Bursa transfer pemain memang tidak bisa ditebak. Kerap terjadi banyak kejutan yang bahkan sampai menjadi bahasan selama berhari-hari. Pada bursa transfer musim panas ini sendiri, ada beberapa transfer besar yang sampai membuat penggemar sepakbola geleng-geleng kepala..
Mulai dari bergabungnya Lionel Messi dan Sergio Ramos dalam satu tim, sampai beberapa rumor lama yang pada akhirnya terealisasi pada tahun ini. Selain itu, terdapat satu hal menarik dari transfer kali ini, dimana terdapat pemain yang kembali ke klub lamanya hingga sukses menjadi rekor transfer klub tersebut.
Romelu Lukaku! Adalah pemain yang dimaksud. Pemain asal Belgia itu berhasil dipulangkan Chelsea setelah pada dua musim sebelumnya sempat mengukir cerita indah bersama Inter Milan. Romelu Lukaku, setelah sepuluh tahun lamanya, resmi kembali dengan harga yang terbilang mahal, yakni 95,7 juga pounds atau setara 1,9 triliun rupiah.
Lukaku resmi memecahkan rekor transfer klub, melampaui dana yang harus dikeluarkan saat memboyong Kai Havertz musim lalu, 75,8 juta pounds.
Pada periode pertamanya di Chelsea, Lukaku datang pada tahun 2011 saat usianya baru menginjak 17 tahun. Saat itu, dia mendapat kontrak selama lima tahun usai diboyong dari klub Belgia, Anderlecht.
Berada di Chelsea ketika itu membuat Lukaku kesulitan kembangkan bakat. Dia yang masih terlalu muda terus kalah dalam persaingan di tim utama. Namun setelah putuskan pindah pada tahun 2014, Lukaku menjelma menjadi salah satu penyerang paling produktif di Eropa. Ia berhasil mencetak 87 gol dalam 166 pertandingan bersama Everton pada periode 2014 sampai 2017, dan 42 gol dalam 96 penampilan selama dua tahun di Manchester United, sebelum akhirnya bergabung dengan Inter Milan pada 2019.
Di Inter, dia berhasil ciptakan 64 gol dari 95 penampilan, plus berhasil sumbangkan trofi Serie A.
Kini, datang sebagai pemain yang berbeda, Lukaku diprediksi bisa bersinar dengan mudah. Di laga debutnya melawan Arsenal, dia bahkan sukses tampil brilian dengan ciptakan satu gol.
Namun tahukah kalian, bila masih ada pemain lain selain Lukaku yang saat pulang ke klub lamanya, berhasil ciptakan rekor transfer tersendiri. Penasaran siapa saja? Berikut kami berikan daftarnya.
Don Hutchison (West Ham United)
Don Hutchison merupakan pemain kelahiran Inggris yang kini berusia 50 tahun. Ketika masih aktif sebagai seorang pesepakbola, dirinya tergolong ke dalam pemain yang kerap bergonta-ganti klub. Namun dari beberapa klub yang dibelanya,, West Ham menjadi nama yang mampu memberi cerita tersendiri baginya.
Gelandang yang memulai karir bersama Hartlepool United ini sempat membela Liverpool sebelum akhirnya bergabung dengan West Ham pada periode pertamanya di Tahun 1994. Ketika itu, dia menjadi rekrutan Harry Redknapp dan berhasil mencetak gol di laga debutnya. Sayangnya, dia tidak bertahan lama disana. Klub menganggap bila Don Hutchison memiliki kebiasaan yang sangat buruk.
Karena ditakutkan bakal mempengaruhi pemain lain, West Ham lalu melepasnya ke Sheffield United pada tahun 1996.
Hanya bertahan selama dua musim di Sheffield United, Don Hutchison lalu berhasil menghidupkan lagi karirnya di Everton dan Sunderland. Dua tim tersebut berhasil membuat namanya terangkat dan jadi pemain yang banyak diincar klub Inggris, tak terkecuali West Ham.
Tepat pada tahun 2001, West Ham resmi memulangkannya dengan status sebagai pemain termahal klub, dimana nilainya saat itu diketahui mencapai 5 juta pounds. Sayang seribu sayang, baru enam bulan memulai ulang kisah cintanya bersama West Ham, Don Hutchison harus mendapati karirnya terpuruk, usai dirinya terkena cedera ACL.
Nicolas Anelka (Paris Saint-Germain)
Nicolas Anelka, menjadi pemain selanjutnya yang kerap bergonta-ganti klub. Dia sudah banyak sekali membela klub besar, hingga sulit menempatkan di klub mana dirinya layak disebut sebagai legenda.
Namun bila bicara tentang salah satu klub paling membekas, nama Paris Saint Germain tentu tidak bisa disingkirkan. Anelka merupakan pemain yang sejak kecil telah menimba ilmu di klub tersebut. Pada 1995, dia tercatat sebagai pemain akademi sebelum memainkan debut setahun setelahnya.
Dianggap sebagai salah satu prospek cerah, baru semusim membela tim utama PSG, Anelka lalu dibawa Arsene Wenger untuk bisa bermain di Arsenal. Dia terbang ke London pada usia 17 tahun untuk kemudian memantapkan diri di tim utama pada musim keduanya. Bersama Tim Meriam London, Anelka berhasil persembahkan trofi Liga Primer Inggris dan juga Piala FA.
Bahkan ketika itu, Anelka tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Arsenal dengan torehan sebanyak 17 biji.
Melihat ada sesuatu yang istimewa dari Anelka, klub sekaliber Real Madrid lalu datang memberi tawaran. Tanpa berpikir panjang, Anelka lalu putuskan hengkang ke ibukota Spanyol pada tahun 1999. Disana, meski gagal berkembang, dirinya masuk ke dalam skuad yang berhasil mengangkat trofi Liga Champions Eropa.
Merasa kurang menit bermain di Madrid, Anelka lalu menerima tawaran Paris Saint Germain yang berniat memulangkannya ke Prancis. Bukan kaleng-kaleng, keseriusan PSG untuk bisa membawa pulang Anelka dibuktikan dengan sejumlah dana yang diberikan sebesar 22 juta pounds atau setara 434 miliar rupiah.
Dengan nilai tersebut, Anelka resmi menjadi pembelian termahal klub ketika itu dan langsung ditunjuk sebagai kapten tim. Sayangnya, performa yang ditunjukkan gagal membuat PSG terbang mengudara.
Sempat dipinjamkan ke Liverpool, Anelka lalu bergabung dengan Manchester City dan mencicipi sebagian besar karirnya di kompetisi Inggris.
Graeme Le Saux (Chelsea)
Sebelum nama Romelu Lukaku berhasil menjadi pembelian termahal klub dalam kepulangannya ke Stamford Bridge, tim asal London tersebut memiliki nama Graeme Le Saux sebagai pendahulunya.
Graeme Le Saux adalah bek Chelsea pada tahun 1989 sampai 1993 di periode pertamanya. Dia menjadi andalan disana sebelum akhirnya bakat hebatnya dibajak oleh Blackburn Rovers. Bergabung bersama The Rovers membuatnya karirnya meningkat tajam. Performanya banyak dipuji, menyusul kontribusinya yang melahirkan gelar Liga Primer Inggris bagi Blackburn di tahun 1995.
Tertarik untuk kembali mengikat mantan pemainnya itu, Chelsea lalu bergerak cepat di bursa transfer 1997. Dengan biaya sebesar 5 juta pounds, Chelsea berhasil dapatkan kembali jasa Le Saux yang sekaligus memecahkan rekor transfer klub. Pada periode keduanya, mantan pemain yang kini berusia 52 tahun itu berhasil persembahkan trofi Piala FA dan Piala Winners.
Paul Pogba (Manchester United)
Pemain terakhir yang berhasil memecahkan rekor transfer saat dipulangkan klub lamanya adalah Paul Pogba.
Paul Pogba, yang mulai berkarir di akademi Le Havre, berhasil menarik minat akademi Manchester United pada tahun 2009. Disana, dia berhasil masuk ke tim utama pada tahun 2011. Sayangnya, tidak banyak kesempatan bermain yang diberikan, hingga membuatnya tertarik untuk mencari klub baru.
Juventus, yang datang ketika itu berhasil membuat Pogba terkesan. Jadilah pemain asal Prancis tersebut tampil untuk Juventus dan secara luar biasa, mampu mengembangkan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah ada. Bersama Si Nyonya Tua, Pogba menjadi bagian penting dari klub yang sukses mengangkat gelar Serie A secara beruntun. Bahkan, dia juga sempat mengantar Juve masuk ke partai final Liga Champions Eropa.
Berhasil menjadi salah satu pemain penting Juve, tawaran kemudian datang dari banyak klub, tak terkecuali Manchester United. MU yang saat itu sangat berminat untuk memulangkan Pogba rela mengeluarkan dana sebesar 89 juta pounds atau setara 1,7 triliun rupiah. Nilai itu tak hanya membuatnya jadi pembelian termahal klub, namun juga menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia.
Di periode keduanya, meski sempat terlibat dalam sejumlah konflik, Pogba tetap menjadi pemain yang diandalkan dan berhasil persembahkan trofi Liga Europa.
https://www.youtube.com/watch?v=POZbH6hHtu8