Ronaldo memiliki perjalanan karir yang luar biasa sebagai seorang pemain sepakbola. Semua trofi bergengsi baik itu tingkat klub maupun individu sudah melengkapi koleksi penghargaannya. Di tingkat tim nasional, kiprah Ronaldo juga tidak bisa disepelekan. Ia berhasil membawa Portugal menjuarai Euro 2016. Ia juga menjadi pemain senior yang dihormati di tim Portugal.
Hanya ada satu trofi yang masih belum bisa didapatkan bahkan sampai sekarang. Yaitu Piala Dunia. Posisi terbaik Ronaldo di Piala Dunia adalah ketika menempati posisi empat setelah kalah melawan Prancis di semifinal dan takluk melawan Jerman di perebutan tempat ketiga pada Piala Dunia 2006.
Piala Dunia 2022 ini nampaknya akan menjadi Piala Dunia terakhir bagi CR7 mengingat usainya yang sudah tidak muda lagi. Dan akan menjadi akhir perjalanan karir Ronaldo di timnas Portugal. Untuk itu, mari kita menarik ingatan bagaimana Ronaldo mengawali perjalanan panjangnya di tim nasional Portugal pada gelaran Euro 2004 dan Piala Dunia 2006 yang ternyata penuh air mata.
Daftar Isi
Debut Timnas Portugal
Ronaldo mengawali karirnya bersama timnas Portugal pada tahun 2003. Ia masih berusia 18 tahun pada saat itu dan hanya berselang seminggu setelah ia resmi pindah ke Manchester United. Yang menjadi pertandingan debutnya adalah ketika Portugal menghadapi Kazakhstan di pertandingan uji coba. Di pertandingan itu, Ronaldo tidak langsung menjadi starter. Ia masuk ke babak kedua sebagai pemain pengganti.
ON THIS DAY IN 2003, Cristiano Ronaldo made his debut for Portugal.
The rest, is history. #ForçaPortugal pic.twitter.com/dWiskRraRo
— TheCristianoFan 🇵🇹 (@TheCristianoFan) August 20, 2015
Penampilannya terasa sangat singkat dan tidak terlalu mengesankan. Bagaimanapun, Portugal berhasil menang di pertandingan itu dengan skor tipis 1-0. Meskipun tampil tidak mengesankan, tapi pertandingan itulah yang mengawali karir Ronaldo bersama timnas Portugal. Selanjutnya, Ronaldo pun dipanggil untuk membela A Seleccao pada ajang Euro 2004 yang digelar di rumahnya sendiri, Portugal.
Gol pertama Ronaldo datang di laga pembuka kualifikasi Grup A melawan Yunani. Namun sayang, gol tersebut tidak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan. Gol Ronaldo hanyalah menjadi gol hiburan Portugal di laga tersebut. Mereka harus menelan kekalahan dengan skor 2-1. Kalah di partai pembuka tentu memberikan beban tersendiri bagi Ronaldo dan Portugal.
Namun Portugal bisa bangkit. Di pertandingan penyisihan grup selanjutnya melawan Rusia, mereka bisa menang dengan skor meyakinkan 2-0. Lalu kembali berhasil meraih kemenangan di laga pamungkas grup melawan Spanyol dengan skor tipis 1-0. Dua kemenangan itu cukup untuk membawa Portugal melangkah ke babak selanjutnya sebagai juara grup.
Kekecewaan di Tanah Air Sendiri
Tampil memuaskan di babak penyisihan grup dengan menyumbang satu gol dan satu assist sebagai pemain pengganti, Ronaldo mulai diberikan kepercayaan untuk menjadi starter. Lawannya di babak 16 besar adalah Inggris. Pertandingan berjalan alot, kedua tim saling jual beli serangan. Portugal dan Inggris bergantian mencetak gol ke gawang masing-masing lawan. Hingga 90 menit laga berjalan, kedudukan masih imbang satu sama.
Pertandingan dilanjutkan ke babak pertambahan waktu. Portugal mencetak gol terlebih dahulu sebelum Inggris membalasnya tak lama kemudian. Lagi-lagi kedudukan kedua tim menjadi imbang. Laga pun harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Portugal yang lebih percaya diri karena tampil di rumah mereka sendiri, mampu memenangi duel adu penalti. Poertuga pun berhak melaju ke babak selanjutnya.
Laga melawan Belanda di partai semifinal dijalani dengan mudah oleh Ronaldo dan kolega. Ronaldo bahkan mencetak gol pembuka laga di menit ke-26. Maniche kemudian menggandakan keunggulan di menit ke-58. Meskipun Jorge Andrade mencetak gol bunuh diri di menit ke-63, tidak menghentikan langkah mereka ke final.
Tibalah mereka di partai final Euro 2004. Ini seharusnya bisa menjadi pertandingan yang istimewa untuk Ronaldo. Ia bisa menjuarai Euro di edisi debutnya, dan di rumahnya sendiri. Namun apa daya, Yunani yang menampilkan permainan bertahan yang apik sepanjang turnamen terlalu tangguh untuk A seleccao. Pada akhirnya Portugal harus kalah dari Yunani di partai final dengan skor tipis 1-0. Ronaldo pun tidak kuasa menahan air matanya jatuh menyesali apa yang sudah terjadi.
Cristiano Ronaldo
Euro 2004 final: 😢#EURO2016Final: 😢
Can #POR win without their captain? https://t.co/qrow036IQc pic.twitter.com/69JFKQ94aL— Standard Sport (@standardsport) July 10, 2016
Debut Piala Dunia
Setelah dari Euro, musim-musim awal Ronaldo di Manchester United tidak banyak menghasilkan trofi. Setidaknya ia masih bisa meraih FA Cup di musim 2003/04. Namun dari segi permainan, Ronaldo malah mendapat banyak kritik karena dianggap bermain egois dan terlalu banyak melakukan trik tidak perlu di lapangan. Terlepas dari itu, tidak bisa dipungkiri ia tetaplah pemain muda potensial pada saat itu. Dan itulah salah satu alasan yang membuatnya kembali dipanggil Portugal untuk memperkuat A seleccao di Piala Dunia 2006.
Setelah membantu Portugal sampai ke partai final Euro 2004, dunia kini semakin menunggu-nunggu penampilan Ronaldo sebagai pemain muda berbakat di kompetisi Piala Dunia. Portugal masuk di grup yang cukup mudah berisikan Mexico, Angola dan Iran. Portugal cukup mudah melewati babak penyisihan grup. Mereka lolos dengan status sebagai pemuncak klasemen. Ronaldo bahkan mencetak gol pertamanya di Piala Dunia melalui tendangan penalti ketika menghadapi Iran. Dan sayangnya akan menjadi gol satu-satunya Ronaldo di turnamen itu.
ON THIS DAY 16 YEARS AGO:
Cristiano Ronaldo scored his FIRST EVER WORLD CUP goal in the 2006 WC group stage, a penalty vs Iran. 🔥pic.twitter.com/znwjJcmnHH
— CristianoXtra (@CristianoXtra_) June 17, 2022
Namun pertandingan sesungguhnya terjadi ketika Portugal menghadapi Belanda di babak 16 besar. Pertandingan itu kemudian dikenal sebagai Battle of Nuremberg dan menjadi salah satu momen paling gila di Piala Dunia. Di laga tersebut, wasit harus mengeluarkan 20 kartu untuk pemain dari kedua tim. Diantaranya 4 kartu merah dan 16 kartu kuning, menjadikan laga ini sebagai laga paling brutal Piala Dunia.
Jadi Korban Battle of Nuremberg
Kesialan menjadi milik Ronaldo di laga tersebut. Ia menjadi korban kebrutalan Battle of Nuremberg. Laga baru berjalan dua menit, pemain Belanda sudah mengincar Ronaldo sebagai target. van Bommel melakukan tackle setelah tidak kuasa mengejar Ronaldo yang terlalu kencang untuknya. Wasit langsung meniup peluit pelanggaran dan memberikan kartu kuning ke van Bommel. Dari situ sudah tercium, laga ini akan menjadi sebuah pertarungan sungguhan.
1. Where are they now? Both sides from 2006’s record-breaking ‘Battle of Nuremberg’ between Portugal and Netherlands – https://t.co/K8hbXf87mt
14 yellows ⚠
4 reds 🔴
1 Figo headbutt 🤕
∞ Ronaldo tears 😭 pic.twitter.com/L3Rhi0NWjJ— Squawka (@Squawka) March 26, 2018
Benar saja, hanya butuh waktu lima menit berselang untuk Ronaldo kembali menjadi korban keganasan pemain Belanda. Kali ini Khalid Boulahrouz yang jadi tersangka. Ia menendang kaki kanan Ronaldo dengan brutal dan tentu saja aksinya itu membuahkan kartu kuning dari wasit. Meskipun begitu Ronaldo bisa melanjutkan pertandingan, dan Portugal bahkan bisa mencetak skor lewat gol dari Maniche di menit ke-23. Tapi kondisi Ronaldo mulai mengkhawatirkan setelah mendapatkan dua tackle sebelumnya.
Pada menit ke-34 pelatih Portugal, Scolari mengambil keputusan untuk menarik keluar Ronaldo. Itu keputusan yang bijak karena Portugal sudah memimpin dan resiko Ronaldo untuk cedera lebih parah bisa semakin besar jika ia terus dimainkan. Untuk Ronaldo ini menjadi momen yang menyedihkan. Ia kecewa tidak bisa tampil penuh di Piala Dunia pertamanya dan memperkuat timnya di laga tersebut. Ia tidak kuasa menahan kesedihan dan kekecewaannya pada saat itu. Air mata pun membasahi wajah Ronaldo sembari dirinya keluar lapangan.
Insiden Kedipan Mata
Meskipun begitu, Portugal untungnya masih bisa memenangkan laga tersebut dengan skor 1-0. Mereka pun berhak melaju ke quarter final untuk berjumpa dengan Inggris. Dan disini lah Ronaldo benar-benar jadi sorotan. Terutama bagi media Inggris. Bukan karena gol dan assistnya, tapi karena kontroversinya dengan rekan setim di Manchester, Wayne Rooney.
Di pertandingan itu, Wayne Rooney melakukan pelanggaran terhadap Ricardo Carvalho dan langsung mendapatkan kartu merah. Media di Inggris memanas-manasi dengan memberitakan bahwa kartu merah Rooney adalah hasil dari provokasi Ronaldo kepada wasit. Terlebih lagi Ronaldo terlihat mengedipkan mata ke arah teman-temannya di bangku cadangan ketika Rooney melangkah keluar lapangan.
On this day in 2006
Wayne Rooney 🔴
Cristiano Ronaldo 😉
England out on penalties ✅ pic.twitter.com/bA62XEA9Ce— B/R Football (@brfootball) July 1, 2017
Kehilangan satu pemain, apalagi Rooney membuat skuad Inggris bermain seperti singa yang ompong. Baik Inggris maupun Portugal tidak mampu mencetak gol di pertandingan tersebut. Akhirnya laga dilanjutkan ke babak adu penalti. Inggris hanya mampu menuntaskan satu tendangan. Sementara Portugal sukses mengeksekusi tiga penalti. Kebencian warga Inggris terhadap Ronaldo pun semakin besar. Apalagi Ronaldo adalah eksekutor pamungkas waktu itu.
Meskipun ofisial pertandingan memberikan klarifikasi bahwa kartu merah Rooney bukan dari provokasi siapapun. Namun, media sudah memunculkan drama di antara dua rekan setim itu. Padahal Ronaldo dan Rooney sudah saling bermaafan setelah pertandingan. Dan kemudian juga dijelaskan, kedipan mata Ronaldo itu juga bukan untuk merayakan kartu merah Rooney. Tapi Ronaldo ingin memberikan sinyal ke teman-temannya di bangku cadangan untuk tetap tenang.
Perubahan Ronaldo Setelah Piala Dunia
Sayangnya perjalanan debut Piala Dunia Ronaldo tidak terlalu jauh setelah insiden itu. Mereka kalah di semifinal menghadapi Prancis yang diperkuat Zidane. Lalu kembali kalah di perebutan juara ketiga melawan tuan rumah, Jerman. Tentu ini jadi momen menyedihkan bagi Ronaldo, mengulangi memori debut Piala Euronya dua tahun yang lalu. Ronaldo juga terbebani dengan kekecewaan pendukungnya, yang berharap lebih kepada bintang muda itu.
Cristiano Ronaldo completed the most dribbles at World Cup 2006 (18) averaging 3.36 dribbles every 90 minutes 🐐🔥 pic.twitter.com/qj3W9fhXsQ
— The CR7 Timeline. (@TimelineCR7) April 8, 2022
Namun, kekecewaan di dua turnamen berturut-turut merubah sesuatu dalam diri Ronaldo. Setelah kembali ke Manchester, ia terlihat lebih berotot dan fisiknya terlihat semakin kuat. Ketika pemain lain beristirahat dan menikmati musim panas setelah Piala Dunia berakhir, Ronaldo melatih otot-ototnya. Tidak hanya itu, Ronaldo juga menjadi sosok yang lebih dewasa ketika di lapangan. Ronaldo sudah mulai jarang melakukan trik-trik tidak penting di lapangan. Ia lebih fokus kepada jalannya pertandingan dan bermain bersama rekan-rekannya sebagai tim.
Cristiano Ronaldo transformation from season 2005-06 to 06-07 /07-08
2005-06 47 matches scored 12 goals with 9 assists.
2006-07 53 matches scored 23 goals with 21 assists.
2007-08 49 matches 42 goals 8 assists
GOAT.#CristianoRonaldo pic.twitter.com/BYXWXUf3lT— निरंजन (@UnitedNMB) June 20, 2020
Ronaldo pun membuktikan kepada fans Inggris bahwa hubungannya dengan Rooney baik-baik saja. Dan insiden kedipan mata di Jerman itu tidak berpengaruh apa-apa terhadap performa mereka. Ronaldo dan Rooney malah menjadi pasangan penyerang yang paling mematikan di Liga Inggris. Pundi-pundi gol Manchester United tercipta dari dua pemain itu. Ronaldo dan Rooney menjadi pencetak gol terbanyak klub di musim 2006/07.
Sepulang dari Piala Dunia, Ronaldo bersama MU memenangkan tiga Liga Inggris berturut-turut dan juga berhasil meraih Piala Liga Champions. Sebelum akhirnya memutuskan untuk Pindah ke Real Madrid di musim setelahnya. Ronaldo pun memenangkan segalanya di ibu kota Spanyol itu. Ia menjadi legenda dan salah satu pemain terbaik yang pernah ada di generasi ini. Dan itu semua tidak lepas dari transformasi dan perjuangannya di Euro dan Piala Dunia pertamanya yang penuh dengan air mata.
Sumber referensi: Sporting, Footballtimes, Goal, FIFA, UEFA


