AC Milan Vs Chelsea : Duel Romantisme Penantian Panjang 23 Tahun

spot_img

Anthem Liga Champions Eropa kembali akan berkumandang tengah pekan ini. Pekan ke-3 Liga Champions kembali akan bergulir. Salah satu partai yang menyita perhatian terjadi di Grup E. Di mana sang juara Italia, AC Milan akan ditantang salah satu raksasa Inggris, Chelsea.

Partai ini bukan partai biasa. Partai yang akan dihelat pada Kamis dini hari 6 Oktober 2022 WIB ini adalah perjumpaan yang penuh dengan penantian yang panjang. Keduanya juga punya romantisme tersendiri akan para pemainnya. Menarik untuk menyimak cerita romantisme pertemuan kedua tim tersebut.

Romantisme 1999/2000

Mengapa pertandingan ini layak dan patut untuk ditunggu? Ya, memang benar dalam kompetisi resmi, kedua klub besar ini baru bertemu dua kali. Rossoneri dan The Blues pertama kali bertemu di babak grup Liga Champions musim 1999/00. Artinya sudah kurang lebih 23 tahun mereka menantikan pertemuan ini terjadi kembali.

Ketika itu Milan dan Chelsea sama-sama berada dalam satu grup yakni grup H bersama Hertha Berlin dan Galatasaray. Chelsea masih diasuh Vialli dengan pemain-pemainnya macam Deschamps, Dennis Wise, Di Matteo, Tore Andre Flo maupun Zola. Sedangkan Milan masih diasuh Zaccheroni dengan para pemainnya macam Maldini, Leonardo, Boban, Bierhoff, maupun Shevchenko.

Pertemuan pertama mereka terjadi di Stamford Bridge pada 15 September 1999. Hasilnya imbang tanpa gol. Sedangkan pertemuan kedua terjadi pada 26 Oktober 1999 di San Siro. Hasilnya juga berakhir imbang 1-1 lewat gol Bierhoff dan Wise. Artinya, dalam kedua pertemuan itu kedua tim ini belum pernah saling mengalahkan.

Sebagai hasil akhir di Grup H musim itu, Chelsea berhasil menjuarai grup dengan 11 poin. The Blues mampu melaju ke babak selanjutnya hingga akhirnya kandas di perempat final oleh Barcelona. Sedangkan Rossoneri bernasib naas. Mereka tak lolos grup plus terdampar di juru kunci klasemen Grup H dengan hanya mengoleksi 6 poin.

Romantisme Eksodus Pemain Dari Kedua Tim

Kisah romantisme pertemuan di musim 1999/00 tersebut bukan satu-satunya romantisme yang mereka punya. Mereka dalam perjalanannya ternyata sering terkait dalam perpindahan pemain. Banyak pemain eks Chelsea yang bergabung dengan Milan. Begitupun sebaliknya.

Dulu ada Sam Dalla Bona. Pemain asal Italia yang sudah tiga musim berada di Chelsea memilih hengkang di tahun 2002 ke Milan. Kemudian ada Michael Essien, pemain yang juga mantan Persib Bandung ini dulu gacor di Chelsea dengan berbagai trofi. Namun pada tahun 2014 ia dilego ke Milan.

Ada juga Hernan Crespo yang moncer bersama Chelsea di awal kepemilikan Abramovich yang dilepas ke Milan pada 2004. Lalu juga ada Fernando Torres. Striker haus gol asal Spanyol itu setelah moncer bersama Chelsea sempat dipinjamkan ke Milan selama 2 musim yakni pada 2014 sampai 2016.

Sebenarnya masih ada lagi pemain lain seperti Marco Van Ginkel yang hijrah ke Milan pada musim 2014/15. Ada pula Mario Pasalic di musim panas 2016. Begitupun akhir-akhir ini, ada Bakayoko, Fikayo Tomori maupun Olivier Giroud.

Bicara sebaliknya, dari Milan pun dulu juga ada yang hijrah ke Chelsea. Sebut saja George Weah, bintang Milan yang sekarang jadi Presiden Liberia itu dulu sempat dipinjamkan ke Chelsea pada musim 1999/00. Kemudian ada juga bintang Milan lainnya Andriy Shevchenko yang hijrah ke Chelsea pada 2006.

Pembuktian Potter Dan Keuntungan Chelsea

Berbicara romantisme memang tiada akhirnya. Meskipun itu tetap akan menjadi bumbu cerita yang menarik akan pertemuan keduanya nanti. Namun kini yang terpenting bagi keduanya adalah bagaimana menyiapkan kondisi terkini jelang bentrok.

Kedua tim kini bernasib berbeda di Grup E Liga Champions. Bersama Salzburg dan Zagreb, Milan sementara masih memuncaki klasemen dengan hasil 1 kali imbang lawan Salzburg, dan 1 kemenangan atas Zagreb. Berbeda dengan Chelsea yang masih menjadi juru kunci dengan hanya mengoleksi 1 poin. The Blues kalah lawan Zagreb dan hanya bermain seri lawan Salzburg di kandang sendiri.

Kini, pelatih baru Chelsea, Graham Potter mau tidak mau dituntut harus meraih 3 poin. Karena posisi Chelsea terancam untuk tidak lolos dari grup ini. Akan susah lolos jika Chelsea kembali kalah. Namun nahasnya mereka kini harus tandang ke San Siro.

Meski begitu, kondisi terkini mengarah pada keuntungan bagi pasukan Graham Potter. Sebab beberapa cedera melanda pasukan Pioli. Sang kiper utama Maignan mengalami cedera parah ketika membela Prancis. Pemain bintang Milan lainnya seperti Theo Hernandez dan Sandro Tonali juga diragukan tampil karena kondisi fisiknya.

Potter harus jeli memanfaatkan kondisi itu. Ia harus segera membuktikan daya magis taktiknya dihadapan sang pemilik Boehly, bahwa ia adalah pilihan yang tepat sebagai pengganti Tuchel.

Kesempatan Kedua Milan Dengan Semangat Istanbul

Sementara bagi Milan ini adalah tantangan sekaligus kesempatan untuk menambah poin. Guna menambah kepercayaannya diri untuk mantap lolos dari grup ini. Terlebih mereka kini akan bermain di rumah sendiri.

Pasukan Pioli meskipun dilanda badai cedera, tetaplah mengerikan. Rafael Leao pemain yang terus digoda Chelsea ini, tetap akan mengancam pertahanan The Blues dari sisi flank kiri. Begitupun Giroud dan Tomori yang sama-sama mempunyai misi untuk membuktikan pada mantan klubnya bahwa membuangnya adalah kesalahan besar.

Musim ini adalah musim kedua Milan di Liga Champions setelah absen 7 musim lamanya. Milan kini tak mau lagi hanya numpang lewat di babak grup seperti musim lalu. Milan menyimpan asa untuk melaju lebih jauh di musim ini. Paling tidak dengan kemenangan saat menghadapi Chelsea nanti akan semakin membakar semangat mental anak-anak muda Milan.

Paolo Maldini direktur teknik yang juga Legenda Milan pun tak luput untuk memberikan suntikan semangat moral kepada anak-anak muda Milan berupa “kenangan” pencapaian Milan dulu di Istanbul tahun 2005.

Ketika itu mereka mencapai final meskipun akhirnya harus kalah dari Liverpool. Kebetulan musim ini partai final juga akan dilangsungkan di Istanbul, Juni 2023 nanti. Paling tidak, diharapkan semangat Liga Champions tahun 2005 itu mampu tertanam pada skuad Milan saat ini.

Dengan plus minus kondisi terkini kedua tim, serta kebutaan akan kekuatan satu sama lain karena sudah lama tak bertemu, semakin menambah elemen surprise di pertandingan ini. Laga bertajuk dua klub besar Eropa yang akan kembali bertemu untuk ketiga kalinya sejak 23 tahun lamanya ini akan memunculkan pertanyaan besar. Akankah kembali berakhir dengan hasil imbang, ataukah kini akan ada pemenangnya?

https://youtu.be/lHPbq_48TUM

Sumber Referensi : uefa, footballlondon, yahoo.com 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru