PSG adalah klub kaya. Semua orang tahu itu. Dengan Neymar, Mbappe, dan tentu saja Lionel Messi, PSG menjelma klub percontohan di Eropa. PSG menjadi lambang dari kemahiran dan keflamboyanan sebuah klub. Maka dari itu, akan selalu menarik ketika kita membahas soal PSG.
Tentu tidak ada salahnya kalau kita menilik fakta-fakta tentang PSG yang boleh jadi tidak kamu ketahui. Ini terlepas kamu penggemar PSG murni atau imigran atau bukan penggemar PSG juga tidak masalah. Nah, berikut ini adalah fakta-fakta yang bisa jadi tidak pernah kamu tahu tentang PSG.
Daftar Isi
20 Ribu Orang Menandatangani Pendirian PSG
Dalam catatan sejarah, Paris Saint-Germain memang berdiri tahun 1970. Namun sebetulnya idenya mulai berkecambah tahun 1960-an. Karena pada medio 1960-an para pengusaha di Paris mulai berdatangan. Tapi ini jangan dibayangkan para pebisnis itu mau mendirikan PSG secara kaffah.
Karena sesungguhnya idenya adalah menggabungkan klub Paris FC dan Stade Saint-Germain. Ide itu mencuat dari tiga tokoh penting: Guy Crescent, Pierre-Etienne Guyot, dan Henri Patrelle. Namun PSG tidak langsung bisa berdiri. Bahkan sampai Agustus 1970, tidak ada penandatangan secara resmi, hanya melalui petisi 20 ribu orang yang menyatakan sepakat.
Ada Andil Real Madrid dalam Berdirinya PSG
Hari ini Real Madrid termasuk rival sengit Paris Saint-Germain di Eropa. Namun dulu ternyata Real Madrid punya andil dalam berdirinya klub terbesar di Kota Paris tersebut. Sekitar 50 tahunan yang lalu, Presiden Real Madrid, Santiago Bernabeu tertarik dengan gagasan Crescent dan Guyot yang ingin menggabungkan Paris FC dengan Stade Saint-Germain milik Henri Patrelle.
Crescent, Guyot, dan Patrelle pun berhasil melahirkan klub yang kita kenal sebagai PSG itu. Namun di awal berdirinya, Les Parisiens mengalami masalah keuangan yang cukup pelik. Pendanaan mereka terbatas. Di situlah Santiago Bernabeu masuk sebagai penasehat keuangan.
Chris Burke, PSG reporter: “Real Madrid played a role in the launch of PSG in 1970. Santiago Bernabéu advised Paris officials to seek funds for this new club from prospective fans – a first in France. “Start at the bottom like we once did. One day we’ll meet at the highest level” pic.twitter.com/4jOt1WgfEh
— RMadridHome_ (@RMadridHome_) November 26, 2019
Bernabeu pun mengusulkan agar PSG melakukan kampanye crowdfounding. Usul itu pun diterima. Dan tidak ada menyangka 20 ribu orang turut mendanai sekaligus berkontribusi dalam proyek pendirian Paris Saint-Germain.
PSG Klub Paling Sukses di Prancis
Percaya atau tidak, PSG adalah klub tersukses dalam sejarah sepakbola Prancis. Semenjak awal berdiri, PSG telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 43 trofi di sepakbola Prancis. PSG menjadi pesaing tangguh klub-klub seperti Bordeaux, Marseille, Saint-Etienne, sampai Reims.
PSG sudah memenangkan 10 Piala Super Prancis, 9 Piala Liga, 9 gelar Ligue 1, dan 14 Coupe de France. Sementara, di kancah Eropa, Paris Saint-Germain baru sanggup menjadi juara Piala Winners tahun 1996 dan Piala Intertoto tahun 2001.
PSG Klub Paling Dibenci Orang Prancis
Di balik gemerlapnya pemain bintang, Paris Saint-Germain ternyata menjadi klub yang dibenci di Prancis. Mengapa demikian? Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi mengapa orang Prancis membenci PSG, salah satunya karena kesombongan.
Kesombongan ini berkaitan dengan Kota Paris, tempat lahirnya PSG. Paris selain ibukota, juga menjadi kota terindah di Prancis. Namun, di balik gemerlap kota yang penuh pesona, warga Paris ternyata terkenal memiliki sifat arogan. Dan percayalah! Itu sangat buruk bagi warga Prancis lainnya.
Lalu, karena uang. Yup, betul banget, uang membuat PSG dilabeli sombong oleh seluruh warga Prancis. Mentang-mentang mendapat guyuran duit dari Qatar, PSG bisa membeli pemain semahal Neymar. Dan itulah yang membuat orang Prancis membenci PSG.
Banyak Selebritis Ngefans PSG
PSG memang menjadi klub yang paling dibenci warga Prancis. Namun, lebih dari itu, kemilaunya Les Parisiens ternyata mampu menarik banyak penggemar. Salah satunya dari kalangan selebritis.
SPOTTED: David Beckham and Jay Z talk tactics at #PSG v #FCB, while Beyonce watches on… #UCL #PSGBAR pic.twitter.com/cmtQcr0wvJ
— Switching The Play (@Switching_Play) September 30, 2014
Fakta menunjukkan bahwa ternyata banyak selebritis dunia yang ngefans dengan Paris Saint-Germain. Mereka seperti Malik Bentalha, Beyonce, sampai Jay Z. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat di stadion ketika PSG bertanding. Oh iya, saking ngefansnya, Bentalha pernah sampai ingin membujuk Eden Hazard supaya bermain untuk PSG.
19 Tahun Tanpa Gelar Ligue 1
PSG adalah klub kaya. Banyak gelar yang sudah diraih Les Parisiens. Paris Saint-Germain menjadi klub paling sukses. Iya, itu semua benar. Tapi jangan terkecoh begitu saja tentang itu. Kesuksesan PSG baru mulai ketika Si Nasser datang ke Paris. Sebelumnya? Tentu saja tidak.
Bahkan Les Parisiens tercatat pernah berpuasa gelar Ligue 1 selama 19 tahun. Iya, itu masih lebih singkat dari Liverpool yang berpuasa gelar Liga Primer sih. Tapi, bagi PSG yang hari ini terkenal sangat bertenaga, 19 tahun adalah waktu yang lumayan lama.
Terakhir PSG menjuarai Ligue 1 adalah musim 1993/94. Kala itu masih dilatih Artur Jorge. Namun selepas itu, PSG mengalami masa-masa sulit. Sampai kemudian pada musim 2012/13, Carlo Ancelotti mengajak seluruh penggemar PSG berbuka gelar Ligue 1 setelah 19 tahun lamanya berpuasa.
Thiago Silva and Carlo Ancelotti won Ligue 1 together at PSG in Ancelotti’s only full season in Paris 🤗 pic.twitter.com/7IabOWGp3u
— B/R Football (@brfootball) December 12, 2020
Nyaris Terdegradasi
Sebelum diguyur uang minyak, PSG adalah klub yang biasa-biasa saja, medioker, bahkan cendurung kusam reputasinya. Termasuk pada saat-saat mereka berpuasa gelar Ligue 1, seperti pada musim 2007/08. Pada musim tersebut PSG tertatih-tatih di zona degradasi, dan nyaris saja turun kasta.
Performa lesu tersebut ditandai dengan kekerasan antar penggemar PSG. Namun, beruntungnya di laga pamungkas, Paris Saint-Germain sanggup menaklukkan Sochaux 2-1, dan membuat mereka terhindar dari degradasi. Sang penyelamat PSG kala itu adalah Amara Diane yang mencetak dua gol.
2008 #PSG contre Sochaux. Merci Amara Diane pic.twitter.com/Em2NoAq8su
— Psg_ireland (@IrelandPsg) August 10, 2021
Seragam PSG Terinspirasi dari Ajax
Desainer terkenal, Daniel Hechter yang juga pernah menjabat sebagai presiden PSG adalah yang mendesain jersey home klasik PSG tahun 1974. Ia, saat mendesain jersey PSG, mengaku sangat terpikat saat Johan Cruyff mengenakan jersey Ajax Amsterdam.
Ia pun kemudian mencoba membuat desain dengan terinspirasi jersey Ajax. Hechter menempatkan garis merah besar di tengah jersey. Kemudian dikombinasikan dengan biru. Nah, garis merah vertical itulah yang mewakili warna tradisional Paris.
To my japanese followers Did you know that PSG original jersey designed by Daniel Hechter is inspired by Ajax jersey? pic.twitter.com/uQQtFLoDTs
— TheFLTawa (@TheFLTawa) September 15, 2014
Hechter juga tak lupa menggunakan warna putih, sebagai wujud hubungan PSG dengan Saint-Germain-en-Laye, tempat kelahiran raja Prancis Louis XV. PSG, sejauh ini telah menggunakan banyak variasi jersey. Namun yang pasti kombinasi warnanya merah, putih, dan biru.
Transfer Neymar yang Politis
Apa yang kamu pikiran dengan transfer maha dahsyat Neymar dari Barcelona ke PSG? Terlalu mahal? Bisa jadi. Sebab untuk mendatangkan Neymar, PSG sampai harus mengeluarkan fulus senilai 222 juta euro atau sekitar Rp3,4 triliun kurs sekarang. Namun, sebenarnya itu bukanlah sekadar transfer.
Banyak yang menyebut transfer Neymar itu adalah transfer yang penuh unsur politis. Transfer tersebut disinyalir sebagai upaya Qatar menentang empat negara Arab yang memutuskan hubungan dengannya karena “mendukung kelompok teroris”.
On this day in 2017, PSG signed Neymar from Barcelona for €222M/$264M, making him the most expensive transfer ever 🤑 pic.twitter.com/uUz7mhyYxF
— B/R Football (@brfootball) August 3, 2021
“Neymar akan dilihat sebagai investasi yang baik oleh Qatar,” kata Christopher Davidson, pengajar politik Timur Tengah di Universitas Durham, Inggris. “Transfer ini menunjukkan wajah Qatar yang jelek,” kalau kata Essam Shaltout, pakar olahraga dikutip Egypt Today.
Bahkan juru bicara pemerintah Prancis kala itu, Cristophe Castaner terang-terangan menyatakan kemungkinan pendanaan pemilik PSG terlibat dalam pendanaan terorisme. “Sangat penting bahwa Qatar memberikan transparansi penuh pada subjek pendanaan terorisme,” kata Castaner dalam wawancara televisi LCI seperti dikutip Al Arabiya.
Pernah Menolak Menjadi Juara
Sesombong apa pun, PSG tampaknya tetap mempunyai jiwa ksatria. Musim 1992/93 PSG yang saat itu didukung raksasa TV, Canal+, dan hadirnya Artur Jorge mampu menciptakan persaingan ketat di papan atas Ligue 1. Mereka kala itu bertarung sengit menghadapi Marseille, rivalnya sendiri.
Namun, Marseille dinyatakan bersalah atas pengaturan pertandingan di akhir. PSG yang sebetulnya tampil tidak terlalu bagus, dan berakhir di peringkat kedua, mendapat hadiah tak terduga. Federasi sepakbola Prancis mencabut gelar Ligue 1 Marseille dan bermaksud memberikannya pada PSG.
Olympique Marseille won the 1993 title but were later stripped of it because of a bribery scandal. No one was awarded it in their place, although I think PSG were 2nd and offered it but their owners at the time turned it down.
— The Culture of Football Classics (@CFclassics) May 25, 2021
Akan tetapi, PSG menolaknya. Ini berkaitan dengan Canal+, sponsor utama PSG, yang tak mau mengambil resiko kehilangan pelanggan di Marseille. Karena membuat mereka marah. Owalah… jebul karena bisnis.
https://youtu.be/o-ZxqKWvyNA
Sumber referensi: Sportskeeda, DiscoverWalks, Transfermarkt, Bolanet


