Polemik Peraturan Water Break di Piala Dunia 2014

spot_img

Setiap Piala Dunia pasti memiliki intrik permasalahannya masing-masing. Belum dimulai saja, Piala Dunia Qatar yang akan berlangsung pada akhir tahun ini sudah melahirkan beberapa kontroversi terkait negara Qatar selaku tuan rumah ajang empat tahunan itu.

Dari upayanya yang sukses untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2022 hingga persiapannya untuk turnamen selama sebulan, Qatar telah menjadi pilihan yang kontroversial.

Iklim yang dirasa terlalu panas di negara Teluk Persia itu memaksa jadwal pelaksanaan yang biasanya dilaksanakan pada musim panas, dialihkan ke bulan November dan Desember yang lebih sejuk. Padahal FIFA pernah mengeluarkan peraturan khusus untuk mengantisipasi apabila hal-hal semacam itu terjadi. Peraturan tersebut adalah Water Break.

Peraturan yang cukup unik ini sempat dipakai di ajang Piala Dunia 2014 di Brazil. Namun, dalam penggunaannya, peraturan ini tak bisa dihindarkan dari perdebatan dan kontroversi. 

Cuaca Panas di Brazil

Pada tahun 2007, Brazil ditunjuk oleh FIFA untuk dipercaya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014. Tahun tersebut menjadi kali kedua Brazil terpilih sebagai tuan rumah setelah piala dunia 1950 silam. Pemerintah Brazil pun mempersiapkan sebanyak 12 stadion di 12 kota untuk menggelar pesta sepak bola antar negara terbesar itu.

Berhubung Brazil merupakan daerah yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, tentu Brazil tergolong negara beriklim tropis. Dalam ajang Piala Dunia 2014 tak jarang pelatih, pemain hingga para pengunjung stadion mengeluhkan cuaca Brazil yang teramat panas. 

Bahkan ada beberapa keluhan seperti mengalami halusinasi ringan hingga kesulitan bernapas yang disampaikan oleh beberapa pemain terkait kondisi ekstrem yang tentu jarang dialami mereka yang notabene bermain di iklim yang berbeda dari negara Brazil. 

Padahal Brazil sedang mengalami musim dingin ketika menyelenggarakan Piala Dunia, tapi kondisi ini tak menghilangkan panas dan kelembaban di beberapa kota. Terutama di kota-kota yang terletak di utara seperti Manaus, Fortaleza, Natal, dan Recife. 

Selain memiliki kelembaban yang tinggi, kota-kota tersebut terkenal dengan daerah yang memiliki suhu tinggi. Jika sedang panas-panasnya suhu di sana bisa lebih dari 32 derajat celcius. Dengan kondisi cuaca tersebut, tentu akan menyulitkan pemain yang sedang bertanding.

Peraturan Water Break

Nah, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrim dan keluhan dari sebagian pihak bahwa pemain lebih cepat dehidrasi, maka peraturan Water Break ini mulai digunakan di Piala Dunia 2014. Tentu kita sudah tidak asing dengan istilah water break, namun apa sih Water Break itu? 

Sesuai dengan namanya, water break merupakan jeda waktu dalam suatu pertandingan sepak bola yang mana memungkinkan wasit dan para pemain yang sedang bertanding untuk diberi kesempatan istirahat selama tiga menit untuk mengambil air minum.

Aturan water break, diimplementasikan oleh wasit sekitar 30 menit setelah pertandingan berjalan di kedua babak. Contohnya, wasit akan memberikan jeda water break di menit 30 babak pertama dan di menit 75 babak kedua. Lalu, tiga menit tadi akan ditambahkan ke akhir setiap babak sebagai injury time

Pertama Kali Water Break Digunakan

Peraturan Water break secara resmi digunakan dalam pertandingan sepak bola adalah ketika Belanda menghadapi Meksiko di babak 16 besar. Pertandingan yang dilangsungkan di Fortaleza itu, suhu di stadion bahkan mencapai 39 derajat celcius.  

Wasit Pedro Proenca pun kemudian memberi waktu istirahat selama tiga menit. Para pemain dan perangkat pertandingan pun memaksimalkan waktu yang ada untuk meminum air, sementara para pelatih juga sambil memberikan instruksi kepada pemain.

Sejatinya, dalam laga Portugal kontra Amerika Serikat di fase grup, wasit juga memberikan kesempatan pada pemain untuk mengambil air minum. Namun, apa yang terjadi di fase grup tersebut tidak dianggap sebagai water break yang resmi. 

Karena di saat yang sama, pemain dari Timnas Amerika, Jermaine Jones, sedang mengalami cedera. Sehingga sambil menunggu Jones mendapat perawatan, wasit memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk mengambil minum.

Namun, ternyata peraturan water break ini bukanlah peraturan yang wajib dipakai dalam setiap pertandingan. Peraturan tersebut akan dipakai apabila pertandingan memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai regulasi FIFA.

Bertentangan Dengan Pemerintah Brazil

Tim medis FIFA akan selalu memantau semua tempat yang dijadikan sebagai lokasi pertandingan selama kompetisi Piala Dunia berlangsung. Water break akan dipertimbangkan berdasarkan pertandingan demi pertandingan selama 64 pertandingan yang dijalani. Jadi kemungkinan water break tidak akan diterapkan di semua laga Piala Dunia 2014.

Hal ini sempat menimbulkan selisih paham antara FIFA dan pemerintah Brazil, lantaran tidak mewajibkan peraturan water break itu suatu hal yang bertentangan dengan peraturan ketenagakerjaan yang dianut oleh pemerintah Brazil.

Awalnya, FIFA menolak untuk menerapkan peraturan water break di semua pertandingan di Piala Dunia 2014. Keputusan ini pun berbuntut panjang dan membuat FIFA akhirnya dituntut ke pengadilan

FIFA Dihadapkan Dengan Tuntutan Pengadilan

Seorang hakim asal Brazil bernama Rogerio Neiva Pinheiro seperti dilansir Reuters, bahkan sampai menuntut FIFA untuk mengikuti pedomannya sendiri. Hakim tersebut mengajukan gugatan kepada FIFA untuk memberlakukan water break di semua pertandingan Piala Dunia Brazil.

Tentu gugatan itu diajukan atas nama para pemain sepak bola di Piala Dunia. Dalam keputusan sidang, Rogerio meminta FIFA untuk melonggarkan peraturanya dengan memberlakukan peraturan water break apabila suhu di stadion menyentuh 30 derajat celcius.

Hakim yang beroperasi di pengadilan tenaga kerja Brazil itu juga menuntut FIFA untuk memenuhi denda sebesar 89,6 dolar (Rp1,2 miliar) untuk setiap laga yang tak memberlakukan peraturan water break.

Namun FIFA menolak untuk menurunkan batas suhu tersebut. Menurut FIFA sebagian besar dari keputusan pengadilan juga tidak relevan. Pihak FIFA mengklaim bahwa pengadilan Brazil hanya ingin FIFA menegakan peraturan yang sudah tertulis di regulasi. 

Sedangkan, selama beberapa pertandingan yang sudah dimainkan, FIFA seperti laporan BBC, tak menemukan suhu stadion yang melebihi angka 32 celcius, angka yang menjadi batas suhu yang ditetapkan dalam regulasi.

Hal ini dirasa tak adil bagi pemerintah Brazil. Pasalnya mereka sudah menyanggupi permintaan FIFA dan sponsor utama, perusahaan pembuat bir Anheuser-Busch Inbev untuk tidak menjual Bir di dalam stadion selama pertandingan Piala Dunia, guna menghindari perkelahian antar suporter.

Pada akhirnya peraturan water break bisa digunakan di Piala Dunia 2014 berkat campur tangan pemerintah Brazil.

Sumber: BBC, Liga Laga, The18, Reuters, The IFAB

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru