Drawing Piala Dunia Qatar 2022 sudah selesai digelar. Banyak kejutan yang terjadi. Termasuk banyaknya partai ulangan Piala Dunia yang pernah terjadi. Itulah yang terjadi pada Grup G.
Brazil, Swiss, dan Serbia yang menghuni Grup G sudah pernah berada dalam satu grup di Piala Dunia 2018 lalu. Praktis ini seperti laga ulangan, mengingat satu-satunya yang asing hanyalah Kamerun.
Hasil undian Grup G Ini termasuk salah satu yang paling alot. Selain kekuatan yang tidak bisa ditebak, di grup ini terkandung mimpi, harapan, dan pembuktian dari setiap negara peserta.
Group G ready!!#WorldCup2022 #WorldCupDraw #Brazil #Serbia pic.twitter.com/fXV9lkqocy
— Highest (@Highest_Sports) April 5, 2022
Daftar Isi
Brazil dan Mimpi 2002.
Terlepas dari rekam jejak mereka sebagai pemenang Piala Dunia lima kali, Brazil belum pernah memenangkan trofi sejak 2002. Selama 20 tahun Tim Samba gagal mencapai partai puncak. Sejak itu, Selecao tampil buruk setelah terakhir penampilan terbaik mereka terjadi pada 2014. Ketika mereka mencapai semifinal di rumah sendiri.
20 tahun adalah penantian lama. Sebagai negara yang diunggulkan tiap gelaran Piala Dunia, kini Brazil menatap harapan baru mereka mencapai cerita indahnya di 2002. Ketika itu pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia digelar di Asia yakni Korea dan Jepang. Kali ini muncul kemiripan, pertama kali juga di Asia Barat yakni Qatar.
#WorldCup #FIFAWorldCup #Japon #CoreadelSur 2002 – Campeón #Brasil 🇧🇷 🏆 pic.twitter.com/UOOTbbD3Cm
— El Ojo Deportivo (@ELOJODEPORTIVO) June 14, 2018
Tim asuhan Tite ini lolos ke Qatar dengan finis di puncak kualifikasi zona CONMEBOL. Tim Samba mencatatkan 17 pertandingan tak terkalahkan sejak terakhir mereka kalah di final Copa America 2021 dari Argentina. Rekor itu saja sudah cukup untuk menggambarkan silsilah dan kualitas yang dibanggakan Brasil saat ini.
Bahkan yang lebih memantapkan Brazil untuk meraih mimpi 2002 itu adalah ketika tim asuhan Tite, kini mampu membawa Brazil berada di peringkat 1 FIFA.
Brazil juga sangat diunggulkan sebagai pemenang di beberapa lembaga taruhan atau judi. Brazil menempati peringkat pertama disusul juara bertahan Prancis, Inggris, Spanyol, Argentina, dan Jerman.
Following the World Cup draw, Brazil have the best odds to win it all 🤑 @br_betting pic.twitter.com/cJKJM6RCcK
— B/R Football (@brfootball) April 2, 2022
Di luar itu, tentu sepakbola bukan soal matematika atau tafsir saja. Akan tetapi ini adalah soal kesiapan, kualitas dan tentu mental.
Realistisnya secara skuad dan mental, Brazil wajar dijadikan sebagai unggulan pertama di Qatar 2022. Pasalnya materi mereka kali ini cenderung merata. Selain Neymar, kini Brazil memiliki alternatif kekuatan lain di lini depan, termasuk Raphinha dari Leeds United, Vinicius Jr dari Real Madrid, Antony dari Ajax dan Bangkitnya Philippe Coutinho dari Aston Villa.
Di tengah masih ada Casemiro, di belakang masih ada Thiago Silva, serta kiper Alisson atau Ederson. Pasukan Tite kali ini datang ke Qatar dengan mimpi 2002-nya, serta mental tak terkalahkannya. Bukan tidak mungkin mereka akan melaju jauh di Qatar.
2 – Brazil have already played twice against Switzerland in the World Cup: 2-2 in 1950 and 1-1 in 2018. Tied. pic.twitter.com/2vlbMizW5U
— OptaJoao (@OptaJoao) April 1, 2022
Ulangan Grup 2018
Brazil akan merasakan dejavu setelah bermain imbang dengan Swiss di Grup E Piala Dunia 2018. Brasil mendapatkan hasil imbang 1-1 melawan Swiss ketika itu. Brazil juga ketika itu mampu menang 2-0 atas Serbia.
Have these groups even changed?
Brazil, Serbia and Switzerland were all in Group E at the 2018 World Cup and now have all been drawn again in Group G in this years World Cup🧐 pic.twitter.com/obLGa4J75F
— James (@JTSNOLLER) April 1, 2022
Brazil akhirnya mampu menjadi juara grup E di Piala Dunia 2018 dengan mengumpulkan 7 poin disusul Swiss dengan 5 poin. Dua negara itu berhak lolos ke babak berikutnya menyisakan Serbia yang harus berada di posisi 3 dengan 3 poin setelah kalah dalam partai penentuan melawan Swiss 2-1.
1 – Switzerland’s 2-1 victory over Serbia is the first game at the 2018 World Cup to see a side win from a losing position. Turnaround.#SRBSUI #WorldCup pic.twitter.com/nHEorSGURF
— OptaJoe (@OptaJoe) June 22, 2018
Praktis hanya Kamerun yang asing di Grup G kali ini. Kamerun di Grup ini memiliki kemungkinan yang paling kecil untuk melaju. Tim dari Afrika ini ternyata juga pernah memiliki dejavu dengan Brazil. Kedua tim pernah bertemu di babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 Brazil. Kali itu Brazil mampu menang mudah dengan skor 4-1.
2014 FIFA World Cup Brazil: June 23
Cameroon 1-4 Brazil
Brazil’s 100th match in the World Cup. Cameroon eliminated pic.twitter.com/r24gQLxw7J— Juan (@juanmarquez194) June 28, 2015
Serbia Si Penghambat Portugal
Sementara, Serbia muncul sebagai kekuatan yang alot. Buktinya di kualifikasi zona Eropa mereka lolos langsung dari grup A sebagai pemuncak klasemen dengan mengumpulkan 20 poin.
Mereka sukses mengungguli raksasa Portugal, mengungguli Irlandia, Luxemburg, dan Azerbaijan. Bahkan Serbia adalah pengganggu terberat Portugal karena sukses menjegal mereka langsung ke Qatar dan mengirim ke babak playoff.
Aleksandar Mitrovic’s 90th minute goal directly qualified Serbia 🇷🇸 for the 2022 World Cup.🎉
Portugal 🇵🇹 sent to the play-offs. 💔#PORSRB #WCQ pic.twitter.com/sVPnNZSb8d
— SportPesa Kenya (@SportPesa) November 15, 2021
Portugal selalu gagal menang melawan Serbia di kualifikasi. Imbang 2-2 di kandang Serbia dan kekalahan di kandang sendiri 2-1. Serbia di bawah pelatih baru Stojkovic mampu tampil mengesankan sepanjang kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022.
Pemain seperti Vlahovic, Dusan Tadic, Sergej Milinkovic-Savic adalah tulang punggung Serbia di Qatar nanti. Khusus untuk Vlahovic, bintang baru Juventus tersebut muncul menjadi pengganti Mitrovic di timnas yang mumpuni. Vlahovic paling tidak di Qatar nanti akan menunjukan kualitasnya sebagai superstar baru.
Kamerun : Eto’o dan Underdog.
Sementara itu, Kamerun di bawah presiden baru federasi mereka Samuel Eto’o akhirnya berhasil mengantarkan mereka tampil kembali di Piala Dunia setelah terakhir tampil di Brazil 2014. Saat itu, Kamerun tidak mampu melaju ke babak berikutnya dan berada di dasar klasemen.
Namun, ambisi tim-tim Afrika di Piala Dunia kali ini patut menjadi perhatian. Pasalnya, semangat serta kekuatan fisik adalah senjata mereka dalam mengarungi kompetisi. Skuad kamerun kali ini yang dilatih oleh legendanya yakni Rigobert Song dikatakan siap dan mampu bertarung paling tidak menyulitkan Serbia atau Swiss.
Menyandang status underdog, Kamerun yang diperkuat pemain seperti Vincent Aboubakar, Choupo Moting, Matip, sampai kiper Ajax, Andre Onana setidaknya akan tampil all out demi gengsi Benua Afrika dan juga untuk dua legenda mereka yakni pelatih Rigobert Song maupun presiden federasinya Samuel Eto’o.
Rigobert Song & Samuel ETO’O
After The Indomitable Lions 🦁 qualified to #WorldCup2022 #Cameroon #FIFAWorldCup pic.twitter.com/mWL1jZeaJ0
— KARUGENGE💚🇷🇼 (@KarugengeRadu) March 30, 2022
Swiss Sang Biang Kerok Gagalnya Timnas Italia
Kemudian Swiss yang menjadi salah satu biang kerok kegagalan Italia di kualifikasi. Mereka mampu menjagal Italia dengan 2 hasil imbang yakni 0-0 di kandang Swiss serta terakhir di kandang Italia 1-1. Hasil itu mengantarkan Italia ke babak playoff, sedangkan Swiss mampu langsung lolos ke Qatar sebagai juara Grup C dengan 18 poin.
Italy is going to the World Cup playoff 🤯
Switzerland has qualified to the 2022 world cup! 🇨🇭 pic.twitter.com/yD9BpvL21Y
— AiScore (@aiscoreofficial) November 15, 2021
Kekuatan Swiss juga tidak bisa dianggap remeh. Mereka di 2018 mampu menahan imbang Brazil 1-1 dan mampu menang 2-1 melawan Serbia. Hal itu bisa jadi terulang lagi di 2022. Dengan kondisi Swiss sekarang yang lebih matang secara skuad, mereka terakhir di ajang Euro 2020 pun mampu mengandaskan Juara Dunia, Prancis di babak 16 besar.
Pelatih baru mereka Murat Yakin yang menggantikan Petkovic, mampu memadupadankan skuad secara kolektif. Pemain seperti Rodriguez, Akanji, Shaqiri, Yann Sommer maupun bintang baru Juventus, Denis Zakaria akan menjadi andalan Murat Yakin di Qatar nanti. Mereka siap mengulangi sukses 2018 dengan lolos grup, dan mungkin akan menjadi underdog di babak berikutnya.
Mimpi Brasil di 2002, harapan Samuel Eto’o, serta pembuktian Serbia dan Swiss akan menjadi sajian yang sangat menarik di Qatar nanti. Pembaharuan skuad yang ada, paling tidak mampu menghilangkan rasa dejavu akan ulangan hasil yang terjadi di Grup E Piala Dunia 2018 silam. Bukan tidak mungkin cerita Grup E Piala Dunia 2018 silam akan berubah drastis nanti di Grup G Qatar 2022.
https://youtu.be/7aEygwl_hWc
Sumber Referensi : theathletic, sportingnews, sporststar


