Siapkah AS Roma Juara Conference League Bersama Mourinho?

spot_img

Roma di bawah asuhan Mourinho mengalami fase buruk di paruh musim, di liga maupun Eropa. Namun, kini sejak awal tahun 2022 serigala ibu kota terbangun. Mourinho kini mencapai titik temu permainannya.

Disamping itu, mereka kini melaju ke babak perempat final kompetisi Conference League. Beberapa langkah lagi yang akan mereka capai guna mewujudkan impian mereka meraih gelar musim ini di bawah the special one. Lantas, siapkah Il Giallorossi menjuarai Conference League musim ini?

Rentetan Hasil Positif Roma

Siap atau tidak siap yang jelas Roma di bawah Mourinho kini kembali bangkit. Perlahan Giallorossi dalam 10 laga terakhirnya di Serie A belum terkalahkan, 6 menang 4 seri termasuk terakhir melawan rival sekota dengan skor telak 3-0.

Kini mereka ada di posisi 6 Serie A dan mengumpulkan 51 poin dengan 30 pertandingan yang sudah dilakoninya. Mereka terpaut 8 angka dari Juventus di posisi 4 untuk bersaing memperebutkan tiket Champions League musim depan di sisa laga Serie A musim ini.

Konsistensi pasukan Mourinho juga terlihat di ajang Conference League. Mereka finish sebagai juara grup dengan 13 poin yang diraih dari 4 kemenangan 1 seri dan 1 kalah. Setelah kekalahan dari Bodo Glimt, mereka tidak terkalahkan lagi di Conference League.

Di babak knockout Conference League mereka melawan Vitesse, dan berhasil menuntaskannya dengan agregat 2-1. Gol Sergio Oliveira di kandang Vitesse serta gol penyeimbang Abraham di leg 2 melemparkan asa Vitesse di Conference League.

Setidaknya dengan hasil itu, pasukan Mourinho mulai stabil terutama dengan rotasi yang dilakukannya baik di Serie A weekend maupun Conference League di weekday. Strategi Mourinho itu diuji seiring keterbatasan skuad yang dimiliki. Selain itu, mereka mampu melewati masa-masa buruk di akhir tahun 2021. Sekarang AS Roma kembali pada jalur yang stabil.

Format 3 Bek Mourinho Dan Abraham

Kestabilan Roma di lini pertahanan yang dikomandoi Smalling maupun kiper Patricio perlahan mulai menunjukan hasil. Kestabilan juga terjadi di lini serang ketika kini striker mereka Tammy Abraham berubah menjadi striker pembunuh yang menyeramkan seiring peran lini kedua Roma makin berkembang.

Di lini pertahanan sejak Mourinho memakai 3 bek selama itu pula mereka tak terkalahkan di Serie A dalam 10 laga. Meskipun secara kebobolan masih menjadi pertanyaan. Dari 10 laga Serie A tak terkalahkan itu, Roma kemasukan 8 gol. Di Conference League semenjak kekalahan 6-1 atas Bodo Glimt, AS Roma hanya 5 kali kebobolan.

Trio Smalling, Mancini, dan Ibanez menjadi 3 bek yang sering dipakai Mou di Serie A maupun Conference League. Seiring rotasi yang dilakukan dengan Kumbulla. Dua full back Rick Karsdorp di kanan dan Matias Vina di kiri mulai menunjukan perkembangan yang berarti. Paling tidak komposisi inilah yang akan dijalani Mourinho sebagai the winning team AS Roma di pertahanan.

Di lini serang Roma ditopang beberapa pemain seperti Sergio Oliveira, Mkhitaryan, Pellegrini dan Zaniolo di lini kedua perlahan mulai menuai hasil baik menggunakan format 3-4-3, 3-4-1-2, 3-4-2-1, maupun 3-5-2. Lini kedua inilah yang sering berada di samping dan belakang Tammy Abraham.

Tammy Abraham sendiri kini menjadi kunci sukses pasukan Roma. Killer Instinct-nya mampu berbuah gol-gol penting bagi Roma. Termasuk gol-gol krusialnya di dua kompetisi yang dilakoni. Seperti gol terakhirnya ke gawang Vitesse yang meloloskan Roma ke perempat final.

Tammy Abraham sejak tahun 2022 sudah menciptakan 10 gol di semua kompetisi, termasuk brace-nya ke gawang Lazio. Ia pun menjadi top skor sementara AS Roma di liga dengan 15 gol. Di Conference League sendiri Abraham sementara masih berada di puncak top skor dengan total 7 gol.

Di Conference League pasukan Mourinho dihadapkan dengan kenyataan bahwa mereka menjadi satu-satunya unggulan di atas Leicester, PSV, maupun Feyenoord. Setelah lolos melawan Vitesse, AS Roma kembali dihadapkan mimpi buruk kekalahan terbesar mereka musim ini. Perjalanan pasukan Mourinho meniti gelar juara sekaligus menuntaskan dendam mereka atas klub Norwegia, Bodo Glimt pada babak perempat final.

Balas Dendam vs Bodo Glimt

Partai perempat final dengan Bodo Glimt adalah kunci utama Roma untuk melaju sejauh mungkin di kompetisi ini. Bodo Glimt sejak mengalahkan Roma Oktober tahun lalu, berubah menjadi semakin menyeramkan. Mereka di luar dugaan mampu melaju jauh hingga perempat final setelah mampu mengandaskan tim macam Celtic dan yang terakhir AZ Alkmaar.

Kekuatan Bodo Glimt tidak bisa dianggap remeh. Mourinho harus mewaspadai para pemain Bodo Glimt yang sangat kolektif secara tim. Pemain seperti Ola Solbakken yang sudah mengoleksi 6 gol serta Amahl Pellegrino dengan 5 gol.

Dendam yang harus segera dibalaskan ini akan tersaji pada 8 April 2022 yang dihelat di kandang Bodo Glimt terlebih dahulu. Kemudian leg kedua akan dihelat pada 15 April 2022 di Olimpico. Pasukan Mourinho tentu sudah mempelajari kekalahan Oktober tahun lalu. Terlebih sekarang skuadnya masih dalam pick performance dengan kebugaran tim yang relatif stabil.

Tidak adanya pemain yang cedera maupun covid membuat AS Roma makin lengkap dan siap untuk bertarung di sisa laga musim ini. Dengan target paling tidak masuk Eropa musim depan, AS Roma bersama Mourinho masih tetap akan mengincar satu trophy musim ini yakni Conference League.

Trofi Pertama Mourinho Di Roma

Langkah AS Roma bersama Mourinho di Conference League setelah bisa mengatasi Bodo Glimt masih harus bertemu dengan partai pemenang antara PSV Eindhoven vs Leicester City. Kemudian kalau mereka mampu melaju akan bertemu tim-tim seperti Feyenoord, Marseille, Slavia Praha atau PAOK.

Tapi Mourinho tetaplah Mourinho. Ia bermental juara seperti yang ia tunjukan di MU ketika mendapat Europa League, maupun di Spurs yang bisa membawa The Lilywhites ke final Piala Liga musim terakhirnya sebelum ia dipecat menjelang partai final itu.

Mourinho dengan AS Roma di musim pertamanya ini ingin mengulangi suksesnya seperti di MU maupun Spurs yakni membawa Roma ke final walaupun ini hanya ajang kasta ketiga Eropa. Namun, trofi dan juara akan menjadi kebanggaan bagi Roma sekaligus Mourinho.

Pasukan AS Roma di bawah Mourinho kini menatap gelar pertama mereka musim ini. Target yang terus dikejar Serigala Roma setelah terakhir mendapatkan trofi pada musim 2007/08. Ini berarti penantian yang cukup lama sekitar 14 tahun AS Roma puasa gelar.

Gelar terakhir mereka yakni Coppa Italia di tahun 2008. Ketika itu Roma masih dilatih Luciano Spalletti dengan pemain-pemain macam legenda mereka Totti, De Rossi, Perrotta, maupun Aquilani. Setelah mereka di final mampu mengatasi perlawanan Inter Milan 2-1 lewat gol Mexes dan Perrotta.

Penantian itu perlahan akan diwujudkan dalam bingkai kisah nostalgia 2008 bersama pelatih baru mereka musim ini. Roma jika mampu mendapatkan Conference League musim ini juga mencatatkan sejarah tersendiri yakni sebagai peraih gelar pertama turnamen ini. Mengingat turnamen ini baru digelar oleh UEFA musim ini.

Sumber Referensi : uefa.com, chiesaditotti, transfermarket

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru