Tak Sanggup Kalahkan Tim Besar, Inter Milan Bukan Pesaing Scudetto Musim Ini

spot_img

Serie A musim 2022/2023 masih menyisakan banyak pertandingan. Persaingan menuju tangga juara masih sangat panjang. Sayangnya, persaingan scudetto musim ini sepertinya sudah bukan milik Inter Milan.

Juventus Beri Inter Milan Kekalahan Kelima

Nerazzurri kalah lagi! Begitulah nasib yang harus mereka terima dalam lanjutan giornata 13 Serie A. Bertandang ke markas Juventus dalam laga yang bertajuk Derby D’Italia, Inter harus kembali menelan pil pahit usai tunduk 2 gol tanpa balas dari sang rival abadi.

Laga tersebut seperti memperlihatkan setumpuk masalah yang ada pada tubuh Inter. Kalau melihat catatan statistik pertandingan, anak asuh Simone Inzaghi harusnya bisa meraih kemenangan, atau minimal bisa menjaringkan bola ke gawang Juve.

Menguasai bola hingga 53%, Inter sanggup melesatkan 4 tembakan tepat sasaran dari 14 kali percobaan. Jumlah tersebut unggul dari Juventus yang hanya mencatat 3 tembakan tepat sasaran dari 8 kali percobaan.

Sayangnya statistik tersebut hanyalah sebatas angka di atas selembar kertas. Sebab, kenyataan berkata sebaliknya. Juventus mampu membobol gawang Andre Onana 2 kali, sementara Inter tak sanggup membobol gawang Wojciech Szczesny.

“Kami memiliki babak pertama yang sangat baik dan seharusnya tidak masuk jeda saat kedudukan 0-0. Penyesalan itu ada. Di babak kedua kami kebobolan gol setelah memulai dengan baik dan kami kehilangan kohesi, meskipun memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan, dan kemudian kami tertinggal 2-0. Kekalahan itu berat, menyakitkan, apalagi melawan salah satu pesaing kami, tetapi sepak bola memang seperti ini,” ujar Simone Inzaghi dikutip dari Sempre Inter.

Sebetulnya, apabila para pemain Inter bisa memaksimalkan semua peluang mereka di babak pertama, mungkin saja hasil pertandingan Derby D’Italia bisa berpihak kepada mereka. Sayangnya, tiga peluang emas dari Lautaro Martinez, Edin Dzeko, dan Denzel Dumfries tak satupun mengancam gawang Szczesny.

Itu adalah sebuah kekalahan yang buruk mengingat hasil tersebut didapat setelah Inter memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions. Mereka boleh saja tampil baik di UCL, tetapi pasukan Simone Inzaghi belum tampil konsisten di liga.

Kekalahan dari Juventus di giornata 13 membuat koleksi poin Inter Milan tertahan di angka 24. Alhasil, posisi mereka pekan ini merosot ke peringkat 7 dan membuat mereka berjarak 11 poin dari pimpinan klasemen sementara, Napoli.

Hasil itu tak lepas dari jumlah kekalahan yang sudah Nerazzurri dapatkan sejauh ini. Hingga pekan ke-13, Inter sudah menelan lima kali kekalahan.

Setumpuk Masalah Inter Musim Ini

Ada setumpuk masalah yang Inter derita hingga membuat mereka tampil inkonsisten dan sudah 5 kali menelan kekalahan. Inter sejatinya tak memiliki masalah berat di lini depan, tetapi lain cerita dengan keroposnya lini belakang mereka musim ini yang begitu mudah dibobol.

Dari 13 pertandingan Serie A, gawang Inter sudah bobol 19 kali. Dibanding dengan tim besar lainnya yang menghuni zona Eropa, catatan tersebut jadi yang terburuk. Parahnya, jumlah kebobolan Inter musim ini adalah yang terburuk keenam di Liga Italia.

Trio Bastoni, Skriniar, dan De Vrij sudah tak sesolid musim-musim sebelumnya. Bastoni beberapa kali absen karena cedera. De Vrij memperlihatkan kemerosotan. Sementara Skriniar dituduh sudah tak punya hati di Inter usai sempat diisukan akan berlabuh ke PSG di musim panas kemarin.

Kondisi itu diperparah dengan penampilan Samir Handanovic dan Andre Onana di bawah mistar gawang. Persentase penyelamatan keduanya tergolong terendah di liga. 5 kali tampil, persentase penyelamatan Onana hanya 66,7%. Sementara itu, persentase penyelamatan Handanovic yang tampil 8 kali hanya sebesar 63,9% saja.

Itulah kenapa gawang Inter mudah kebobolan musim ini. Apalagi, kedua kiper tersebut kerap kali hanya berdiri mematung menyaksikan bola menembus gawang mereka saat ada sepakan lawan yang sulit dijangkau.

Masalah berikutnya adalah buruknya Inter saat tampil di laga tandang. Dari 7 pertandingan tandang yang sudah mereka lakoni musim ini, Lautaro Martinez dan kolega hanya sanggup memetik 9 poin dari 21 poin maksimal yang tersedia. Mentalitas para penggawa Il Biscione jelas patut dipertanyakan!

Seperti halnya tim lain yang menderita karena jadwal pertandingan yang dimepetkan jelang Piala Dunia, Inter juga sempat diterpa masalah cedera pemain. Henrikh Mkhitaryan, Hakan Calhanoglu, Marcelo Brozovic, Lautaro Martinez, dan sekarang Romelu Lukaku adalah beberapa pemain yang sempat bergantian menepi.

Akan tetapi, alasan cedera rasanya kurang tepat bila ingin dijadikan sebuah alibi. Inter dan Simone Inzaghi harusnya malu. Saat kalah dari Juventus, hanya Romelu Lukaku seorang yang dipastikan absen karena cedera di kubu Inter. Sementara di kubu Juve, setidaknya ada 8 pemain yang dipastikan absen karena cedera.

Inter juga bisa berkaca dari sang saudara tua, AC Milan. Per 8 Novemer 2022, masih ada 5 pemain Milan yang belum bisa merumput kembali karena masalah cedera. Namun, saat ini, posisi Milan di papan klasemen lebih tinggi dari Inter.

Artinya, cedera pemain harusnya tidak jadi masalah jika setiap penggawa Nerazzurri sanggup bermain bagus dan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh mereka yang absen dengan performa yang sama baiknya. Artinya lagi, memang performa para pemain Inter-lah yang patut dipermasalahkan.

Masalah tersebut sebetulnya pernah dibahas secara internal oleh para petinggi Inter. Pada September kemarin, ada pertemuan internal antara Beppe Marotta dan Piero Ausilio dengan Simone Inzaghi dan para stafnya. Petemuan tersebut digelar usai Nerazzurri menelan 3 kekalahan dari 9 pertandingan pembuka mereka di semua kompetisi.

Pada pertemuan tersebut, para direktur Inter disebut tak mempermasalahkan pilihan taktik Simone Inzaghi. Akan tetapi, mereka mempertanyakan beberapa keputusan Inzaghi yang kerap dinilai terburu-buru dalam mengambil keputusan pergantian pemain di beberapa pertandingan yang kemudian berujung kekalahan.

Contohnya di laga tandang kontra Udinese di giornata ketujuh. Laga baru berjalan 30 menit, Inzaghi sudah menarik keluar Bastoni dan Mkhitaryan yang saat itu sudah terkena kartu kuning usai Udinese menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Milan Skriniar.

Laga saat itu memang berjalan cukup keras. Namun, akhirnya Udinese sukses mencetak dua gol kemenangan yang mengubah skor menjadi 3-1, tak lama setelah Inzaghi menarik keluar Francesco Acerbi.

Inter Bukan Pesaing Scudetto Musim Ini

Selain masalah tadi, para direktur Inter Milan juga menyelidiki motivasi para penggawa Nerazzurri. Inter harus berkaca diri. Dua musim lalu, mereka adalah kampiun Italia. Sementara musim lalu, mereka berstatus runner-up dan juara Coppa Italia.

Kalah dalam perlombaan scudetto musim lalu dengan AC Milan harusnya bisa jadi bara api yang memotivasi skuad Inter untuk merebut kembali titel juara Serie A musim ini. Apalagi, musim lalu, Inter yang sudah berhasil menyalip Milan malah tergelincir secara memalukan akibat blunder fatal Ionut Radu di kandang Bologna.

Sayangnya, yang terjadi saat ini justru kebalikannya. Skuad Inter musim ini seperti kebingungan dan tak punya motivasi. Mentalitas mereka memang patut dipertanyakan!

Musim memang sangat panjang. Apapun bisa terjadi, tetapi mari kita sedikit berpikir logis. Liga baru berjalan 13 pertandingan, Inter telah kalah 5 kali. Dalam dua musim terakhir, juara Serie A maksimal hanya kalah 4 kali.

Inter bisa saja mengulang kesuksesan Juventus yang menjuarai Serie A musim 2019/2020 setelah kalah 7 kali. Namun, mengharap kondisi yang sama bakal terulang adalah tipikal pecundang.

Konsistensi adalah kunci dalam memenangkan sebuah liga. Selain konsisten, mereka juga harus bisa melangkahi tim-tim besar yang jadi pesaing di papan atas. Masalahnya, 4 dari 5 kekalahan Inter sejauh ini didapat dari tim-tim besar.

Di pekan ke-3, mereka kalah dari Lazio. Kemudian takluk 3-2 di Derby Della Madonnina di giornata 5. Lalu, ditumbangkan AS Roma di giornata 8 dan kalah dari Juventus di Derby D’Italia. Sebuah rentetan kekalahan yang membuat anak asuh Simone Inzaghi tak pantas menghuni zona Eropa.

Hasil-hasil itu juga menandakan ketidakberdayaan Inter di hadapan tim-tim besar yang saat ini tengah berlomba di papan atas. Tak sanggup mengalahkan tim besar adalah pertanda kalau performa Inter musim ini jelas mengalami penurunan.

Dengan setumpuk masalah yang ada, bisa finish di empat besar adalah target realistis yang bisa Nerazzurri upayakan. Dengan kata lain, rasanya tidak berlebihan jika menyebut Inter Milan telah terlempar dari persaingan Scudetto musim ini.

https://youtu.be/-ExG7wQnk4Y
****
Referensi: SempreInter, FBref, Fotmob, Fotmob, Football Italia, Skor.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru