“Gagal maning, gagal maning son”. Kalimat ikonik serial Tuyul & Mbak Yul ini bisa menggambarkan keadaan Manchester United sekarang. Udah gagal tembus Liga Champions, gagal pula dapetin Darwin Nunez. Apalagi yang menikung adalah Liverpool, musuh bebuyutan mereka.
Setelah kehilangan salah satu target utamanya, Manchester United langsung mengalihkan fokusnya pada Frenkie De Jong untuk menambal lini tengah. Erik Ten Hag pun menekan manajemen MU untuk segera mendatangkannya. Namun ternyata negosiasi berjalan alot.
Sang pemain sempat menolak mentah-mentah kesempatan untuk bermain di Old Trafford karena MU tak mampu mengamankan satu tiket ke Liga Champions musim depan. Tapi MU tetap saja ngotot untuk mendatangkan De Jong.
Daftar Isi
Masalah Lini Tengah MU
Bukan rahasia lagi bahwa lini tengah Manchester United memang sedang membutuhkan bala bantuan. Sejak era Ole Gunnar Solskjaer, opsi di lini tengah MU emang itu-itu saja. Setelah kepergian Matic, Pogba, dan Juan Mata, MU hanya memiliki beberapa opsi saja. Praktis hanya ada Fred dan Scott McTominay yang bisa diandalkan sebagai gelandang bertahan.
Dan beruntungnya Ten Hag menyadari permasalahan itu. Ten Hag menyadari bahwa peran dari gelandang MU dalam menyaring serangan lawan kurang maksimal. Bahkan ini jadi salah satu penyebab mengapa penampilan Harry Maguire di Timnas Inggris lebih baik daripada saat ia bermain di MU.
Dari yang tersisa, Fred mungkin bisa jadi andalan. Ia paling tidak mau mengejar bola. Tapi si Fred ini aneh. Pemain Brazil itu bagus dan jelek dalam sekali waktu. 30 menit pertama ia mampu tampil apik, tapi 30 menit ke depan belum tentu. Hanya Fred dan Tuhan yang tahu.
Jadi jika MU bisa mendatangkan De Jong, minimal pos gelandang bertahan yang compang-camping bisa segera diperbaiki. Soal bisa bersaing dengan Liverpool dan Manchester City untuk titel juara, atau bersaing dengan Tottenham Hotspur untuk jatah Liga Champions, itu bisa diurus nanti.
Negosiasi Alot
Sialnya, MU harus menghadapi jalan berlubang untuk mengamankan tanda tangan Frenkie De Jong. Dilansir The Guardian, meskipun Barca sedang mengalami paceklik keuangan, mereka justru menolak tawaran 70 juta euro (Rp1 triliun) yang dilayangkan Manchester United. Mereka akan melepas De Jong di angka 85 juta euro atau sekitar Rp1,3 triliun.
Negosiasi yang berjalan alot memaksa sang juru taktik, Erik Ten Hag turun tangan. Berbekal hubungan baiknya dengan sang pemain, Ten Hag hampir setiap hari menghubungi De Jong untuk meyakinkan pemain 25 tahun itu dengan proyek yang sedang Ten Hag bangun bersama Manchester United.
Upaya United tampaknya membuahkan hasil. Dilansir Daily Mail, meski di awal sempat menolak, De Jong kini telah menerima keputusan Barca yang ingin melepasnya demi memperbaiki keuangan klub. Mantan pemain Ajax itu dinyatakan siap bergabung dengan proyek Manchester United musim depan.
Proyek Ten Hag
Muncul pertanyaan Mengapa MU begitu ngotot mendatangkan Frenkie De Jong? Ia didatangkan hanya untuk tambahan amunisi lini tengah, atau akan mengambil porsi yang lebih besar dari sekadar pengganti Paul Pogba?
Dilansir Manchester Evening News, Ten Hag bertekad untuk menjadikan Frenkie de Jong sebagai penandatanganan pertama di musim pertamanya sebagai manajer. Ia akan menjadikan De Jong sebagai batu pertama yang ia letakkan pada awal pembangunan baru di Manchester Merah.
Since we do not know what will happen this summer I’m posting all Frenkie de Jong’s goals and assists for FC Barcelona 💙❤️
pic.twitter.com/cFuUmr1bod— Piotrek 🇦🇷 🇳🇱 (@mariuszjudasz16) June 10, 2022
Ten Hag menyukai bagaimana De Jong bermain. Salah satunya, gelandang berpaspor Belanda itu memiliki kualitas umpan yang sangat berkelas. Kemampuan itu kebetulan tak dimiliki Fred maupun McTominay.
Dengan adanya Frenkie De Jong, Manchester United bakal mendapatkan seorang gelandang pekerja keras yang selalu memberikan opsi umpan saat tim berada dibawah tekanan. Akurasi umpannya pun luar biasa, menurut Fbref, selama tiga musim terakhir berseragam Blaugrana, akurasi umpan Frankie De Jong selalu mencapai 90%.
Meski bukan bertipe gelandang seperti Roy Keane maupun Casemiro yang begitu agresif dalam bertahan, tapi De Jong memiliki kualitas lain yang benar-benar dibutuhkan United. Caranya bertahan juga jauh dari kata buruk. De Jong sangat piawai menemukan momen untuk mencuri bola dari lawan. Dan itulah yang paling penting sebagai seorang gelandang bertahan.
Membayangkan MU Bermain Dengan De Jong
Tapi itu semua tergantung bagaimana Ten Hag menggunakan sang pemain di lini tengah. De Jong mampu bermain di segala pos lini tengah. Namun, Ten Hag paham betul bahwa posisi terbaik De Jong adalah pemain nomor “6” atau gelandang bertahan.
Di Ajax, Ten Hag sering menurunkan De Jong sebagai satu-satunya gelandang bertahan dalam formasi 4-3-3. Posisi ini kurang lebih sama dengan apa yang ia mainkan di Timnas Belanda. De Jong dipasang sebagai poros dari lima gelandang yang diturunkan Louis Van Gaal.
Nah, jika Ten Hag ingin membangun United sebagai tim yang mengandalkan penguasaan bola, ini adalah formasi terbaik. Passing-passing akurat De Jong akan memudahkan United mengendalikan jalannya permainan. De Jong sendiri mengaku bahwa ia nyaman menjadi pemain nomor “6”, pemain pertama yang menerima bola dari barisan pertahanan.
Jika United tidak membeli gelandang lain, mungkin formasi terbaik dari skema ini adalah De Jong sebagai gelandang bertahan, Bruno Fernandes sebagai gelandang yang bernaluri menyerang, dan yang terakhir akan diisi Donny Van De Beek yang akan jadi penyeimbang lini tengah.
Banyak pasang mata pasti akan tertuju pada Van de Beek. Kabarnya Ten Hag akan mengulang kebersamaan mereka dengan kembali menduetkan De Jong dengan Van de Beek di lini tengah. Di tangan Ten Hag, mungkin kita bisa melihat kemampuan terbaik dari Van de Beek.
Jika ingin sedikit memacu adrenalin, Ten Hag bisa memakai De Jong sebagai pemain bernomor “8” dan menempatkan McTominay atau Fred sebagai gelandang bertahan. De Jong bisa berduet dengan Bruno Fernandes atau Van de Beek sebagai gelandang yang lebih menyerang dan menciptakan peluang.
Jika Gagal Datang De Jong, Siapa yang Layak?
Namun, Ten Hag secepatnya menyadari, bahwa mendatangkan De Jong adalah hal yang tak mudah. Jika tak ada kemajuan dalam negosiasi De Jong hingga pra-musim nanti, Ten Hag akan mencari opsi lain.
🔴⚪📰🗞️🖊️A player Man United are currently looking at IBRAHIM SANGARE
PSV PRICED HIM AT £34M
Should #mufc go all in?🔴⚪📰🗞️🖊️ pic.twitter.com/UlcPaQqwdn— TONY MACCILLINO𓃵 (@mariotony5) June 10, 2022
Ten Hag dan Direktur Sepak Bola MU, John Murtough sempat membahas pemain mana yang rencananya akan didatangkan pada musim panas nanti. Salah satunya adalah Ibrahim Sangare, gelandang bertahan milik PSV Eindhoven. Musim lalu, Sangare bermain se-sangar namanya.
Musim 2021/2022 jadi musim yang luar biasa bagi Sangare, ia membantu PSV untuk meraih dua piala domestik sekaligus. Dengan budget terbatas dan cukup sulit membujuk pemain bintang untuk bermain di Europa League, Sangare adalah opsi yang realistis bagi Manchester United.
https://youtu.be/fWIuPrS8t1Y
Sumber: Breakingtheline, The Guardian, SI, 90min, Transfermarkt


