Dampak Format Baru Liga Champions

spot_img

Desas-desus soal perubahan format UEFA Champions League akhirnya menemui titik terang. Belakangan ini UEFA mengumumkan format Liga Champions yang baru. Tentu saja hal itu membuat geger banyak pencinta sepak bola. Apalagi UCL menjadi salah satu kompetisi paling top sejagat.

Format Liga Champions yang semula melibatkan 32 klub untuk melakoni babak penyisihan dan terbagi menjadi delapan grup, dipastikan hanya sampai tahun 2023 saja. Sebab format terbaru UEFA Champions League ini bakal mulai diterapkan pada musim 2024/25 mendatang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by OneFootball (@onefootball)

Karena formatnya bakal berubah, jelas hal itu akan mempengaruhi banyak pihak. Mulai dari klub sampai pemain. Lantas, apa sebenarnya dampak yang kemungkinan timbul akibat format baru Liga Champions ini?

Liga Champions

Liga Champions sendiri sebetulnya muncul sebagai versi baru dari Piala Eropa telah dimainkan untuk pertama kalinya pada musim 1992/93. Sejak saat itu kompetisi ini sudah ditetapkan sebagai turnamen klub paling bergengsi di dunia sepak bola.

Pada edisi pertama tahun 1992, Liga Champions awalnya sempat hanya diikuti oleh 8 tim saja. Setelah melewati fase kualifikasi. Delapan tim tersebut bermain dalam dua grup lalu dua klub yang menjadi juara grup akan berlanjut pada laga final.

Seiring berjalannya waktu, Liga Champions kini dikenal dengan format setengah kompetisi. Konsep seperti ini memiliki kemiripan dengan sistem yang dipakai pada gelaran Piala Dunia.

Dengan keterlibatan 32 klub dari berbagai Liga di Eropa lalu dibagi dalam delapan fase grup awal dan dilanjutkan ke fase knock out

Format Baru Liga Champions

Nah, format itu kini bakal berubah. Meski sejatinya isu perubahan format Liga Champions sudah mulai marak sejak tahun 2019. Namun, seiring berjalannya waktu, isu tersebut tenggelam dan digantikan dengan isu-isu hangat lainnya.

Nah, dalam pertemuan komite eksekutif UEFA pada April 2021 tahun lalu, menghasilkan bahwa format Liga Champions akhirnya mengalami beberapa perubahan. Perubahan ini baru dan sangat berbeda dari format lama yang sudah dipakai selama puluhan tahun.

Mulai musim 2024/25, Liga Champions akan terdiri dari 36 klub.  Hal itu berbeda dengan Liga Champions musim ini yang berjumlah 32 dan dibagi delapan grup. Ini akan menyisakan empat slot tambahan bagi klub untuk bersaing dengan klub-klub terbaik di Eropa lainnya.

Sejauh ini rencananya salah satu dari keempat klub itu akan berasal dari Liga Prancis. Berarti Liga Prancis bakal kebagian jatah empat klub karena sebelumnya mereka hanya dapat mengirimkan tiga perwakilan.

Yang jadi pertanyaan adalah soal tiga slot sisa. UEFA belum mengkonfirmasi tiga slot tersebut bakal diisi oleh klub dari liga Eropa bagian mana. Beberapa klub top mengusulkan untuk diberikan kepada tim juara dari liga lain saja. Ada juga usulan berupa pertimbangan koefisien UEFA. Jadi, misalnya Tottenham bisa saja lolos meski terpuruk di Liga Inggris karena koefisien mereka bagus.

Di bawah format baru, sistem grup bakal dihilangkan, 36 klub akan dijadikan satu seperti Liga. Klub akan memainkan pertandingan melawan sepuluh tim yang berbeda, jadi lima kandang dan lima tandang.Nah, dalam perubahan format Liga Champions yang baru ini akan berdampak langsung pada penataan sepak bola di masing-masing liga di Eropa. Dampaknya pun ada yang negatif maupun positif.

