6 Pembelian Termahal Abramovich, Siapa Paling Bikin Tekor?

spot_img

Keputusan Roman Abramovich menjual Chelsea menjadi bahan perbincangan hangat. Apalagi  Abramovich termasuk sosok yang telah membangun reputasi Chelsea sebagai salah satu klub sepak bola kuat di Eropa, sejak ia mengambil alih klub 19 tahun lalu.

Dalam proses menaiki tangga kesuksesan, Roman Abramovich telah menghabiskan uang yang tak sedikit untuk Chelsea. Uang-uang tersebut dipakai untuk meningkatkan kualitas skuad dengan membeli pemain-pemain bintang dengan bandrol tinggi.

Lantas siapa saja pemain termahal yang pernah didatangkan Chelsea pada era Roman Abramovich? Check this out…

Fernando Torres

Di urutan ke enam ada Fernando Torres, ia dibeli dari Liverpool pada tahun 2011 dengan harga 58,5 juta euro atau sekitar Rp913 miliar. Transfer itu membuat pendukung The Reds marah besar lantaran Torres merupakan stiker andalan bagi publik Anfield. 

Pemain Spanyol itu menjadi pemain termahal klub sepanjang masa ketika ia bergabung dengan The Blues. Namun, performa Torres justru jauh menurun dibandingkan saat membela Liverpool.

Sebetulnya sih, performa Torres tidak buruk-buruk amat. Namun, ekspektasi fans yang terlalu tinggi lantaran berkaca dengan performa Torres yang mengagumkan bersama The Reds, menjadikan Torres dianggap pemain yang gagal bersama Chelsea.

Penyerang internasional Spanyol itu hanya membukukan 45 gol dari 172 pertandingan selama berseragam The Blues.

Christian Pulisic

Ya benar, Christian Pulisic menjadi urutan ke lima dari daftar pemain termahal yang direkrut Chelsea selama era Abramovich. Pemain berusia 23 tahun itu didatangkan dari Borussia Dortmund pada Januari 2019 lalu dalam kesepakatan kontrak senilai 64 juta euro atau sekitar Rp 1 triliun. 

Sejauh ini, dengan harga yang cukup mahal, Pulisic dirasa belum memenuhi ekspektasi. Diperkirakan, cedera jadi salah satu permasalahan yang terus-menerus menghambat perkembangannya. Terlepas dari struggle dan lambatnya perkembangan, dalam momen tertentu Pulisic telah membuktikan diri bahwa dia dapat menjadi pemain penting bagi The Blues

Hal itu dibuktikan dengan kontribusinya dalam membantu Chelsea untuk meraih trofi beberapa tahun terakhir. Catatan golnya pun tak begitu buruk, ia sudah mencetak 22 gol dari 102 pertandingan bersama Chelsea. Jumlah itu lebih banyak daripada yang ia catatkan di Dortmund. 

Alvaro Morata

Selanjutnya ada Alvaro Morata, yang memang sempat jadi incaran banyak klub pada tahun 2017 lalu, salah satunya Chelsea. Chelsea terpesona pada penampilan Alvaro Morata bersama Real Madrid. Terlebih, striker asal Spanyol itu juga meraih berbagai gelar bersama Juventus.

Dengan CV mentereng Chelsea tak ragu menyodorkan dana sebesar 66 juta euro kepada Real Madrid demi mengamankan tanda tangan sang pemain. Angka itu hampir setara dengan Rp 1 triliun lebih.

Namun, berbekal CV mentereng dan performa apik pada musim sebelumnya, penampilan Morata tak begitu mengesankan selama berseragam The Blues. Pemain yang digadang-gadang bakal jadi ujung tombak klub pun hanya menambah daftar panjang kegagalan Chelsea dalam mendatangkan pemain bernomor 9. Bahkan ia hanya bertahan selama 18 bulan saja di Stamford Bridge.

Penyerang tampan ini hanya mencatatkan 24 gol selama berseragam Chelsea. Itu angka yang sangat mengecewakan mengingat harganya yang menyentuh satu triliun rupiah.

Kepa Arrizabalaga

Di nomor tiga ada mantan kiper utama Chelsea, Kepa Arrizabalaga. Superioritas Chelsea di bursa transfer semakin terlihat usai memboyong Kepa dari Liga Spanyol. 

Bahkan The Blues hingga memecahkan rekor transfer termahal untuk seorang penjaga gawang setelah mendapatkan Kepa dari Athletic Bilbao dengan harga 80 juta euro atau sekitar Rp1,25 triliun.

Lagi-lagi harga yang mahal tak bisa jadi jaminan. Meskipun sejatinya ia sempat menampilkan performa yang apik di bawah mistar gawang. Namun, kisah cinta yang kandas tampaknya sangat berdampak pada performanya di lapangan.

Kepa melakukan sejumlah blunder yang membuatnya sering dijadikan kambing hitam. Tak heran bila akhirnya Chelsea mendatangkan Edouard Mendy untuk menggantikan posisi Kepa sebagai kiper utama.

Kai Havertz

Di urutan kedua ada pemain internasional Jerman, Kai Havertz. Dalam upaya untuk mengamankan jasa Havertz, Chelsea menemui jalan yang cukup terjal. Pasalnya, Bayer Leverkusen yang kala itu sebagai klub Havertz menginginkan angka yang sangat tinggi.

Negosiasi sempat berjalan alot, namun, akhirnya Chelsea dan Leverkusen sepakat di angka 80 juta euro atau sekitar Rp1,25 triliun. Angka tersebut terbilang fantastis untuk pemain muda berusia 21 tahun.

Dan ya, benar saja. Havertz tak langsung nyetel, ia butuh waktu cukup lama untuk beradaptasi dengan pola permainan Chelsea.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir ia menampilkan penampilan yang menakjubkan. Havertz selalu menjadi pemain yang mencetak gol kemenangan bagi The Blues di final Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.

Hal itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa ia telah mencapai level yang sama dengan label harganya. Terutama dengan 18 gol dan 13 assist yang sudah ia buat selama membela Chelsea, semakin memantapkan bahwa ia telah menjelma sebagai calon bintang masa depan Chelsea dan juga Timnas Jerman.

Romelu Lukaku 

Di urutan pertama dalam daftar pembelian termahal Chelsea di era Roman Abramovich adalah Romelu Lukaku. Sejatinya Lukaku bukanlah wajah baru di skuad The Blues. Ia sempat keluar masuk klub London Biru tersebut. Tepatnya pada 2011 silam ia didatangkan Chelsea dari klub Liga Belgia, Anderlecht.

Namun, ia hanya menghabiskan masa baktinya di Chelsea untuk menjalani proses peminjaman ke beberapa klub Liga Inggris lainnya. Ia juga sempat berseragam Setan Merah setelah menampilkan performa menjanjikan bersama Everton

Tak konsisten bersama United, ia melanjutkan kariernya di Italia bersama Inter Milan. Bersama Inter, ia bak menemukan kembali performa terbaiknya. Hal itulah yang membuat Chelsea tertarik untuk mendatangkan kembali Romelu Lukaku.

Butuh biaya mahal bagi Chelsea untuk balikan dengan sang mantan. The Blues harus merogoh kocek hingga 113 juta euro atau sekitar Rp1,7 triliun untuk membuat Inter Milan mau melepaskan sang pemain.

Namun, kesempatan kedua Lukaku di Chelsea tak berjalan mulus. Fakta berbicara bahwa gaya permainannya tidak cocok dengan pola permainan Thomas Tuchel. Lukaku dibeli mahal-mahal hanya untuk penghangat bangku cadangan saja.

Ironisnya, dengan PD ia justru sempat mengungkapkan bahwa keputusannya untuk kembali ke Chelsea adalah keputusan yang ia sesali. Dalam sebuah wawancara bersama Sky Sports, striker asal Belgia itu mengaku malah ingin balik ke Inter.

Jadi, dengan harga yang selangit namun kontribusinya yang cukup minim. Pantas apabila Lukaku mendapat predikat sebagai pemain termahal sekaligus paling merugikan bagi Roman Abramovich.

https://youtu.be/PV0gv_Mdrq8

Sumber: FourFourTwo, Sportsmole, Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru