Anthem Liga Champions Eropa kembali akan berkumandang tengah pekan ini. Pekan ke-3 Liga Champions kembali akan bergulir. Salah satu partai yang menyita perhatian terjadi di Grup E. Di mana sang juara Italia, AC Milan akan ditantang salah satu raksasa Inggris, Chelsea.
Partai ini bukan partai biasa. Partai yang akan dihelat pada Kamis dini hari 6 Oktober 2022 WIB ini adalah perjumpaan yang penuh dengan penantian yang panjang. Keduanya juga punya romantisme tersendiri akan para pemainnya. Menarik untuk menyimak cerita romantisme pertemuan kedua tim tersebut.
Daftar Isi
Romantisme 1999/2000
Mengapa pertandingan ini layak dan patut untuk ditunggu? Ya, memang benar dalam kompetisi resmi, kedua klub besar ini baru bertemu dua kali. Rossoneri dan The Blues pertama kali bertemu di babak grup Liga Champions musim 1999/00. Artinya sudah kurang lebih 23 tahun mereka menantikan pertemuan ini terjadi kembali.
Chelsea in Milan, 1999. #CFC pic.twitter.com/8ijgjWwc4C
— AntiqueChelsea (@AntiqueChelsea) December 14, 2015
Ketika itu Milan dan Chelsea sama-sama berada dalam satu grup yakni grup H bersama Hertha Berlin dan Galatasaray. Chelsea masih diasuh Vialli dengan pemain-pemainnya macam Deschamps, Dennis Wise, Di Matteo, Tore Andre Flo maupun Zola. Sedangkan Milan masih diasuh Zaccheroni dengan para pemainnya macam Maldini, Leonardo, Boban, Bierhoff, maupun Shevchenko.
Albert Ferrer v Andriy Shevchenko, Chelsea v Milan, in San Siro fog, 1999 pic.twitter.com/aiuksY9WO4
— The Antique Football (@AntiqueFootball) January 23, 2014
Pertemuan pertama mereka terjadi di Stamford Bridge pada 15 September 1999. Hasilnya imbang tanpa gol. Sedangkan pertemuan kedua terjadi pada 26 Oktober 1999 di San Siro. Hasilnya juga berakhir imbang 1-1 lewat gol Bierhoff dan Wise. Artinya, dalam kedua pertemuan itu kedua tim ini belum pernah saling mengalahkan.
Ketika gol ciamik Dennis Wise (Chelsea) menjebol gawang AC Milan di #UCL Champions League 1999.. pic.twitter.com/gxz1xMyzi9
— footballisme (@footballisme) February 2, 2021
Sebagai hasil akhir di Grup H musim itu, Chelsea berhasil menjuarai grup dengan 11 poin. The Blues mampu melaju ke babak selanjutnya hingga akhirnya kandas di perempat final oleh Barcelona. Sedangkan Rossoneri bernasib naas. Mereka tak lolos grup plus terdampar di juru kunci klasemen Grup H dengan hanya mengoleksi 6 poin.
Romantisme Eksodus Pemain Dari Kedua Tim
Kisah romantisme pertemuan di musim 1999/00 tersebut bukan satu-satunya romantisme yang mereka punya. Mereka dalam perjalanannya ternyata sering terkait dalam perpindahan pemain. Banyak pemain eks Chelsea yang bergabung dengan Milan. Begitupun sebaliknya.
Dulu ada Sam Dalla Bona. Pemain asal Italia yang sudah tiga musim berada di Chelsea memilih hengkang di tahun 2002 ke Milan. Kemudian ada Michael Essien, pemain yang juga mantan Persib Bandung ini dulu gacor di Chelsea dengan berbagai trofi. Namun pada tahun 2014 ia dilego ke Milan.
On this day: 2014 – Michael Essien moved from @ChelseaFC to AC Milan. #CFC #Chelsea @MichaelEssien pic.twitter.com/42HO0Xyt4t
— Chad ⭐⭐ (@ChelseaChadder) January 25, 2018
Ada juga Hernan Crespo yang moncer bersama Chelsea di awal kepemilikan Abramovich yang dilepas ke Milan pada 2004. Lalu juga ada Fernando Torres. Striker haus gol asal Spanyol itu setelah moncer bersama Chelsea sempat dipinjamkan ke Milan selama 2 musim yakni pada 2014 sampai 2016.
DONE DEAL: Fernando Torres has completed a permanent move from Chelsea to AC Milan. pic.twitter.com/VkjvRU1G9H
— Footy (@Footy) December 27, 2014
Sebenarnya masih ada lagi pemain lain seperti Marco Van Ginkel yang hijrah ke Milan pada musim 2014/15. Ada pula Mario Pasalic di musim panas 2016. Begitupun akhir-akhir ini, ada Bakayoko, Fikayo Tomori maupun Olivier Giroud.
2 Mantan pemain Chelsea membawa Acmilan 🔴⚫ meraih gelar Scudetto!🏆
Congrats Giroud and Tomori!! 🎉 pic.twitter.com/tWoG1QCLcQ— berita repal (@reyfalmarviaw) May 22, 2022
Bicara sebaliknya, dari Milan pun dulu juga ada yang hijrah ke Chelsea. Sebut saja George Weah, bintang Milan yang sekarang jadi Presiden Liberia itu dulu sempat dipinjamkan ke Chelsea pada musim 1999/00. Kemudian ada juga bintang Milan lainnya Andriy Shevchenko yang hijrah ke Chelsea pada 2006.
Pembuktian Potter Dan Keuntungan Chelsea
Berbicara romantisme memang tiada akhirnya. Meskipun itu tetap akan menjadi bumbu cerita yang menarik akan pertemuan keduanya nanti. Namun kini yang terpenting bagi keduanya adalah bagaimana menyiapkan kondisi terkini jelang bentrok.
Kedua tim kini bernasib berbeda di Grup E Liga Champions. Bersama Salzburg dan Zagreb, Milan sementara masih memuncaki klasemen dengan hasil 1 kali imbang lawan Salzburg, dan 1 kemenangan atas Zagreb. Berbeda dengan Chelsea yang masih menjadi juru kunci dengan hanya mengoleksi 1 poin. The Blues kalah lawan Zagreb dan hanya bermain seri lawan Salzburg di kandang sendiri.
Group ‘E’ Uefa Champions League
1. AC Milan (4pts)
2. Dinamo Zagreb (3pts)
3. RB Salzburg (2pts)
4. Chelsea (1pts) pic.twitter.com/qyqt5QmWZk— Dominicksalamba (@Dominicksalamb1) September 15, 2022
Kini, pelatih baru Chelsea, Graham Potter mau tidak mau dituntut harus meraih 3 poin. Karena posisi Chelsea terancam untuk tidak lolos dari grup ini. Akan susah lolos jika Chelsea kembali kalah. Namun nahasnya mereka kini harus tandang ke San Siro.
Meski begitu, kondisi terkini mengarah pada keuntungan bagi pasukan Graham Potter. Sebab beberapa cedera melanda pasukan Pioli. Sang kiper utama Maignan mengalami cedera parah ketika membela Prancis. Pemain bintang Milan lainnya seperti Theo Hernandez dan Sandro Tonali juga diragukan tampil karena kondisi fisiknya.
Mike Maignan the latest Milan player to suffer an injury. Six key players from the Rossoneri could now be missing for next week’s match at Stamford Bridge. #CFC https://t.co/kTp9E1LiW6
— Bobby Vincent (@BobbyVincentFL) September 26, 2022
Potter harus jeli memanfaatkan kondisi itu. Ia harus segera membuktikan daya magis taktiknya dihadapan sang pemilik Boehly, bahwa ia adalah pilihan yang tepat sebagai pengganti Tuchel.
Graham Potter told his toughest October Chelsea test and it’s not AC Milan or Manchester United🤔https://t.co/OUesh2Vje2#CFC
— Chelsea FC News (@Chelsea_FL) September 27, 2022
Kesempatan Kedua Milan Dengan Semangat Istanbul
Sementara bagi Milan ini adalah tantangan sekaligus kesempatan untuk menambah poin. Guna menambah kepercayaannya diri untuk mantap lolos dari grup ini. Terlebih mereka kini akan bermain di rumah sendiri.
Pioli: “Chelsea alla nostra portata. Rinnovo? Non sono preoccupato, al Milan sono a casa” https://t.co/953WtiPYHo
— MilanNews.it (@MilanNewsit) September 22, 2022
Pasukan Pioli meskipun dilanda badai cedera, tetaplah mengerikan. Rafael Leao pemain yang terus digoda Chelsea ini, tetap akan mengancam pertahanan The Blues dari sisi flank kiri. Begitupun Giroud dan Tomori yang sama-sama mempunyai misi untuk membuktikan pada mantan klubnya bahwa membuangnya adalah kesalahan besar.
Musim ini adalah musim kedua Milan di Liga Champions setelah absen 7 musim lamanya. Milan kini tak mau lagi hanya numpang lewat di babak grup seperti musim lalu. Milan menyimpan asa untuk melaju lebih jauh di musim ini. Paling tidak dengan kemenangan saat menghadapi Chelsea nanti akan semakin membakar semangat mental anak-anak muda Milan.
Paolo Maldini direktur teknik yang juga Legenda Milan pun tak luput untuk memberikan suntikan semangat moral kepada anak-anak muda Milan berupa “kenangan” pencapaian Milan dulu di Istanbul tahun 2005.
Istanbul, 2005. Paolo Maldini and Steven Gerrard lead their teams to the grand final of the Champions League in what would be an unforgettable night for football. pic.twitter.com/l3OPN4CbPP
— DIALY SPORTS+ 🇬🇭 (@waakye6) September 9, 2022
Ketika itu mereka mencapai final meskipun akhirnya harus kalah dari Liverpool. Kebetulan musim ini partai final juga akan dilangsungkan di Istanbul, Juni 2023 nanti. Paling tidak, diharapkan semangat Liga Champions tahun 2005 itu mampu tertanam pada skuad Milan saat ini.
Dengan plus minus kondisi terkini kedua tim, serta kebutaan akan kekuatan satu sama lain karena sudah lama tak bertemu, semakin menambah elemen surprise di pertandingan ini. Laga bertajuk dua klub besar Eropa yang akan kembali bertemu untuk ketiga kalinya sejak 23 tahun lamanya ini akan memunculkan pertanyaan besar. Akankah kembali berakhir dengan hasil imbang, ataukah kini akan ada pemenangnya?
Group E: which player has impressed you most so far?#UCL pic.twitter.com/vOkJSWPc5Z
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) September 21, 2022
https://youtu.be/lHPbq_48TUM
Sumber Referensi : uefa, footballlondon, yahoo.com


