Fase Champions League musim 2021/2022 ini memasuki fase 16 Besar. Tim-tim mulai berjuang hidup dan mati di fase gugur. Gelaran fase gugur UCL selalu menyuguhkan aksi-aksi yang menarik, termasuk Comeback.
Aksi Comeback atau membalikan keadaan sering mewarnai pertandingan dengan sistem agregat dua Leg ini. Ketika mengalami ketinggalan di Leg pertama biasanya menjadi motivasi tersendiri bagi tim tersebut di Leg kedua dan tak jarang aksi Comeback terjadi.
Apa saja momen Comeback yang terjadi di fase 16 besar Champions League selama ini? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Daftar Isi
Inter Milan vs Bayern Munchen 16 Besar Musim 2010/2011
Aroma dendam kental mewarnai laga babak 16 besar Liga Champions musim 2010-2011. Sebab inilah pertemuan kembali antara dua finalis musim 2009/2010 lalu yang bersua di Santiago Bernabeu.
Inter dengan pelatih yang berbeda, Leonardo, tapi Munchen masih dilatih oleh Van Gaal. Leg pertama berlangsung di kandang Inter. Main di kandang sendiri tak terduga Inter justru kalah 0-1 akibat gol Mario Gomez di menit akhir.
Hal ini menjadikan Munchen sudah berada satu kaki di babak perempat final mengingat Leg kedua akan berlangsung di rumah sendiri.
Namun situasi ternyata berbalik, Inter mampu mengimbangi permainan Bayern di Allianz Arena. Gol demi gol terjadi di pertandingan itu. Kedudukan sama kuat pun terjadi sampai menit ke 88 sebelum gol Goran Pandev menghujam gawang Bayern.
Inter pun mampu menang 3-2 atas Bayern di Allianz. Dengan agregat sama 3-3, Inter berhak lolos ke perempat final karena unggul agresivitas 3 gol tandang mereka.
🚀 Goran #Pandev 🆚 #Bayern ⚽️💪#EURO2020-Motivation @ffmmkd | @Inter_en pic.twitter.com/uix26et4OA
— UEFA.com DE (@UEFAcom_de) June 13, 2021
Napoli vs Chelsea 16 Besar musim 2011/2012
Pada Leg pertama antara Napoli vs Chelsea musim 2011/2012, Napoli sukses menghajar The Blues di San Paolo dengan skor 3-1. Dua gol dari Ezequiel Lavezzi dan satu gol dari Cavani hanya dapat dibalas satu gol dari Juan Mata.
Menghadapi Leg kedua, Chelsea sedang dalam keadaan yang sangat buruk. Pelatih Andre Villas Boas baru saja dipecat dan Chelsea dipegang oleh sang caretaker, Roberto Di Matteo. Namun, disisi lain Chelsea memiliki keunggulan karena akan bermain di Stamford Bridge dengan mengantongi satu gol tandang.
Tak disangka, gol dari para bintang senior seperti Didier Drogba, John Terry, dan Frank Lampard yang hanya mampu dibalas satu gol dari Gokhan Inler dapat memperpanjang permainan hingga extra time.
Akhirnya, Comeback terjadi pada menit ke-105 ketika Branislav Ivanovic berhasil membuat skor menjadi 4-1 dan Chelsea akhirnya lolos ke babak selanjutnya dengan agregat 5-4. Pada musim itulah Chelsea menjadi juara Champions League.
ON THIS DAY: In 2012, Chelsea beat Napoli 4-1 after extra time to reach the Champions League quarter finals.
⚽️ Drogba
⚽️ Terry
⚽️ Lampard
⚽️ IvanovicWe know what happened that year… pic.twitter.com/abLUBuNkIb
— Squawka Football (@Squawka) March 14, 2018
Manchester United vs Olympiakos 16 Besar Musim 2013/2014
Saat bertandang ke markas Olympiakos di leg pertama, tak ada yang menyangka jika Manchester United harus pulang dengan tertunduk lesu karena kalah dengan skor 2-0 tanpa balas. Gol dari Olympiakos dicetak oleh Alejandro Dominguez dan Joel Campbell.
Padahal ketika itu United masih diperkuat para bintangnya seperti Ferdinand, Rooney, sampai Van Persie. Manchester United ketika itu dilatih David Moyes sepeninggal Sir Alex Ferguson. Inilah pengalaman berharga bagi David Moyes di Champions League.
Namun, kekhawatiran akan ketertinggalan dua gol dari klub Yunani itu berbalik. Pada Leg kedua, Old Trafford masih menunjukkan taringnya sebagai tempat yang angker bagi tim tamu.
Robin van Persie bersinar di laga tersebut dengan mencetak hattrick ke gawang Olympiakos dengan kemenangan Comeback yang meyakinkan setelah ketinggalan dua gol. Alhasil, Manchester United menang 3-0 tanpa balas dan berhak lolos ke perempat final dengan agregat 3-2.
ON THIS DAY: In 2014, Robin van Persie scored three as Man Utd beat Olympiakos 3-0 to overturn a 2-0 deficit and reach the Champions League quarter-final.
⚽️ van Persie
⚽️ van Persie
⚽️ van PersieOne of David Moyes’ most memorable United moments. 🔴 pic.twitter.com/fuwGkFwGPM
— Squawka Football (@Squawka) March 19, 2019
AS Monaco vs Manchester City 16 Besar Musim 2016/2017
Pada Leg pertama antara Manchester City vs Monaco yang berlangsung di Etihad Stadium pada 16 besar musim 2016/2017, terjadi pesta gol yang dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan skor 5-3. Brace dari Sergio Aguero serta tambahan gol dari Leroy Sane, Raheem Sterling, dan John Stones dibalas dengan brace pemain Monaco, Radamel Falcao dan satu gol wonderkid asal Prancis ketika itu, Kylian Mbappe.
Di Leg kedua, Monaco memiliki keunggulan dua gol tandang, hasil yang lumayan bagi pasukan Leonardo Jardim ketika menggelar partai kedua di Prancis.
Tak disangka skuad asuhan Pep Guardiola harus takluk dengan skor 3-1 di Prancis. Gol dari Mbappe, Tiemoue Bakayoko, dan Fabinho hanya mampu dibalas satu gol dari Leroy Sane.
Atas hasil tersebut, agregat menjadi imbang 6-6. Namun, Monaco berhak lolos ke babak perempat final berkat agresivitas gol tandang yang dimilikinya.
‘YOKO OH, NO: Tiemoue Bakayoko’s goal gave @AS_Monaco a 3-1 win over @ManCity (6-6 on agg.) to advance on away goals to the #UCL quarters. pic.twitter.com/sDxBZpJYV1
— SportsCentre (@SportsCentre) March 15, 2017
PSG vs Barcelona 16 Besar Musim 2016/2017
Pada tahun 2017, Barcelona berada di ambang kehilangan tempat di perempat final Champions League untuk pertama kalinya dalam satu dekade setelah kekalahan telak 4-0 yang tak terduga di Paris lewat brace Di Maria, dan gol dari Draxler dan Cavani.
Barcelona ketika itu masih menjadi unggulan ketika pasukan Luis Enrique masih berisikan bintang seperti trio MSN: Messi, Suarez, dan Neymar. PSG sendiri ketika itu dipegang pelatih Unai Emery.
Comeback dari ketertinggalan 4-0 belum pernah terlihat di kompetisi ini. Akan tetapi, gol pembuka cepat dari Luis Suarez di menit ketiga membuat publik Camp Nou seakan percaya bahwa defisit 4 gol itu akan dibalas.
Gol bunuh diri Layvin Kurzawa dan penalti Lionel Messi membawa Barca kembali mantap melakukan aksi Comeback, sebelum Edinson Cavani mencetak gol tandang yang mengejutkan dan membuat kubu tuan rumah terdiam, dan kembali harus kerja keras memburu tiga gol tambahan.
Sampai pada tendangan bebas yang menakjubkan di menit ke-88 oleh Neymar, dan insiden penalti di menit ke-91 yang mampu diselesaikan juga oleh Neymar. Keajaiban itu datang di menit-menit akhir tambahan waktu. Gol Sergi Roberto menjadi saksi sejarah Comeback fenomenal yang akan dicatat. Skor akhir 6-1 membuat Barcelona melangkah ke perempat final dengan agregat 6-5.
ON THIS DAY: In 2017, Barcelona became the first team in Champions League history to overturn a four-goal first-leg deficit after beating PSG 6-1 at the Nou Camp.
La Remontada. pic.twitter.com/RhI9PJSNxt
— Squawka Football (@Squawka) March 8, 2021
Atletico Madrid vs Juventus 16 Besar Musim 2018/2019
Pertandingan seru terjadi di Wanda Metropolitano kandang Atletico Madrid ketika bersua Juventus di 16 besar Champions League 2018/2019. Atletico dibawah Simeone bertarung taktik dengan Allegri yang mempunyai pemain seperti Cristiano Ronaldo ketika itu.
Juventus dengan Ronaldo-nya ternyata tidak mampu berbuat banyak pada Leg pertama di Madrid. Juventus takluk oleh Atletico dengan skor 2-0 lewat dua gol bek Atletico, Jose Gimenez dan Diego Godin.
Atletico makin jumawa setelah mereka unggul dua gol tanpa kebobolan di kandang. Sebaliknya Juventus menggebu-nggebu ketika bermain di Leg kedua di kandang sendiri demi menuntaskan dendam kekalahannya di Madrid.
Benar saja, Juve tampil trengginas. Ya, siapa lagi tokohnya kalau bukan sang mega bintang Cristiano Ronaldo. Ronaldo mencetak hattrick sensasional di kandang yang mengantarkan Juve mampu Comeback dengan skor 3-0 tanpa balas dan menjadikan Juve lolos ke perempat final dengan agregat 3-2.
Juventus vs Atletico Madrid: Simeone speaks on Ronaldo’s goal celebration, reveals why they lost 3-0 https://t.co/U8uDa6IfRv pic.twitter.com/WHLUkYjFaV
— Daily Post Nigeria (@DailyPostNGR) March 13, 2019
Manchester United vs PSG 16 Besar Musim 2018/2019
Berselang dua musim, setelah PSG ketika itu menjadi korban Comeback Barcelona. Kali ini PSG juga terkena Comeback saat bertemu dengan Manchester United di 16 besar Champions League musim 2018/2019.
Pada awalnya di Leg pertama, PSG berhasil mencuri kemenangan di Old Trafford dengan skor 2-0 tanpa balas lewat gol Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe. Modal yang cukup meyakinkan untuk lolos dengan mudah ke perempat final.
Seharusnya, laga yang berjalan di Parc des Princes akan menjadi milik PSG karena keunggulan yang dimilikinya. Namun, Manchester United ternyata dapat membalikkan keadaan.
Brace dari Lukaku serta penalti Marcus Rashford di penghujung dan PSG dengan satu gol oleh Juan bernat. Alhasil United mampu unggul 3-1 di Paris, dan menjadikan agregat 3-3. United berhak lolos ke babak perempat final dengan unggul agresivitas gol tandang mereka.
On this day, two years ago, Manchester United made THAT comeback against PSG. Winning 3-1 at the Parc des Princes after falling to a 2-0 defeat in the first leg.
A 21-year old Marcus Rashford executed the coldest last-minute penalty to send United through. 🔥 pic.twitter.com/GCAcOpMyzq
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) March 6, 2021
Ajax vs Real Madrid 16 Besar Musim 2018/2019
Sebuah misi Comeback berhasil dituntaskan Ajax Amsterdam kala melawat ke markas Real Madrid pada Leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018-2019.
Ajax Amsterdam sukses menggebuk Real Madrid 4-1 dalam duel di Estadio Santiago Bernabeu. Hasil ini sudah lebih dari cukup bagi Ajax untuk memulihkan keadaan pasca kalah 1-2 dalam duel pertama di markas mereka Johan Cruijff Arena.
Empat gol Ajax kala itu dicetak Hakim Ziyech, David Neres, Dusan Tadic, dan Lasse Schoene. El Real cuma bisa membalas satu kali via Marco Asensio. Hasil ini mampu mengantarkan Ajax melaju ke babak perempat final dengan agregat 5-3.
2 – Ajax have won their last two away games against Spanish opponents (4-1 v Real Madrid and 3-0 v Valencia), more than they had in their previous 11 such trips (W1 D3 L7). Brave. pic.twitter.com/EoDq1hNcsI
— OptaJose (@OptaJose) February 20, 2020
Dortmund vs PSG 16 Besar Musim 2019/2020
Sering terkena Comeback baik itu oleh United maupun Barcelona. PSG akhirnya mampu tampil Comeback dengan sukses ketika bertemu Dortmund di fase 16 besar Champions League 2019/2020.
Leg pertama dilangsungkan di markas Dortmund. Ketika itu di Signal Iduna Park, Dortmund mampu unggul dengan skor 2-1 berkat dua gol dari bintang Dortmund, Erling Haaland. Satu gol PSG tercipta lewat Neymar.
Berbekal satu gol tandang PSG berniat melakukan Comeback di Paris. Hal itu akhirnya mampu terwujud setelah mereka mampu menuntaskan pertandingan dengan skor 2-0 lewat gol dari Juan Bernat dan Neymar. PSG pun sukses merasakan kemenangan Comeback-nya. Dengan hasil ini agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan PSG dan berhak maju ke babak perempat final.
Neymar & PSG mock Haaland trademark celebration in UCL win
Neymar and PSG have mocked Erling Haaland’s goal celebration after they qualified for Champions League quarter-finals with a 3-2 aggregate win over Borussia Dortmund.[#B-sports ⚽] pic.twitter.com/IyjENk2wkP
— Bsportsgh (@BSportsgh) March 12, 2020
Sumber Referensi : uefa.com, goal.com, givemesport, bbc


