menunjuk negara padang pasir itu sebagai tuan rumah, penyelenggaraan Piala Dunia tidak mungkin dilakukan pada musim panas seperti biasanya. Piala Dunia 2022 akhirnya harus dilaksanakan pada musim dingin. Tapi masalahnya adalah menyebabkan Piala Dunia diselenggarakan di tengah ketatnya kompetisi Eropa.
Alhasil, banyak tim baik itu klub dan tim nasional harus menanggung akibatnya. Banyak pemain-pemain andalan mereka mengalami cedera karena ketatnya jadwal kompetisi musim ini. Dan banyak juga diantara pemain itu yang akhirnya tidak bisa mengikuti Piala Dunia karena cedera parah yang dideritanya.
Balter Tidak Setuju
Tidak hanya itu, Sepp Blatter juga mengatakan bahwa Qatar adalah negara kecil. Sehingga mereka tidak akan cocok untuk menyelenggarakan pesta akbar sebesar Piala Dunia.
“Bagi saya, sudah jelas. Qatar adalah kesalahan, pilihan yang sangat buruk. Negaranya terlalu kecil. Sepakbola dan Piala Dunia terlalu besar untuk Qatar.” Ungkapnya dikutip dari the guardian.
Blatter mengungkapkan bahwa seharusnya Piala Dunia 2022 diselenggarakan di Amerika Serikat dan itu sudah disetujui oleh para komite eksekutif pada saat itu. Alasanya adalah untuk memberikan simbol perdamaian antara Rusia dan Amerika Serikat. Dimana Rusia yang menyelenggarakan Piala Dunia 2018 dan setelah itu giliran Amerika Serikat yang menyelenggarakan Piala Dunia 2022 setelahnya.
“Pada saat itu, kami bersama komite eksekutif sebetulnya sudah setuju bahwa Rusia akan menyelenggarakan Piala Dunia 2018 dan Amerika Serikat di 2022. Itu bisa menjadi isyarat perdamaian antara dua negara yang sudah lama memiliki pandangan politik yang berbeda, dan bisa menyelenggarakan Piala Dunia secara estafet.”
Ungkap Kongkalikong FIFA
Balter lalu membongkar alasan utama mengapa Qatar dipilih yang merupakan tak lebih dari hasil kongkalikong dengan pihak Kerajaan Qatar. Balter menyalahkan Michel Platini, mantan presiden UEFA atas pemilihan Qatar sebagai tuan rumah. Ia mengatakan bahwa Platini diminta presiden Prancis saat itu, Nicolas Sarkozy untuk memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia. Dan hasilnya, Qatar pun menang dari Amerika Serikat saat dilakukan voting.
“Terima kasih kepada Platini dan timnya saat pemilihan suara, Piala Dunia jadinya di Qatar daripada Amerika Serikat.” Ungkapnya.
Sementara untuk alasan ada urusan apa presiden Prancis meminta Piala Dunia diadakan di Qatar, itu adalah kepentingan politiknya sendiri. Dikutip dari the athletic, presiden Prancis meminta Michel Platini untuk memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia, adalah sebagai balas budi terhadap pihak Qatar yang sudah mau membeli Paris Saint-Germain.


