Sejak dibeli oleh juragan minyak dari timur tengah, Mansour bin Zayed Al Nahyan, atau akrab disapa Sheikh Mansour, Manchester City berubah menjadi tim yang mendominasi liga inggris selama satu dekade ke belakang. Tapi, bukan berarti kesuksesan City diraih secara instan. jadi klub yang mendadak kaya juga tidak membuat mereka langsung membeli segudang pemain bintang. Untuk itu, siapa saja pemain yang diboyong Sheikh Mansour di masa-masa awal rezimnya? dan bagaimana performa mereka?
Daftar Isi
Robinho
Sheikh Mansour tidak tanggung-tanggung untuk rekrutan pertamanya di Manchester City. Ia langsung membeli Robinho, bintang muda Brasil dari Real Madrid saat itu. Harganya pun tidak murah. 32,5 juta poundsterling dikeluarkan untuk menebusnya dari Los Blancos. Sheikh Mansour seolah ingin menegaskan ke klub-klub lain, Manchester City bisa bersaing dalam perebutan pemain bintang di bursa transfer.
Robinho (Man city) pic.twitter.com/lVIEmNA3O4
— Johnathon (@dontdoitJOHNY) March 29, 2020
Musim pertama Robinho tidak cukup mengecewakan. Di musim 2008/09 itu, ia tampil sebanyak 31 kali dan mencetak 14 gol serta 5 assist. Tapi performanya semakin menurun dan tidak menjanjikan di musim setelahnya. Robinho hanya bermain sebanyak 10 kali dan tidak mampu mencetak gol sekali pun. Akhirnya ia pindah ke Italia untuk memperkuat AC Milan. Sangat disayangkan Robinho tidak pernah mencapai potensi maksimalnya ketika di Inggris bersama Manchester City.
Wayne Bridge
Wayne Bridge tiba ke Manchester City dari Chelsea pada awal Januari 2009 dengan harga 12 juta poundsterling. Di Chelsea ia sempat menjadi pemain andalan di skuad Roman Abramovich. Ia juga meraih beberapa trofi bersama The Blues. Seperti Premier League, Piala FA, dan juga Piala Liga. Wayne Bridge biasa bermain sebagai bek kiri tapi beberapa kali juga bermain sebagai sayap atau bek kanan.
Kisah Wayne Bridge tidak jauh berbeda dengan Robinho. Ia tampil apik bersama Manchester City di musim pertamanya. Wayne Bridge semakin tidak terpakai ketika Roberto Mancini datang di musim 2010/11 sebelum akhirnya pensiun di tahun 2014. Tapi yang paling diingat adalah drama perseteruannya dengan John Terry, mantan rekannya di Chelsea dan timnas. John Terry dikabarkan ngerebut pacar Wayne Bridge dan membuat ia putus dengan pacarnya. Ketika bertemu di Premier League, Wayne Bridge ogah bersalaman dengan Terry sebelum pertandingan.
Wayne Bridge refusing to shake John Terry’s hand is still such a tense moment 😰 pic.twitter.com/Z2kZCdlcub
— Football Daily (@footballdaily) March 10, 2020
Craig Bellamy
Setelah tampil impresif bersama West Ham, Sheikh Mansour pun kepincut untuk mendatangkan Craig Bellamy ke Manchester City. 14 juta poundsterling rela dirogoh untuk bisa membawa Bellamy ke Etihad. Pemain asal Wales itu sudah tampil bersama City sebanyak 51 kali dan mencetak 15 gol di semua kompetisi bersama Manchester City. Namun, situasi menjadi semakin sulit setelah perseteruannya dengan Roberto Mancini semakin memanas.
Bellamy bermain di 51 pertandingan dan mencetak 15 gol kala berkostum Man. City. #todaybirthday pic.twitter.com/k3UlS4GHzc
— IG : bldrofficial (@OfficialBLDR) July 14, 2015
Ia pun dipinjamkan ke klub kampung halamannya setelah tidak diperbolehkan latihan dengan tim utama oleh Mancini. Namun sialnya, ketika ia menjalani masa peminjaman di Cardiff, Manchester City menjadi juara FA Cup. Lalu hanya berselang delapan bulan ketika dirinya memutuskan untuk pindah, City menjuarai Premier League di musim 2011/12.
Nigel de Jong
Nigel de Jong diboyong City bersamaan dengan Craig Bellamy. de Jong ditebus dengan harga 17 juta poundsterling dari klub Jerman, Hamburg. Dia cukup menjadi gelandang yang diperhitungkan di Premier League degan total 137 penampilan bersama City. Ia menjadi andalan City ketika meraih piala bergengsi pertama mereka di tahun 2011. Juga berpartisipasi dalam membawa Man City menjuarai Premier League musim setelahnya.
Nigel De Jong:
“Semifinal Piala FA pada bulan April (City 1-0 United) adalah pernyataan nyata, kami memenangkan hadiah pertama kami dan bisa mengatakan ‘kami di sini’, tetapi kemudian selama musim reguler selalu sulit untuk melawan United.. .”@ManCitypic.twitter.com/TgrPJVMOze
— DONASI KANJURUHAN KLIK LINK DI BIO (@PantauManCity) October 23, 2021
Mungkin yang paling diingat dari de Jong adalah insiden tendangan kungfunya kepada Xabi Alonso di Piala Dunia 2010. Musim Manchester Biru juara Premier League adalah musim terakhir de Jong bersama The Citizen. Kepergiannya pun membuat banyak penggemar Manchester City bersedih. Ia pindah ke klub Italia, AC Milan.
Shay Given
Shay Given bergabung bersama City di musim panas 2009. Saat itu ia dibeli dari Newcastle dengan mahar sebesar 7 juta poundsterling. Saat itu banyak yang menilai Given sudah melewati performa puncaknya di Newcastle. Namun, di Manchester City ia masih tetap diandalkan menjadi penjaga gawang nomor 1 The Citizen. Kiper asal Irlandia itu mencatatkan 69 penampilan di semua kompetisi selama ia berseragam biru langit.
Ternyata Shay Given mengaku pernah dipinang oleh Manchester United ketika dirinya masih remaja. Namun Given menolak lantaran ia berfikir tidak mungkin baginya bersaing dengan Peter Schmeichel untuk posisi penjaga gawang nomor 1. Sedangkan ia ingin langsung menjadi pemain utama ketika menjejaki karir profesional.
My favourite player to turn out for both Newcastle and Man City has to be Shay Given.
Diminutive, but very agile and reliable.
Besides Shay, who’s your favourite player to play for both clubs, and why?
Or who’s your most hated player to play for both?… 👀 #NUFC #MCINEW pic.twitter.com/yfLXIYM4ji
— True Faith: Newcastle United Fanzine and Podcast (@tfNUFC) July 7, 2020
Tekad itu yang masih ia jaga selama bertahun-tahun. Dan itu juga yang membuatnya hengkang dari City, karena Roberto Mancini lebih mempercayakan Joe Hart ketimbang dirinya. Ia pun pindah ke Aston Villa setelah dijanjikan menjadi penjaga gawang utama disana.
Gunnar Nielsen
Karir Shay Given di Manchester City memang lebih singkat daripada yang banyak orang kira. Dan itu disebabkan kemunculan Joe Hart yang menjadi andalan di bawah mistar gawang. Tapi nasib Given tidak lebih buruk daripada Gunnar Nielsen. Ia memang diborong dengan status free transfer. Tapi ia sama sekali tidak terpakai dan hanya menjadi pelapis Given.
👤Gunnar Nielsen
🇫🇴 Faroe Islands
👕 1 appearance
⚽️ Man City pic.twitter.com/WkKOXrVoFW— Premier League (@premierleague) February 16, 2021
Nielsen tergabung dalam skuad Manchester City sejak 2009 sampai 2012. Tapi sebagian besar waktunya itu dihabiskan sebagai pemain pinjaman. Ia hanya sempat bermain satu pertandingan saja berkat cedera yang diderita Given. Namun, setidaknya ia menjadi penjaga gawang andalan tim nasionalnya, Kepulauan Faroe.
Gareth Barry
Gareth Barry adalah pemegang rekor untuk pemain dengan penampilan terbanyak di Premier League dengan 653 pertandingan. Mengalahkan pemain-pemain legendaris seperti Frank Lampard dan Ryan Giggs. Barry menjalani debut ketika masih berusia 17 tahun bersama Aston Villa. Selama 11 tahun ia membela The Villans, menjadikan itu sebagai masa-masa keemasan karirnya.
Everyone at Manchester City wishes Gareth Barry all the best in his retirement! 🙌
🔵 #ManCity | https://t.co/axa0klD5re pic.twitter.com/L1G0YSSn6N
— Manchester City (@ManCity) August 27, 2020
Bergabung bersama Manchester City dengan harga 12 juta poundsterling, Ia diduetkan dengan Nigel de Jong. Duet itu menjadikan lini tengah City yang sulit ditembus. Barry mencatatkan 175 penampilan bersama The Citizen. Ia menjadi tumpuan tim setelah hanya empat kali absen ketika Manchester City menjuarai Liga.
Roque Santa Cruz
Roque Santa Cruz adalah legenda sepakbola Paraguay. Ia sudah menjalani lebih dari 100 pertandingan bersama timnas di semua kompetisi. Sebelum diboyong Sheikh Mansour, ia juga merupakan penyerang andalan di Bayern Munchen lalu di Blackburn Rovers. Tapi musuh utamanya adalah cedera.
🇵🇾 Roque Santa Cruz
Blackburn ➡️ Man City #mcfc pic.twitter.com/dR1r77xpo6— No Context Transfers ⚽️ 🔁 (@NCTransfers) July 2, 2022
Dan ketika datang ke Manchester City di tahun 2009, cederanya tidak pernah benar-benar pulih. City saat itu harus membayar 17 juta poundsterling untuk membelinya dari Blackburn padahal mereka tahu Cruz sedang tidak bugar. Alhasil ia masuk ke dalam transfer mimpi buruk Sheikh Mansour. Di musim 2009/10, Cruz hanya bermain 90 menit sebanyak tiga kali saja. Total ia hanya menorehkan 24 penampilan dan empat gol sebelum akhirnya dilepas City pada tahun 2013.
Stuart Taylor
Tidak ada data yang menarik dari Stuart Taylor. Ia beruntung bisa masuk skuad Manchester City berkat kebijakan pemain homegrown dari Premier League. Artinya, klub di Inggris harus memiliki pemain muda asal Inggris. Tujuannya untuk bisa mensejahterakan pemain sepakbola Inggris sejak usia dini. Manchester City juga cukup senang bisa mendapatkan pelapis Shay Given secara gratis dari Aston Villa.
Happy 39th b’day, Stuart Taylor! 🎉#MCFC | #ManCity pic.twitter.com/CItrnFzyU1
— City Report (@cityreport_) November 28, 2019
Taylor pun hanya dijadikan sebagai kiper lapis ketiga di Manchester City. Dan selama tiga tahun berlaga di Etihad, ia hanya tampil sekali saja. Taylor pun pindah ke beberapa klub Inggris namun tetap saja tidak bisa mendapat posisi sebagai pemain inti.
Carlos Tevez
📝 𝐃𝐄𝐀𝐋 𝐃𝐎𝐍𝐄:Mshambuliaji wa Manchester United, Man City na Juventus, Carlos Tevez ameteuliwa kuwa kocha mkuu wa klabu ya Rosario Central inayoshiriki ligi kuu Nchini Argentina.
Tevez (38) amesaini mkataba wa mwaka mmoja klabuni hapo.#KitengeSports pic.twitter.com/lDl4Ys6KFk
— Maulid Kitenge (@mshambuliaji) June 21, 2022
Pembajakan Carlos Tevez dari tetangganya, membuat kekhawatiran Sir Alex Ferguson mulai muncul. Selama di MU, Tevez memang hanyalah pemain pinjaman dari West Ham tapi kehadirannya di skuad setan merah sangat berdampak.
Tevez sendiri memang sudah kecewa dengan MU yang tidak kunjung mempermanenkan dirinya. Manchester City yang tahu akan hal itu, langsung membajak pemain Argentina tersebut dan membeli Tevez dengan harga 25,5 juta poundsterling dari West Ham
Kekhawatiran Ferguson terbukti. Tevez menjadi penyerang andalan The Citizen. Ia membantu Manchester City menyudahi dominasi setan merah. Mencetak 52 gol di dua musim pertamanya. Namun, di musim ketiga bersama City konfliknya dengan Mancini semakin memanas. Akhirnya Tevez pindah ke Juventus setelah kontraknya di Manchester City habis di tahun 2013.
Sumber referensi: Guardian, Manchester, Detik, Man City, BBC


