Erling Haaland kembali merepotkan petugas statistik karena lagi-lagi harus mengedit jumlah gol sang pemain. Sebab 2 dari 5 gol City ke gawang Copenhagen di Liga Champions kemarin berasal dari pemain Norwegia tersebut.
Sebelum itu, Haaland juga berhasil mencetak hattrick kala melawan rival sekota, Manchester United akhir pekan lalu. Tiga gol Haaland ke gawang De Gea membuatnya menjadi pencetak tiga hattrick tercepat dalam sejarah Premier League. Pria asal Norwegia itu hanya membutuhkan 8 pertandingan untuk memecahkan rekor sebelumnya yang masih dipegang Michael Owen dengan 48 laga.
Haaland tak perlu waktu lama untuk mencetak gol debut bersama The Cityzen. Di matchday pertama kontra West Ham saja, ia sudah mencetak dua gol sekaligus. Praktis, sejak hari itu performa Haaland tak pernah menurun sedikitpun. Makin hari, ia makin gacor. Lantas apa yang membuat Haaland segacor ini bersama Manchester City?
Daftar Isi
City dan Haaland yang Saling Melengkapi
Faktor utama barangkali memang Erling Haaland yang berjodoh dengan Manchester City. Hubungan keduanya bak sepasang kekasih yang saling melengkapi. Bagaimana tidak? Meski musim lalu Manchester City berhasil mengamankan gelar juara Liga Inggris, mereka bermain tanpa seorang striker murni.
Pep Guardiola hanya mengandalkan Raheem Sterling dan Phil Foden sebagai false nine yang ditopang Kevin De Bruyne dan Ilkay Gundogan di lini tengah, guna membongkar pertahanan tim lawan. Jadi dengan adanya Haaland, ia dianggap sebagai kepingan yang melengkapi komposisi lini serang Manchester City.
Begitupun Haaland yang juga membutuhkan Manchester City. Sebagai seorang pemain muda, Haaland membutuhkan Manchester City sebagai peningkatan level permainan. Dan sebagai seorang striker, Haaland membutuhkan pemain dan pelatih hebat City guna menunjang performanya di lini depan.
Sulitnya Menghentikan Haaland
Tak bisa dipungkiri, semakin ke sini, performa Erling Haaland kian tak terbendung. Di Premier League saja, ia telah mencetak 14 gol hanya dari 8 pertandingan. Ya, anda tak salah dengar, Haaland mengumpulkan lebih dari selusin gol hanya dalam 8 pertandingan saja. Bek-bek lawan dibuat kesulitan jika harus berhadapan dengan Haaland.
Bahkan mantan rekan satu timnya, Marco Reus mengakui hal tersebut. Reus mengatakan kepada The Guardian, bahwa untuk menghentikan Haaland bukanlah suatu hal yang mudah. Lawan yang menghadapinya dituntut tetap fokus dan tak boleh mengalihkan pandangan sedikit pun apabila tak ingin kecolongan.
REKOR
Erling Haaland menjadi pemain pertama dalam sejarah Premier League yang mencetak hattrick di 3 laga kandang beruntun.⚽️⚽️⚽️ vs Crystal Palace
⚽️⚽️⚽️ vs Nottingham Forest
⚽️⚽️⚽️ vs Man United📝 @OptaJoe pic.twitter.com/mMHpOotqhT
— Extra Time Indonesia (@idextratime) October 2, 2022
Dan itu terbukti saat laga Manchester City kontra Borussia Dortmund di Liga Champions beberapa pekan lalu. Die Borussen tak mampu menghentikan mantan pemainnya itu untuk mencetak gol kemenangan City.
Performa spektakuler lainnya yang masih segar dalam ingatan mungkin saat berhasil menghancurkan Manchester United dengan skor 6-3. Bukan satu atau dua gol, menghadapi duet Lisandro Martinez dan Raphael Varane, Haaland justru mencetak tiga gol dalam laga derby Manchester tersebut.
Kapasitas bek lawan juga jadi salah satu faktor mengapa Haaland kian moncer bersama Manchester City. Hal itu disebabkan karena lini bertahan tim-tim lawan tampaknya sedang meraba-raba gaya permainan Manchester City yang kini mengandalkan Haaland di lini depan.
Kemampuan Haaland Itu Sendiri
Saat baru diperkenalkan oleh Manchester City, Pep Guardiola sudah memberikan pujian yang dirasa terlalu berlebihan kepada Haaland. Ia mengatakan bahwa Haaland merupakan striker yang luar biasa. Pep bahkan menyebut Haaland sebagai pemain yang sempurna. Namun, ketika melihat performanya sekarang, pujian tersebut dirasa nggak tinggi-tinggi amat. Melainkan sesuai porsinya.
Erling Haaland dikenal memiliki kecepatan dan kekuatan yang melimpah untuk menandingi siapa pun bek lawan. Kuncinya adalah ruang. Jika Haaland diberikan ruang yang cukup untuk bergerak, maka hanya dengan satu gerakan saja, ia bisa berada di posisi yang menguntungkan untuk menerima bola.
Dengan kemampuannya itu, ia memiliki daya tarik yang luar biasa, jadi Haaland sering berhadapan dengan lebih dari satu bek lawan. Namun berbekal kekuatan fisik yang di atas rata-rata, pergerakan tanpa bola yang sulit diprediksi dan finishing touch yang sempurna, Haaland selalu memiliki caranya sendiri untuk melepaskan diri dari penjagaan lawan. Ia akan menemukan titik buta dari pertahanan lawan sehingga memudahkan dirinya untuk mencetak gol.
Kemampuan komplit tersebut tak semata-mata didapat karena ia berendam di kawah candradimuka. Haaland mendapatkan kemampuan itu berkat konsisten dalam mengasah kemampuan fisik dan tekniknya.
Pengaruh Pep Guardiola
Salah satu faktor lainnya adalah peran Pep Guardiola selaku juru taktik Manchester City. Sejatinya, Pep tak terbiasa dengan pemain modelan seperti Haaland ini. Selama karirnya sebagai pelatih, Pep selalu memiliki penyerang yang luar biasa. Dari Lionel Messi di Barcelona hingga Sergio Aguero di Manchester City.
Namun, juru taktik dari Spanyol itu tercatat hanya sekali menggunakan pemain bernomor 9 yang mengandalkan kekuatan fisik. Pemain tersebut adalah Robert Lewandowski, saat Pep masih menukangi Bayern Munchen.
Pep Guardiola on Lionel Messi and if he now gets the feeling that Erling Haaland will score in every game: “The difference, Erling needs maybe all his mates, you know to do it. Unbelievable. Messi had the ability for himself to do it.”pic.twitter.com/rodCdrrvrT
— Roy Nemer (@RoyNemer) October 3, 2022
Nah, dengan adanya Haaland, Pep kembali bekerjasama dengan striker yang mengandalkan kekuatan fisik. Tapi dengan data dan informasi yang kian mudah didapat, Pep tak perlu banyak mengubah gaya bermain mantan punggawa RB Salzburg tersebut. Dikutip Goal, Pep mengakui bahwa dirinya tidak mengajarkan apa-apa kepada Haaland tentang cara mencetak gol. Karena Haaland sudah memiliki insting sebagai seorang predator di kotak penalti sejak masih di Molde.
Pep hanya menginstruksikan Haaland untuk tidak terlalu banyak bermain melebar atau mundur ke belakang untuk menjemput bola. Pep menginginkan Haaland untuk tetap mempertahankan posisinya di area sekitar kotak penalti. Selain itu, Haaland juga diberikan kebebasan untuk mengeksploitasi ruang-ruang kosong di sepertiga pertahanan lawan, dan pergerakan itu akan didukung oleh para gelandang The Citizens.
Supply Bola
Tentu ketika sebuah tim memiliki seorang penyerang yang piawai mencari ruang kosong seperti Haaland, akan percuma apabila mereka tak memiliki pemain yang peka dan mampu melepaskan umpan cepat dan tepat kepada penyerang yang sudah membuka ruang.
Dan Manchester City memiliki itu. Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva mengambil peran sebagai pemain bernomor 10 untuk mengirimkan umpan-umpan matang yang memudahkan Haaland untuk mencetak gol.
🇧🇪 De Bruyne x Haaland 🇳🇴 pic.twitter.com/K62hBy41PN
— PLFrance_ 🇫🇷 (@PLFrance_) August 7, 2022
Jadi, ketajaman Erling Haaland di awal musim ini juga tak terlepas dari performa gemilang para gelandang Manchester City. Contohnya saja Kevin De Bruyne, gelandang asal Belgia itu sudah membuat 10 assist di semua kompetisi bersama City, dan lima di antaranya untuk Haaland.
Selain De Bruyne, fullback City seperti Joao Cancelo juga rajin menyuplai bola kepada Haaland. Didukung postur yang tinggi serta finishing yang apik, Cancelo kerap mengirimkan umpan silang yang menyasar kepala Haaland. Di laga kontra Dortmund, Haaland bahkan menyelesaikan umpan trivela dari Cancelo dengan cara yang diluar nalar.
https://youtu.be/9WWrAlqvLGI
Sumber Referensi: Opini Bola, The Mastermind, Goal, SI


