Derby Manchester! Haaland Bakal Dibikin Frustrasi Lisandro

spot_img

Manchester United sedang dalam performa yang manis, tapi tidak lama lagi harus bertemu dengan rival mereka, Manchester City dalam tajuk “Derby Manchester”. Meski begitu Manchester United agak sedikit diuntungkan, karena dua laga mereka ditunda.

Sementara Manchester City tidak. Meski begitu, The Citizens sebagai tetangga yang berisik tidak akan begitu saja melepas poin pada 2 Oktober nanti. Pasukan Pep Guardiola punya ambisi untuk melakukan seperti apa yang dilakukan Brentford terhadap Manchester United.

Derby Manchester sendiri merupakan derby yang mempertemukan dua klub dari Kota Manchester. Yang mana pertama kali dipertandingkan pada abad ke-19. Kedua tim bahkan waktu itu masih bernama St. Mark’s atau West Gorton untuk Manchester City, dan Newton Heath LYR untuk Manchester United.

Head to Head

Derby Manchester yang Insya Allah akan dihelat pada 2 Oktober mendatang di Etihad Stadium adalah edisi ke-165. Ya, sudah sebanyak itu Derby Manchester digelar. Sejauh ini Manchester United masih unggul dengan torehan 65 kali kemenangan.

Kemenangan Setan Merah atas tetangga berisiknya itu kebanyakan terjadi di kandang mereka sendiri, yaitu 34 kali. Sementara, kemenangan sisanya terjadi di markas Manchester City. Nah kalau The Citizen meraih kemenangan 14 kali lebih sedikit dari Manchester United.

Manchester Biru meraih 51 kemenangan. Dan sama seperti rivalnya, The Citizen lebih banyak menang di kandang, yaitu 27 kali. Lalu, kedua tim ini sudah 48 kali bermain imbang. Uniknya kedua tim memasukkan 227 gol ke gawang satu sama lain.

Dalam laga 2 Oktober nanti, tentu saja Manchester City sangat diunggulkan karena bermain di kandang. Namun, Manchester United yang sekarang bukanlah lawan yang enteng. Pasukan Erik ten Hag bahkan sudah memutus rekor tak terkalahkan Arsenal musim ini, dan membuat Jurgen Klopp merana.

Sama-Sama dalam Tren Positif

Sejak ditukangi Erik ten Hag, Manchester United tengah dalam tren positif belakangan ini. Setelah dua kali menelan kekalahan dari tim gurem di Liga Primer Inggris, MU bangkit menjadi tim yang selalu menang. Catat itu, selalu menang.

Dari empat pertandingan terakhir Liga Primer Inggris musim ini, Manchester United menyapu bersih dengan kemenangan. The Red Devil juga sedang tidak buruk-buruk amat di Liga Malam Jumat. Walau menelan kekalahan atas Real Sociedad di partai pertama, United lekas bangkit dengan melumat Sheriff Tiraspol 2-0.

MU dan para penggemarnya boleh berbangga hati dengan torehan positif ini, tapi tren Manchester City jauh lebih positif. Jika United tidak terkalahkan di empat laga terakhir EPL, Manchester City justru tak terkalahkan sejak pertama kali Liga Inggris musim 2022/23 bergulir.

Dari 7 laga, Manchester City mengemas 5 kali kemenangan, dan sisanya berakhir imbang. Tak seperti MU yang hanya bermain di Liga Yasinan dan itu pun sudah kalah sekali, Manchester City tampil klinis di Liga Champions. Dua laga, dua kemenangan.

Satu-satunya catatan kembar dari keduanya adalah sama-sama baru kebobolan satu gol di kompetisi Eropa. Meski begitu, kedua tim sedang dalam mode “Super Saiyan”. Kalaupun salah satunya bapuk, ya nggak bapuk-bapuk amatlah.

Haaland yang Masih Sulit Dihentikan

Meski begitu, Manchester United memang harus siap lahir batin untuk menghadapi Manchester City. Apalagi dalam susunan skuad Pep Guardiola ada Erling Haaland. Sosok yang bisa disebut Majin Buu di tubuh Manchester City.

Sampai hari ini Haaland masih sulit dihentikan. Ia setidaknya sudah mencetak 14 gol dalam 9 penampilannya bersama Manchester City. Sebagai seorang striker, itu adalah catatan yang lebih dari cukup untuk membuat Harry Maguire kencing berdiri.

Di kompetisi Premier League, Haaland sudah mencetak 11 gol dari 7 penampilannya musim ini. Artinya, ia memiliki nilai expected goals di Premier League sangat tinggi, yaitu 7,4. Mantan anak asuh Ole Gunnar Solskjaer itu sampai hari ini memang sangat sulit dihentikan.

Bahkan mantan timnya, Borussia Dortmund tak bisa menghentikan sang pemain. Haaland adalah sosok striker yang lihai dalam mencari ruang kosong. Ia bisa mencetak gol dalam situasi apa pun dan dengan cara yang paling tidak mungkin sekalipun.

Lihat saja bagaimana Haaland sanggup mencetak gol ke gawang Die Borussen dengan cara akrobatik. Dengan ketajaman Haaland di lini depan Manchester City, maka memasang Harry Maguire di lini belakang MU seperti meminum racun arsenik.

Tenang, Lisandro Siap Bikin Haaland Frustrasi

Tentu saja Erik ten Hag tidak akan seceroboh itu memasukkan Harry Maguire. Bek gagap yang meskipun tinggi, tapi malah bisa jadi seperti bayi di hadapan Erling Haaland. Maka satu-satunya senjata yang bisa diandalkan United adalah Lisandro Martinez.

Ten Hag bisa saja menduetkan Lisandro dengan Raphael Varane. Duet itu bisa saja memperkokoh barisan belakang MU. Meski dengan Licha pun sanggup membuat Erling Haaland ketar-ketir. Sebelumnya, ketika masih berseragam Ajax, Lisandro seolah Vegeta bagi Erling Haaland yang Majin Buu.

Saat menghadapi Ajax di Liga Champions musim lalu, pria Norwegia itu sama sekali tak sanggup melewati Lisandro. Meski memiliki postur tubuh yang lebih mungil dari Haaland, Lisandro bisa membuat sang pria jangkung mati kutu.

Kala menaklukkan Dortmund dua kali, dengan skor 3-1 dan 4-0, Lisandro tampil paripurna menghadapi Haaland. Bek Argentina itu setidaknya melakukan 4 tekel dan 4 intersep untuk mencegah Haaland mencetak gol ke gawang De Godenzonen.

Sang pemain pun berpeluang besar kembali menghadapi Lisandro Martinez di Derby Manchester nanti. Tentu saja, sebagai sosok bek tangguh, Lisandro lebih dari sanggup membuat Erling Haaland frustrasi dan insomnia.

Pembuktian Erik ten Hag

Laga Derby Manchester nanti juga menjadi pembuktian Erik ten Hag kepada mantan mentornya, Pep Guardiola. Sebelum menjadi pelatih pilih tanding seperti sekarang, Ten Hag pernah bekerja dengan Pep Guardiola. Ia masuk ke dalam staf kepelatihan Guardiola di Bayern Munchen tahun 2013.

Oleh Pep Guardiola, Ten Hag dipasrahi menangani tim cadangan Bayern Munchen. Manajer asal Belanda itu, oleh Pep diminta menangani skuad Bayern Munchen II tahun 2013. Waktu itu, ketika Guardiola untuk pertama kalinya meraih trofi Bundesliga, Ten Hag juga membawa Bayern Munchen II juara Liga Regional.

Kedua pelatih memang belum pernah bertemu. Namun mengingat hubungan keduanya, ada persamaan taktik yang bakal tersaji. Meskipun Ten Hag dan Guardiola menerapkan formasi yang berbeda. Ten Hag lebih akrab dengan skema 4-2-3-1, sedangkan Guardiola terkenal dengan 4-3-3.

Akan tetapi, keduanya memiliki fluiditas yang sama. Baik Ten Hag maupun Pep Guardiola sama-sama pengagum counter-press. Selain itu, transisi tiga bek saat menyerang dari keduanya lumayan mirip. Meskipun belakangan ini Erik ten Hag memiliki gaya main berbeda di Manchester United.

Ia sudah meninggalkan counter-pressing atau bermain dengan intensitas tekanan yang tinggi dan atraktif. Di MU belakangan ini, Ten Hag menerapkan sepakbola pragmatis, dengan mengandalkan serangan balik, serta memanfaatkan kualitas pemain seperti Antony dan Jadon Sancho.

Laga Derby Manchester nanti bukan hanya rivalitas dua klub, melainkan rivalitas baru antara murid dan guru. Rivalitas yang juga bakal terbangun dari dua pelatih gundul.

https://youtu.be/lBWAGD6PCZw

Sumber: ManUtdNews, TalkSport, ESPN, MEN, SportingNews, WorldSoccerShop, Fbref, Soccerway

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru