Seandainya suatu tim nasional ingin menjadi juara Piala Dunia, mengandalkan satu striker saja dalam urusan gol adalah tindakan bodoh yang harus segera diakhiri. Karena mencetak gol bukan hanya tanggung jawab seorang striker.
Itu merupakan tanggung jawab seluruh pemain. Tak terkecuali bagi Timnas Inggris. Pelatih The Three Lions, Gareth Southgate belakangan ini juga menyadari bahwa Inggris terlalu memiliki ketergantungan pada Harry Kane, terutama dalam mencetak gol.
Pelatih yang sekaligus mantan pemain Aston Villa itu mengatakan bahwa selama ini Inggris telah bergantung pada sosok striker, utamanya Harry Kane. Yang itu pada akhirnya diakui Southgate justru membuat timnya kesulitan dalam mencetak gol.
Daftar Isi
Tak Bisa Mencetak Gol di Open Play
Gareth Southgate mengetahui bahwa salah satu kelemahan anak asuhnya adalah betapa mereka sangat bergantung pada sosok Harry Kane. Southgate mengatakan itu setelah timnya tak pernah becus dalam mencetak gol di situasi open play atau bukan dari situasi bola mati.
Dari tiga pertandingan UEFA Nations League, sebelum menghadapi Hungaria di pertandingan keempat, Inggris gagal mencetak gol dari situasi bola mati. Inggris hanya bisa mencetak satu gol, itu pun dari titik putih lewat eksekusi Harry Kane.
England have scored just one goal from open play in five Nations League games..
Pathetic. pic.twitter.com/eonkJu3ZbW
— Footy Accumulators (@FootyAccums) November 16, 2020
Ini menjadi masalah sendiri bagi Timnas Inggris. The Three Lions seperti tidak memiliki opsi lain untuk membukukan gol selain berpangku tangan pada Harry Kane. Padahal kalau mereka ingin juara dunia, setidaknya harus ada lebih dari satu orang yang mampu cetak gol.
Ambil contoh, Timnas Italia yang pernah meraih gelar Piala Dunia 2006 itu memiliki setidaknya 10 pemain yang bisa mencetak gol. Lalu Timnas Jerman yang juara Piala Dunia 2014 mempunyai 8 pemain yang bisa mencetak gol. Tim Southgate menghadapi dua timnas tersebut, tapi mereka gagal mencetak satu pun gol dari situasi open play.
Keringnya Gol Harry Kane
Mengandalkan Harry Kane dalam mencetak gol tentu bukan masalah pelik. Sebab, ya bagaimanapun gol Harry Kane di Timnas Inggris sangat banyak. Sejak debutnya tahun tahun 2015, Harry Kane sudah mengumpulkan total 50 gol.
Harry Kane’s 50th goal for his country ensures England leave Germany with a point in the Nations League! 👊🦁 pic.twitter.com/KqevhgfRjq
— 90min (@90min_Football) June 7, 2022
Jumlah gol tersebut nyaris menyamai rekor gol Timnas Inggris sepanjang masa oleh Wayne Rooney. Hingga mengakhiri kariernya di Timnas Inggris, Rooney sudah mengantongi 53 gol. Itu artinya Kane mesti mencetak tiga gol lagi untuk menyamai rekor Wazza.
Namun pertanyaannya, apakah Harry Kane sanggup? Tentu saja sebagai seorang striker naluri mencetak gol itu pasti ada. Di Spurs pada musim 2020-21, Harry Kane bahkan menjadi top skorer di Premier League dengan 23 golnya.
Akan tetapi, itu situasinya pada musim 2020-21. Musim berikutnya, jumlah gol Harry Kane mulai surut. Pada musim 2021-22, Kane mencetak 17 gol dari 37 pertandingan di Premier League. Jumlah itu lima kali lebih sedikit dari apa yang ia lakukan pada musim sebelumnya.
Di tim nasional, Kane memang terkenal produktif dalam urusan mencetak gol. Itu murni karena hanya ia yang jadi tulang punggung The Three Lions dalam mencetak gol. Tapi mari kita coba melihat statistiknya.
Dalam UEFA Nations League, dari 15 pertandingan, Harry Kane hanya mencetak 2 gol. Satu gol ia cetak pada UEFA Nations League edisi tahun ini.
Terbebani Gol
Dari memulai debutnya di awal, Harry Kane memang sudah terbebani sebagai pencetak gol. Ia digadang-gadang menjadi penerus Wayne Rooney, ketika mantan pemain Everton itu bisa mengungguli rekor gol Sir Bobby Charlton (49 gol) di Timnas Inggris.
Harry Kane is only three goals away from tying Wayne Rooney’s international goal record for England 👀 🏴 pic.twitter.com/Wl4Ngv1p7B
— ESPN UK (@ESPNUK) June 7, 2022
Rooney pernah mengatakan, Kane tentu saja bisa melewati rekornya. Tak main-main, Rooney langsung bilang bahwa, Harry Kane seharusnya bisa melewati rekornya sebelum Piala Dunia Qatar. Kane sendiri pernah mengiyakan hal itu.
Ia ingin secepatnya melewati rekor Rooney. Tapi di sisi lain, itu tidak akan mempengaruhinya ketika berada di lapangan. Kane tidak ambil pusing dengan tuntutan itu. Ia hanya berorientasi pada permainan di lapangan. Kalaupun dibutuhkan mencetak gol ya, Kane mesti melakukannya. Kendati sedikit memaksa.
Opsi Pemain
Timnas Inggris sebenarnya bisa menghilangkan ketergantungannya pada Harry Kane. Dan Gareth Southgate mulai menemukan alternatif lain. Karena kadang kala, Kane juga tidak masuk line up, dan ini menjadi sinyal yang baik. Lalu siapa opsi pemain yang bisa mencetak gol?
Gareth Southgate masih punya striker eksplosif lainnya, Tammy Abraham di lini depan. 17 golnya di Serie A sudah lebih dari cukup menjadi daya tawar Tammy. Striker AS Roma itu awalnya memang menjalani debutnya di era Gareth Southgate, tapi ia justru jarang bermain di Timnas Inggris.
Tercatat sejak debutnya, Tammy Abraham hanya bermain sebanyak 10 kali. Maka bukan aneh kalau sejauh ini, Tammy hanya mencetak 3 gol untuk tim nasional Inggris. Selain Tammy, Southgate sebetulnya sangat bisa mengandalkan pemain macam Raheem Sterling yang sejauh ini kerap juga bermain.
Southgate juga bisa menaruh Jack Grealish, Bukayo Saka, dan Jarrod Bowen untuk membobol gawang lawan. Jangan lupakan juga nama Mason Mount yang sudah mengantongi 11 gol dan 10 assist di Premier League musim ini.
Daily Mail | Southgate: “He [Mason Mount] is an exceptional player, he finds space intelligently, he manipulates the ball very well, he creates chances and he scores goals. I thought his performance was excellent tonight.’ #cfc pic.twitter.com/9ULyVVFBxw
— The Blues (@TheBlues___) March 28, 2021
Soal Mount, sebetulnya punggawa Chelsea itu telah menjadi andalan Gareth Southgate. Ia hampir tidak pernah luput masuk skuad Timnas Inggris. Akan tetapi, di level tim nasional, penampilan Mason Mount tidaklah seklinis ketika bermain untuk The Blues. Mount hanya mencetak 4 gol di level internasional.
Mengubah Peran Harry Kane
Southgate bisa mengubah gaya mainnya dengan tidak selalu menaruh Harry Kane sebagai sang pencetak gol. Barangkali Southgate bisa mengadaptasi apa yang dilakukan Antonio Conte saat melatih Harry Kane di Tottenham Hotspur.
Conte memberi peran baru pada Harry Kane. Ia tidak hanya bertugas untuk mencetak gol. Kane oleh Conte menjadi pemain yang bertugas memberi umpan pada kawan-kawannya. Harry Kane juga diplot sebagai pemain yang membuka ruang ke teman-temannya.
Namun sebagai catatan, Kane bisa melakukan itu dan menemukan peran barunya sebagai seorang playmaker karena di Tottenham, ia dikelilingi pemain yang berkecepatan tinggi, seperti Lucas Moura dan Son Heung-min. Jadi jangkauan umpannya yang luas bisa efektif.
Kane dropping deep into number 10 areas & playmaking has worked when used with two runners in-behind. Southgate selected three playmakers in Grealish, Foden & Mount vs Hungary, so Kane also dropping deep left England vacant up front. Southgate must use one approach or the other. pic.twitter.com/Nm7BVfQjpx
— Premier League Panel (@PremLeaguePanel) October 13, 2021
Sementara di Inggris, dengan skema 4-2-3-1 atau 4-3-3, Kane sebenarnya bisa menerapkan perannya yang sama seperti ketika bermain untuk Tottenham Hotspur.
Karena Gareth Southgate masih memiliki nama-nama seperti Raheem Sterling dan Bukayo Saka yang bisa saja jadi andalan. Kedua pemain tersebut setidaknya memiliki kecepatan yang dibutuhkan seorang sayap. Lalu Mason Mount, gelandang yang memiliki naluri menyerang juga bisa dimanfaatkan untuk mencetak gol.
Jika dicermati, Inggris bisa lho tidak bergantung pada Harry Kane dalam urusan mencetak gol. Lagi pula kemampuan Kane yang tidak hanya menjadi striker murni juga bisa dimanfaatkan pelatih. Dan ini tidak menutup kemungkinan bagi pemain lain untuk menciptakan gol.
https://youtu.be/ktilAuH8Ed4
Sumber referensi: AllFootballApp, 90Min, UKYahoo, DailyMail, Goal, TheGuardian


