Drama Pemain Indonesia yang Berkarier di Lechia Gdansk

spot_img

Dan terjadi lagi, kisah lama yang terulang kembali. Begitulah kira-kira nyanyian para pecinta sepak bola tanah air ketika disodorkan pemberitaan bahwa Witan Sulaeman tak mendapat banyak menit bermain di Lechia Gdansk.

Kasus yang dialami Witan Sulaeman kurang lebih hampir sama dengan yang pernah diderita Egy Maulana Vikri. Meskipun ia sempat menarik perhatian dalam debutnya pada laga persahabatan melawan klub kasta keempat bersama Lechia Gdansk senior, nyatanya memang belum cukup meyakinkan Tomasz Kaczmarek selaku pelatih anyar untuk terus memakai jasa Witan.

Merasa Dejavu, akhirnya fans Indonesia murka, mereka sempat mengancam akan meng-unfollow akun media sosial Lechia Gdansk apabila tak kunjung memainkan Witan Sulaeman. Bahkan netizen sempat menyindir manajemen Lechia dengan kalimat “No Witan No Party” di salah satu lembar komentar postingan Lechia Gdansk.

Bak drama sinetron, kisah Witan Sulaeman bersama Lechia Gdansk pun terus berlanjut. Hingga beberapa hari yang lalu Witan santer dirumorkan dengan klub FK Senica dengan FK Senica yang memposting huruf W,I,T,A dan N. Yang mana FK Senica juga dibela oleh Egy Maulana Vikri.

Sebagai Batu Loncatan

Dengan bergantinya kursi kepelatihan ke Tomasz Kaczmarek, sebetulnya Witan diprediksi akan mendapat banyak menit bermain daripada Egy. Namun, ternyata pernyataan tersebut hanya isapan jempol.

Akhir-akhir ini akun media sosial milik Lechia Gdansk sering mendapat hate comment dari para netizen yang kesal karena Witan Sulaeman tak kunjung diberikan menit bermain oleh Lechia. Mereka takut bahwa Witan akan bernasib sama seperti Egy.

Berkaca dengan track record Egy di Lechia Gdansk, ia juga jarang mendapat menit bermain di level tim senior, namun Egy tak keberatan dengan hal itu, bahkan ia sudah tau kalau ia bakal jarang dimainkan jika memutuskan bergabung dengan Lechia Gdansk pada 2018 lalu.

Egy sempat menyatakan bahwa tujuan ia bergabung dengan Lechia Gdansk bukan untuk mencari menit bermain. Ia sadar kalau tak akan langsung mendapat banyak menit bermain dalam tahun pertamanya di Eropa.

Salah satu tujuan Egy memilih Lechia Gdansk adalah guna memperbaiki fisiknya. Apalagi sejauh ini, ia merasa kualitas fisiknya jauh dibawah standar pemain Eropa saat itu. Ia pun telah belajar banyak di sana, dan hal itu dibuktikan Egy ketika bergabung ke FK Senica sekarang.

Witan Sulaeman diharapkan bisa meniru langkah yang sudah dilakukan Egy, yang menjadikan Lechia Gdansk sebagai batu loncatan guna mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang sebenarnya apabila ia dilepas Lechia ke klub lain. Toh usia Witan juga baru menginjak 20 tahun, perjalanan karier Eropanya masih panjang.

Rumor yang beredar adalah Witan kabarnya akan segera merapat ke klub Slovakia, FK Senica menyusul Egy. Hal itu tidak menutup menunjukan kedua pemain ini bakal berduet di FK Senica. Apalagi, walau kontrak Egy di FK Senica sudah habis, Dusan Bogdanovic selaku agen dari kedua pemain tersebut sempat menyampaikan bahwa ia sedang mengusahakan perpanjangan kontrak bagi pemainnya itu. Let’s see.

Nah, netizen yang mengirim ucapan kurang mengenakan di laman postingan Lechia Gdansk tak melihat sudut pandang itu. Mereka hanya mau gampangnya saja, dan hanya ingin melihat Witan lebih banyak bermain daripada Egy. Ayolah percaya proses, jangan jadi kaya bapak Exco yang itu, nggak percaya proses.

Sedikit Berterima Kasih Pada Lechia Gdansk

Sebelum kalian kembali menyerbu laman komentar postingan Lechia Gdansk, kita harus melihat dari sudut pandang yang menarik. Jika dipikir lagi seharusnya kita berterima kasih pada klub Polandia ini.

Lechia Gdansk adalah salah satu klub Eropa yang mengawali tren merekrut pemain muda Indonesia pada tahun 2018 lalu. Kala itu, Egy jadi rekrutan pertama mereka. Setelah kesepakatan ini terjadi banyak pemain muda Indonesia yang menyusul Egy untuk berkarier di luar negeri, contohnya seperti Witan Sulaeman, Bagus Kahfi, dan Asnawi Mangkualam. Bahkan kalau tidak bermain di Gdansk, Egy mungkin tidak akan dilirik oleh FK Senica.

Terlepas dari kontroversinya, Lechia Gdansk sudah menjadi aktor protagonis dalam pengembangan pemain muda Indonesia. Mereka mau menampung pemain dari negara Asia tenggara yang bahkan tak masuk seratus besar peringkat FIFA. Kita patut berterima kasih.

Win Win Solution

Seperti yang kita ketahui bersama, fasilitas dan pola latihan di Eropa sangatlah berbeda, mereka memiliki nilai lebih dalam segala aspek apabila dibandingkan dengan yang ada di Indonesia.

Lechia Gdansk mau mendidik dan membina pemain muda Indonesia sesuai dengan kurikulum sepak bola Eropa. Mereka juga diberi kesempatan untuk bertanding dan bersaing dengan pemain lokal sana, yang notabene lebih berpengalaman dengan kultur sepak bola Eropa.

Dari segi fisik dan teknik, pemain Indonesia yang menimba ilmu di sana juga diperbaiki gizinya, dibiasakan melakukan angkat beban, dan makan makanan sehat guna mendukung pola latihan yang baik agar siap menghadapi sengitnya persaingan di liga-liga benua biru.

Harusnya kita sebagai masyarakat yang sadar akan hal tersebut, berterima kasih dengan Lechia Gdansk. Memang, mereka terkesan dimanfaatkan dan jarang mendapat menit bermain, tapi tak dapat dipungkiri “pencapaian” Egy di Slovakia sekarang adalah buah dari latihan kerasnya selama tiga tahun bersama Lechia Gdansk. It’s a win win solution. Lebih baik dijadikan alat marketing tapi skill olah bola meningkat, daripada hanya stuck di Liga “Dagelan”. Mau jadi apa?.

Sekarang dengan status Witan yang masih terikat kontrak dengan Lechia Gdansk, kabar yang menyatakan bahwa Witan akan ke FK Senica mungkin sebagai pemain pinjaman, seperti yang disampaikan oleh sang agen Dusan Bogdanovic.

“Witan Sulaeman saat ini masih menjadi pemain Lechia Gdansk, Kemarin kan saya sudah bilang ada banyak tim yang meminta Witan Sulaeman untuk meminjam salah satunya FK Senica,” kata Dusan Bogdanovic saat dihubungi Bola Sport pada Kamis (13/1/2022). Kayaknya sih tinggal tunggu pengumuman resmi aja dari pihak FK Senica.

Kabarnya tren merekrut pemain Indonesia tetap akan dilanjutkan oleh pihak Lechia Gdansk. Siapa pun nanti yang akan menggantikan Witan harapannya ia bisa mencontoh pendahulunya. Serap ilmu sebanyak-banyaknya dan terapkan dengan baik di pertandingan klub maupun tim nasional nanti. Tetap support terus pemain muda Indonesia yang berani meninggalkan zona nyamannya.

Sumber: Transfermarkt, Bolasport, Bola.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru