7 Transfer Pemain yang Digagalkan Oleh Suporter

spot_img

Ada banyak faktor yang dapat menggagalkan upaya klub dalam mendatangkan pemain. Salah satunya suporter itu sendiri. Terkesan mengada-ada, tapi hal itu benar-benar terjadi. 

Karena fans merupakan unsur penting bagi setiap klub sepakbola. Beberapa dari kasus tersebut bahkan melibatkan pemain-pemain papan atas. Siapa saja mereka? Berikut ini adalah transfer yang digagalkan oleh suporter.     

Paul Pogba ke PSG

Pertama, rumor yang melibatkan mantan punggawa Manchester United, Paul Pogba. Kabar miring selu membuat Pogba dikaitkan dengan kepindahan ke beberapa klub selama periode keduanya membela United.

Salah satu klub yang dikaitkan dengan Pogba adalah PSG. Namun, kemampuannya yang luar biasa di dalam lapangan. Gemerlapnya medali juara Piala Dunia bersama Timnas Prancis. Semua itu tidak berarti di hadapan penggemar PSG, yang justru tidak senang dengan rumor tersebut.

Padahal pada tahun 2021, PSG sudah menyiapkan 43 juta pound (Rp756 miliar) untuk pemain asal Prancis itu. Namun, fans yang tak senang dengan kabar tersebut menggantung spanduk di luar tempat latihan PSG yang berbunyi ”Pogba, Anda harus mendengarkan ibumu. Dia tidak ingin Anda di sini, begitu juga kami”. 

Protes tersebut dilayangkan pada Pogba, karena ia berasal dari Lagny-sur-Marne, yang berarti ia memiliki DNA Marseille. Jadi, tak pantas bermain untuk PSG. Akhirnya, Pogba bertahan semusim lagi di MU sebelum akhirnya kembali ke pelukan Juventus.

Cristiano Ronaldo ke Atletico Madrid

Yang kedua masih melibatkan punggawa Manchester United. Kegagalan transfer kali ini melibatkan Cristiano Ronaldo yang rewel, dan sedang mengusahakan pindah ke klub yang bermain di Liga Champions.

Sayangnya, meski keinginan Ronaldo untuk pindah sudah bulat, sang agen yakni Jorge Mendes kesulitan untuk menemukan klub baru bagi pemegang lima gelar Ballon d’Or tersebut. Banyak klub yang menolak mentah-mentah untuk menggunakan jasanya, dan yang paling frontal adalah Atletico Madrid melalui fans mereka.

Sebetulnya Atletico membuka peluang untuk mendatangkan Ronaldo, mengingat kontrak Luis Suarez musim lalu tak diperpanjang. Namun, fans memprotes keputusan tersebut. Melalui komunitas internasional fans Atletico Madrid, mereka mengeluarkan pernyataan untuk menolak kedatangan Cristiano Ronaldo.

Fans beranggapan bahwa Ronaldo telah menjadi mimpi buruk Atletico selama bertahun-tahun. Selain itu, fans juga menilai Ronaldo yang sudah berusia 37 tahun, tak bisa menjamin trofi bagi Los Rojiblancos. 

Marko Arnautovic ke MU

Ronaldo yang ingin hengkang dari MU membuat manajemen Setan Merah bergegas untuk menemukan penggantinya. Namun, keputusasaan United yang menunjuk Marko Arnautovic sebagai pengganti Ronaldo, dianggap bukan ide yang bagus bagi para fans. 

Sebetulnya Arnautovic sudah mengatakan “Ya” pada tawaran sebesar 8 juta euro atau Rp119 miliar yang diajukan United. Namun, Bologna ingin harga yang lebih tinggi. Sementara itu, fans United menilai bahwa langkah transfer ini merupakan suatu keputusan yang tak masuk akal.

Fans terkejut dengan kabar kalau pemain Austria itu bakal pindah ke Old Trafford. Pasalnya, pemain berusia 33 tahun itu dicap sudah habis. Kualitasnya tak mampu bersaing di ketatnya Premier League. 

Arnautovic bahkan dikabarkan sempat terlibat dalam serangkaian kasus rasisme selama karirnya. Itu menyebabkan sejumlah fans langsung mengirim email kepada Kepala Eksekutif MU, Richard Arnold sebagai bentuk protes. Alhasil pihak United pun mundur dari negosiasi tersebut. Mereka lebih mengutamakan perasaan fans.

Steven Gerrard ke Chelsea

Pada tahun 2005 silam, Chelsea sempat mengupayakan negosiasi untuk mendatangkan Steven Gerrard dari Liverpool. Namun, kesepakatan itu gagal lantaran fans terlalu mencintai Gerrard.

The Blues datang dengan uang 32 juta pound (Rp580 miliar) untuk mengontrak kapten Liverpool itu. Awalnya Liverpool menolak tawaran tersebut. Namun, Gerrard sempat menekan pihak klub untuk menerima tawaran itu.

Setelah Gerrard menyatakan ingin hengkang dari Liverpool, fans kecewa dan melayangkan protes kepadanya. Dalam kurun waktu 24 jam, Gerrard akhirnya menarik keputusannya itu. Gerrard merasa saat itu, ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Teriakan fans membuatnya sadar bahwa Liverpool begitu berarti untuknya.

Beberapa hari setelah itu, Gerrard menandatangani perpanjangan kontrak bersama The Reds. Ia bermain untuk Liverpool hingga 2015, dan meninggalkan klub sebagai seorang legenda.

El Hadji Diouf ke West Ham

Kegagalan transfer yang disebabkan fans selanjutnya melibatkan legenda Timnas Senegal, El Hadji Diouf. Ia dikabarkan masuk radar West Ham United ketika Sam Allardyce ditunjuk untuk menukangi The Hammers tahun 2011. Hal itu karena Big Sam sudah beberapa kali bekerjasama dengan Diouf.

Sayang, niat Allardyce untuk reuni dengan mantan anak asuhnya di Bolton bertepuk sebelah tangan. Fans West Ham ternyata tak suka dengan Diouf. Fans menilai kelakuan Diouf di dalam dan di luar lapangan kurang baik. Ia dicap striker tukang diving, suka meludah, dan doyan memprovokasi lawan.

Big Sam pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengontrak Diouf. Kendati, ia sejatinya kecewa dengan keputusannya itu. Namun, mau bagaimana? Ia sadar harus menghormati situasi klub, dan mesti menjaga hubungan baik dengan para fans. 

Joey Barton ke West Ham

Tahun 2015, suporter garis keras West Ham juga menolak kedatangan Joey Barton dari Queen Park Rangers. Fans menilai Barton punya rekam jejak buruk. Ia kerap berselisih dengan rekan setim. Gara-gara kelakuan buruknya itu, ia bahkan pernah mendapat larangan bermain hingga masuk bui. 

Slaven Bilic, pelatih anyar The Hammers kala itu, sangat ingin mendatangkan Barton secara gratis. West Ham bahkan telah mencapai kata sepakat dan sudah menjadwalkan tes medis. Namun, fans yang bersatu melawan keputusan itu menggagalkan semuanya.

Meski mengaku tak sakit hati, Barton sempat menulis peristiwa ini di autobiografinya tahun 2016. “Sekelompok penggemar West Ham bereaksi seperti mereka akan mendatangkan seorang pembunuh berantai. Itulah hidup dan tidak ada kepahitan di pihak saya,” tulis Barton

Lee Bowyer ke Liverpool

Pada tahun 2002, Lee Bowyer dianggap sebagai salah satu gelandang yang memiliki naluri mencetak gol cukup baik di Premier League dan bagi Timnas Inggris saat itu. 

Di tahun tersebut, Lee sempat akan bergabung dengan Liverpool. The Reds bahkan sudah mengajukan tawaran sebesar 9 juta pound (Rp158 miliar) pada Leeds United. Dengan uang segitu, Leeds yang sedang memiliki masalah finansial tak keberatan dengan tawaran Liverpool.

Tapi, fans Liverpool lah yang keberatan. Mereka memprotes keras keputusan klub karena mereka resah dengan riwayat skandal rasisme dan kekerasan pada wanita yang pernah dialami Bowyer. Oleh karena itu, negosiasi pun berjalan lambat dan akhirnya Bowyer gagal bergabung ke Liverpool. 

https://youtu.be/G9Y8zw7CepI

Sumber: Planet Football, The Guardian, Bola, Libero

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru