Sudah lama pendukung West Ham United merindukan sosok seperti Paolo Di Canio. Seorang striker tajam berkebangsaan Italia yang melegenda dalam ingatan pendukung The Hammers. Kini, harapan baru akan munculnya “The Next Paolo Di Canio” hadir dalam diri Gianluca Scamacca.
Gianluca Scamacca officially becomes a West Ham player. He is another Italian who plays for West Ham after Paolo Di Canio, David Di Michele, Angelo Ogbonna, Alessandro Diamanti, Simone Zaza, Antonio Nocerino, Marco Borriello.#Scamacca #WHU #WestHam pic.twitter.com/R7NwwL28AH
— Phu Nguyen (@hongphu242) July 27, 2022
Gianluca Scamacca, Pemain Italia Termahal Kedua di Premier League
Seperti yang kita tahu, Gianluca Scamacca jadi salah satu rekrutan anyar West Ham United di bursa transfer musim panas ini. Mendapat kontrak berdurasi 5 tahun plus opsi perpanjang satu tahun, Scamacca didatangkan West Ham dari Sassuolo dengan rincian biaya 30,5 juta pounds plus bonus 5 juta pounds dan klausul penjualan 10% untuk Sassuolo.
Rincian biaya tersebut menjadikan Gianluca Scamacca sebagai pemain Italia dengan bayaran tertinggi kedua di Premier League setelah Jorginho. Sebuah harga yang tentu tidak murah. Namun, West Ham United cukup beruntung bisa memenangkan perburuan Scamacca yang jadi incaran banyak klub.
Scamacca berhasil mencetak 16 gol dalam 36 penampilannya di Liga Italia musim lalu, menjadikan striker bertinggi badan 195 cm itu sebagai penyerang tersubur keenam di Serie A. Prestasinya itu membuat Scamacca jadi komoditi panas di bursa transfer musim panas kemarin.
It’s not fully sunk in how incredible of a signing Gianluca Scamacca is for West Ham.
Wanted by PSG, AC Milan, Inter Milan, Juventus, Arsenal, Man Utd & Dortmund this summer…PSG even tried to hijack our move late on, he rejected them to join West Ham.
1/2 👀⚒️ #WHUFC #COYI pic.twitter.com/yRE2sRPh37
— West Ham News & Views (@WestHamViews_) July 28, 2022
Juventus, AC Milan, Arsenal, Borussia Dortmund, dan PSG adalah beberapa klub yang dikabarkan jadi tim peminat Scamacca. PSG jadi yang paling serius, tetapi pada akhirnya West Ham United-lah yang berhasil menggaet penggawa timnas Italia itu.
“Saya memilih datang ke West Ham karena proyek dan rencananya dan mereka sangat menginginkan saya, jadi kami menemukan cara yang sama. Aku harap kita akan saling mencintai! Ini adalah tantangan terbesar dalam karir saya, tetapi saya pikir ini akan memberi saya banyak hal,” kata Scamacca dikutip dari BBC.
Bayang-Bayang Paolo Di Canio yang Membebani Gianluca Scamacca
Kedatangan Scamacca ke London Stadium disambut gembira oleh para pendukung West Ham. Pasalnya, mereka sudah menunggu 20 tahun lamanya untuk kembali menyambut striker hebat dari Italia setelah era Paolo Di Canio.
Dalam catatan sejarah The Hammers, Paolo Di Canio adalah salah satu striker tertajam yang pernah mereka miliki, khususnya di era Premier League. Di Canio sendiri punya karier yang unik, sebab ia sangat sulit bersaing dan mendapat menit bermain di Serie A yang saat itu adalah liga paling top di Eropa. Namun, begitu hijrah ke tanah Britania, Di Canio begitu bersinar.
West Ham United yang kala itu ditukangi Harry Redknapp merekrut Paolo Di Canio seharga 1,5 juta pounds dari Sheffield Wednesday pada Januari 1999. Keputusan Rednapp saat itu mengundang kontroversi. Pasalnya, meski punya catatan gol yang cukup bagus selama membela Sheffield Wednesday ataupun Glasgow Celtic, tetapi penyerang kelahiran 1968 itu memiliki reputasi sebagai pemain bengal.
Saat itu, tak ada satu pun tim yang menginginkan Di Canio. Sebab, ia tengah menjalani hukuman larangan 11 pertandingan dan denda 10 ribu pounds akibat mendorong wasit Paul Alcock pada September 1998. Namun, Redknapp tetap yakin dan percaya dengan bakat Di Canio.
On this day in 1999, Paolo di Canio signed for West Ham United.
The rest, as they say, is history. pic.twitter.com/V5t5NXqiSY
— From The Anvil – West Ham ⚒ (James) (@FromTheAnvilWHU) January 27, 2022
Singkat cerita, Paolo Di Canio berhasil menjawab kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menemukan rumahnya di West Ham United.
Salah satu momen spesial Di Canio adalah gol spektakulernya ke gawang Wimbledon pada tahun 2000. Hingga hari ini gol tersebut masih diingat sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Premier League.
Bertahan hingga Juli 2003, Paolo Di Canio sukses mencetak 51 gol dalam 141 penampilan di mana 47 gol diantaranya dicetak Di Canio di ajang Premier League. Catatan tersebut membuatnya sempat jadi penyerang tersubur The Hammers di Premier League sebelum rekornya itu dilewati Michail Antonio.
Setelah era Paolo Di Canio, West Ham United sudah beberapa kali merekrut penyerang berbakat dari Negeri Pizza. Gianluca Scamacca sendiri adalah pemain Italia kedepalan yang datang ke West Ham. Ia jadi striker asal Italia keempat yang datang setelah era Paolo Di Canio.
⚒️ West Ham ❤️ penyerang Italia 🇮🇹
Paolo Di Canio, 1998-2003
David Di Michele, 2008/2009
Marco Borriello, 2014
Simone Zaza, 2016/2017
Gianluca Scamacca ⌛#BursaTransfer #EPL #SerieA pic.twitter.com/Podw3HxYlY— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) July 23, 2022
Lima tahun setelah era Di Canio, West Ham mendatangkan David Di Michele di musim panas 2008. Ia datang dengan status pinjaman dari Torino sebagai pengganti Carlos Tevez. Hanya 4 gol dan 4 asis yang berhasil Di Michele cetak sehingga membuat West Ham mengembalikannya ke Italia di akhir musim.
Setelah David Di Michele ada Marco Borriello yang direkrut pada Januari 2013. Datang dengan status pinjaman dari AS Roma, Borriello cuma tampil 2 kali tanpa meninggalkan catatan apapun.
Setelahnya ada Simone Zaza yang dipinjam West Ham United dari Juventus di musim panas 2016. West Ham yang saat itu merogoh koceknya hingga 5 juta euro merugi setelah Zaza tidak meninggalkan apapun dalam 11 penampilannya sebelum akhirnya dipulangkan ke Juve di bulan Januari 2017.
Sejarah Paolo Di Canio yang masih dikenang manis dalam ingatan pendukung West Ham United dan catatan buruk para penerusnya jadi tantangan berat yang kini harus diemban Gianluca Scamacca. Di Canio sendiri pernah mengingatkan Scamacca tentang betapa kerasanya Liga Premier Inggris.
“Tidak mudah menjadi protagonis di Premier League. Ini adalah kejuaraan yang sulit. Ini mengingatkan saya pada Haller. Di Frankfurt, dia mencetak gol setiap dua pertandingan dan di West Ham dia kesulitan. Lalu, di West Ham, ada Antonio. Saya tidak tahu apakah Scamacca akan segera menjadi starter,” kata Di Canio dikutip dari HITC.
Pernyataan Di Canio ada benarnya. Scamacca tak langsung jadi striker utama. Namun, perlahan ia jadi pilihan utama David Moyes sebagai ujung tombak West Ham United.
