Manchester United dapat calon pembeli baru. Setelah Michael Knighton, kini muncul nama Sir Jim Ratcliffe yang dirumorkan tengah mengadakan pembicaraan serius untuk mengakuisisi sebagian saham Manchester United dari Keluarga Glazer.
Puasa gelar yang sudah terjadi sejak 2017 silam disusul dengan performa Setan Merah yang makin menyedihkan dari musim ke musim, membuat #GlazerOut yang disuarakan pendukung MU di seluruh dunia makin menggema. Pendukung Setan Merah yang kecewa dengan performa yang ditunjukkan anak asuh Erik ten Hag menuding Keluarga Glazer sebagai biang kerok keterpurukan MU.
No amount of transfers can stop us! Time for Sir Jim Ratcliffe #GlazersSellManUtd #SirJimRatcliffeIn $MANU @NYSE pic.twitter.com/4KeKn5MqPi
— Marie #UnitedagainstGlazersMVMT (@UAGMVMT) August 21, 2022
Keluarga Glazer yang berkuasa sejak 2005 silam memang tengah berada di bawah tekanan usai Manchester United kalah memalukan dari Brighton dan Brentford di dua laga pembuka Premier League musim ini. Menyusul tekanan dan gelombang kemarahan fans yang makin besar tersebut, Keluarga Glazer disebut siap menjual saham minoritas Manchester United.
Usai isu itu mencuat, nama Michael Knighton muncul sebagai calon pembeli pertama. Knighton bukanlah nama asing, sebab di akhir 1980-an ia sudah pernah mencoba mengakuisi Setan Merah. Namun, seperti yang terjadi di era sebelumnya, percobaan kedua Michael Knighton untuk mengakuisisi MU kembali gagal dan menguap begitu saja.
Kini, setelah Michael Knighton muncul nama Sir Jim Ratcliffe. Dibanding nama pertama, nama kedua punya kekayaan yang tidak main-main. Kepada The Times, juru bicara Jim Ratcliffe menyebut kalau bosnya adalah “pembeli potensial dan tertarik dengan tujuan kepemilikan jangka panjang.”
Ini bukan kali pertama Jim Ratcliffe tertarik membeli klub Premier League. Sebelum diisukan menjadi calon pembeli MU, Jim Ratcliffe yang juga seorang pemegang tiket musiman Chelsea lebih dulu mencoba membeli The Blues yang dilepas Roman Abramovich. Sayangnya, tawaran fantasitis Ratcliffe sebesar 4,25 miliar poundsterling ditolak Chelsea yang kemudian jatuh ke tangan Todd Boehly.
Yang menjadi pertanyaan kemudian tentu saja, siapa sebenarnya Sir Jim Ratcliffe dan berapa total kekayaan yang ia miliki?
Sir Jim Ratcliffe: Berapa Total Kekayaannya dan Seperti Apa Sepak Terjangnya?
Mengutip dari data terbaru yang dihimpun Forbes pada 24 Agustus kemarin, kekayaan pribadi yang dimiliki Sir Jim Ratcliffe mencapai USD 11,6 miliar. Per April 2022 kemarin, kekayaan pria 69 tahun itu mencapai USD 16,3 miliar dan menempati urutan ke-111 sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Kekayaan yang dimilikinya tersebut menjadikan Sir Jim Ratcliffe sebagai orang terkaya di Inggris.
Sir Jim Ratcliffe – Britain’s richest man worth £12bn – announces he wants to BUY a stake in Manchester United 🚨 pic.twitter.com/OHbYKm4Wyf
— MailOnline Sport (@MailSport) August 17, 2022
Seorang mantan insinyur kimia bernama lengkap James Arthur Ratcliffe ini adalah pendiri, ketua, sekaligus pemilik dari perusahaan kimia multinasional bernama INEOS. Berkantor pusat di London, INEOS adalah salah satu dari “the big four” perusahaan kimia global. Pada tahun 2020 saja, perusahaan tersebut mencatatkan penjualan hingga USD 31,3 miliar.
Melalui INEOS pula, Jim Ratcliffe melebarkan sayap bisnisnya ke dunia olahraga. Pada 2018 lalu, Ratcliffe berpartner dengan Ben Ainslie membentuk INEOS Brittania, sebuah tim olahraga layar. Kabarnya, Ratcliffe menginvestasikan dana hingga USD 141 juta di awal pembentukan proyek tersebut.
Lalu pada Maret 2019, Ratcliffe membeli tim balap sepeda kenamaan, Team Sky dan merebrandingnya menjadi Team INEOS yang kini telah berganti nama menjadi INEOS Grenadiers. Tour de France 2019 dan Giro d’Italia 2020 dan 2021 adalah beberapa ajang yang berhasil mereka menangkan.
Melalui INEOS, Jim Ratcliffe juga menjadi principal partners dari tim Mercedes-AMG Petronas dan mensponsori tim F1 tersebut dengan kontrak berdurasi 5 tahun. Tak hanya itu, Ratcliffe dan INEOS juga membeli saham tim Mercedes sebesar 33% dan jadi co-owner bersama Daimler dan Toto Wolff.
Selain mensponsori tim F1, pada tahun 2021 kemarin, INEOS juga secara resmi menjadi sponsor timnas Rugby Selandia Baru, All Black. INEOS jadi sponsor All Black dengan durasi kontrak 6 tahun.
Sepak Terjang Jim Ratcliffe di Sepak Bola: Gagal di Lausanne-Sport dan Coba Bangun OGC Nice
Namun, di dunia sepak bola, Jim Ratcliffe dikenal sebagai pemilik dari klub Liga Super Swiss, FC Lausanne-Sport dan klub Ligue 1 Prancis, OGC Nice. Sepak terjang Sir Jim Ratcliffe di dua klub tersebut rasanya lebih adil untuk dipakai sebagai parameter untuk menguji kelayakannya sebagai calon pembeli Manchester United.
Melalui INEOS, Jim Ratcliffe membeli klub legendaris, FC Lausanne-Sport pada 2017 silam. Sayangnya, kiprah INEOS di Lausanne penuh dengan lika-liku. Ratcliffe sendiri mengakui kalau ia melakukan kesalahan.
Setelah dimiliki INEOS, FC Lausanne-Sport langsung terdegradasi ke Swiss Challenge League, divisi 2 Liga Swiss. Dua tahun kemudian, juara 7 kali Swiss Super League itu kembali ke kasta terastas setelah menjuarai Swiss Challenge League 2020. Sayangnya, di musim lalu, mereka kembali terdegradasi sehingga di musim 2022/2023 ini mereka akan kembali bermain di kasta kedua.
Sementara itu, OGC Nice dibeli James Ratcliffe di tahun 2019. Masih lewat INEOS Group, orang terkaya Inggris itu dilaporkan mengakuisisi Nice dengan nilai 100 juta euro. Belajar dari kesalahannya, Ratcliffe mengelola klub berjuluk Les Aiglons itu dengan lebih bijak dan terukur.
Perlahan tapi pasti, kini OGC Nice jadi klub yang cukup diperhitungkan di Ligue 1. Musim lalu, di bawah asuhan Christophe Galtier, Nice mencapai babak final Coupe de France dan finish di peringkat 5 Ligue 1 Prancis.
Hasil tersebut didapat setelah mereka berinvestasi dengan beberapa pemain potensial, seperti Amine Gouiri, Kasper Dolberg, Calvin Stengs, hingga Jean-Clair Todibo. Musim ini, Nice kembali mendatangkan pemain bintang seperti Kasper Schmeichel dan Aaron Ramsey, serta memperkerjakan kembali Lucien Favre sebagai suksesor Christophe Galtier.
Ditinjau dari segi bisnis, investasi yang disuntikkan Sir Jim Ratcliffe kepada FC Lausanne-Sport maupun OGC Nice terbilang menguntungkan dan punya arah yang jelas. Di FC Lausanne-Sport, ia membangun fasilitas latihan dan akademi serta membantu klub tersebut pindah ke stadion anyar bernama Stade de la Tuilière yang berkapasitas 12 ribu tempat duduk.
Yesterday @lausanne_sport played their first competitive match at their new home, le Stade de la Tuilière.
A modern, welcoming stadium for everyone to enjoy and a new home to support the club’s ambitions in the Swiss Super League.#AllezLausanne 🟦⬜️ pic.twitter.com/wpEwzDcyUA
— INEOS (@INEOS) November 30, 2020
Ratcliffe juga banyak menyuntikkan uang untuk membangun skuad yang kompetitif di OGC Nice. Meski perhitungan, tetapi sejak dimiliki INEOS, Nice tercatat sudah membelanjakan tak kurang dari 169 juta euro untuk belanja pemain baru.
Namun, jika dilihat dari sepak terjangnya di FC Lausanne-Sport dan OGC Nice, investasi yang disuntikkan Sir Jim Ratcliffe kepada dua klub tersebut belum menghasilkan prestasi nyata di atas lapangan hijau. Progress terbaik baru diperlihatkan Nice, tetapi itu terjadi setelah dua setengah tahun klub tersebut diakuisisi oleh INEOS.
Jadi, pertanyaannya sekarang, apakah Sir Jim Ratcliffe adalah seorang pembeli potensial yang bisa mengubah keterpurukan Manchester United di masa mendatang?
Apakah Sir Jim Ratcliffe Benar-Benar Pembeli Potensial?
Jika ditinjau dari kekayaan yang dimiliki, Ratcliffe jelas lebih tajir dari Keluarga Glazer. Namun, meski begitu, bila kita meninjau sepak terjangnya di dunia sepak bola, Ratcliffe dan bawahannya tak ubahnya pemain baru. Jadi, tak ada jaminan instan perihal trofi.
Sir Jim Ratcliffe memang berada di urutan pertama sebagai calon pembeli Manchester United. Akan tetapi, ia bukan satu-satunya pihak yang berminat mengakuisisi sebagian saham Manchester United. Pemilik New York Jets, Woody Johnson dan pemilik Boston Celtics, Steve Pagliuca yang sama-sama pernah berusaha membeli Chelsea disebut juga sedang mencalonkan diri untuk menawar MU. Michael Knighton dan konsorsiumnya juga disebut belum menyerah.
Namun, satu hal yang bakal membuat pendukung MU lebih berpihak kepada Sir Jim Ratcliffe adalah fakta bahwa pria berusia 69 tahun itu adalah seorang pendukung Setan Merah. Meski dirinya adalah pemegang tiket musiman Chelsea, Ratcliffe yang lahir di kota Failsworth di wilayah Greater Manchester sudah menjadi pendukung MU sejak kecil.
The Positives of Sir Jim Ratcliffe:
– Wants to build the best club in the world
– Man Utd Fan
– Has no “profits” to make
– Owns OGC Nice (Potential feeder club)
– Britain’s Richest Man ($13-28bn)We need to build him a statue if his takeover attempt succeeds. pic.twitter.com/dF3rNHC8qH
— 𝗕𝗿𝗮𝗱𝗹𝗲𝘆 🇮🇹 (@UTDBradleyy) August 17, 2022
Namun, jangan senang dulu wahai pendukung MU. Ada indikasi kalau penjualan MU hanyalah upaya dari Keluarga Glazer untuk meredam kekecewaan suporter Setan Merah. Glazer disebut belum rela bila harus berbagi kepemilikan. Mereka juga belum rela jika MU yang selama ini mereka jadikan sapi perah untuk meraup keuntungan lepas begitu saja.
Jika benar seperti itu, maka ketidakbecusan yang terus terjadi di Manchester United mungkin masih akan terus berlanjut. Seperti yang kita tahu, selama di bawah kendali Glazer, khususnya pasca kepergian Sir Alex Ferguson, MU seperti tak punya “blueprint” yang jelas.
Maka dari itulah, belajar dari tawaran-tawaran sebelumnya yang menguap begitu saja, ada baiknya para pendukung Setan Merah untuk meredam euforia dan sedikit bersabar dalam mengikuti saga penjualan Manchester United. Mau ditawar semahal apapun juga, Keluarga Glazer masih memegang kendali penuh atas Manchester United.
***
Referensi: Forbes, ACS, Goal, Skysports, EuroSport, The Guardian, Sporting News.


