Piala Super Spanyol yang mempertemukan antara juara Liga Spanyol melawan juara Copa Del Rey sekarang sudah berbeda format, dan diselenggarakan di luar Spanyol.
Piala Super Spanyol kali ini dihelat di Arab Saudi, dengan segala muara kepentingan yang ada dan faktor yang menyebabkan terpilihnya Arab Saudi sebagai penyelenggara patut untuk disimak.
Tidak menutup kemungkinan bahwa pertentangan akan penyelenggaraan ini juga mewarnai hiruk pikuk pembahasan tentang Piala Super Spanyol di Arab Saudi. Lantas, apa yang membuat hal itu berubah, dan apakah ada kepentingan di dalamnya?
⚠ OFICIAL | La Supercopa de España se celebrará en Arabia Saudí
🔗 https://t.co/oRMWm3wMPA#Supercopa2020 pic.twitter.com/J6zTyateID
— RFEF (@rfef) November 11, 2019
Apa Itu Piala Super Spanyol
Supercopa De Espana sebetulnya punya sejarah yang terbilang panjang, dan bisa ditarik pada awal tahun 1940-an. Ketika itu, turnamen ini juga sempat berubah nama dari yang awalnya Copa de Los Campeones de España sampai dengan Copa Eva Duarte.
Supercopa de Espana juga mengalami pergantian format. Dahulu, turnamen ini dijadikan ajang pertemuan antara juara La Liga dengan Juara Copa Del Generalisimo yang kemudian berubah nama menjadi Copa Del Rey.
Sekarang turnamen ini tidak hanya mempertemukan kedua juara La Liga dengan Copa Del Rey. Sejak musim 2019/2020, Supercopa De Espana diikuti oleh empat tim dengan format semifinal dan final. Di mana kedua peserta tambahan berasal dari masing-masing dari runner up La Liga dan Copa Del Rey.
Yang menarik justru tempat diselenggarakannya turnamen ini di Arab Saudi, alih-alih di Spanyol atau Benua Eropa. Hal itulah kemudian tentu saja mendatangkan pertentangan dari berbagai pihak.
Penentangan ini banyak datang dari banyak pihak seperti Amnesti Internasional, yang menyoroti masalah tentang hak asasi manusia terutama hak-hak kesetaraan perempuan di Arab Saudi.
Perempuan di Arab Saudi meskipun kini sudah dicitrakan “merdeka”, bahkan boleh menonton sepak bola di stadion, tapi ternyata kasus kekerasan terhadap perempuan akhir akhir ini cenderung meningkat di Arab Saudi.
Amnesti Internasional juga meminta ke empat klub peserta Piala Super Spanyol memakai ban lengan warna ungu yang menunjukan solidaritas dan kesetaraan ketika bertanding.
“We are asking your organisation to honour its commitments and responsibilities to human rights,” @amnesty urged the clubs in a letter sent last week. 👇https://t.co/nn1qIryuNx
— The New Arab (@The_NewArab) January 11, 2022
Kemudian ada celoteh mantan pelatih Barcelona, Ernesto Valverde yang juga sempat mengatakan bahwa turnamen ini murni hanya “duit” yang berbicara, dan meninggalkan aspek lain dari sepakbola itu sendiri.
Raul Garcia, pemain Athletic Bilbao baru baru ini juga menyoal tentang bagaimana sepak bola tidak dilihat secara langsung oleh basis fansnya. Mengingat tidak dihelat di negara asalnya, sepakbola tanpa basis fansnya terasa hambar baginya.
Raul Garcia isn’t happy about playing the Spanish Super Cup in Saudi Arabia 😤 pic.twitter.com/42tcl6gjDm
— ESPN FC (@ESPNFC) January 12, 2022
Jarak antara Spanyol dan Arab Saudi yang lumayan jauh menjadi faktor fans dari Spanyol susah datang. Kebencian dari basis fans di Spanyol pun terjadi atas penunjukan Arab Saudi.
Lalu soal pelonggaran vaksinasi, pemerintah Arab Saudi juga ternyata diduga melakukan pelonggaran vaksinasi covid demi terselenggaranya turnamen ini. Sebagai contoh ketika pemain Atletico Madrid asal Brazil, Renan Lodi tidak bisa dipanggil Timnas Brazil karena belum melakukan vaksin tahap kedua. Akan tetapi, justru Lodi mampu lolos di Piala Super Spanyol di Arab Saudi ini dan masuk skuad Atletico Madrid. Sungguh mengherankan.
EXCLUSIVE Soccer-Saudi Arabia waived vaccination rules for the Spanish Super Cup – sources https://t.co/Sm6WY7LyYe pic.twitter.com/gCeRcUw05k
— Reuters (@Reuters) January 13, 2022
Penentangan juga terjadi dari pihak penyiaran televisi atau hak siar. Sebuah media televisi Spanyol, RTVE tidak akan memperjuangkan hak siar Piala Super Spanyol pada awal Januari ini karena alasan kemanusian di Arab Saudi.
Perusahaan perusahaan publik di Spanyol pun juga demikian, menolak untuk menyiarkan kompetisi yang diadakan di Arab ini, karena alasan kemanusiaan dalam menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi.
Dengan segala kontroversi yang ada, kenapa turnamen Piala Super Spanyol tetap digelar di Arab saudi?
Uang
Penetapan awal Arab saudi sebagai host juga melalui proses. Proses penawaran yang terjadi diperebutkan antara Qatar, Cina dan India, sampai akhirnya dimenangkan oleh Arab Saudi, yang menurut laporan tawaran itu berkisar 120 juta pound atau sekitar Rp 3 triliun
Alasan utamanya adalah uang. Federasi RFEF atau Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol akan mengantongi sekitar setengah dari total itu, dengan setengah lainnya akan dibayarkan ke klub yang berpartisipasi.
Pendapatan televisi dan hadiah uang dari kompetisi memberikan dorongan keuangan yang besar untuk klub Spanyol yang sakit. Sementara, disisi lain bagi kerajaan Arab Saudi memungkinkan penggemar untuk melihat beberapa atlet terbaik dunia dari dekat.
Di turnamen musim 2021-22 kali ini, Arab Saudi bahkan sudah mencapai kesepakatan dengan presiden RFEF untuk mengumumkan pembaruan kontrak hingga tahun 2029. Artinya, sudah kadung terikat kontrak jadi apapun hal yang menghadang tetap digelar di Arab Saudi.
Spanish FA defends Super Cup in Saudi Arabia ahead of final https://t.co/Md0q2WkdYu
— Toronto Star Sports (@StarSports) January 14, 2022
Bicara uang, musim 2021/2022 ini total hadiah turnamen mencapai 10 juta dollar, dengan pemenang mendapatkan 4,3 juta dollar dan runner-up 3,2 juta dollar. Semifinalis yang kalah akan menerima 913.000 ribu dollar.
Presiden Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol, Rubiales telah mengatakan lebih dari sekali bahwa kerjasama dengan Arab Saudi akan membantu menyelamatkan Sepakbola Spanyol, dalam hal ekonomi, terutama setelah pecahnya pandemi global.
Menurutnya Piala Super Spanyol ditakdirkan untuk perubahan, dan harus menguntungkan pihak klub.
“Tentu saja, uang itu penting, siapa yang bisa menyangkalnya? Uang sangat penting, tetapi uang akan pergi ke tempat yang dibutuhkan,” kata dia.
Perubahan format juga terlihat untuk menjamin setidaknya satu dari Barcelona dan Real Madrid bersaing di dalamnya setiap tahun, dan kemungkinan besar keduanya akan mengadakan El-Clasico tahunan di Arab Saudi, dan itu akan menjual dari segi komersialitas pertandingan.
Visi 2030 Arab Saudi
Tidak mengherankan jika penggemar sepakbola Arab Saudi menyambut Piala Super Spanyol ini jauh lebih meriah dari sekadar acara olahraga lainnya. Apalagi Real Madrid dan Barcelona bisa dibilang dua klub asing paling populer di kalangan pengikut sepakbola di Arab Saudi.
Maka, tak mengherankan apabila tiket untuk semifinal pertama antara keduanya pun terjual habis dalam waktu satu jam.
😍🏟️ Nosotros tenemos ganas de fútbol… ¡¡Y el estadio King Fahd también!!
🌟 Así luce el escenario de la gran final de la #superSupercopa de España antes de la llegada de equipos y aficionados.
⌛️ ¡¡QUEDAN MENOS DE 2⃣ HORAS PARA EL ARRANQUE!! pic.twitter.com/wJ8HsfpAOD
— RFEF (@rfef) January 16, 2022
Hal ini menegaskan bahwa turnamen ini bisa menjadi bagian dari struktur Arab Saudi di program “Visi 2030” nya yang sempat diluncurkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Salah satu visi utama dalam “Visi 2030” adalah untuk mempromosikan dan mengembangkan olahraga di dalam Kerajaan.
Vision 2030 has opened up #Saudi Arabia to the world & opened up the world to Saudi Arabia !
Spanish Super Cup comes to Riyadh ! https://t.co/XJG9Xh564M
— Fahad Nazer فهد ناظر (@KSAEmbassySpox) January 10, 2022
Sebagai bagian dari beberapa acara olahraga lokal dan internasional yang diadakan di negara itu, Piala Super Spanyol awalnya disepakati pada tahun 2019 selama tiga tahun di Arab Saudi.
Keputusan tersebut didukung oleh Pangeran Mansour bin Khalid Al-Farhan, Duta Besar Arab Saudi untuk Spanyol, lalu Yasser Al-Mishal, Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi, dan tentu Luis Rubiales, presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol.
Pimpinan Kerajaan dan pejabat olahraga ingin agar Piala Super Spanyol diintegrasikan ke dalam rencana Visi 2030 dan program “Kualitas Hidup” untuk para penggemar sepakbola di Arab Saudi.
Sejak pengumuman Visi 2030, Arab Saudi telah menjadi tuan rumah banyak acara dan kompetisi olahraga internasional.
Piala Super Italia sudah mendahului Piala Super Spanyol diselenggarakan di Arab Saudi, sedangkan olahraga otomotif juga berkembang pesat, seperti Reli Dakar, Formula E dan, yang terbaru Grand Prix Formula 1 Arab Saudi.
Banyak juga olahraga lainnya, mulai dari golf hingga WWE dan pacuan kuda, telah menjadi acara tahunan juga di Arab Saudi.
Dengan berbagai penentangan yang ada dari pihak yang tidak setuju penyelenggaraan turnamen Piala Super Spanyol di Arab Saudi ini, Piala Super Spanyol tetap dihelat dengan berbagai cerita kontroversi didalamnya.
Dua sudut pandang yang saling bertemu yakni bagi pihak berwenang Spanyol, kompetisi ini menawarkan dorongan finansial untuk permainan dan klubnya. Sementara, untuk kepemimpinan olahraga Arab Saudi, ini adalah tentang membawa hiburan bagi rakyat Arab Saudi serta mewujudkan visi-misi negara.
Sumber Referensi : reuters, arabnews, firstpost, standart.uk, marca,


