Rumor transfer Frenkie De Jong jadi salah satu kisah transfer paling “Toxic” dari semua rumor di jendela transfer musim panas kali ini. De Jong sendiri adalah target utama Manchester United. Erik Ten Hag sudah jelas menginginkan sang pemain sejak awal kedatangannya di Manchester.
Manchester United sejatinya sudah mencapai kesepakatan dengan La Blaugrana soal fee transfer Frenkie De Jong. Namun, sang pemain masih berat hati untuk mengiyakan tawaran United. Lantas apa sih yang membuat De Jong berat untuk meninggalkan Barca dan bergabung dengan Setan Merah?
Daftar Isi
Baru Beli Rumah Mewah
Salah satu alasan Frenkie De Jong masih berat mengatakan “Iya” pada tawaran United adalah, De Jong baru saja membeli sebuah properti mewah di lokasi Pedralbes, suatu daerah pemukiman elit paling diminati oleh para pengusaha dan pemain-pemain asing yang bermain di Barcelona.
Frenkie de Jong has just got engaged to long term girlfriend Mikky Kiemeney 💍
She’s been there from the beginning ❤️ pic.twitter.com/au4M9wEJJJ
— ESPN FC (@ESPNFC) July 1, 2022
Beberapa bulan lalu, De Jong bersama kekasihnya, Mikky Kiemeney menebus rumah mewah milik pengusaha Oscar Pierre dengan harga 5 juta euro atau sekitar Rp75 miliar. Tentu dengan membeli sebuah rumah mewah, De Jong berencana tinggal di Barcelona untuk waktu yang lama.
Sebelumnya, De Jong dan kekasihnya hanya tinggal di sebuah apartemen, di mana mereka harus membayar harga sewa sebesar 10 ribu euro atau sekitar Rp150 juta per bulannya.
Kekasihnya Tak Mau Pindah ke Manchester
Tampaknya, Mikky Kiemeney memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam kehidupan Frenkie De Jong. Mengingat baru-baru ini, pemain berusia 25 tahun itu telah bertunangan dengan kekasihnya itu. Setelah melangkah ke jenjang yang lebih serius, mereka pun sepakat untuk tetap tinggal di Barcelona.
Letak geografis Barcelona yang merupakan kota di tepi laut Mediterania, merupakan lokasi yang nyaman apabila dijadikan tempat tinggal. Oleh karena itu Mikky cukup berat meninggalkan tempat seindah Pedralbes demi kota Metropolitan seperti Manchester.
Cuaca Kota Manchester
Cuaca Manchester kerap menjadi bahan candaan karena lebih lembab dari daerah lain di Inggris. Namun, ternyata itu benar-benar penting bagi beberapa pesepakbola yang pernah bermain di Inggris terutama kota Manchester. Beberapa dari mereka juga mengeluhkan cuaca lembab tersebut.
“Typical Manchester weather for you!” ☔ pic.twitter.com/by1vxoFDl0
— Manchester United (@ManUtd) September 28, 2019
Hal itu juga pernah diungkapkan oleh mantan pemain Manchester City, Nolito. Waktunya di Manchester tak lama, namun cuaca yang buruk cukup mempengaruhi keputusannya untuk hengkang ke Sevilla. Dilansir The Guardian, Nolito merasa, hidup di Manchester seperti tinggal di dalam goa. Cuaca Manchester yang lembab bahkan membuat kulit wajah anaknya bermasalah.
Frenkie De Jong dan tunangannya juga demikian. Mereka lebih menyukai iklim di Barcelona dan sama sekali tak terbesit untuk pindah ke Manchester yang memiliki iklim lembab dan curah hujan yang cukup tinggi.
Tidak Suka Cara Negosiasi Manchester United
Selain itu, Frenkie de Jong juga sempat menyatakan bahwa ia tidak senang dengan cara komunikasi yang dilakukan oleh manajemen Barcelona dan pihak Manchester United yang cenderung sembunyi-sembunyi dan tak ada keterbukaan kepadanya.
Dilansir Give Me Sport, De Jong pernah menghubungi petinggi Barcelona untuk segera mengakhiri negosiasi Barca dengan Manchester United. Bahkan De Jong juga ingin pihak klub menutup telepon apabila ada klub lain yang ingin menebusnya di musim panas kali ini.
Tak hanya itu, De Jong juga sempat menunjukan gestur tak senang dalam sebuah wawancara setelah pertandingan Timnas Belanda. Dengan senyum tipis, Frenkie menolak menjawab pertanyaan wartawan soal transfernya ke United.
Dengan tegas dia meminta pers dan suporter Setan Merah menghentikan usaha tidak masuk akal itu. Bahkan, Frenkie De Jong memastikan tidak mungkin meninggalkan Barcelona dalam waktu dekat.
Faktor Xavi
De Jong pertama kali menarik perhatian Ajax berkat keberaniannya menguasai bola, merebut bola dari lawan hingga cara dia membawa bola kedepan untuk membangun serangan sebagai pemain nomor “6”. Namun, Xavi tidak memainkan pemain tengah Timnas Belanda itu sebagaimana waktu ia bermain di timnas maupun Ajax.
Xavi justru lebih gemar memainkan De Jong lebih ke depan sebagai gelandang nomor “8” karena sang juru taktik belum berniat untuk memberikan posisi gelandang bertahan milik Sergio Busquets kepada De Jong.
Tampaknya sejauh ini Frenkie De Jong dan Xavi sudah banyak berdiskusi soal permasalahan taktikal ini, dan sang pemain siap untuk menyesuaikan permainannya agar bisa memenuhi skema yang diusung oleh manajernya itu.
Barcelona Adalah Klub Impian Frenkie
Sudah menjadi rahasia umum bahwa klub Catalan itu adalah klub impian Frenkie De Jong sejak kecil. Seperti kebanyakan pemain asal Belanda lainnya yang menjadikan Johan Cruyff atau pemain Belanda lain yang meraih sukses di Barca sebagai role model, beberapa dari pemain muda pasti bermimpi bermain untuk Barcelona.
Manchester United mungkin bisa mengklaim sebagai salah satu klub terbesar di dunia. Namun begitu juga Barcelona. Frenkie telah menjadi pendukung Barcelona sejak kecil. Ia bahkan memiliki berbagai atribut klub Catalan tersebut. Saat remaja ia juga pernah mengabadikan momen saat ia menonton langsung pertandingan Barcelona di Camp Nou.
Tak Ada Liga Champions
Tak lolosnya Manchester United ke Liga Champions musim depan jadi salah satu faktor mengapa Frenkie De Jong enggan meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan klub Liga Inggris tersebut.
Alasan yang sama juga digunakan Cristiano Ronaldo untuk mempertimbangkan hengkang dari Manchester United. Bagi sebagian pemain, kompetisi paling bergengsi di Benua Biru itu memang sangat penting. Mengingat trofi Liga Champions adalah tolak ukur kesuksesan sebuah klub di level Eropa.
Frenkie tidak ingin bergabung dengan skuad asuhan Erik Ten Hag musim depan karena mereka terbuang dari kompetisi elit tersebut. De Jong tahu, jika ia ingin memperkuat statusnya sebagai pemain profesional, bermain di Liga Champions adalah jawabannya.
Gaji di Barca
Sulit bagi klub mana pun untuk menandingi apa yang saat ini dibayarkan Barcelona kepada Frenkie de Jong. Seperti dilansir The Sun, sang gelandang bisa mendapatkan uang hingga 450 ribu pound atau sekitar Rp8 miliar per pekan jika ia memenuhi semua target yang diberikan oleh pihak Barcelona.
Sedangkan menurut Talksport, Frenkie de Jong masih memiliki 17 juta pound (Rp305 miliar) dalam bentuk upah yang belum dibayarkan oleh Barca, akibat dari penangguhan upah yang disetujui kedua belah pihak selama pandemi tahun 2020. Jadi, alasan ini masuk akal secara finansial bagi Frenkie untuk tetap bertahan di Barcelona.
Lucunya lagi, hutang itu justru dimanfaatkan Barcelona agar Frankie De Jong tidak begitu saja pergi ke Manchester United. Blaugrana bahkan memanfaatkan hutang itu agar MU juga mau berkontribusi membayar hutang Barca pada De Jong, jika serius menginginkannya. Meski di sisi lain, Barcelona justru mulai tancap gas membeli pemain.
https://youtu.be/X2je6fY6c48
Sumber: Foottheball, GMS, Talksport, The Sun, Libero


