AC Milan kembali memulai pijakannya. Klub yang pernah berjaya di masa lampau, untuk kemudian tenggelam dengan penuh penderitaan, kini mulai menjahit lagi masa-masa hebatnya. Titel Serie A yang sudah cukup lama tak mampir ke San Siro, pada akhirnya datang juga.
Milan menjuarai Serie A musim 2021-22 dengan tangguh. Membuat publik San Siro tak bisa untuk tidak bergemuruh. Era kemerosotan Casciavit kini tinggal cerita. Tidak ada lagi yang namanya manajemen yang buruk dan situasi keuangan yang amburadul.
Sejak Elliott Management mengambil alih, AC Milan pelan-pelan mulai membaik. Situasi sudah mulai berubah setelah Li Yonghong tak lagi mendapat kekuasaannya di Milan. Tampaknya, sinar matahari yang cerah itu akan makin menyorot ke San Siro.
Sebab, belum lama ini AC Milan kedatangan investor baru. RedBird Capital Partners belum lama ini telah memutuskan untuk menaruh sebagian besar uangnya untuk AC Milan. Perusahaan yang didirikan Garry Cardinale itu akan mengambil alih sebagian besar saham Rossoneri.
Daftar Isi
Redbird Datang, Elliot Tetap
Associazione Calcio Milan mengumumkan RedBird Capital telah menandatangani kesepakatan secara definitif sebagai pemilik baru. Dalam kesepakatannya, nilai akuisisi atau istilah gampangnya uang yang digelontorkan RedBird ke Milan, mencapai 1,2 miliar euro (Rp18,7 triliun).
Ini membawa kabar baik bagi AC Milan. Apalagi RedBird termasuk perusahaan yang punya jaringan luas. Si pemilik, Garry Cardinale adalah sosok pebisnis handal yang punya relasi berbobot. Ia menjalin kerja sama dengan banyak pebisnis lain, termasuk Billy Beane dan Doug Fearing, dua orang taipan Amerika.
Billy Beane dan Doug Fearing adalah dua orang yang membangun Zelus Analytics, perusahaan yang bergerak pada bidang analisis olahraga. Perusahaan ini juga terkenal sebagai salah satu intelijen olahraga terkemuka di dunia yang berbasis di Austin, Texas. Zelus Analytics ini pernah melakukan merger sukses dengan pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG).
Kerjasama antara RedBird dan Zelus muncul pada saat keduanya mengakuisisi klub Ligue 2 Prancis, Toulouse dan berhasil mengembangkannya. Di sini peran RedBird menjadi si pembawa ide dan bertugas menganalisis data untuk pengambilan keputusan klub.
😍 RedBird Capital Founder Gerry Cardinale getting acquainted with AC Milan.
Let’s see what this new era brings for the Serie A champions 👀
📸 @acmilan pic.twitter.com/La0sBVk73I
— Italian Football TV (@IFTVofficial) June 1, 2022
Dengan kata lain, gurita bisnis yang dibangun RedBird ini sangatlah menguntungkan buat AC Milan. Apalagi jika nantinya Zelus juga akan campur tangan dalam membangun AC Milan. Wah, bukan tidak mungkin kalau Rossoneri akan sehebat Liverpool dalam mengambil keputusan.
Ditambah lagi, tampaknya RedBird bukan tipikal perusahaan serakah. Walau RedBird mengakuisisi hampir seluruhnya, Elliott masih tetap memegang saham minoritas. RedBird membiarkan Elliott untuk tetap melanjutkan kemajuan yang telah dilakukan.
Hasrat Memajukan AC Milan
Garry Cardinale merasa sangat terhormat menjadi bagian dari sejarah AC Milan. Saat datang ke San Siro, RedBird memang memiliki niat adiluhung untuk membuat AC Milan kembali ke fitrahnya. Sebagai raksasa sepakbola yang ditakuti seantero Eropa.
Cardinale mengatakan, ia ingin membangun kesuksesan untuk AC Milan. Atau, ya bisa jadi istilahnya membangun ulang kesuksesan, karena dulu Casciavit memang sangat sukses di Eropa. Fans menginginkan AC Milan terus berada di jalur yang benar. Maka dari itu, RedBird ingin mewujudkannya.
🚨 RedBird Capital have signed a preliminary agreement to buy AC Milan for €1.2billion.
An official announcement is expected soon. ✍️
(Source: GOAL) pic.twitter.com/QKSLmMCpRg
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) June 1, 2022
“Tugas kami mewujudkannya, dan melihat masa depan. Sekaligus kami memastikan siap mengalami apa yang terjadi tahun ini untuk diulangi di masa depan sebanyak mungkin,” kata Cardinale seperti dikutip Reuters.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa RedBird tidak ingin memutus begitu saja apa yang sudah dibangun Elliot Management. Perusahaan itu sudah membuat AC Milan juara Serie A, dan RedBird datang bukan untuk merusak rencana itu, tapi justru menguatkannya.
Mempertahankan Gazidis, Maldini, dan Pioli
Demi mewujudkannya, apa yang dilakukan RedBird bukan ‘merebut’ AC Milan dari Elliott. Mereka justru menjalin kemitraan yang mesra, dan membiarkan kursi direksi ada di tangan Elliott. Maka dari itu, bisa jadi CEO masih akan dipegang Ivan Gazidis.
Paolo Maldini yang berhasil mengembalikan filosofi AC Milan juga tidak akan pergi ke mana-mana. Kolaborasi Gazidis dan Maldini sangat terbuka lagi pada waktu-waktu mendatang. Belum lagi seorang Stefano Pioli juga kemungkinan besar akan dipertahankan oleh AC Milan.
🗣️ @C_Stillitano to Tuttosport: “#Milan can already count on a squad of very competitive players. In my opinion, therefore, there will be no investments like #PSG or #ManchesterCity, but #RedBird will be able to trust #Gazidis, #Maldini, #Massara and #Pioli.” pic.twitter.com/thCaSaFwZh
— Milan Posts 🏆🇮🇹 (@MilanPosts) June 7, 2022
Pelatih gundul itu telah berhasil membuat AC Milan kembali garang lagi. Sudah dua musim Casciavit kembali ke fitrahnya sebagai penantang kuat scudetto. Di bawah kepemimpinan Pioli, AC Milan bermain sangat bagus dengan permainan yang sedap dipandang.
Pioli juga sangat beruntung, karena ia akan mendapat banyak manfaat dari akuisisi oleh RedBird. Sebab RedBird kabarnya siap untuk berinvestasi sebanyak mungkin dalam skuad. Itu artinya, Pioli bisa dengan mudah membeli pemain yang bakal ia gunakan nanti.
Geliat Transfer
Menurut kabar dari La Gazzetta dello Sport yang dikutip pula Football Transfer, AC Milan akan mendapatkan anggaran belanja pemain senilai 300 juta euro (Rp4,6 triliun). Anggaran sebanyak itu tentu akan memudahkan AC Milan dalam merevitalisasi skuadnya agar lebih baik.
AC Milan baru saja kehilangan sosok gelandang andalannya, Franck Kessie yang merapat ke Spanyol. Namun, tak butuh waktu lama bagi AC Milan untuk mencari penggantinya. Sebab rumornya, Milan akan mendatangkan pemain seperti Renato Sanches dari Lille.
Bukan hanya itu. Milan juga kabarnya akan memagari Rafael Leao agar tak hengkang, sembari mencari pemain lain yang cocok. Rossoneri juga mengincar pemain belakang untuk menjadi pelapis Fikayo Tomori, Pierre Kalulu, atau bahkan Romagnoli.
Nama pemain Lille lainnya, Sven Botman masuk dalam radar perburuan bek baru AC Milan. Botman dirasa sangat pas untuk menjadi partner Fikayo Tomori. Karena bagaimanapun Tomori membutuhkan partner yang stabil. Selain juga untuk menyiasati badai cedera dan minimnya opsi pemain belakang.
Official. Liverpool have confirmed Divock Origi’s departure on a free transfer – he’s joining AC Milan in the coming days. 🔴🤝 #ACMilan
Medical tests scheduled in Milano, contract set to be signed. It’s just matter of time. pic.twitter.com/ZoEF7avvYa
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) June 9, 2022
Di samping itu, AC Milan yang juga membutuhkan penyerang, mengarahkan bidikannya pada Divock Origi. Mereka juga mengincar pemain lain seperti Christopher Nkunku sebagai pemain muda yang memiliki segudang kreativitas.
Prioritas RedBird
Bagaimanapun prioritas RedBird kini adalah menjalin hubungan yang kuat dengan manajemen klub yang memenangkan gelar. RedBird punya niat membawa Milan kembali ke puncak sepakbola dunia. Itu jelas bukan impian di siang bolong.
Karena RedBird sudah terbukti ketika turut andil dalam geliat transfer Toulouse, sehingga mereka bisa kembali ke Ligue 1. Belum lagi hubungannya dengan Fenway Sport Group, pemilik Liverpool juga di lain sisi bisa membuahkan hasil.
Thread 🪡 | ❤️🖤
Who are the new possible majority owners of AC Milan… RedBird Capital Partners? And should we be worried or hopeful? pic.twitter.com/gyRohwxGFl— 𝕊𝕔𝕣𝕚𝕓𝕖❤️🖤🏆1️⃣9️⃣ (@ScribeMilan) May 22, 2022
Kini Milan sangat lengkap. Kombinasi tim di lapangan, keahlian pengembangan dan pembelian pemain, serta RedBird yang berpengalaman dalam pengoperasian bisnis olahraga global bisa jadi senjata ampuh untuk mengerek AC Milan ke tingkat tertinggi. Tinggal kita menunggu kelanjutannya nanti, karena proses akuisisi masih berlanjut dan akan rampung pada September 2022 mendatang.
https://youtu.be/TV-v_RLKgJw
Sumber referensi: Goal, ACMilan, TheSportsMan, Reuters, Libero


