Dampak Meninggalnya Ratu Elizabeth Terhadap Sepakbola Inggris

spot_img

Berpulangnya sang Ratu Inggris membawa banyak dampak dan sisi lain yang menyertainya. Tak terkecuali sepakbola, khususnya di negara Britania Raya. Bagaimanapun Ratu Elizabeth II ini mewakili simbol kerajaan monarki Britania Raya yang sangat diagung-agungkan.

Dengan adanya peristiwa tersebut, kini sepakbola di Britania Raya berkabung. Beberapa penggemar liga di seluruh penjuru dunia pun menanti update terkini soal dampak yang menyertainya.

Liga Inggris Sempat Ditunda Sepekan

Pertama, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana keberlanjutan event-event olahraga di Britania Raya termasuk Premier League? Awalnya setelah berita meninggalnya sang ratu pada Kamis, 8 September 2022 waktu UK, Liga EFL atau Championship yang akan berlaga hari Jumat-nya langsung memutuskan untuk menunda seluruh pertandingannya demi menunjukan sikap simpatinya.

Pemerintah Inggris pun sudah mengumumkan bahwa masa berkabung nasional berlangsung selama 10 hari, sampai event pemakaman sang ratu dilangsungkan. Prosesi pemakamannya sendiri kemungkinan akan berlangsung mulai Minggu malam hingga hari Senin, 18-19 September 2022.

Pemerintah Inggris juga mengatakan lewat kementrian terkait, bahwa Premier League sebenarnya diberikan lampu hijau untuk bisa lanjut, dengan treatment yang berbeda. Namun, semua sikap itu dikembalikan lagi kepada pihak Premier league sebagai operator.

Nah, akhirnya Premier League menyatakan sikapnya untuk sama-sama menunda seluruh pertandingan di pekan ke 7 yang sebenarnya akan berlangsung pada 10-11 September 2022.

Dampak Bagi Tim Yang Berlaga Di Liga Eropa

Lantas bagaimana nasib partai tengah pekan Liga Champions dan Liga Europa mendatang? Terutama yang dilangsungkan di Inggris seperti Chelsea vs Salzburg maupun Arsenal vs PSV?

Nah, pertandingan Chelsea melawan Salzburg di Stamford Bridge kabarnya bisa digelar dengan pertimbangan segi keamanan di London yang cukup untuk menghadapi awaydays dari suporter Salzburg yang tak terlalu banyak jumlahnya.

Namun, lain halnya dengan partai Arsenal melawan PSV yang akan berlangsung di Emirates. Arsenal sedianya mematok penonton hampir 60.000 orang plus untuk kunjungan supporter fanatik PSV.

Eksodus supporter dari Belanda itu tidak memungkinkan sekaligus menimbulkan resiko ancaman kekacauan terlalu tinggi. Maka dari itu, diputuskan oleh Grup Penasihat Keamanan Arsenal (SAG) bahwa ketidakmampuan untuk memenuhi keamanan tersebut membuat pilihan penundaan laga bersifat realistis.

Liga Inggris Kembali Dilanjutkan Tanpa 3 Pertandingan

Kabar lain yang tak kalah mengejutkan adalah update tentang bergulirnya kembali Liga Inggris pekan ke 8 pada 17-18 September 2022. Yang mana tanggal itu awalnya suatu kemustahilan untuk mengadakan event olahraga, karena mendekati event pemakaman sang ratu yang membutuhkan pengamanan ekstra.

Namun, pada Senin 12 September 2022, badan otoritas Premier League secara mengejutkan mengumumkan bahwa Liga Inggris pekan ke-8 resmi akan digelar kembali. Akan tetapi tidak semua pertandingan bisa digelar.

Ada 3 pertandingan yang bakal ditunda. Dua karena alasan pengamanan jelang pemakaman, yakni Chelsea vs Liverpool dan MU vs Leeds. Satu pertandingan lain yang ditunda yakni partai Brighton vs Crystal Palace karena alasan terganggunya masalah pemogokan akses transportasi.

Pertanyaan besar mengemuka, kenapa ada partai-partai yang ditunda dan ada partai yang bisa digelar? Contohnya, laga yang berlangsung di London seperti Chelsea vs LIverpool ditunda, tapi kenapa laga Brentford vs Arsenal dan Spurs vs Leicester yang sama-sama akan dihelat di London boleh digelar?

Menurut The Athletic pertandingan Chelsea melawan Liverpool punya intensitas yang tinggi dan membutuhkan pengamanan yang ekstra. Belum lagi eksodus supporter dari Merseyside ke London dalam jumlah yang banyak penuh dengan resiko. Lagi pula pertandingan itu berlangsung pada Minggu sore pukul 16:30 yang sangat berdekatan dengan rangkaian pemakaman ratu yang kiranya mulai dilangsungkan pada Minggu malam hingga senin.

Sementara itu, Brentford vs Arsenal yang dihelat di beberapa mil dari Stamford Bridge dapat tetap digelar di hari Minggu karena jadwalnya diubah dari awalnya jam 2 siang ke jam 12 siang.

Begitupun Spurs yang menjamu Leicester di London. Pasukan keamanan Spurs menjamin laga yang dihelat Sabtu sore itu akan aman karena tensi pertandingan yang rendah, dan pendukung Leicester yang away pun juga tak terlalu signifikan.

Lalu ada match MU vs Leeds yang ditunda, padahal jarak antara Kota Manchester dan London jauh. Jawabanya juga soal pengamanan. Tensi pertandingan dua rival dalam tajuk Roses Derby ini selalu membutuhkan pengamanan ekstra. Terutama menangani eksodus supporter tandang.

Dalam hal ini supporter Leeds yang akan menuju Old Trafford. Ditambah lagi karena petugas ketertiban umum di Greater Manchester Police (GMP) yang seharusnya bertugas di pertandingan itu, sedang dikirim ke London untuk pasukan keamanan jelang pemakaman ratu.

Ada Yang Tak Respect Karena Politik

Kematian Ratu Elizabeth kini tak dipungkiri membawa banyak dampak kepada olahraga terutama sepakbola. Namun di sisi lain, ada juga yang bersikap acuh tak acuh bahkan tak respect terhadap kematian sang ratu.

Contohnya yang terbaru suporter Bayern yang membentangkan banner pada menit ke-26 saat pertandingan Liga Champions Bayern vs Barcelona. Banner itu bertuliskan “Hormatilah Fans!”. Yang isinya menyindir penundaan beberapa laga sepakbola hanya karena menghormati kematian sang ratu.

Ada juga Celtic, klub asal Skotlandia itu bahkan tak seragam dalam merubah logo klubnya menjadi hitam putih. Meskipun di websitenya sudah resmi mengucapkan belasungkawa.

Kenapa bisa begitu? Bukan tanpa alasan Celtic didirikan oleh imigran asal Irlandia, negara yang punya sejarah kelam politik dengan kerajaan Inggris atas pemisahan Irlandia Utara. Berbeda dengan Rangers, rival Celtic yang secara sejarah bertindak sebagai kaum Unionis yang selalu mendukung kebijakan politik kerajaan Inggris.

Begitu pun yang terjadi di Liverpool yang menutup kolom komen media sosialnya dari komentar negatif para penggemarnya, yang sebagian besar juga punya sentimen negatif terhadap kerajaan Inggris. Apalagi dulu di jaman tragedi berdarah Hillsborough, pemerintah Monarki Inggris dianggap tidak pro rakyat oleh masyarakat Liverpool.

Maka dari itu, sebagian pendukung Liverpool terkenal banyak memakai istilah Scousers Hate Tories atau Scousers Not English. Scousers itu artinya penduduk dan dialek asli warga Liverpool. Mereka tidak mengidentifikasikan dirinya sebagai bangsa asli Inggris maupun sebagai kaum konservatif atau bangsawan.

Memang, pemerintah Monarki Inggris selama ini dicap gagal oleh sebagian rakyatnya, terutama kelas pekerja yang ada di pinggiran Inggris, seperti Kota Liverpool, Manchester, Sheffield, Leeds maupun kota-kota kecil di Utara Inggris dalam mengatasi kemiskinan, pengangguran maupun masalah ekonomi lainnya.

Namun, terlepas dari pro dan kontra tersebut, ini lebih ke masalah menghormati hak antar sesama. Masyarakat yang kontra dan yang pro atas peristiwa kematian ini harus sama-sama menghargai hak satu sama lain. Ujung-ujungnya nilai kemanusiaanlah yang berbicara.

https://youtu.be/hTttmclN4EQ

Sumber Referensi : theathletic, mirror, boxtobox

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru