Premier League dikenal sebagai liga paling sulit di dunia. Tak jarang, pemain-pemain top di belahan dunia lain, berubah jadi bapuk setelah bermain dengan intensitas tinggi khas sepakbola Inggris. Sebut saja Radamel Falcao hingga Sebastian Haller, mereka jadi contoh kecil pemain yang gagal bersama tim Inggris meski sempat gacor bersama mantan klubnya.
Dalam bursa transfer kali ini, klub-klub Liga Inggris sudah menggelontorkan banyak dana untuk mendatangkan pemain-pemain top dari berbagai liga di Eropa. Namun, apakah mereka mampu bersaing di kerasnya sepakbola Inggris? Atau menambah daftar panjang pemain yang gagal setelah bergabung dengan klub Liga Inggris? Berikut daftar debutan Liga Inggris yang aksinya patut untuk dinantikan.
Daftar Isi
Erling Haaland
Nama pertama adalah bomber anyar Manchester City, Erling Haaland. The Citizens menebus sang pemain dengan harga yang jauh di bawah harga pasar. Haaland sebetulnya memiliki market value di angka 150 juta euro atau setara Rp2,2 triliun. Namun, City mendapatkan Haaland hanya dengan bandrol 60 juta euro (Rp910 miliar) dari Dortmund.
Haaland konsisten mencetak gol ketika di Borussia Dortmund. Bersama Dortmund, ia menjelma jadi striker yang cepat, kuat, dan tajam di mulut gawang. Statistiknya selama membela De Borussen sangat mengesankan. Haaland mengemas 85 gol dan 22 assist dalam 88 pertandingan.
Erling Haaland really missed this 😳 pic.twitter.com/rfs1TGRaEw
— ESPN FC (@ESPNFC) July 30, 2022
Statistik mentereng membawanya ke tim juara bertahan Liga Inggris, Manchester City. Ekspektasi fans tentu sangat tinggi pada Haaland, tapi ia tampil cukup mengecewakan kala menghadapi Liverpool di ajang Community Shield. Pergerakan dan finishing-nya tak seperti apa yang ia tunjukan di Jerman. Ia bahkan sempat menyia-nyiakan peluang emas di depan gawang.
Meski demikian, terlalu dini apabila kita menyebut Haaland sebagai pembelian gagal Manchester City. Laga melawan West Ham di pekan pertama Premier League nanti, diperkirakan bakal jadi panggung sesungguhnya bagi Haaland.
Darwin Nunez
Tak seperti Haaland, sebagai debutan Liga Inggris, Darwin Nunez sudah menghadirkan satu trofi bagi Liverpool. Meskipun hanya Community Shield, hal itu tetap dicatat sebagai prestasi bagi klub. Ia bahkan menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-1 atas Manchester City.
Namun, sebelum laga tersebut, performa Nunez di pramusim jauh dari apa yang fans harapkan. Meski sempat mencetak 4 gol dalam laga melawan RB Leipzig, pemain Uruguay itu dianggap belum bisa menyesuaikan skema yang diusung Jurgen Klopp.
Selama tur pramusim, Darwin membuat semua hal yang terlihat mudah menjadi sulit. Football Lovers pasti sudah melihat kekocakan sang pemain di video kompilasi yang beredar di media sosial. Cara ia bermain sungguh tak mencerminkan harganya yang selangit.
Darlose Punez is back!!!
— Extra Time Indonesia (@idextratime) July 27, 2022
Berbekal statistik mentereng di Benfica, Liverpool menebus Darwin dengan 75 juta euro atau lebih dari Rp1 triliun. Jadi tak heran apabila ekspektasi publik Anfield kepadanya cukup tinggi. Terlebih ia didatangkan untuk mengisi pos yang ditinggalkan oleh Sadio Mane.
Lisandro Martinez
Setelah menunjuk Erik Ten Hag sebagai manajer baru, MU bergerak cepat untuk mengamankan jasa Lisandro Martinez dari Ajax. Berbekal 57 juta euro (Rp865 miliar), United berhasil memboyong bek tengah tersebut ke old trafford.
Lisandro datang dengan CV yang menjanjikan. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Ajax 2022, setelah membantu tim meraih gelar Eredivisie 2021/22. Selama 3 tahun membela Ajax, Martinez dikenal sebagai sosok pekerja keras yang piawai memainkan umpan-umpan akurat. Untuk tingkat kesuksesan umpan, Lisandro berada di angka 93% per 90 menit.
Namun, ketika Lisandro bergabung dengan United, yang disorot justru tinggi badannya yang tak lebih dari 175 senti. Di liga yang terkenal mengutamakan kekuatan fisik, daya saing Lisandro diragukan oleh media Inggris.
Meski Lisandro tentu saja masih bisa mengimbangi kualitas Raphael Varane atau bahkan Harry Maguire yang sangat tangguh itu. Lisandro memiliki persentase tekel di angka 99% per 90 menit, sedangkan tekel sukses Maguire hanya berada di angka 41% per 90 menit.
Kalidou Koulibaly
Sempat mendapat perlawanan dari Juventus, The Blues akhirnya berhasil mendapatkan Kalidou Koulibaly dari Napoli dengan harga 38 juta euro atau setara Rp576 miliar.
Chelsea mendatangkan Koulibaly dengan harapan, ia bisa menjadi pengganti yang sepadan untuk Antonio Rudiger yang hengkang ke Real Madrid. Karena pemain yang menjuarai Piala Afrika bersama Senegal ini menjalani delapan musim yang luar biasa di Serie A.
Kalidou Koulibaly, that’s the tweet. 🪨 pic.twitter.com/4fQ86l5sEW
— ⭐️ Chels HQ ⭐️ (@Chels_HQ) July 30, 2022
Koulibaly sudah mengemas 317 penampilan bersama Napoli. Ia juga pernah meraih penghargaan Defender of The Year pada musim 2018/2019. Sedangkan musim lalu, Koulibaly berhasil masuk dalam best eleven sebanyak empat kali.
Koulibaly datang bukan tanpa bekal, dengan usia 31 tahun, ia memiliki segudang pengalaman. Kita nantikan saja apakah Koulibaly bisa membuktikan kualitasnya, atau justru menambah daftar panjang pembelian gagal Chelsea.
Julian Alvarez
Satu lagi dari Manchester City adalah pemain muda asal Argentina, Julian Alvarez. City menyelesaikan transfer Alvarez pada Januari 2022, tetapi ia tetap bersama klubnya River Plate hingga akhir musim 2021/22.
Dari 119 penampilan untuk River Plate, Alvarez mencetak 53 gol dan memenangkan empat trofi, termasuk Copa Libertadores musim 2017/2018. Sepanjang karirnya di Argentina, Alvarez telah disorot media sebagai salah satu bakat yang menjanjikan. Dengan kesamaan posisi dan postur tubuh, ia bahkan dijuluki sebagai “The Next Sergio Aguero”.
Setelah mencetak satu-satunya gol Manchester City di laga Community Shield, nama Alvarez semakin melonjak. Aksinya di Premier League pun sudah dinantikan oleh para fans. Terlebih, Pep sempat mengatakan bahwa Alvarez dan Haaland bisa dimainkan sebagai duo di lini depan.
Fabio Vieira
Premier League jadi kompetisi yang penuh pesona bagi pesepakbola Portugal. Beberapa pemain Portugal macam Bernardo Silva, Diogo Jota, hingga Bruno Fernandes mampu tampil apik di klubnya masing-masing.
Begitupun yang diharapkan dari Fabio Vieira. Ia didatangkan dari FC Porto bukan hanya sebagai pelapis Martin Odegaard. Tapi ia bisa memberikan variasi pola serangan bagi Mikel Arteta. Sebagai gelandang serang, ia dikenal sebagai gelandang yang kreatif. Ia juga piawai menempatkan diri di posisi yang menguntungkan para winger untuk melakukan kombinasi umpan.
Musim lalu jadi penampilan terbaiknya bersama FC Porto. Dalam 27 pertandingan di Liga, Pablo Vieira berhasil mencatatkan 6 gol dan 14 assist. Dengan masih adanya Martin Odegaard di lini tengah Arsenal, patut dinanti bagaimana Arteta menggunakan Vieira musim depan.
Gianluca Scamacca
Gianluca Scamacca jadi satu-satunya pemain dari klub di luar big six yang aksinya patut untuk dinantikan. Didatangkan dari Sassuolo, Scamacca membuat West Ham harus merogoh kocek sebesar 36 juta euro, atau setara dengan Rp545 miliar.
Welcome to West Ham United, Gianluca Scamacca#WHU pic.twitter.com/KCoOPOianD
— r 🇩🇪 (@Ja7lenBrown) July 25, 2022
Pemain internasional Italia itu, mencetak 16 gol di Serie A musim lalu. Catatan golnya hanya kalah dari Ciro Immobile sebagai pemain lokal Italia yang berhasil menjadi top skor Serie A. Pemain berusia 23 tahun ini mengandalkan postur yang tinggi, tapi memiliki kecepatan. Keberhasilan Scamacca dalam melakukan duel udara mencapai 55,7%.
Scamacca didatangkan West Ham sebagai penambah daya gedor di lini depan, mengingat mereka berambisi untuk finis di urutan yang lebih baik musim ini. Apakah Scamacca mampu mengangkat derajat The Hammers dengan membantu tim untuk finis di urutan 6 besar liga? We will see…
https://youtu.be/Llmk-EcCzns
Sumber Referensi: Footballfaithfull, Planetfootball, The Flanker, Givemesport, Transfermarkt


