Rumput tetangga memang lebih indah. Begitulah adagium yang pas buat Juventus. Si Nyonya Tua adalah klub yang selalu ngiler dengan pemain-pemain dari klub lain, padahal ia punya pemain yang tak kalah potensial, dan masih muda.
Kemarin saja, Juventus mendatangkan Dusan Vlahovic dari Fiorentina. Tak tanggung-tanggung, pemain Serbia itu didatangkan Juve dengan status saga transfer. Bukan hanya Vlahovic, Juve juga mendatangkan gelandang bertahan, Denis Zakaria dari Monchengladbach.
Pemain Swiss itu juga tak kalah mahal. Bahkan Bianconeri setidaknya harus mengeluarkan 4,5 juta euro atau sekitar Rp 74 miliar untuk menebus Zakaria. Manajemen Juventus dan Allegri menaruh kepercayaan tinggi pada pemain-pemain tadi sehingga memilih merekrutnya.
Namun, jauh sebelum itu Juventus juga sebenarnya sudah mendatangkan pemain-pemain muda. Ironisnya, pemain-pemain muda ini justru lebih sering bermain di klub lain, alih-alih di Juventus. Nah, berikut ini lima pemain muda yang gagal bersinar di Juventus.
Daftar Isi
Marko Pjaca
Merasa tidak mengenal Marko Pjaca? Tentu wajar saja, sebab kabar Pjaca memang seolah lenyap. Pemain yang kini berseragam Torino itu adalah pemain muda yang didatangkan Juventus pada musim 2016/17 lalu.
Bianconeri membeli Pjaca yang kala itu berusia 21 tahun dari Dinamo Zagreb. Meski masih muda, Juve harus mengeluarkan uang sebesar 23 juta euro atau Rp 375,9 miliar kurs sekarang untuk membawa Pjaca ke Turin.
Sejak kedatangannya ke Juventus, Pjaca selalu menarik perhatian Allegri. Pelatih Juventus itu mengatakan kalau Pjaca adalah pemain yang luar biasa. Ia sempat menginginkan Pjaca sebagai proyek jangka panjangnya di Juventus.
Namun, Pjaca justru hanya bermain semusim bersama Bianconeri. Semusim bersama Juventus turut membuatnya merasakan kebahagiaan meraih dua gelar domestik, dan menginjakkan kaki ke final UEFA Champions League.
Malangnya, Pjaca diterpa cedera ligamen pada 2017. Hal itu membuatnya kerepotan bersaing di skuad Juventus, sedangkan ia membutuhkan menit bermain untuk menembus skuad Kroasia di Piala Dunia 2018.
Juventus ingin menahannya, tapi kebutuhan Pjaca akan menit bermain membuat dirinya harus dipinjamkan ke FC Schalke. Itu adalah titik awal, di mana Pjaga merintis kariernya sebagai pesepakbola pinjaman.
Usai dari Schalke, Juventus meminjamkan Pjaca ke Fiorentina. Setelah itu ke Anderlecht, Genoa, dan yang terakhir di Torino. Saat dipinjam Fiorentina, Pjaca sebisa mungkin mengusahakan agar La Viola sudi mempermanenkan dirinya.
Sungguh apes, cedera ligamen di kaki kanannya beberapa kali jadi penghambat. Ia pn tak jarang absen membela Fiorentina. Nah, sekarang Pjaca bermain untuk Torino. Pjaca mendapat tempat di Il Toro dan itu membuka peluang Torino membelinya.
OFFICIAL: Torino have signed winger Marko Pjaca from Juventus on a season-long loan. pic.twitter.com/UgeKvJPbKC
— Transfer News Central (@TransferNewsCen) July 28, 2021
Rolando Mandragora
Penampilan cantik Mandragora di Serie B musim 2015/16 membuat Juventus belingsatan. Bianconeri bergerak cepat untuk merampok Mandragora dari Pescara, setelah peminjaman pemain itu dari Genoa rampung.
Gelandang kelahiran Naples itu tampil sangat baik di Serie B bersama Pescara dengan 18 kali caps. Performa yang konsisten itu membuat Mandragora menjadi andalan Timnas Italia U-17, U-18, dan U-19. Maka, wajar-wajar saja kalau Juventus akhirnya berminat dengan Mandragora.
Saking minatnya, Juventus bahkan membeli pemain 18 tahun itu sebelum musim 2015/16 selesai. Mandragora dibeli Juventus dengan mahar 6 juta euro atau 98 miliar. Namun, dari klausul yang dibuat, Mandragora masih harus menuntaskan musim 2015/16 di Pescara sebagai pemain pinjaman.
Sayangnya, harapan menjadi bintang di Juventus utopis belaka. Mandragora gagal menembus skuad utama Juventus. Ia yang usianya masih terbilang muda, justru hanya bermain untuk Juventus B. Itu pun tampil cuma dua kali.
Juventus have redeemed Mandragora. Agreements in place. Juventus have a path to De Paul but Mandragora will not be included as he will not return to Udinese.
Pirlo is thinking of using a 3-man defence at Juventus.
Pirlo wants new wingbacks. Gosens or Reguilon.
(Momblano) pic.twitter.com/o3Mh9l8qbk
— Calcio Direct (@CalcioDirect) August 13, 2020
Sementara, di skuad utama, Mandragora hanya diberi kesempatan bermain sekali. Itu pun hanya empat menit sebagai pemain pengganti. Mandragora kalah saing dengan nama-nama lain kaliber Sami Khedira, Claudio Marchisio, sampai Miralem Pjanic.
Itu artinya kekuatan fisik dan fleksibilitas yang dimiliki Mandragora tak terpakai sama sekali di Juventus. Sampai akhirnya, Juventus pun memilih meminjamkannya ke Crotone. Di Crotone, Mandragora justru menjadi pemain andalan dengan 37 caps.
Masa peminjaman di Crotone habis pada musim 2017/18. Namun, saat itu lini tengah Juventus sudah mulai diperkuat Blaise Matuidi dan Rodrigo Bentancur. Mandragora pun akhirnya malah dilego ke tim Serie A lainnya, Udinese.
Waktu itu biaya transfer yang harus dikeluarkan Udinese cukup fantastis. Mandragora dilepas Juve dengan banderol 20 juta euro atau Rp 347,63 miliar saat itu. Lucunya, Juve sempat membelinya lagi di tahun 2020 seharga Rp 260,72 miliar hanya untuk dipinjamkan lagi.
Tercatat di Transfermarkt, setelah menuntaskan musim 2020/21 sebagai pemain pinjaman di Udinese, giliran Torino yang diberi kesempatan untuk memakai jasa Mandragora. Saat ini Mandragora dipinjamkan ke Torino dan terbuka untuk menjadi permanen, jika Il Toro mau membayar 14 juta euro atau Rp 228 miliar pada Juventus.
Riccardo Orsolini
Ricardo Orsolini pernah diproyeksikan sebagai penyerang masa depan Juventus. Betapa tidak? Ia tampil sangat impresif bersama Ascoli Primavera. Dari 26 pertandingan bersama Ascoli Primavera, ia sudah mencatatkan 22 gol.
Sementara, di skuad Ascoli senior ia sudah mengemas 51 caps dengan 8 gol. Orsolini juga turut berkontribusi di Timnas Italia U-20 dan U-21. Kemampuannya yang paling mencolok adalah finishing dan set piece. Ia begitu piawai ketika diberi kepercayaan menendang bola mati, entah itu langsung ke gawang maupun memberi umpan.
Akan tetapi, Juventus nyatanya cuma mau membeli tapi tidak mau memakai jasa Orsolini. Praktis setelah dibeli dari Ascoli tahun 2017 dengan banderol Rp 104,29 miliar kala itu, ia langsung dipinjam Atalanta.
Musim berikutnya, Orsolini dipinjam Bologna. Alih-alih mengambil kembali, Juventus malah sekalian melepas Orsolini ke Bologna pada tahun 2019. Il Rossoblu akhirnya menebus Orsolini dengan harga Rp 260,72 miliar.
Hebatnya, pemain yang kini berusia 25 tahun itu justru menjadi andalan pelatih Sinisa Mihajlovic. Ia paling tidak sudah memainkan 138 caps bersama Bologna, dan mencetak 33 gol dan 20 assist.
Juventus have a preferential option for Riccardo Orsolini: €22.5m in June 2020; €30m in June 2021. [Romeo Agresti] 5/5 pic.twitter.com/toBrJP7Dfk
— JuveFC (@juvefcdotcom) January 8, 2020
Emil Audero
Seluruh rakyat Indonesia tentu bangga dengan Emil Audero Mulyadi. Minimal walau ia tak pernah masuk skuad Timnas Indonesia, ia adalah orang kelahiran Indonesia yang berlatih sepak bola di Juventus.
Audero juga pernah membela Timnas Italia Junior dan Juventus Youth. Sekali waktu Emil pernah diisukan jadi penerus Buffon di Juventus. Namun, ia tak mendapat cukup banyak menit bermain.
Happy birthday to Juventus goalkeeper Emil Audero, who turns 21 today. He’s currently on loan at Venezia. pic.twitter.com/GhtYZ56Ggo
— Khaled Al Nouss (@khaledalnouss1) January 17, 2018
Di Juventus, Emil Audero hanya bermain sekali. Namanya kemudian tersingkir otomatis dari skuad Juventus seiring kedatangan Wojciech Szczesny. Ia pun lantas dipinjamkan ke Venezia pada 2017.
Lalu pada tahun 2018, Sampdoria meminjam jasanya dengan biaya peminjaman Rp 17,38 miliar. Tak disangka performa Emil Audero terus melesat. Sampdoria pun membelinya dari Juventus seharga sekitar Rp 348 miliar pada 2019.
Bersama Sampdoria, kiper 22 tahun itu makin digdaya sebagai kiper utama. Persentase penyelamatannya di Sampdoria juga sangat tinggi, yaitu 72,5% dari tembakan yang dihadapi pada musim 2020/21. Angka itu bahkan membuat Emil hanya terpaut 0,1% di bawah Szczesny.
Leonardo Spinazzola
Salah satu pahlawan Italia di EURO 2020 ini adalah didikan Siena FC, namun dibeli Juventus saat usianya baru 19 tahun pada 2012 silam. Juve kala itu membeli Spinazzola dengan banderol Rp 6,95 miliar.
Akan tetapi, Juventus tetaplah Juventus. Bianconeri membeli Spinazzola hanya untuk meminjamkannya ke klub lain. Spinazzola banyak menghabiskan menit bermain justru bersama klub-klub di divisi bawah.
Ia dipinjamkan Juventus ke Empoli, Virtus Lanciano, Vicenza, Perugia, sampai Atalanta. Total Spinazzola sudah tujuh kali dipinjamkan ke klub lain. Tapi di Atalanta lah, Spinazzola sampai ke performa terbaiknya.
Karena itu, Atalanta meminjam Spinazzola di dua musim: 2014/15 dan 2016/17. Ia mengemas 62 caps yang luar biasa bersama Atalanta.
Penampilannya yang melesat drastis di posisi full back kiri saat dipinjam Atalanta nyatanya belum cukup menjanjikan bagi Juventus. Alih-alih tak meminjamkannya lagi, Juve justru menukarnya dengan Luca Pellegrini dari AS Roma.
Hal itu disinyalir karena Juventus akan mendapat keuntungan dari pertukaran ini. Sebab Roma bersedia membayar 29,5 juta euro (Rp 482 miliar) untuk Spinazzola, sedangkan Juventus hanya perlu membayar 22 juta euro (Rp 359 miliar) untuk Pellegrini.
Italy’s 28-year-old Leonardo #Spinazzola joined #Juventus’s U-19s from Siena in 2010. #Juve loaned the left-back out 7 times (‼️) before his 28m Euro transfer to #Roma last summer, where he has done well. He’s been a #EURO2020 revelation. #Mourinho will be coaching him soon! pic.twitter.com/S69XMNmxfW
— Marie Schulte-Bockum (@marieschubo) June 26, 2021
Spinazzola pun diangkut Roma sesuai kesepakatan itu pada 2019. Nah, di Serigala Ibukota penampilan Spinazzola meningkat cukup signifikan. Ia yang membutuhkan menit bermain agar bisa masuk skuad Italia di EURO 2020, menjadi andalan Roma di full back kiri.
Ia pun masuk skuad Italia yang menjuarai EURO 2020. Well, kalau saja Spinazzola masih bertahan di Juventus, ia bisa jadi tak mendapat menit bermain dan mustahil dipanggil Timnas. Apalagi di Juventus ia harus bersaing dengan Alex Sandro dan Frabotta.
https://youtu.be/FmsgotsQzRU
Sumber referensi: juvefc.com, besoccer.com, 90min.com, oldjuve.com, juventus.com, onefootball.com, transfermarkt.co.id, bolasport.com


