Inggris bertemu dengan Jerman pada lanjutan laga League A Grup 3 UEFA Nations League. Di pertandingan itu, Jerman berhasil menahan imbang Inggris dengan skor 3-3. Inggris harus rela tertinggal lebih dulu berkat penalti yang didapatkan Jerman. Ilkay Gundogan dengan mudah mengeksekusi penalti itu dan membuat Jerman unggul semantara.
15 menit kemudian, Jerman sempat menggandakan keunggulan lewat gol dari Kai Havertz. Meskipun begitu Inggris masih bisa memberikan perlawanan. Pasukan Three Lions sempat membalas dengan gol dari Luke Shaw dan sepakan keras Mason Mount. Inggris bahkan sempat melakukan comeback lewat eksekusi penalti dari Harry Kane di menit ke-83. Tapi, Kai Havertz kembali mencetak gol dan membuat Jerman menghindari kekalahan atas Inggris.
Tamparan Untuk Inggris
Dengan hasil ini tentu jadi tamparan bagi Inggris. Pasalnya ini adalah pertandingan terakhir mereka sebelum terjun ke Qatar untuk Piala Dunia. Inggris juga tidak pernah merasakan kemenangan di ajang UEFA Nations League. Dari enam pertandingan yang dilakukan Inggris di ajang tersebut, anak asuhan Gareth Southgate hanya pernah tiga kali imbang dan tiga kali kalah.
Mungkinkah Inggris punya kesempatan di Piala Dunia 2022 nanti? Itu sudah jadi pertanyaan semua orang yang mengikuti perjalanan Inggris di Nations League. Dan banyak kritikan tertuju kepada sang nahkoda, Gareth Southgate. Southgate dinilai terlalu main dengan berhati-hati atau tidak punya keinginan untuk bermain menyerang. Padahal Inggris punya banyak penyerang berbakat dan berpengalaman.
Gareth Southgate memang merupakan pelatih yang membawa Inggris ke semi final Piala Dunia 2018. Juga membawa the three lions melaju sampai final Euro 2020. Dan tidak ada yang meragukan kehebatannya saat itu. Tapi saat ini Southgate bagaikan nahkoda kapal yang sedang menerjang badai. Untuk bisa bertahan bisa mempertahankan karirnya kelak, Southgate harus pintar-pintar dalam memilih susunan pemain yang diberangkatkan ke Qatar nanti.
Maguire Masih Jadi Pelawak
Untuk urusan susunan pemain, pilihan pemain Southgate memang sudah dipertanyakan pada jeda internasional ini. Pasalnya Southgate memanggil Harry Maguire meskipun sang kapten Manchester united itu sangat jarang bermain di klub. Performa Harry Maguire dari tahun ke tahun juga tidak ada peningkatan. Malah semakin menurun dan selalu jadi bahan kritikan media.
Nothing is going right for Harry Maguire 😖 pic.twitter.com/I5kRPzjWjO
— GOAL (@goal) September 26, 2022
Pada pertandingan melawan Jerman itu, Maguire banyak melakukan blunder. Maguire tidak mampu melakukan duel satu lawan satu dengan pemain yang baru berusia 19 tahun, Jamal Musiala. Maguire malah melakukan pelanggaran tidak perlu di dalam kotak penaltinya sendiri. Dan itu jadi gol pertama Jerman di laga tersebut.
Mantan penyerang timnas Inggris, Jermain Defoe bahkan tidak bisa membela Maguire. Dikutip dari Daily Mail, Defoe mengakui Maguire melakukan terlalu banyak kesalahan sehingga Inggris tidak bisa menang lawan Jerman.
“Kesalahan-kesalahan ceroboh, Memberikan bola ke lawan kemudian memberikan penalti. Kesalahan itu selalu dilakukan Maguire”. Ungkapnya
Defoe menambahkan, sebenarnya ia juga bersimpati kepada Maguire. Ia juga ingin Maguire kembali ke performa maksimalnya.
“Lucunya, terlalu banyak hal negatif terjadi padanya. Dan kita ingin Maguire bermain dengan bagus mengingat ia punya banyak jasa bagi timnas Inggris”.
Memang, Maguire tampil bagus dan bisa membawa Inggris sampai final Euro 2020. Tapi apakah itu masih jadi pengecualian? mengingat Maguire bahkan sangat jarang bermain di tingkat klub.


