The Kop kini sudah mulai menatap musim depan. Darwin Nunez, Calvin Ramsey, sampai Fabio Carvalho, semuanya sudah “here we go” ke Anfield. Kini tinggal kesiapan dan kematangan skuad dengan menjalani latihan pra musim maupun tur pra musimnya.
Namun apakah sepede itu Liverpool akan kesiapan skuadnya? Lini belakang sudah, lini serang sudah, lalu lini tengah bagaimana kabarnya? Menarik untuk melihat lini yang satu ini di Liverpool. Lini yang dianggap remeh ketika Trio Firmansyah dan kokohnya tembok Van Dijk menutupi peran penting beberapa gelandang Liverpool.
Do Liverpool need another injection of quality in midfield for the season ahead?
Assessing Jurgen Klopp’s options. #LFC https://t.co/zvoXWrRuCE— James Pearce (@JamesPearceLFC) June 27, 2022
Daftar Isi
Lini Penyeimbang
Kalau melihat Liverpool bermain, fokus utama pasti akan tertuju pada lini penyerangan. Baik itu didominasi oleh atraksi dua bek sayapnya Trent Alexander-Arnold dan Robertson maupun atraksi tiga trisula mautnya di depan. Jarang sekali fokus itu tertuju pada peran tiga gelandang Klopp. Memang sih, pola permainan Klopp seperti tampak menihilkan peran seorang gelandang. Padahal sebenarnya gelandang ini perannya cukup penting.
Gelandang dalam sistem Klopp jarang memiliki kualifikasi yang stylish dan meliuk-liuk. Para gelandang Klopp dituntut untuk tidak menguasai bola terlalu lama. Klopp selama ini memilih seorang gelandang yang bisa bekerja secara tim, mampu kolektif dan rajin pressing. Maka tak jarang Klopp memilih para gelandang bertipe petarung.
Terlihat selama Klopp melatih, para gelandang Liverpool ini bermain dengan sirkulasi bola cepat dengan sekali sentuhan. Namun ternyata itu saja tidak cukup, taktik selalu bergerak dinamis. Atas dasar itulah kenapa Klopp membawa Fabinho dan Thiago. Klopp sadar selain perlu gelandang petarung, ia juga butuh gelandang pengumpan yang handal supaya tak ketergantungan dari umpan TAA maupun Robo.
Namun keberadaan Fabinho dan Thiago saja belum lengkap. Ia harus juga dibimbing oleh para seniornya di klub, macam Henderson maupun Milner. Dengan begitu lini tengah Liverpool makin terjamin keseimbangannya. Lalu, bagaimana stok gelandang yang lainnya?
Happy with our midfield options going into the new season? pic.twitter.com/ejG0mFNSrd
— – (@AnfieldRd96) June 29, 2022
Riwayat Cedera Yang Menghantui
Stok gelandang Liverpool kali ini memang sudah overload. Total ada 9 gelandang terdapat di skuad Klopp. Termasuk rekrutan barunya Fabio Carvalho, jika dia jadi difungsikan sebagai gelandang serang.
Namun masalah terbesar yang bernama “cedera” mesti harus diperhitungkan musim depan oleh Klopp. Liverpool bagaimanapun tak tau kapan cedera melanda skuadnya. Kita ingat bagaimana keteterannya mereka ketika kehilangan beberapa pemain di musim 2019/20.
Di musim ini saja kita tahu dari 8 gelandang yang dipunyai Klopp silih berganti masuk meja perawatan dengan cedera kambuhannya. Di sinilah dilema terjadi, ketika Klopp surplus gelandang akan tetapi disisi lain sering dihantui cedera yang tak pasti.
Siasat membeli Fabio Carvalho mungkin jitu bagi Klopp dan direktur olahraga mereka yang baru, Julian Ward. Meskipun begitu, untuk menaruh beban di pundak Carvalho maupun pemain muda lainnya macam Curtis Jones maupun Harvey Elliott rasanya belum saatnya. Sesekali untuk dijadikan supersub mungkin jadi solusi.
🔴🇵🇹 Happy Fabio Carvalho day!
Thread on what we can expect from our new signing…🧵 pic.twitter.com/kcnsHn3Zd4
— This Is Anfield (@thisisanfield) July 1, 2022
Proyek Regenerasi
Kembali pada permasalahan dilema. Bagaimanapun kini struktur kekuatan lini tengah Liverpool sudah jelas komposisinya. Fabinho, Thiago dan Henderson adalah trio andalan utama Klopp musim ini, bahkan mungkin musim depan. Merekalah trio yang paling sering tampil yakni sebanyak 11 kali musim ini. Disusul kombinasi Jones-Fabinho-Henderson dan Henderson-Fabinho-Keita masing-masing tampil 5 kali.
Di samping itu, dari segi kontribusi penyerangan, trio utama Henderson Fabinho dan Thiago yang paling menonjol. Fabinho dengan 8 gol 1 assist, Henderson dengan 3 gol 6 assist dan Thiago dengan 2 gol 5 assist. Di bawah itu ada Naby Keita dan Oxlade Chamberlain dengan 3 assist dan 3 golnya.
Sebenarnya dengan torehan merata seperti itu mampu sedikit melegakan hati Klopp. Nah, tapi masalahnya, beberapa dari mereka sudah menjelang uzur usianya. Artinya untuk jangka pendek alangkah baiknya Klopp butuh amunisi satu gelandang lagi yang siap pakai dengan umur dan pengalaman yang sudah matang.
Fabinho kini sudah berusia 29 tahun, Henderson 32 tahun, serta Thiago sudah 31 tahun. Klopp seharusnya sadar itu, dan berdoa agar mereka musim depan sehat-sehat saja tiap pekannya. Ditambah Milner yang baru saja memperpanjang kontraknya selama setahun yang usianya sudah menginjak 37 tahun. Rata-rata umur gelandang Liverpool kini tak muda lagi. Adapun yang muda seperti Elliot 19 tahun, Jones 21 tahun, maupun Carvalho 19 tahun, tapi akankah mereka mampu tampil selalu konsisten di tengah kompetisi yang padat?
“One thing is for sure, Klopp and Liverpool’s transfer gurus are well aware of the need in midfield, and given the club’s extremely impressive transfer ability in recent years, they will get it right…”
On the #LFC midfield conundrum, for @FourFourTwo. https://t.co/8sIMibVm7e
— Matt Ladson (@mattladson) June 28, 2022
Kedalaman Skuad Sebagai Kunci
Kini hitung-hitunganya untuk bisa membawa satu gelandang lagi terletak pada siapa yang akan dilepas di antara 8 gelandang yang tersedia. Mungkin yang paling berpeluang hengkang antara Oxlade Chamberlain ataupun Curtis Jones.
Chamberlain yang kontraknya hanya sisa satu musim, jika dilepas sekarang sebenarnya memungkinkan daripada dilepas musim depan dengan gratis. Dan bandrolnya pun tak terlalu besar hanya sekitar 10-15 juta pounds. Selain itu, Curtis Jones juga sedang diincar klub promosi Nottingham Forest dengan opsi pinjaman. Kalau dua gelandang itu jadi pergi, otomatis mendatangkan gelandang extra menjadi diperlukan.
Bagaimanapun kedalaman skuad selalu menjadi kelemahan Liverpool beberapa tahun terakhir. Ketika beberapa pemain inti cedera, Liverpool bermain keteteran. Hal itu karena yang menjadi pelapis juga tak sepadan performanya. Ketergantungan pada pemain inti inilah yang harus bertahap dihilangkan oleh Liverpool. Liverpool sebagai tim besar harus mempunyai kedalaman skuad yang mumpuni dan sepadan secara kualitas
Jurgen Klopp has already strengthened Liverpool midfield this summer without anyone realising#LFC https://t.co/MvWdTcq84R
— Liverpool FC News (@LivEchoLFC) June 25, 2022
Liverpool harus ingat kegagalan musim ini. Ketika mereka sampai last minutes bahkan bisa berpeluang meraih Quadruple. Tapi apa hasilnya? Dua gelar penting mereka yakni Liga Inggris dan Liga Champions lepas di saat-saat terakhir.
Maka dari itu, masalah di lini tengah ini harus segera diselesaikan. Sekarang Liverpool harus pandai-pandai menghitung peran para gelandangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Nama-nama gelandang calon penghuni Anfield pun kini bermunculan seperti Bellingham, Barela, Sangare, maupun Luka Sucic.
Can Liverpool’s midfield still excel without fresh blood? | @JamesPearceLFC
Full piece: https://t.co/0hIc4EQ74x pic.twitter.com/xwdTR4mUzM
— Anfield Watch (@AnfieldWatch) June 27, 2022
Klopp sebenarnya juga telah mengincar Tchouameni, namun permasalahan hargalah yang menggagalkannya. Tau sendiri lah pemilik Liverpool dibawah FSG (Fenway Sports Group) perhitungannya soal uang seperti apa. Hal itulah juga yang mungkin sulit untuk mendapatkan Bellingham musim panas ini. Pasalnya ia dibanderol Dortmund hampir 100 jutaan.
Kini, apakah masih bersama 9 gelandang yang ada, ataupun dengan pemain baru, Klopp lah yang tau kebutuhan tim. Bagaimanapun dilema komposisi lini tengah ini akan terus terjadi, sampai adanya keputusan yang pasti dari pihak klub. Bagi para fans The Reds, sebenarnya Liverpool butuh atau tidak sih gelandang baru?
https://youtu.be/pDiSE2aPcL4
Sumber Referensi : theathletic, fourfourtwo, goal.com


