Asa Prancis Lewati Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia

spot_img

Tim nasional Prancis sang juara bertahan Piala Dunia 2018 datang ke Qatar 2022 dengan kepala tegak sebagai favorit untuk mempertahankan gelar. Les Bleus tak heran jika masih dijadikan favorit, beberapa pemainnya sebagian besar moncer di klubnya masing-masing dan tidak banyak berubah dari kerangka skuad di Piala Dunia 2018 lalu.

Tapi apakah tim ayam jantan itu sadar akan masa kelamnya dulu ketika gagal total di Korea Jepang 2002? Ya, Piala Dunia memang menyimpan misteri tersendiri bagi para kontestan terutama juara bertahan. Kutukan gagalnya juara bertahan terbukti paling tidak selama 3 perhelatan terakhir.

Italia 2010, Spanyol 2014 dan Jerman 2018

Italia adalah korban kutukan yang ada pada tahun 2010 di Afrika Selatan. Italia yang menjadi juara bertahan Piala Dunia 2006 setelah mengalahkan Prancis terbukti tidak mampu mempertahankannya di edisi berikutnya.

Bahkan Italia ketika itu tidak mampu lolos grup. Italia yang berada di Grup F bersama Slovakia, Paraguay, dan Selandia Baru hanya mampu duduk di dasar klasemen dengan 2 poin. Hasil imbang 1-1 melawan Paraguay dan Selandia Baru serta kekalahan 3-2 dari Slovakia membuat mereka tersingkir dari babak penyisihan grup.

Di Piala Dunia 2014 Brazil, ketika itu juara Piala Dunia 2010 Spanyol tergabung di Grup B Piala Dunia 2014 bersama Belanda, Chile, dan Australia. Spanyol di luar dugaan tak mampu bersaing di grup ini setelah hanya duduk di peringkat 3 klasemen dengan 3 poin.

Kekalahan besar atas Belanda 5-1 serta kekalahan 2-0 dari Chile, tidak bisa menyelamatkan Spanyol. Mereka akhirnya pulang kampung lebih cepat meskipun meraih kemenangan 3-0 melawan Australia.

Di Piala Dunia 2018 Rusia, Jerman yang ketika itu menjadi juara bertahan Piala Dunia 2014 tergabung dalam Grup F bersama Meksiko, Swedia dan Korea. Kutukan sang juara bertahan pun terjadi. Kalah 1-0 dari Meksiko dan 2-0 dari Korea tak mampu menyelamatkan muka Jerman. Meskipun mereka menang atas Meksiko 2-1. Hal itulah yang membuat juara bertahan akhirnya kembali tersingkir dari Piala Dunia.

Jerman ketika itu tercatat gagal maju dari babak penyisihan grup untuk pertama kalinya dalam sejarah. Jerman adalah juara bertahan Piala Dunia kelima yang gagal lolos dari babak penyisihan grup. Negara pertama yang tersingkir di babak penyisihan grup adalah Brazil pada Piala Dunia 1966.

Prancis dan Memori Kelam 2002

Prancis menjelang Piala Dunia Qatar 2022 tentu merasa was-was. Pasalnya mereka dibayang-bayangi memori kelam masa lalu mereka pada 2002 di Korea Jepang. Prancis ketika itu menyandang sebagai juara bertahan Piala Dunia 1998.

Di partai pembuka, ayam jantan secara mengejutkan kalah dari Senegal 1-0. Hasil imbang 0-0 melawan Uruguay dan kemudian kekalahan dari Denmark 2-0 menjadi akhir bagi tim asuhan pelatih Roger Lemerre di piala dunia 2002.

Tentu Dejavu itu sebisa mungkin akan dihindari pasukan Les Bleus. Mereka bersama Deschamp harus percaya pada kemampuan individu timnya daripada percaya pada kutukan. Prancis dengan kondisi skuad sekarang ini, serta menakar lawan yang akan dihadapi nanti, tampaknya akan menghilangkan kutukan itu di Qatar nanti.

Prancis Menatap 2022

Les Bleus menatap Qatar 2022 dengan skuad yang bertabur bintang seperti Kylian Mbappe, Karim Benzema, Paul Pogba, Raphaël Varane, N’golo Kante maupun Griezmann. Prancis kali ini memiliki beberapa pemain berkualitas di setiap posisi. Bahkan tak jarang pemain muda seperti Eduardo Camavinga dan Aurelien Tchuimeni juga dikombinasikan sebagai penambah kedalaman skuad.

Prancis selama kualifikasi zona Eropa berstatus tak terkalahkan di Grup D dengan 18 poin di atas Ukraina, Finlandia, Bosnia, dan Kazakhstan. Dari delapan pertandingan yang dimainkan, Prancis mampu menang 5 kali dan seri 3 kali. Prancis asuhan Didier Deschamp itu mencetak 18 gol dan hanya kebobolan 3 gol selama kualifikasi.

Prancis sendiri akan menghadapi grup yang cenderung bisa diatasi. Pengundian Grup Piala Dunia 2022 di Doha pada 1 April 2022 lalu, mempertemukan Prancis, Denmark dan Tunisia, di Grup D beserta tim yang belum ditentukan dari play off antarbenua yakni antara UAE/Australia/Peru.

Prancis akan bertekad untuk mempertahankan mahkota mereka, meskipun mereka harus gagal di Euro 2020 kemarin. Ketika itu mereka tersingkir di babak 16 besar oleh Swiss.

Namun, pada Oktober 2021 lalu, skuad Les Bleus mampu tampil perkasa di turnamen UEFA Nations League dengan menjuarainya setelah menaklukan Spanyol 2-1 di final. Gelar yang menjadi modal penting menuju Qatar bagi sang juara bertahan.

Jika kombinasi racikan Deschamp seperti trio Kylian Mbappe, Karim Benzema, dan Antoine Griezmann dalam kondisi terbaiknya maka itu bisa membuat perbedaan bagi Les Bleus. Kestabilan dua pivot, Pogba dan Kante membuat skuad Les Bleus pantas difavoritkan melaju jauh di Qatar 2022.

Di Grup D ini, melawan Denmark menjadi reuni tersendiri bagi Les Bleus. Di 2018 mereka berada dalam satu grup. Ketika itu Denmark menjadi penantang serius Prancis. Dan Prancis pun hanya mampu bermain imbang 0-0 ketika berjumpa Denmark.

Prancis ketika berada di Grup C Piala Dunia 2018 lalu, juga satu grup dengan calon penghuni grup D seperti Peru dan Australia. Di mana Prancis mampu menang atas Peru 1-0 dan Australia 2-1. Sejumlah partai reunian yang patut untuk ditunggu di Qatar 2022.

Disamping itu, tentu Prancis akan berusaha semaksimal mungkin agar menjadi juara grup D. Pasalnya Prancis sendiri menghindari bertemu lawan berat seperti Argentina di 16 besar. Karena kemungkinan terbesar Tim Tango di atas kertas akan menjadi juara Grup C.

Asa Prancis melewati kutukan juara bertahan Piala Dunia juga bukan tanpa sebab. Kini Prancis menatap 2022 dengan skuad yang cenderung muda dan masih dalam pick performance-nya di klub masing-masing. Hal itu berbeda dengan juara bertahan sebelum-sebelumnya.

Kombinasi kepemimpinan skuad senior yang ada pada diri kiper Hugo Lloris dan striker Karim Benzema pun akan menjadi kunci pasukan Deschamp. Terlebih Benzema akhir-akhir ini moncer dengan parade golnya di Real Madrid.

Dengan kombinasi regenerasi Prancis yang belum habis masanya di 2022 nanti, bukan tidak mungkin Prancis akan berbicara banyak di Qatar 2022 dan mengakhiri segala takhayul maupun misteri kutukan juara bertahan.

https://youtu.be/NbJo7R336lw

Sumber Referensi : theathletic, sportstar, sportingnews, si.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru