Chelsea jadi klub Liga Inggris ketiga yang pernah dibela oleh Raheem Sterling. Sebelum menandatangani kontrak dengan Chelsea, Sterling sudah pernah membela tim The Big Six lainnya yaitu Liverpool dan berhasil mendominasi sepakbola Inggris bersama Manchester City.
Meski sempat menjadi pemain andalan Pep Guardiola, namun peran Raheem Sterling sedikit berkurang setelah datangnya Jack Grealish dari Aston Villa. Kini, klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu justru kembali mendatangkan dua penyerang baru yaitu Julian Alvarez dan Erling Haaland, yang mana membuat posisi Sterling di skuad utama City kian tak menentu.
Chelsea pun datang untuk menyelamatkan karir Raheem Sterling. Setelah melepaskan si ular kadut, Romelu Lukaku ke Inter Milan, Chelsea sebetulnya masih memiliki stok yang cukup di sektor penyerang. Maka dari itu muncul pertanyaan mengapa Chelsea mendatangkan Sterling, apa istimewanya pemain 27 tahun tersebut?
Daftar Isi
Mengapa Chelsea Membeli Raheem Sterling?
Pertanyaan pertama yang muncul setelah melihat potret Sterling terpampang di akun media sosial Chelsea adalah, mengapa The Blues membeli pemain itu? Ya, mungkin hampir semua fans Chelsea akan mempertanyakan hal yang sama, lantaran mereka berfikir, klubnya lebih membutuhkan seorang pemain bertahan, ketimbang pemain yang bernaluri menyerang macam Sterling.
What a welcome! 👏#SterlingIsChelsea pic.twitter.com/nbIlloLLV3
— Chelsea FC (@ChelseaFC) July 13, 2022
Namun, dilansir SI, meski Chelsea lebih membutuhkan pemain bertahan ketimbang pemain menyerang, Thomas Tuchel justru mengklaim bahwa penandatanganan Raheem Sterling musim panas ini adalah prioritas nomor satu bagi klub.
Chelsea menebus pemain berkebangsaan Inggris itu dari Manchester City dengan bermodalkan 56 juta euro atau sekitar Rp850 miliar, dan Tuchel ingin memainkan Sterling di posisi sayap kiri. Sang juru taktik menegaskan bakal menjadikan Sterling sebagai titik fokus serangannya musim depan, karena Tuchel ingin melakukan beberapa peremajaan taktik musim depan.
Sederhananya, Chelsea membutuhkan gol dari Sterling. Meskipun ia bukan bomber tajam macam Jamie Vardy atau Harry Kane, nyatanya Sterling mampu memberikan performa yang konsisten dalam urusan mencetak gol bersama Manchester City. Selama bermain di bawah asuhan Pep Guardiola, pemain berusia 27 tahun itu selalu berhasil mencapai dua digit gol selama 7 musim berseragam biru langit.
Apa yang Bisa Diberikan Sterling?
Permasalahan utama Chelsea adalah soal mencetak gol. Sejak kepergian Eden Hazard, Chelsea memang tak pernah lagi memiliki penyerang yang piawai mencetak gol. Dari nama-nama Timo Werner, Christian Pulisic hingga Romelu Lukaku. Semuanya gagal menyamai catatan Hazard bersama Chelsea. Praktis hanya Mason Mount yang mampu mencetak dua digit gol dengan catatan 11 golnya musim lalu.
Sterling hadir menawarkan jawaban atas permasalahan itu. Statistik golnya sangat mengesankan. Selama di City, Sterling telah mengemas 131 gol dalam 337 pertandingan bersama The Citizen. Performa terbaiknya hadir di musim 2019/2020 di mana ia mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Sterling memiliki naluri gol yang tinggi.
Most non-penalty goals scored in the Premier League for Chelsea since the start of the 2017/18 season:
◉ 22 – Eden Hazard
◉ 22 – Mason Mount
◉ 21 – Tammy AbrahamRaheem Sterling has scored more than all three combined in that time (75). 💪 pic.twitter.com/OabSoLadcN
— Squawka (@Squawka) June 19, 2022
Mungkin beberapa orang tetap meragukan kemampuan Sterling karena mereka berpikir bahwa ia bermain bagus, ya karena satu tim dengan Kevin De Bruyne, Riyad Mahrez atau Bernardo Silva dan gol-golnya pun hanya tap in yang mana itu mudah untuk dilakukan.
Namun, jangan salah. Mengeksekusi gol tap in memanglah mudah, namun untuk menemukan momentum yang tepat guna menciptakan situasi gol tap in bukanlah perkara mudah. Pergerakan tanpa bola dan insting untuk membaca arah datangnya bola jadi atribut unggulan yang ditawarkan Sterling.
Selain gol, Sterling juga mampu menawarkan skill olah bola yang ciamik di area sepertiga lawan. Mengandalkan kecepatan dan tusukan-tusukan tajam, pergerakan Sterling sangat merepotkan pertahanan lawan. Kecepatan yang dimiliki Sterling akan sangat berguna untuk membongkar pertahanan tim yang menerapkan skema bertahan cukup dalam.
Dengan adanya Raheem Sterling di skuad Thomas Tuchel musim depan, itu akan membuat seorang Kai Havertz jadi lebih fokus untuk mencetak gol daripada memainkan peran ganda sebagai penyerang yang menciptakan peluang untuk rekan satu tim dan sekaligus menjadi pencetak gol utama The Blues.
Potensi Peran yang Diambil Sterling di Chelsea
Kedatangan Sterling membuat Tuchel bisa mengeksplor skema permainan Chelsea. Dilansir Football London, Tuchel dikabarkan tak akan banyak menggunakan skema 3-4-3 lagi, melainkan ia akan mencoba formasi 4-3-3 atau 4-2-2-2 dan bermain dari bawah. Jadi, pemain macam Sterling ini adalah pemain yang cocok untuk skema sepakbola menyerang yang diusung Tuchel musim depan.
Hal itu didukung dengan Sterling yang mampu bermain dalam berbagai peran dan posisi. Ia mampu tampil di posisi second striker, sayap kiri, sayap kanan, bahkan ia mampu bermain sebagai false nine dengan cukup baik. Fleksibilitas seperti ini merupakan bukti bahwa Sterling adalah pemain yang kaya akan kemampuan teknis.
Yang jadi pertanyaan adalah mau taruh di mana Sterling? Pasalnya Chelsea masih memiliki cukup opsi di lini serang. Di skuad Thomas Tuchel musim depan, masih ada nama-nama Timo Werner, Kai Havertz, Christian Pulisic, Callum Hudson-Odoi, hingga Mason Mount.
Sepanjang musim 2021/2022, skuad asuhan Thomas Tuchel belum menemukan kombinasi sempurna untuk trio lini depan, dan Sterling dipercaya bisa mengupgrade kualitas lini serang Chelsea yang kurang maksimal musim lalu.
Jika Tuchel memakai tiga penyerang, Sterling bisa ditempatkan sebagai sayap kiri atau kanan ditemani Havertz sebagai penyerang tengah dan Mount sebagai sayap di sisi yang lain. Mereka bisa memainkan umpan-umpan pendek cepat dan Sterling melakukan larian menusuk untuk membongkar pertahanan lawan.
Jika itu dirasa kurang efektif, Sterling bisa memainkan peran false nine dan bertukar posisi dengan Havertz. Berbekal kepiawaian mencari ruang kosong, Sterling mampu memberikan opsi umpan yang menjanjikan di dalam kotak penalti, ini juga jadi alasan mengapa Sterling kerap mencetak gol tap in.
Pembelian Tepat?
Secara taktikal, Raheem Sterling adalah pembelian cerdas yang dilakukan Chelsea. Sterling bisa menjadi jawaban atas tumpulnya lini serang Chelsea dalam beberapa tahun terakhir. PR nya tinggal bagaimana kualitas umpan dan kemampuan pemain Chelsea lain dalam menemukan Sterling di ruang kosong.
Selain ketidakpuasan Tuchel akan stok penyerangnya, Sterling juga akan memudahkan Tuchel untuk melakukan eksperimen baru dengan pola serangan yang diperkirakan akan lebih variatif musim depan. Tuchel akan memperbanyak memainkan serangan melalui bola bawah, dan skema seperti itu adalah makanan sehari-hari Raheem Sterling sewaktu bermain di Manchester City.
Adanya Raheem Sterling di skuad The Blues tak hanya meningkatkan kualitas lini serang Chelsea. Tapi pengalaman dan kedewasaannya juga akan memberikan para penyerang-penyerang muda Chelsea, sosok yang lebih dewasa untuk dijadikan panutan.
https://youtu.be/oU6S8tb-S2w
Sumber: Fottheball, Footballfaithfull, Coachesvoice, Ruang Taktik, Football London, SI


