Jika Squidward Tentacle di serial kartun Spongebob Squarepants mengenalkan lukisannya sebagai “tampan dan berani”, maka seorang Rodrygo Goes membuat orang tak ragu menyebut dirinya “kecil dan berani”. Tubuh pemain Brazil itu memang mungil. Bahkan bukan hanya tubuhnya yang mungil.
Perannya juga kerap kali kelihatan mungil, terutama di skuad Real Madrid. Rodrygo padam di antara pemain-pemain beken seperti Vinicius Junior, Luka Modric, Casemiro, dan tentu saja Karim Benzema. Di Los Galacticos, ketika menjuarai La Liga dan melaju ke final ke-17 mereka di Liga Champions, nama Benzema rasanya lebih ranum ketimbang Rodrygo.
Padahal, meski tubuhnya mungil, Rodrygo memiliki peran yang tak sekerdil kelihatannya. Justru ia menjadi sosok penting. Misalnya, ketika Luka Modric menciptakan umpan yang berkesenian dan begitu indah pada saat Real Madrid melakoni laga kedua menghadapi Chelsea.
Waktu itu, yakinlah, orang nggak akan mengingat umpan Modric kalau saja yang menyambutnya gagal mencetak gol. Namun, Rodrygo lah orang yang berhasil membuat umpan Modric itu masyhur dan dipuja-puji seantero jagad. Rodrygo sukses mengonversi umpan itu menjadi gol yang sebetulnya biasa saja, tapi sangat urgen.
Bukan hanya itu, ia beberapa kali menjadi sekrup penting pasukan Carlo Ancelotti. Jika Real Madrid mengalami kebuntuan, begitu Rodrygo masuk, kebuntuan itu langsung terurai.
Daftar Isi
Harga Murah, Kualitas Pas!
Kecilnya nama Rodrygo Goes di antara para bintang Real Madrid barangkali karena harganya yang relatif murah. Los Merengues menebus Rodrygo dari Santos hanya dengan biaya 40 juta euro (Rp610 miliar). Angka itu jauh lebih ekonomis dari kedatangan penyerang El Real lainnya, yang jika dirata-rata mencapai 46 juta euro (Rp702 miliar).
Tentu, jika kita mengikut logika ekonomi, harga yang murah menunjukkan bahwa kualitas juga biasa-biasa saja. Dan iya, Rodrygo memang biasa-biasa saja sebetulnya. Tapi justru dari yang biasa-biasa saja itulah kualitas Rodrygo tidak diperhitungkan lawan. Di situlah celahnya.
Rodrygo has elite movement, composure in the box & a knack of always losing his marker.
Signs of great goalscorers. #RealMadrid pic.twitter.com/H8h4rG1QJT— FPL mate till 38 (@FPLmate38) May 4, 2022
Kemampuan Rodrygo sebenarnya tidaklah muluk-muluk. Tetapi kita bisa mengatakan bahwa kualitas Rodrygo, untuk Real Madrid adalah pas. Dengan harga segitu, Rodrygo menawarkan dirinya sebagai seorang pemain sayap, namun belakangan sang pelatih menaruhnya sebagai sosok striker.
Hasilnya? Lebih dari apa yang orang lain pikirkan. Ketika Rodrygo menempati posisi penyerang, pergerakannya justru jauh lebih luwes. Ia tidak perlu capek-capek menyisir ruang tepi lawan. Tugas Rodrygo sangat simpel, yaitu mencari ruang. Dan itulah yang ia lakukan.
Bergerak Seperti Tikus
Peran simpelnya itu justru menjadi senjata Rodrygo untuk jadi seorang pembunuh diam-diam. Pergerakannya kerap tak terlihat. Cepat, taktis, fleksibel, efektif, mengingatkan kita pada seekor tikus. Dan iya, Rodrygo adalah hama bagi pertahanan lawan.
Lihat bagaimana hama itu benar-benar mendatangkan penyakit ke Manchester City? Pasukan Pep Guardiola sudah tinggal sedikit lagi melangkah ke final Liga Champions. Tepat setelah keunggulan 1-0 lewat gol Riyad Mahrez tak sanggup dibalas Madrid hingga menit ke-89.
Ditambah, pada leg pertama, Los Blancos lebih dulu menyerah lewat skor 4-3. Namun, sepertinya pasukan Guardiola tidak sadar bahwa si hama, Rodrygo Goes sudah masuk. Ancelotti memasukkannya pada menit 68. Bagi Rodrygo, ketika dirinya mendapatkan kesempatan bermain, maka hanya ada satu tekad, yaitu mencetak gol.
Namun, sampai jelang menit ke 90, mesin Rodrygo belum membuahkan hasil. Don Carlo mulai pasrah. Ia sudah mulai berpikir untuk menjedotkan kepala ke loker di ruang ganti, karena gagal membawa Real Madrid ke final. Tetapi, Rodrygo tak cemas sama sekali.
Ia tetap tenang, dingin, dan bermain sebagaimana mestinya. Beberapa detik sebelum menit 90, Rodrygo berada di posisi yang tepat dan di waktu yang tepat ketika Benzema kesulitan mengontrol bola, dan memilih memberi Rodrygo umpan.
Pemain Brazil itu berhadapan langsung dengan kiper Brazil. Rodrygo menaklukkan Ederson dengan sekali sentuhan. Pemain City jadi kalap, Ancelotti masih belum tenang, sedangkan Rodrygo, entah bagaimana anak ini masih saja dingin.
#ChampionsLeague– Semi-finals
Goal! Unbelievable
Real Madrid 2 – 1 Manchester City
Rodrygo 90+1′
Karim Benzema scores to make it Real Madrid 3 -1 Manchester City #RealMadridManchesterCity #RealMadrid #ManchesterCity#RMAMCI #HalaMadridpic.twitter.com/FxlE795c50— Adesope Mubarak (@AboutChelsea7) May 5, 2022
Belum genap satu menit dari gol pertama, Rodrygo tiba-tiba muncul di belakang Marco Asensio. Ia seolah menjadi pengcover ketika Asensio gagal mengonversi umpan indah Dani Carvajal. Dan benar saja, sekali lagi, Rodrygo membuat umpan pemain Madrid lainnya makin indah berkat sundulannya yang kembali menaklukkan Ederson.
Dua gol Rodrygo sudah cukup untuk mengangkat mental pemain dan Ancelotti. Sementara, dua gol itu pula membikin The Citizens makin kalap. Kekalapan pemain Manchester City makin kelihatan ketika Benzema justru dilanggar di kotak penalti oleh Ruben Dias, dan membuat El Real akhirnya memenangi pertandingan.
Mesin Gol Real Madrid di UCL
Sejauh ini, Rodrygo sudah mengemas 70 penampilan La Liga bersama Los Galacticos. Namun, ia baru mencetak enam gol saja di La Liga. Tapi, perolehan gol Rodrygo justru kebanyakan adalah di Liga Champions.
Dari 26 pertandingan Liga Champions yang pemain 21 tahun itu lakoni sejak berseragam Real Madrid, sudah 10 gol ia sarangkan ke gawang lawan. Golnya di Liga Champions juga bukan sekadar jumlah, terutama yang ia kemas di musim ini. Keempat gol yang ia cetak adalah gol-gol penting.
Rodrygo in the #UCL ⚡️
🏟 25 games (11 Starts – 12.2 full 90’s)
⚽️ 10 Goals
🎯 07 AssistsA Goal or Assist every 64.7 minutes pic.twitter.com/L0AOLOcctJ
— AllThingsSeleção ™ (@SelecaoTalk) May 4, 2022
Satu gol ketika menang di menit-menit akhir melawan Inter di babak penyisihan grup. Tiga gol lainnya jadi penentu lolosnya Real Madrid di fase gugur. Satu ketika menghadapi juara bertahan Liga Champions, dan dua lagi ketika menghadapi juara bertahan Premier League. Semuanya dicetak di waktu yang tepat, dan uniknya keempat gol tadi ia cetak di atas menit ke-80.
Kata “Mereka” Soal Rodrygo
Rodrygo memang bukan pemain yang punya nama besar. Ia juga bukan sosok pemain yang berisik, tapi kalem dan begitu dingin ketika sudah menginjakkan kaki ke lapangan. Namun, keberadaannya, terutama belakangan ini, menarik perhatian banyak orang.
Legenda Manchester United yang aktif mengomentari apa pun, Rio Ferdinand memuji pergantian pemain yang dilakukan Ancelotti. Ia memuji keputusan Don Carlo yang memasukkan Camavinga dan Rodrygo sebagai langkah yang tepat. Kata Ferdinand, dilansir Mirror, itu adalah keputusan fenomenal yang berdampak.
Belakangan ini, memang, Rodrygo menjadi sosok supersub penting di kubu Real Madrid. Ia lebih kerap bermain dari bangku cadangan. Dan hebatnya, manakala Ancelotti memasukkannya, Rodrygo langsung menjawabnya dengan penampilan terbaik.
Selain Ferdinand, legenda sepakbola lainnya, Rivaldo seperti dikutip Diario AS berterus terang memuji sosok Rodrygo. Bahkan ketika Rodrygo baru datang ke Real Madrid saat usianya 18 tahun.
“Kualitas Rodrygo dan Vinicius sama. Tapi yang membedakan adalah soal penyelesaian. Dalam aspek itu, Rodrygo jauh lebih kuat,” terang Rivaldo. Lebih lanjut, Rivaldo mengatakan bahwa Rodrygo memiliki naluri pembunuh lebih baik daripada Vinicius Junior, ketika keduanya baru didatangkan Real Madrid.
https://youtu.be/akx83CUd5hs
Sumber referensi: PlanetFootball, Forbes, AS, Mirror