7 kali jadi starter dalam 10 kesempatan bermain di Premier League, Scamacca baru sanggup menyarangkan dua gol. Itupun dua gol tersebut ia cetak secara beruntun di dua laga awal di bulan September kontra Wolverhampton dan Fulham. Setelah itu, di 4 laga berikutnya, Scamacca kembali mandul.
Mampukah Scamacca Menjadi The Next Paolo Di Canio?
Tentu masih terlalu dini untuk menilai apakah Scamacca jadi pembelian yang gagal bagi West Ham United. Namun, beban yang ia pikul jelas terasa berat. Ini bukan soal tentang apakah ia bisa menjadi “The Next Paolo Di Canio”.
Ada beban sekaligus harapan yang disematkan kepada Gianluca Scamacca untuk kembali melihat adanya striker Italia yang tampil tajam dan sukses di luar tanahnya sendiri, khususnya di Inggris. Scamacca bukan hanya harapan bagi West Ham United, tetapi juga jadi harapan sepak bola Italia.
Dalam catatan sejarah, tak banyak striker Italia yang melegenda di luar negeri. Italiano terakhir yang tampil tajam di tanah Britania adalah Graziano Pelle yang sempat mencetak 23 gol dan 9 asis dalam 68 penampilannya di Premier League saat berseragam Southampton dari tahun 2014 hingga 2016.
Secara postur, Scamacca dan Pelle sangat mirip. Jika bisa mengesampingkan Di Canio, Scamacca setidaknya bisa menjadikan Graziano Pelle sebagai patokannya. Ia harusnya bisa mengikuti jejaknya. Apalagi, Scamacca diberkati dengan fisik yang lebih mumpuni dan daya resistensi terhadap bol yang tinggi, sehingga harusnya ia sanggup untuk berduel dengan bek-bek Inggris.
Meski baru mencetak sedikit gol, tetapi Scamacca tidaklah sejelek itu. Pasalnya, secara total, ia sudah mencetak 6 gol dalam 18 penampilannya di semua ajang. Dua gol Scamacca buat saat membantu West Ham lolos dari babak kualifikasi Liga Konferensi Eropa. Dua gol berikutnya ia cetak kontra Silkeborg dan Anderlecht di Grup B Liga Konferensi Eropa.
Gianluca Scamacca (23) 🇮🇹 versus Anderlecht
20 minutes 🤔
1 ⚽️
12 touches📍West Ham couldn’t score until Scamacca came on… what a shocker lol#Scamacca has 4 goals in 5 matches in the UEFA Conference League ✅#SerieAScouting pic.twitter.com/mfKtv67QCj
— Serie A Scout ⭐️🇮🇹 (@SerieAScout_) October 6, 2022
Catatan itu membuktikan kalau masih ada banyak ruang bagi Gianluca Scamacca untuk berkembang. Apalagi jika dilihat dari catatannya dalam 2 musim terakhir, Scamacca tergolong telat panas. Ia lebih banyak menghasilkan gol saat liga telah memasuki paruh kedua. Musim lalu saja, 10 dari 16 golnya di Serie A dicetak Scamacca setelah libur Natal.
Semoga saja, siklus tersebut bakal kembali terulang di paruh kedua Liga Inggris musim ini. Tentu, menyamai rekor Paolo Di Canio yang jadi legenda sejati di West Ham United tidaklah mudah. Menyematkan label “The Next Paolo Di Canio” kepada Gianluca Scamacca juga bakal memberatkan pemain bernomor punggu 7 tersebut.
Kini, yang harus dilakukan pendukung The Hammers adalah bersabar sambil berdoa agar kran gol Gianluca Scamacca di ajang Premier League terbuka lebar di pekan-pekan berikutnya, sehingga pada akhirnya ia tidak dicap sebagai pembelian gagal seperti rekrutan mahal West Ham United lainnya.
***
Referensi: BBC, Starting Eleven, 11v11, nssmag, Hitc, DailyStar, PL, Fotmob.


