Liverpool menunjukkan performa yang meyakinkan setelah hasil buruk yang mereka dapatkan di awal musim. The Reds mampu meraih kemenangan penting ketika berkunjung ke London untuk menghadapi Tottenham. Itu juga menjadi kemenangan tandang pertama Liverpool musim ini. Anak asuh Jurgen Klopp mampu menekuk Tottenham dengan skor 2-1. Kemenangan ini menunjukkan Liverpool masih bisa bersaing untuk merebutkan zona Liga Champions di empat besar.
Kemenangan itu membuat Livepool berjarak tujuh poin dari Tottenham yang duduk di peringkat keempat. Dan Liverpool masih menjalani 13 laga, sedangkan Tottenham sudah menjalani 14 laga. Artinya Liverpool bisa semakin dekat untuk menyusul Tottenham di empat besar.
Kemenangan itu jadi penting bukan karena poin di klasemen Liga Inggris saja. Tapi juga kemenangan yang penting untuk meningkatkan moral Mohamed Salah dan kolega. Mereka terpuruk setelah mengalami dua kekalahan berturut-turut di liga oleh tim papan bawah, Leeds United dan Nottingham Forest. Dengan kemenangan ini, juga kemenangan melawan Napoli sebelumnya, akan membangkitkan kembali semangat The Reds.
Kembalinya Salah
Apalagi dari pertandingan itu, Mohamed Salah terlihat sudah kembali ke performa awalnya. Ia mencetak dua gol kemenangan Liverpool di pertandingan itu. Ia mencetak gol di menit ke-11 sebelum kembali menggetarkan gawang Hugo Lloris sebelum babak pertama berakhir. Spurs sempat membalas lewat gol dari Harry Kane di menit ke-70, tapi Spurs tidak bisa menciptakan gol tambahan sampai akhir pertandingan.
Dengan dua gol itu, Salah telah mencetak 14 gol dan 5 assist dalam 20 penampilannya bersama Liverpool di semua kompetisi. Artinya jika ditotal, Salah sudah mencetak 19 gol dan assist di 20 pertandingan. Itu adalah catatan terbaiknya di enam musim ia bersama Liverpool. Hanya musim 2021/22 yang bisa menandingi catatan Salah tersebut di mana ia mencetak total 28 gol dan assist dalam 20 pertandingan.
Sang boss, Jurgen Klopp sangat memuji penampilan Salah di pertandingan tersebut. Dikutip dari skysports, Klopp berkata bahwa meskipun Salah mencetak dua gol, ia tetap bermain tidak egois. Salah tetap bermain sebagai seorang team player.
“Yang membuat saya senang adalah meskipun Salah sudah mencetak dua gol, ia tetap bermain untuk tim. Itu semua tentang melakukan pertahanan terlebih dahulu, lalu mengambil peluang lagi. Saya sangat senang dengan performanya”
Klopp juga percaya bahwa Mohamed Salah akan dikenang sebagai penyerang terbaik di dunia nantinya. Meskipun ia juga tidak menampik bahwa Salah mengawali musim dengan performa yang tidak baik.
“Mo mengawali musim dengan lambat, itu sangat normal bagi seorang penyerang. Tapi ketika anda melihat karirnya kebelakang semua orang akan mengingatnya sebagai salah satu penyerang terhebat yang pernah ada.” Ungkapnya.
Kembalinya TAA
Selain Mo Salah, pemain yang patut menjadi perhatian di pertandingan itu adalah Trent Alexander-Arnold. Sama seperti Salah, ia juga mengawali musim dengan performa yang tidak baik. Alexander-Arnold belum mencatatkan assist di musim ini padahal ia sudah mencetak 61 assist dari 245 pertandingan bersama Liverpool.
Tidak adanya sosok Sadio Mane di musim ini mungkin menjadi alasan utama mengapa catatan Alexander-Arnold menjadi buruk. Pasalnya, Ia adalah donatur umpan utama untuk Mane di musim-musim sebelumnya. Ia telah memberikan 12 assist kepada Mane selama keduanya berduet di Liverpool.
Tapi di pertandingan tersebut, Alexander-Arnold sudah kembali melakukan umpan-umpan silang panjangnya, seperti saat ada Mane dulu. Ia sudah mulai percaya dengan Darwin Nunez untuk menggantikan peran Mane sebagai penerima umpannya di sayap kiri. Meskipun tidak langsung membuahkan hasil, tapi ini adalah pertanda hubungan mereka berdua di lapangan semakin dekat. Namun, Alexander-Arnold masih menunjukkan kelemahannya di pertandingan itu. Sebagai seorang bek sayap, ia masih sangat lemah dalam pertarungan duel satu lawan satu.


