Hampir mirip seperti Romelu Lukaku, Timo Werner ingin segera pergi dari Chelsea. Hal itu berdasarkan laporan dari Talksport. Tentu tidak masalah jika ia menginginkan hal itu. Toh, jika mau, ia bisa bertahan barang semusim dua musim lagi di Chelsea.
Namun, yang terjadi, kan tidak demikian. Werner membutuhkan menit bermain. Membutuhkan kesempatan bermain yang lebih banyak. Hal itu demi agar dirinya bisa masuk ke skuad Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2022. Ya, seperti pemain-pemain lainnya, Werner memang ingin tampil di Piala Dunia.
Werner mengerti, jika ia tetap bertahan di Chelsea, keinginan itu sulit terwujud. Apalagi ada gelagat yang tak mengenakan. Gelagat yang, entah dari sang pelatih maupun manajemen untuk menyingkirkannya.
Daftar Isi
Dibeli dengan Harga Mahal
Sebelumnya, Timo Werner bergabung dengan The Blues tahun 2020. Tepat ketika pasukan Stamford Bridge dilatih legenda mereka sendiri, Frank Lampard. Untuk mendatangkan Werner dari RB Leipzig, Chelsea mesti mengeluarkan kocek sekitar 53 juta euro (Rp797,4 miliar).
Timo Werner admits he is ‘struggling’ to cope with Chelsea’s hectic fixture schedule ahead of their clash with West Ham on Monday evening.
The Germany international, who joined Chelsea in a £47.5 million deal, has failed to score in his last 8 appearances for Frank Lampard’s side pic.twitter.com/zKhpYGbqXW— Frank Khalid (@FrankKhalidUK) December 20, 2020
Sebuah nilai transfer yang fantastis untuk pemain yang, waktu itu masih berusia 24 tahun. Chelsea membayar sebanyak itu karena tahu kualitas seorang Werner. Bersama RB Leipzig, Timo Werner sangat produktif dalam mencetak gol.
Catatan 95 gol dan 40 assist Werner menjadi yang terbanyak di klub Jerman tersebut. Kedatangannya membuat Chelsea menaruh harap, agar lini serang menjadi lebih tajam. Secara kualitas, harusnya Timo Werner mudah menjawab harapan itu.
Bapuk di Chelsea
Ketika The Blues mendatangkannya, Werner sangat antusias. Ia bahagia sekali bisa bergabung ke salah satu klub besar di dataran Britania Raya. Dalam sebuah laporan yang dimuat Football London, Werner bahkan mengatakan, ia datang ke Chelsea untuk menantang gelar.
Itu benar. Omongan Werner itu tidak salah sama sekali. Sebab, tidak seperti Tottenham Hotspur, Chelsea adalah klub yang tepat untuk meraih trofi. Saat berseragam Chelsea, Werner terbukti bisa mengangkat tiga trofi yang berbeda.
Musim 2020/21, ia menggamit Liga Champions. Semusim berselang Piala Super Eropa. Dan di tahun 2022, Werner juga meraih trofi Piala Dunia Antarklub. Jika melihat prestasi itu, betapa beruntungnya Timo Werner pernah berseragam Chelsea.
Timo Werner said he’s going to win the champions league at Chelsea and he did.. he may not have delivered like we expected but he’s definitely not a flop!!! Thanks for everything Timo💙 pic.twitter.com/iuRgigniBa
— 👑OBA👑 (@lawuyisam) August 7, 2022
Akan tetapi, itu adalah gelar-gelar klub. Secara individu, Werner sejatinya adalah pemain yang tidak terlalu bagus di Chelsea. Bahkan beberapa ada yang menyebut, Werner adalah striker gabut. Ia tidak cakap mencetak gol, hanya bisa lari-lari saja.
Anggapan itu tidak salah sama sekali. Sebab jika kita menilik statistiknya, Werner ini layak jika kita menyebutnya bapuk di Chelsea. Statistik yang dihimpun Transfermarkt menunjukkan, Werner hanya bisa mencetak 23 gol dan 21 assist dari 89 pertandingan selama ia berseragam klub yang pernah dijuluki The Pensioners itu.
Jika di antara kalian masih ada yang protes, jangan pakai gol dan assist saja dong, oke. Menghimpun data dari Fbref, nilai expected goals (xG) seorang Werner pada Liga Inggris musim 2020/21 hanya di angka 11,9.
Angka itu turun drastis pada musim 2021/22, yang mana nilai expected goals Werner hanya 7,6. Sebagai seorang striker, statistik itu sudah cukup menunjukkan betapa buruknya penampilan Werner di Chelsea.
Kurang Diberi Kesempatan
Statistik yang buruk itu senada dengan kesempatan bermain yang diberikan pada Werner. Walau pada musim 2020/21, Werner sudah menghabiskan 35 pertandingan di Premier League. Bahkan ketika musim pertama kedatangan Thomas Tuchel, Werner jadi andalan.
Persis ketika Tammy Abraham disingkirkan. Namun, Werner gagal memanfaatkan kesempatan itu. Ia gagal membuktikan bahwa dirinya, memiliki kapasitas yang layak untuk bersaing di Premier League. Saat musim 2020/21, Werner dan Tammy sebenarnya memiliki jumlah gol yang sama (6), tapi Werner kelihatan lebih buruk karena ia lebih banyak bermain daripada Tammy Abraham.
According to Nizaar Kinsella, Timo Werner has fallen out with Thomas Tuchel, arguing in private about how Werner was being used and whether he deserved to start more matches.
Chelsea are in talks with RB Leipzig over an option to buy at the end of a possible season- pic.twitter.com/IHfmTsBrko
— Abraham Adamson (@AdamsonAbraham) August 7, 2022
Karena gagal membuktikan diri, menit bermain Werner musim 2021/22 pun berkurang, Ia hanya dimainkan Tuchel dalam 21 pertandingan Liga Inggris. Itu pun, Werner gagal membuktikan kualitasnya lagi. Werner justru tidak mampu mencetak 6 gol sebagaimana musim sebelumnya.
Waktu itu, ia hanya mencetak 4 gol di Liga Primer Inggris. Angka yang sangat sedikit bagi seorang striker. Padahal Thomas Tuchel sendiri berharap Werner bisa melipatgandakan golnya.
Tuchel Kehilangan Kesabaran dengan Werner
Dilansir The Athletic, Thomas Tuchel sepertinya kehilangan kesabaran dengan Timo Werner. Meski tampil buruk, jelang laga pembuka musim 2022/23, Tuchel masih memberi kesempatan untuk rekan senegaranya itu. “Saya akan sangat senang, sebagai seorang pemuda, (Werner) memiliki kontrak di Chelsea,” kata Thomas Tuchel.
Sekali lagi, Werner tidak memanfaatkan betul kesempatan yang diberikan Thomas Tuchel. Saat bertanding melawan Arsenal di Orlando dalam laga pramusim, Werner turun. Ketika itu, ia gagal mencetak satu pun gol, membuat Chelsea akhirnya dicukur Arsenal 4-0.
Ketika itu, Tuchel yang tidak sabar dengan Werner menggantinya di babak pertama dengan Azpilicueta. Lalu, pada laga persahabatan menghadapi Udinese, Werner sama sekali tidak masuk dalam skuad Chelsea.
Thomas Tuchel isn’t happy that Timo Werner’s goal was disallowed 😅 pic.twitter.com/ccrlT0Mlj0
— GOAL (@goal) October 2, 2021
Permainan Werner Tidak Efektif dan Buang Duit
Tak dapat dipungkiri, kendati lebih banyak berpenampilan buruk, Werner beberapa kali tampil apik. Seperti ketika menghadapi Real Madrid. Lalu, ketika menghadapi Southampton di Liga Inggris selama dua musimnya, Werner selalu mencetak gol. Namun, kenyataan pahitnya, secara menyeluruh permainan Werner sama sekali tidak efektif.
Kemampuan teknisnya yang minim merusak penyerangan Chelsea. Ia yang sering berada di ruang-ruang sempit membuat kecepatannya tidak keluar. Selain itu, fisik Werner tidak cukup untuk menahan bola lebih lama. Werner juga sering gagal memanfaatkan momentum yang berpeluang terciptanya gol.
Salah satunya ketika menghadapi Leeds pada Desember 2020. Ia yang posisinya beberapa inci saja dari garis gawang, melepaskan tendangan lemah yang justru mudah dimentahkan kiper Leeds United kala itu, Illan Meslier. Selain itu, Werner juga acap kali frustrasi karena golnya dianulir. Biasanya ia terjaring perangkap offside.
Permainan yang tidak efektif itu sangat tidak sepadan dengan upah yang diterima Werner. Chelsea harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk Werner daripada pemain lain, seperti Mason Mount, Reece James, sampai Edouard Mendy. Ketiga pemain itu bahkan lebih konsisten dan punya dampak untuk klub, daripada Werner.
Kembali ke Leipzig
Arsitek Chelsea, Thomas Tuchel sulit menemukan peran yang cocok untuk Werner. Hal itulah yang pada akhirnya membuat kemungkinan Werner untuk pergi dari Chelsea sangat terbuka. Apalagi The Blues sudah mendatangkan pemain seperti Raheem Sterling.
Kehadiran Sterling membuat posisi Werner makin sulit. Impiannya untuk mendapat lebih banyak menit bermain, justru semakin susah terwujud. Akhirnya, ia memilih kembali RB Leipzig. Tim yang barangkali, secara permainan jauh lebih cocok untuk Timo Werner.
Werner Back At Leipzig.
Let’s hope he finds his feet again, once a Blue always a #Blue.
What are your expectations?🤩#GetSporty let’s talk sports. pic.twitter.com/0snmUof1xY— SportyBet Ghana (@sportybetgh) August 10, 2022
Chelsea menjual kembali Werner ke RB Leipzig dengan banderol 30 juta euro (Rp451,3 miliar). Nominal itu jauh lebih murah dari yang mereka keluarkan untuk sang pemain. Terlepas dari sulitnya Werner bermain untuk Chelsea, penjualannya kembali ke Leipzig menunjukkan betapa buruknya sistem perekrutan Chelsea.
Dengan dijual kembali ke klub lama, menunjukkan Werner bukan pembelian yang tepat buat Chelsea. Ia menjadi nama kedua setelah Romelu Lukaku, yang jadi rekor transfer terburuk. Dibeli dengan harga mahal, tapi pada akhirnya justru dikembalikan. Walau untuk kasus Lukaku, Chelsea hanya meminjamkannya ke Inter.
https://youtu.be/JxnJTnHgR-g
Sumber: Vanguard, Football365, Forbes


