Bagaimana Menentukan Kualitas Seorang Bek?

spot_img

Perkembangan sepakbola makin sulit kita tebak arahnya. Sepakbola di era modern menuntut permainan kolektif. Meski tidak menampik bahwa kualitas individu juga tidak kalah penting. Namun, klub yang memiliki kolektivitas akan lebih bisa menguasai permainan.

Maka dari itu, sepakbola sekarang bukan hanya striker yang akan disorot. Namun, segala lini harus diperhitungkan. Gelandang, kiper, dan tentu saja bek. Pemain belakang atau bek, dalam sepakbola modern, dituntut untuk melakukan improvisasi.

Seorang bek tidak hanya berguna menjadi garis pertahanan terakhir sebelum kiper. Namun, bek juga meski aktif dalam skema permainan. Tidak hanya dalam bertahan, tapi juga dalam menyerang. Orang mengenalnya dengan menambahkan peran baru bagi bek, yaitu ball-playing defender.

Di era sekarang banyak bek yang tangguh. Memiliki kualitas mumpuni untuk duel maupun berkontribusi dalam serangan. Namun, tahukah kamu bagaimana caranya melihat kualitas seorang bek? Nah, berikut ini adalah bagaimana menentukan kualitas seorang bek. Apa saja indikator-indikatornya?

Blok

Pertama, tentu saja blok. Bek sebagai palang pintu terakhir sebelum bola itu melesat ke arah kiper, mesti bisa mempunyai kemampuan blok yang baik. Nah, kemampuan blok ini membutuhkan kombinasi posisi yang paripurna. Tidak hanya itu, sang bek juga mesti memiliki jiwa rela berkorban demi tim.

Kemampuan blok bagi seorang bek ini sangat krusial. Apalagi andai lebih sering melakukannya. Dalam artian, seorang bek lebih sering memberikan layanan duel, membuat penyerang frustrasi, sekaligus memberi jeda yang dibutuhkan oleh seorang kiper.

Jadi bek yang memiliki kualitas blok yang baik, akan sedikit menguntungkan kiper. Khususnya dalam melakukan pembacaan arah bola dan menghindarkan gawang dari kebobolan. Meski sangat penting, statistik ini kerap diremehkan.

Soal contoh, barangkali kita bisa melihat bagaimana gaya bertahan bek anyar Manchester United, Lisandro Martinez. Ia berhasil memblok tendangan temannya sendiri, Bruno Fernandes yang nyaris saja mencetak gol bunuh diri saat laga kontra Liverpool.

Intersep

Tugas bek atau pemain bertahan adalah memutus alur bola. Simpel dan sesederhana itu. Namun, tentu saja untuk melakukannya, bukan perkara mudah. Kualitas untuk memutus alur bola ini, kerap disebut dengan intersep atau kita bisa juga menyebutnya intersepsi.

Kemampuan intersep ini berguna untuk menentukan bagaimana setiap pemain itu bisa membaca dan mengantisipasi permainan. Dalam praktiknya, si pemain bisa memotong bola yang lewat. Mencegat umpan yang membantu serangan.

Intersep ini lebih minim resiko, daripada melakukan tekel. Karena pemain bisa melakukannya tanpa harus melakukan kontak dengan pemain lawan. Seorang bek harus memiliki kemampuan intersep yang baik, selain tekel.

Sebab, dengan mempunyai kemampuan intersep yang baik, seorang bek bisa meminimalisir kesalahan. Dan terutama, menghindarkan mereka melakukan pelanggaran yang justru bisa berbuah penalti atau tendangan bebas yang membahayakan. Soal kemampuan intersep ini, contohnya kita bisa melihat pada diri Rio Ferdinand.

Tekel

Intersep sudah, blok sudah, dan sekarang tekel. Mafhum dipahami bahwa setiap bek harus bisa melakukan tekel. Sebab tekel ini bisa menjadi indikator untuk mengetahui seberapa jauh wawasan seorang pemain menguasai tentang taktik.

Dalam sepakbola modern, setiap ketika diserang, sebuah tim tidak hanya menunggu bola. Melakukan pertahanan dengan merapatkan barisan di depan mulut kotak penalti. Namun, sepakbola sekarang mengharuskan pemain untuk bisa melakukan pressing. Memberi tekanan tinggi pada lawan yang tengah menguasai bola.

Nah, dalam teknik bertahan, untuk bisa memenangkan bola dari strategi menekan yang tinggi, seorang pemain mesti sanggup melakukan tekel. Apalagi bagi seorang pemain belakang. Hanya saja, tekel ini sangat beresiko karena melibatkan kontak fisik dengan lawan.

Meski begitu bukan berarti tekel pasti berbuah pelanggaran. Tak sedikit pemain belakang yang punya tekel bagus. Untuk contoh, kita bisa menyebut misalnya dua ksatria jalur belakang AC Milan, Paolo Maldini dan Alessandro Nesta.

Kedua pemain itu memiliki kemampuan tekel yang amat baik. Mereka selalu bersih dalam melakukan tekel. Bahkan khusus untuk Nesta, penulis The Flanker, Angga Septiawan Putra menyebut tekel pemain itu sehalus sutra.

Ketenangan

Indikator berikutnya adalah ketenangan. Seorang Maguire boleh saja disebut seorang bek yang bisa membantu serangan. Namun, apakah Maguire memiliki ketenangan? Belum tentu. Jika iya, dia tidak banyak melakukan kesalahan.

Seorang pengamat sepakbola, Ben dalam situs Your Soccer Home menulis, seorang bek mesti memiliki temperamen yang tenang. Dia harus tenang ketika mendapat tekanan. Seorang bek harus bisa menguasai dirinya sendiri.

Apalagi menjadi seorang bek, dalam setiap pertandingan akan mendapatkan tekanan yang tinggi. Terlebih andai timnya terus terdesak dengan mendapat serangan beruntun. Hal itu bisa saja menimbulkan rasa frustrasi, ketidaksabaran, dan bahkan kemarahan.

Lihat bagaimana James Milner dan Virgil Van Dijk justru berantem karena kebobolan oleh tendangan Jadon Sancho, saat menghadapi Manchester United? Bek tidak seharusnya begitu. Mereka harus tenang. Tidak perlu impulsif dan bertindak gegabah. Jika tidak, itu bisa merugikan timnya sendiri.

Mentalitas

Soal mentalitas ini, izinkan Starting Eleven untuk menyebutkan satu nama yang cukup inspiratif. Dia adalah mantan bek Timnas Italia, Fabio Cannavaro. Entah bagaimana, Cannavaro sepertinya memiliki mentalitas seorang bek dengan level yang berbeda.

Ia tidak begitu tinggi. Beberapa kali diremehkan. Namun, lihatlah! Bagaimana ketika ia sudah berada di lapangan. Duelnya oke, Cannavaro juga cerdas dalam membaca arah bola. Rasa-rasanya sulit untuk tidak mengidolakan Fabio Cannavaro.

Bagaimanapun menjadi seorang bek harus memiliki mentalitas yang bagus. Tangguh dalam segala situasi dan kondisi. Mentalitas yang bagus membuat seorang pemain tidak mudah stres. Ketika mendapat tekanan, dengan mentalitas yang luar biasa, seorang bek tetap fokus.

Permainan akan menjadi prioritas mereka. Ketika mentalitas ini baik, seorang bek tidak akan mudah terpengaruh. Entah itu pengaruh dari luar atau tekanan saat berada di atas lapangan. Soal mentalitas ini, Cannavaro pernah berpesan begini:

“Sebagai bek, Anda bisa memiliki banyak bentuk dan ukuran. Pendek dan cepat. Atau tinggi dan bisa melompat tinggi. Tidak masalah. Satu-satunya kebutuhan Anda adalah percaya diri ketika turun ke lapangan.”

Kemampuan Berpikir Taktis

Seorang bek yang baik akan memiliki kemampuan berpikir taktis. Dia bisa mempertimbangkan taktik apa untuk permainan. Bek dengan kemampuan berpikir yang taktis bisa membuat tim lebih dekat dengan taktik yang dimau pelatih.

Dengan kemampuan berpikir taktis itu, seorang bek bisa mempertimbangkan. Kira-kira permainan timnya akan dibawa ke mana. Misalnya, secara teknis bek yang menguasai bola bisa memilih untuk memperlambat tempo permainan.

Seorang bek bisa memainkan bola-bola pendek. Memberikan umpan kepada rekannya, kepada gelandang, atau mengirim umpan ke belakang. Memancing penyerang lawan untuk menekan. Atau bek juga bisa melakukan umpan cepat mengarah ke striker.

Kemampuan Membantu Serangan

Terakhir, sebagaimana yang sudah disinggung di awal. Sepakbola modern menuntut seorang bek bukan hanya membantu pertahanan. Melainkan berperan dalam mengonstruksi serangan. Beberapa pelatih juga menyukai bek yang bisa membantu serangan.

Entah itu melalui umpan-umpan mereka yang tajam dan visioner. Atau bisa pula melalui akselerasi dan kecepatan dalam merobek pertahanan lawan. Baik melalui tepi lapangan, maupun menusuk dari tengah. Maka dari itu, sekarang ada istilah wingback dan inverted full back.

Contoh bek yang sering melakukan akselerasi dan overlap dari tepi lapangan adalah Trent-Alexander Arnold. Sementara contoh untuk inverted full back, atau bek yang meninggalkan posnya dengan menciptakan gerakan menusuk dari tengah, adalah Joao Cancelo dan Zinchenko.

https://youtu.be/Ij-TGAY0RGY

Sumber: SoccerTrainingInfo, BR, Instagram OpiniBolaiD, TheFootyTipster

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru