Menekel keras lawan, melempar hinaan kasar kepada pemain maupun wasit, atau bahkan sampai berani meludah ke arah pemain lawan adalah tindakan pemain sepak bola yang bisa berujung kartu merah. Disamping tentu saja tergantung siapa pengadil yang memimpin pertandingan.
Seperti halnya beberapa pemain berikut ini yang justru mendapat hukuman kartu merah meski melakukan hal yang sejatinya tidak “membahayakan”. Penasaran seperti apa ceritanya? Simak ulasannya berikut ini.
Daftar Isi
Lemparan koin Jamie Carragher
Tepat pada tahun 2002 lalu, terjadi pertempuran klasik antara Arsenal melawan Liverpool di ajang Piala FA. Di situ, wasit Mike Riley banyak mengeluarkan kartu merah, tak terkecuali buat pemain Arsenal, Martin Keown. Hal itu membuat para fans Arsenal marah. Kemarahan penggemar The Gunners kian memuncak ketika wasit juga memberi hadiah kartu merah kepada pemain andalan mereka Dennis Bergkamp.
Penggemar The Gunners yang marah melempar banyak barang ke dalam lapangan, termasuk sebuah koin. Koin lemparan fans Arsenal tersebut bahkan mengenai pemain Liverpool, Jamie Carragher.
Tak terima dengan aksi fans Arsenal, Carragher lalu dengan sengaja melempar kembali koin tersebut ke arah penonton. Ketika wasit mengetahui itu, Carragher secara mengejutkan menjadi pemain selanjutnya yang diusir wasit karena “mengembalikan” koin yang dilempar oleh penggemar Arsenal.
Karena tidak ingin masalah tersebut berbuntut panjang, bek legendaris Liverpool itu akhirnya meminta maaf kepada publik, khususnya fans secara terbuka, dan pada akhirnya berhasil menghindari hukuman FA. Akan tetapi lucunya, dia sempat mendapat peringatan resmi dari pihak kepolisian atas tindakan yang dianggap membahayakan.
Jamie Carragher throwing a coin back into the crowd at Highbury in a FA Cup tie in 2002.
In case you missed it: yesterday there was an anniversary of this bizarre incident. pic.twitter.com/uF8C7q8Q5L— LFChistory.net (@LFChistory) January 28, 2019
Memelorotkan Celana
Mendapat kartu merah karena memelorotkan celana mungkin tidak akan pernah terbayangkan oleh pemain mana pun. Namun, hal itu benar terjadi kepada pemain yang kini membela Inter Milan, Edin Dzeko. Jadi ceritanya di tahun 2016, Dzeko tengah membela Bosnia yang berhadapan dengan Yunani dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018.
Ketika itu, Dzeko yang sedang menguasai bola dibayang-bayangi oleh Sokratis Papastathopoulos. Dorongan Sokratis membuat Dzeko terjatuh. Dzeko langsung memegang bola pertanda agar pertandingan dihentikan.
Namun Sokratis malah ingin meneruskan pertandingan dan tak menggubris tindakan yang dilakukan Dzeko. Merasa kesal, Dzeko yang terjatuh dan terus berusaha menahan Sokratis dengan memegangi kaki lawannya itu, lalu menggapai celananya dan langsung memelorotkannya. Aksi Dzeko itu pun jelas membuat celana dalam Sokratis tersingkap.
Tak sampai di situ saja, Dzeko yang kemudian berdiri mendorong Sokratis sampai jatuh. Aksi ribut-ribut ini kemudian melibatkan banyak pemain dari kedua tim. Walhasil, sang pengadil lapangan langsung menghadiahi kartu tanda pengusiran baik kepada Sokratis maupun Dzeko itu sendiri menit ke-79. Pertandingan pun berakhir imbang 1-1.
📆 Bosnia captain Edin Dzeko was sent off for pulling down the shorts of Greece’s Sokratis Papastathopoulos! He received his second yellow for the offence #OnThisDay in 2️⃣0️⃣1️⃣6️⃣! 🤦🏻♂️ pic.twitter.com/qdi1xguL8c
— Football On This Day (@footieonthisday) November 13, 2017
Selebrasi Sniper
Merayakan sebuah gol dengan aksi tertentu telah menjadi kebiasaan pemain sejak dulu. Namun selebrasi bisa saja berbuah kartu merah, seperti apa yang pernah dialami Edinson Cavani ketika membela Paris Saint Germain. Dia yang berhasil mencetak gol memutuskan untuk melakukan selebrasi ala seseorang yang tengah memegang sniper.
Bomber timnas Uruguay itu langsung bertumpu kepada satu lutut dan menarik pelatuk di sebuah senapan imajiner kepada fans. Akan tetapi, selebrasi tersebut ternyata tidak disukai oleh wasit Nicolas Rainville. Selebrasi ala sniper alias penembak jitu yang diperagakan Cavani dianggap sebuah pelanggaran berat oleh Rainville.
Cavani yang kaget dengan keputusan wasit yang memberi kartu merah langsung melancarkan protes. Tak hanya Cavani, bagi sebagian pihak pun tindakan wasit disebut berlebihan. Karena seperti yang kita tahu, tidak ada peraturan yang secara tegas mengharamkan selebrasi dengan gaya menembak.
Cavani booked for this sniper celebration tonight. What do people think? Seems bit inappropriate to aim imaginary gun pic.twitter.com/tjgE9NZqCs
— 101 Great Goals (@101greatgoals) October 17, 2014
Salah Orang
Kejadian unik dan mungkin tidak akan pernah terjadi lagi menimpa pemain Arsenal, Kieran Gibbs. Dalam laga melawan Chelsea musim 2013/14, Gibbs diusir wasit meski tidak melakukan kesalahan sama sekali.
Dalam kejadian tersebut, nampaknya wasit keliru membedakan antara Kieran Gibbs dengan Alex Oxlade-Chamberlain. Nama terakhir ini dengan sengaja menggunakan tangan di kotak penalti untuk menggagalkan peluang Eden Hazard. Praktis, semua tentu setuju bila Chamberlain layak diganjar kartu merah, dan Chelsea kemudian mendapat hadiah penalti.
Namun alih-alih menunjuk Chamberlain, wasit justru menuding Gibbs sebagai tersangka handball. Dia diusir dan sempat menunjukkan gesture keheranan. Setelah masalah tersebut banyak diperbincangkan, banyak yang mengatakan wasit memang keliru memberi kartu merah usai kedua pemain memiliki kemiripan dalam bentuk gaya rambut yakni botak.
A very confused Kieran Gibbs at the moment Mariner shows him the red card. pic.twitter.com/tpGEmBNRa3
— ESPN FC (@ESPNFC) March 22, 2014
Kentut di Lapangan
Ada-ada saja momen pemain ketika mendapat kartu merah. Setelah ada wasit yang keliru memberi kartu merah sampai terdapat juga pemain yang diusir karena memelorotkan celana lawan, kini ada pemain yang diusir wasit karena kentut di lapangan. Iya, kentut yang memang susah dicegah itu. Sontak kejadian itu pun banyak membuat siapa saja tertawa geli.
Pada tahun 2016, seorang pemain yang diusir karena kentut bernama Adam Lindin Ljungkvist. Dia diusir dalam pertandingan yang mempertemukan antara Pershagen SK melawan Jarna SK.
Tepat di menit-menit terakhir pertandingan, wasit bernama Dany Kako memberikan kartu kuning kedua kepada Adam karena dirinya buang angin. Hal tersebut lantas membuatnya mendapat kartu merah dan keluar dari pertandingan sebelum laga berakhir.
“Aku sedang sakit perut, jadi aku mengeluarkannya (kentut). Kemudian aku mendapat dua kartu kuning dan menjadi kartu merah,” tutur Adam.
Usai pertandingan berakhir, Adam yang sempat dimintai keterangan mengaku terkejut dan mengatakan bahwa mendapat kartu karena kentut merupakan pengalaman paling aneh dalam karir sepak bolanya.
Swedish footballer Adam Lindin Ljungkvist red-carded for farting too loud https://t.co/3JZqSrlDpr pic.twitter.com/BK4pSNw7mL
— Stuff (@NZStuff) June 22, 2016
Tidak Mendengar Peluit
Eks pemain Arsenal yang meraih gelar juara bersama MU, Robin van Persie, pernah mendapat pengalaman aneh ketika dikenai hadiah kartu merah dari wasit.
Kejadian itu bermula ketika van Persie tengah membela Arsenal untuk berhadapan dengan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions Eropa. Setelah mengantongi kartu kuning akibat menampar wajah Dani Alves, van Persie diusir wasit Massimo Busacca karena menendang bola setelah peluit offside berbunyi.
Van Persie jelas tidak menyangka bila tindakannya itu berbuah kartu merah. Dia mengaku mendapat kartu merah karena benar-benar tidak mendengar peluit yang ditiup wasit, yang menganggap dirinya telah berada dalam posisi offside.
“Aku kira ini sungguh menggelikan. Bagaimana aku bisa mendengar jelas peluit dengan kebisingan 95 ribu orang penonton?”
“Aku tak mengerti keputusan wasit. Kalau memang empat, lima, enam detik berselang, kalian mungkin bisa mengecek bahwa itu offside. Tapi itu hanya satu detik. Sungguh menggelikan.” sergah Van Persie usai pertandingan.
🗣 “Van Persie deserved the red card against Barcelona in CL. If you kick shoot after the referee blows the whistle, it’s a card and he was already on a yellow so he had to go.”
– Xavi pic.twitter.com/n9Ic8Frwlu
— AFTV (@AFTVMedia) August 30, 2018