Jadwal Klub Semakin Padat

Beberapa dampak negatif dari diberlakukannya format baru dalam Liga Champions antara lain, yaitu memperbesar turnamen dari total 125 laga menjadi 225 pertandingan. Dengan meningkatnya jumlah pertandingan, akan menyebabkan jadwal pertandingan setiap klub semakin padat.

Klub peserta Liga champions akan memainkan pertandingan jauh lebih banyak dari musim-musim sebelumnya. Belum lagi mereka masih memiliki pertandingan di Liga atau di piala domestik.

Contoh saja klub-klub Liga Inggris. Klub Inggris setidaknya memiliki tiga kompetisi domestik, yang terdiri dari Liga Inggris, Piala Liga, dan Piala FA. Jika masih bertahan di tiga kompetisi tersebut lalu ditambah dengan sepuluh pertandingan Liga Champions, sudah dipastikan kalender klub akan penuh sesak dengan jadwal pertandingan.

Pemain Mudah Lelah

Lebih banyaknya pertandingan juga akan berdampak langsung pada pemain. Menit bermain mereka akan jauh bertambah dan hal itu akan mempengaruhi kebugaran dari sang pemain. 

Para pemain dari klub yang ikut serta dalam Liga Champions format baru akan mendapat waktu istirahat yang sedikit.

Tentu hal tersebut akan begitu menyiksa bagi pemain kunci masing-masing klub. Karena mau nggak mau, mereka dipaksa selalu tampil prima demi membantu tim bersaing dengan klub-klub top Eropa lainnya. Dengan pemain yang mudah lelah, jelas ini juga bakal merugikan klub itu sendiri.

Hilangnya Sisi Dramatis Pada Liga Champions

Seiring ditetapkannya format baru yang hanya memberlakukan satu leg, otomatis produktivitas gol akan turut berkurang. Karena setiap tim hanya akan bermain dalam satu pertandingan di setiap babak. 

Dengan hanya satu leg kita juga akan kehilangan momen-momen dramatis di semesta UEFA Champions League, seperti momen epic comeback. Padahal momen epic comeback dikenal sebagai ciri khas dramatis kompetisi bergengsi tersebut.

Pendapatan Klub

Namun, perlu digaris bawahi bahwa perubahan yang ditetapkan oleh UEFA juga bisa membawa dampak positif bagi klub dan persepakbolaan Eropa. 

Jumlah laga yang sangat jauh bertambah menjadi 225 pertandingan, juga akan berdampak pada pendapatan klub. Jika pertandingan klub bertambah otomatis jam tayang mereka akan bertambah, jadi pendapatan dari hak siar pun akan meningkat.

Ditambah dengan format semacam ini, pasti penonton layar kaca pun akan meningkat. Karena setiap laga penting. Format liga baru akan memastikan bahwa hasil apa pun berpotensi mengubah posisi tim secara dramatis.

Berpeluang Memunculkan Juara Baru 

Tidak cukup di situ saja. Perubahan format menjadi satu leg diyakini akan berpengaruh besar pada jalannya laga, tidak ada lagi istilah tim favorit di sistem Liga Champions yang baru. Semuanya akan dipertaruhkan dalam satu pertandingan hidup dan mati.

Setiap kesebelasan bakal tampil habis-habisan di setiap pertandingan. Mereka tak boleh tampil buruk sekalipun untuk bisa merengkuh si Kuping Besar.

Jadi, meski belum pernah meraih satu pun trofi Liga Champions, tim-tim sekaliber Manchester City dan PSG bukanlah tim receh yang patut dipandang remeh.

Well, toh kabarnya format ini baru akan berlaku pada tahun 2024, masih ada dua tahun lagi. So nikmati sisa-sisa Liga Champions dengan format lama beserta segala dramanya.

Sumber: UEFA, Sportbible, Goal, Flanker

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru